Jumat, 09 Desember 2011

][ HE IS BEAUTIFUL ][

Pemain He is Beautiful

* Jang Geun Suk sebagai Hwang Tae Kyung
* Park Shin Hye sebagai Go Mi Nam (Cowok) / Go Mi Nyu (Cewek)
* Lee Hong Ki sebagai Kang On Yu (Jeremy)
* Jung Yong Hwa sebagai Kang Shin Woo


Di sebuah gereja sedang ada upacara doa yang hadiri oleh banyak orang. Di luar gereja seorang biarawati berlari-lari menuju gereja, calon biarawati itu adalah Go Mi Nyu yang sudah tinggal di gereja itu sejak jadi yatim piatu. Mi Nyu masuk kedalam gereja dengan mengendap-endap karena terlambat. Dia berdiri dibaris paling belakang. Mi Nyu melihat seorang gadis kecil sedang menonton video,lalu Mi Nyu berkata pelan pada gadis itu untuk mematikan videonya.

Gadis itu tidak mau mematikannya dan malah memperbesar volume suaranya, Mi Nyu malah berpikir bahwa gadis itu tidak mendengarnya. Mi Nyu menghampiri gadis itu dan menarik headsetnya tapi gadis kecil itu tidak mau melepaskannya, terjadilah tarik menarik headset hingga akhirnya headsetitu terlepas dari pemutar musiknya dan pemutar musik itupun terlempar ketengah-tengah ruangan gereja dengan suara musik yang menggelegar terdengar keseluruh ruangan. Mi Nyu berusaha untuk mengamankan pemutar musiknya tapi apa daya pemutar musik itu sudah ditendang kesana kemari oleh pengunjung gereja akhirnya Mi Nyu berhasil mendapatkan pemutar musiknya lalu ia sadar bahwa mata semua orang tertuju padanya ia pun menunduk lemas menindih pemutar musik di tengah-tengah ruangan.

Di lain tempat grup idola A.N.JELL yang beranggotakan Hwang Tae Kyung (vokalis), Kang Shin Woo(gitaris) dan Jeremy (Drummer) sedang mengadakan konser,mereka membawakan lagu promise diiringi teriakan fans. Seusai konser A.N.JELL pulang bersama managernya dengan menggunakan sebuah mobil Van. President Ahn bertanya kepada Tae Kyung.

"Apa tenggorokanmu baik-baik saja? Dokter melarangmu untuk bernyanyi tai kau baru saja bernyanyi?" tanya President Ahn
"Itu berakhir dengan baik. Bukankah itu sudah cukup. Suara Tae Kyung bergelombang diakhir. Tapi aku yakin tidak ada yang tahu" kata Shin Woo
"suaramu pecah? dimana? aku tidak tahu?" tanya Jeremy
"Hwang Tae Kyung, kau dilarang menyanyi live" perintah P Ahn
"Jika seorang penyanyi tidak bernyanyi.apa yang dilakukannya?" jawab Tae Kyung kesal

President Ahn malah berkata bahwa mereka akan tetap menambah personil baru tapi Tae Kyung tetap saja berkilah bahwa tidak semua orang bisa menyanyikan lagi ciptaannya. President Ahn mengatakan kalau anak itu sangat pandai dan Tae Kyung akan segera bertemu dengannya. Tae Kyung tetap tidak senang dan akan menghentikannya.


Mi Nyu dihukum karena perbuatannya mengacaukan upacara doa. Mi Nyu harus membersihkan 3 patung yang bernama Julian, Thomas dan David. Tanpa disadari Mi Nyu ada seorag pria yang memata-matainya. Setelah membersihkan patung, Mi Nyu pergi mengendarai sekuternya untuk mengambil tiket ke Roma. Pria yang memata-matai Mi Nyu tadipun mengikuti Mi Nyu dengan mobilnya kemanapun Mi yu pergi. Mi Nyu yang merasa diikuti mencoba mengoceh pria itu dengan bergerak kekana ke kiri dan pria itupun tetap mengikutinya sampai akhirnya memotong jalan Mi Nyu. Pria itu (pria itu namanya Ma Hoon Yi, menager Go Mi Nam) bertanya pada Mi Nyu.

"Kau kenal Go Mi Nam, kan?" tanya manager Ma
"Siapa kau?" Mi Nyu balik bertanya
"Kau kenal Go Mi Nam, kan?"
"Kenapa?" tanya Mi Nyu
"benar-benar mirip"

Manager Ma mengeluarkan photo Mi Nam dan memperhatikan Mi Nyu melihat kemiripan mereka.

Dilain tempat President Ahn mempromosikan Go Mi Nam dengan mengatakan bahwa suara Mi Nam adalah keajaiban dan tidak bisa dipercaya dan mengherankan.


Mi Nyu berteriak sangat kencang hingga menggema karena takut pada manager Ma lalu Mi Nyu menendang Manager Ma tepat di bagian alat vitalnya dan manager Ma kesakitan. Manager Ma bertanya ada apa pada Mi Nyu tapi Mi Nyu malah meninjunya hingga terjatuh. Mi Nyu segera kabur dengan sekuternya meninggalkan Manager Ma yang tersungkur kesakitan. Kembali kejar-kejaran antara Mi Nyu dan manager Ma. Maneger Ma meminta Mi Nyu untuk berhenti tai Mi Nyu tidak mau dia malah mempercepat laju sekuternya.Sambil berjalan beriringan manager Ma mengatakan pada Mi Nyu bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi pada Mi Nam,Mi Nyu yang terkejut lalu menghentikan sekuternya.

President Ahn mengatakan dengan penuh semangat pada orang-orang management A.N.JELL kalau Mi Nam itu anggota keempat A.N.JELL.


Mi Nyu berkata pada manager Ma apa ini benar-benar Mi Nam Oppa sambil melihat photo Mi Nam. Manager Ma menjelaskan maksud kedatangannya pada Mi Nyu dan berkata bahwa sesuatu yang besar telah terjadi pada Mi Nam, Mi Nam telah dipilih jadi anggota A.N.JELL. Mi Nyu tidak tahu mengenai keberadaan grup idola A.N.JELL. Manager Ma merasa kesal dan kembali memberitahukan kalu Mi Nam terpilih jadi anggota A.N.JELL tapi Mi Nyu malah bertanya apa masalahnya? kemudian menager Ma berlutut dihadapan Mi Nyu dan berkata "Mi Nam adalah saudara kembarmu satu-satunya. tolong selamatkan dia?" Mi Nyu bingung apa yang harus dilakukannya untuk membantu Mi Nam. Manager Ma berkata "Tolong menjadi Mi Nam" Mi Nyu terkejut.


Akhirnya Mi Nyu dan manager Ma tiba dikantor management A.N.JELL. Mi Nyu datang untuk menandatangai kontrak kerja Mi Nam dengan A.N.JELL. Manager Ma pergi untuk memarkir mobil dan meninggalkan Mi Nyu di depan kantor. Ternyata di kantor A.n.JELL ada banyak fans yang mengenakan sayap malaikat dan bando malaikat menunggu kedatangan A.N.JELL. Mi Nyu berjalan kearah mereka dan mereka semua memperhatikan Mi Nyu yang datang dengan pakaian biarawati. Dan A.N.JELL pun tiba mereka berjalan melewati kerumunan fans dan Mi Nyu yang berdiri mematung ditengah-tengah jalan, tiba-tiba Jeremy mundur mendekati Mi Nyu dan membubuhkan tanda tangan pada kipas yang dipegang Mi Nyu. A.N.JELL pun berlalu pergi memasuki kantornya. Manager Ma tiba membawa pakaian laki-laki dan meminta Mi Nyu untuk memakainnya. Setelah berganti pakaian Mi Nyu berubah menjadi seorang pria.



President Ahn menyambut kedatangan Mi Nyu yang dikiranya Mi Nam dan meminta Mi Nyu menandatangani kontrak Setelah menandatangi kontrak, Tae Kyung datang dan membawa Mi Nyu ke studio dan mengunci studionya dari dalam ternyata di dalam sudah ada Shin Woo dan Jeremy yang menunggu. Tae Kyung meminta Mi Nyu untuk menyanyi tapi Mi Nyu tidak juga mau menyanyi. Di luar studio President Ahn teriak-teriak minta dibukakan pintu dan manager Ma mengingatkan Mi Nyu tentang impian Go Mi Nam yang ingin menjadi penyanyi. Disaat Tae Kyung akan merobek surat kontrak Mi Nam, Mi Nyu pun mulai menyanyi semua yang ada ditempat itu terdiam mendengar nyanyian Mi Nyu. Suara Mi Nyu sangat indah. Bahkan Tae Kyung tidak sanggup berkomentar. Tae Kyung keluar dari studio dan menyerahkan surat kontrak pada manager Ahn itu tandanya Tae Kyung menerima Mi Nyu yang dikira Mi Nam. Otomatis Shin Woo dan Jeremy juga menerima Mi Nam.


Usai di tes Tae Kyung, Mi Nyu berganti pakaian menjadi biarawati kembali.Mi Nyu berkata pada manager Ma bahwa dia akan pergi ke roma akhir pekan ini. Manager Ma terkejut mendengarnya dan langsung memohon pada Mi Nyu untuk mau menjadi Mi Nam selama satu bulan,karena sebentar lagi akan ada konferensi pers dan Mi Nam harus hadir. Mi Nyu bingung karena tadinya dia hanya disuruh menandatangani kontrak saja. Mi Nyu akan pergi.

"Mi Nam tidak bisa menutup matanya" teriak manager Ma
"Apa?" kata Mi Nyu
"itu semua kesalahanku, aku menyuruh dia melakukanya (operasi plastik)"
Manager ma menjelaskan semua yang terjadi dan Mi Nam akan kembali normal setelah menjalani pembedahan ulang dan semua itu akan selesai selama satu bulan.
"tolong ambil alih untuk Mi Nam" mohon manager Ma
"ambil alih untuknya?maksudnya aku harus menyanyi dan menari bersama mereka? dan berpura-pura menjadi seorang pria." tanya Mi Nyu
"ya, itu benar dan kau akan tinggaldi asrama" jawab manager Ma
"itu konyol" kata Mi Nyu
"Bukan itu, aku akan menolongmu"
"aku tidak bisa melakukannya" kata Mi Nyu
"kau bisa melakukannya" meyakinkan Mi Nyu
"aku ..aku tak bisa" Mi Nyu berkata sambil berlalu pergi


di gereja Mi Nyu sedang berdoa lalu kepala biarawati mendatanginya dan bertanya apa yang terjadi setelah Mi Nyu mendengar kabar Mi Nam. Mi Nyu menjawab bahwa ia harus menolong Mi Nam tapi dia tidak bisa melakukannya.Mi Nyu berkata bahwa dia akan menjadi biarawati. Keala biarawati bertanya kenapa Mi Nyu ingin menjadi biarawati, Mi Nyu bingug menjawabnya dan berkata bahwa itu adalah kehendak-Nya (a.k.a Tuhan.Kepala biarawati berkata bahwa dia tidak percaya itu kehedak-Nya tapi kehendak Mi Nyu sendiri. Mi NYuberkata bahwa dia sudah tinggal di gereja ini sejak kecil dan dia tidak pernah berpikir tentang apapun selain menjadi seorang biarawati seperti dirimu.Kepala biarawati berkata bahwa Mi Nyu masih punya banyak waktu untuk melihat banyak hal dan pikirkan segalanya secara mendalam. Mi Nyu menjawab bahwa dia sudah memikirkannya dan akan pergi ke Roma akhir pekan ini.



Hari kepergian Mi Nyu ke Roma pun tiba. Mi Nyu sudah berada di bandara ternyata disaat yang bersamaan A.N.JELL juga akan pergi ke Jepang. Mereka membicarakan personil baru yang akan bergabung dengan mereka. Jeremy berkata, "Tae Kyung masih belum bisa menerimanya. Dia membenci ide akan adanya personil baru," Shin Woo menjawab ,"Tae Kyung membenci semua hal,"Tae Kyung akan pergi untuk membeli kopi tapi Tae Kyung malah menabrak seorang biarawati yang ternyata adalah Mi Nyu. Mi Nyu terkejut saat melihat Tae Kyung dan berlari kabur tiket Mi Nyu terjatuh dan Tae Kyung Mengambilnya. Dan Mi Nyu sadar ternyata dirinya membawa kabur Mp3 Tae Kyung. A.N.JELL mengejar Mi Nyu karena mau mengembalikan tiketnya sedangkan Mi Nyu kabur karena takut ketahuan kalau dirinya menyamar menjadi Mi Nam. Mi Nyu kehilangan tiketnya dan gagal pergi ke Roma.Mi Nyu lalu mendengarkan Mp3 Tae Kyung dan teringat kata-kata manager Ma bahwa impian Mi Nam adalah menjadi seorang penyanyi terkenal agar bisa bertemu dengan ibunya. Akhirnya Mi Nyu memutuskan untuk menjadi Mi Nam.


Hari konferensi pers tiba manager Ahn beserta A.N.JELL memasuki ruangan konferensi pers. Dilain temapt Mi Nyu memotong rambut panjangannya dan menutup rapat payudaranya menggunakan kain semacam korset mungkin. Dan Mi Nyu mengenakan pakaian pria (setelah Mi Nyu jadi Mi Nam aprill akan pake nama Mi Nam biar pas sama jalan ceritanya)Saat namanya dipanggil oleh Manager Ahn, Mi Nam berdiri dibalik pintu. Dan saat pintu terbuka semua lensa kamera wartawan tertuju kearah Mi Nam. Dan ae Kyung terlihat kesal. Manager Ma merasa terharu melihat Mi Nyumenjadi Mi Nam. Sementara itu, seorang wanita menonton konferensi pers itu dari TV dan berkata, "Dia adalah anak itu. Tidakkah dia mirip denganku?"
Akhirnya, Mi Nam pindah ke mansion A.N.Jell. Dia ingin mengembalikan MP3 Tae Kyung dan mengendap-endap ke kamarnya. Mi Nam berusaha mencari tempat tersembunyi untuk menyembunyikan MP3 itu. Tae Kyung datang dan Mi Nam bersembunyi di kamar mandi.

Karena Tae Kyung orang yang perfect dia jadi tahu bahwa ada orang yang masuk ke kamarnya dan Tae Kyung menemukan Mi Nam ada dikamar mandinya dan menyuruh Mi Nam keluar.Mi Nam yang kaget tidak sengaja memencet satu tombol di toilet sehingga air di toilet menyembur ke arahnya. "Apa kau mandi dengan air toilet?" ejek Tae Kyung.
Tae Kyung menyebutkan syarat-syarat yang harus Mi Nam patuhi. Jangan menyentuhnya, jangan masuk ke kamarnya, dan jangan menyentuh barang-barangnya. Mi Nam meminta maaf dan segera pergi.Sepeninggal Mi Nam, Tae Kyung melihat toiletnya dan bergumam ,"Toilet ini ternyata berbahaya. Aku harus berhati-hati,"

Manajer Ahn membuat pesta penyambutan Mi Nam di club. Manajer Ma berusaha menjauhkan champagne dari Mi Nam, namun Mi Nam terlanjur meminumnya.
Tidak lama kemudian Mi Nam ke kamar mandi. Shin Woo bertemu dengannya dan berkata bahwa Mi Nam harus melepaskan kancing bajunya karena ia berkeringat. Mi Nam panik dan menolak dan berkata bahwa ia butuh udara segar maka dia naik ke rooftop.
Di atas sudah ada Tae Kyung. Ia tidak suka melihat Mi Nam datang. Mi Nam ingin muntah. Maka Tae Kyung menyerahkan cangkir untuk Mi Nam tapi cangkirnya terlalu kecil sehingga ia terpaksa mengambil pot bunga untuk tempat Mi Nam muntah.



Setelah muntah, Mi Nam merasa lebih baik dan berjalan ke pagar tepat saat Jeremy dan Shin Woo datang. Jeremy berkata, "Dia unik," Shin Woo berkata, "Aku rasa dia menarik," dan Tae Kyung berkata, "Lihat saja nanti. Dia akan menjadi hiburan atau masalah untuk kita,"
Mi Nam naik ke atas bangku di pinggir pagar dan oleng seperti hendak jatuh ke bawah. Hal ini mengagetkan personil A.N.Jell lainnya. Mi Nam kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh.
Mi Nam berpikir, "Ibu Kepala, aku bermimpi aneh,"


Mi Nam bermimpi ia turun dari langit dan ada tiga pria itu menantinya di taman gereja yang ada patungnya. Mi Nam berjalan ke arah mereka dan mereka bertiga memandangi Mi Nam dengan kagum.
Mi Nam terbangun karena cahaya matahari dan berpikir, "Apakah aku masih di surga?"

Mi-nam bermimpi ia tinggal di surga yang ada patung dewa-dewa dan menjelma jadi anggota A.N.Jell. “Ya ini pasti hanya mimpi” kata Mi-nam saat terbangun. Tapi saat ia berbalik dan melihat para anggota A.N.Jell tidur di sebelahnya, ia jadi kaget sekali dan berlari keluar. Di luar Mi-nam bingung bagaimana ia bisa kembali ke mess tadi malam. Ia lalu melihat bajunya yang kotor, dan mulai ingat kalau tadi malam ia mabuk dan jatuh menimpa salah seorang anggota A.N. Jell. Mi-nam merasa khawatir, ia memegang bibirnya yang terluka dan melihatnya di cermin. Ia semakin bingung bagaimana bisa ia terluka, Mi-nam ingat kalau saat ia jatuh bibirnya membentur bibir salah satu anggota A.N.Jell., tapi ia tidak ingat siapa orangnya. Ia membanyangkan bibir masing-masing anggota A.N.Jell. Mi-nam lalu jadi ketakutan, ia berdo’a sambil menutup mata agar segera bangun dari mimpinya dan berada di dalam kamarnya saat ia masih di asrama dulu.

Tiba-tiba ia membuka matanya karena mendengar suara Jeremy, ia semakin kaget karena Jeremy makan jeruk sambil jongkok tepat di depannya. “Bibir” kata Minam spontan dan mundur kebelakang. Jeremy semakin mendekatinya dan berkata
“Kalau kamu ingat tetang bibir. Kau ini benar-benar berani!”.
Mi-nam ketakutan, tapi ia mengelak dan berkata kalau ia tidak tau apa-apa dan tidak ingat apa-apa. “Kamu ini berani menipu. Kamu bukannya katakan ingatkan... iyakan?” kata jeremy sambil memakasa Mi-nam mengaku dengan memegang wajahnya.
“Lepaskan saya!” kata Mi-nam memberontak. “Kamu tau bibir itu sudah jatuh dimana? Kamu kemarin minum-minuman yang seharusnya tak kau minum. Terhadap orang yang tak bersalah, kamu mana boleh berbuat seperti itu!” kata Jeremy marah.
“Saya minta maaf” kata Mi-nam akhirnya. “Tau minta maaf? Cepat sana minta maaf “. “Apa?” kata Mi-nam bingung.
“Kamu bukannya mau minta maaf, cepat minta maaf sana pada kakak saya” kata Jeremy menjelaskan.
“Jadi itu bukan kamu?” kata Mi-nam bingung.
“Jika itu saya, kamu sudah tidak akan disini lagi. Saya akan lempar kamu dari atap. Cepat pergi minta maaf!” kata Jeremy kesal kemudian pergi meninggalkan Mi-nam dalam kebingungan. Saat sendiri Jeremy merasa ada yang aneh dengan Mi-nam.


Mi-nam lalu masuk kedalam rumah, ia melihat Shin-woo sedang membuat teh dari kejauhan. Ia tak berani mendekat karena takut bibir Shin-woo lah yang ia tubruk. Tiba-tiba Shin-woo menyuruh Mi-nam duduk tanpa menoleh melihatnya. Mi-nam kaget, lalu dengan takut-takut menghampirinya. Shin-woo memberi Mi-nam teh dan berkata kalau semalam Mi-nam agak kerterlaluan sambil mengelap bibirnya yang basah. Mi-nam melihatnya dan langsung merasa bersalah “di sinikah?” pikirnya. Mi-nam minta maaf atas kejadian kemarin, ia berkata tempat jatuhnya kemarin ia akan anggap sebagai lantai.
“Lantai!” kata Shin-woo kaget. Mi-nam tidak enak dan mencoba memperumamakan dengan yang lebih baik dan minta maaf lagi. Shin-woo hanya senyum-senyum mendengarnya. Tiba-tiba Jeremy datang, ia marah karena Mi-nam tidak langsung pergi minta maaf tapi malah minum teh dulu. Mi-nam kaget, ia berkata ia sedang minta maaf.
“Minta maaf? Bukan minta maaf pada kakak Shin-woo” kata Jeremy menahan kesal.
“Bukan disini?” kata Mi-nam bingung.
“Itu adalah Tae-kyung.. laki-laki yang kau tubruk hingga pingsan adalah Tae-kyung” kata Shin-woo menjelasakan.
“Pingsan?!” kata Mi-nam kaget. Ternyata malam itu selain menubruk bibir Tae-kyung, Mi-nam juga muntah di bibir Tae-kyung sehingga Tae-kyung pingsan karena merasa jijjik.

Sementara itu video kejadian tadi malam saat Mi-nam dan Tae-kyung dibawa diam-diam masuk ke mobil telah tersebar di dunia maya. Berita yang tersebar menyebutkan telah terjadi perkelahian antar Tae-kyung dan Mi-nam. Tiga sekawan penggemar Tae-kyung kesal kepada Mi-nam karena ini semua terjadi sejak Mi-nam bergabung dengan A.N.Jell.

Tae-kyung di kamarnya melihat bibirnya yang terluka di cermin, ia ingin menganggap kejadian semalam tidak pernah terjadi tapi tak bisa, ia juga tetap merasa jijik meski ia telah membersihkan wajahnya. “Tidak bisa begini terus.. harus dicuci sekali lagi” gumam Tae-kyung sendiri. Saat akan ke kamar mandi, tiba-tiba Mi-nam datang. Tae-kyung yang sedang kesal langsung mengusir Mi-nam pergi. Mi-nam kaget tapi tak pergi, malah masuk dan berkata kalau ia datang untuk minta maaf tentang masalah kemarin. Tae-kyung berkata kalau ia saat itu belum tenang sehingga tidak bisa memaafkan Mi-nam, ia minta Mi-nam pergi dulu dari sana. Tae-kyung lalu mau kekamar mandi lagi. Tapi Mi-nam tetap memaksa agar Tae-kyung memaafkannya dulu baru pergi mandi. “Atau kamu sudah memaafkanku” kata Mi-nam senang.
“Kenapa aku harus memaafkanmu?” kata Tae-kyung menahan kesal.
“Mungin karena kamu adalah orang baik” kata Mi-nam masih senang. Tae-kyung tersenyum sinis, kemudian menghampiri Mi-nam seraya berkata kalau ia sejak awal sudah membencinya, ditambah dengan persoalan kemarin mana mungkian ia dengan mudah memaafkannya. Kemudian Tae-kyung berteriak keras mengusir Mi-nam dari kamarnya.

Tae-kyung pergi kekamar mandi masih dalam keadaan kesal (kamar mandinya.. keren). “Tunggu saya habis mandi baru datang lagi kan bisa” gumam Tae-kyung sendiri. Sementara itu Mi-nam masih terpaku ditempatnya sejak diteriaki tadi. Lalu tiba-tiba ia sadar dan mau pergi dari sana, tapi urung dilakukan. Ia masuk lagi dan berteriak kalau ia menaruh teh dan lilin aroma terapinya disana. Mi-nam menaruh teh itu di meja tapi tiba-tiba Tae-kyung berteriak menyuruh Mi-nam pergi. “Saya akan segera keluar” balas Mi-nam. Ia lalu bingung mau menaruh lilin itu dimana hingga tetesan lilinnya berjatuhan di lantai. Mi-nam meletakan lilin dilantai sementara ia mencoba memberihkan lelehan tadi. Tapi karena panas, Mi-nam kaget dan bergerak kebelakang hingga menabrak rak cd Tae-kyung dan hampir jatuh. Mi-nam menahan rak itu dengan tubuh dan kedua tangannya. Tiba-tiba AC di kamar Tae-kyung nyala dan menerbangkan kertas-kertas yang ada di meja. Mi-nam semakin bingung dan takut kalau kertas itu jatuh di atas lilin dan terbakar. Mi-nam berusaha meniup lilin tersebut tapi gagal, lalu ia berpikir menggunakan ludahnya untuk mematikan lilin tersebut. Percobaan pertama gagal karena kurang jauh, Mi-nam lalu berusaha mengumpulkan ludah. Di saat meludahkannya, Tae-kyung keluar dari kamar mandi dan melihatnya.


“Kau meludah dikamarku” kata Tae-kyung syok.
Mi-nam mencoba menjelaskan tapi Tae-yung sudah marah. Ia menghampiri Mi-nam dan mendorong raknya agar tidak jatuh tapi dengan tatapan mata melihat Mi-nam. Mi-nam merasa tidak enak, ia mencoba pergi tapi Tae-kyung melarangnya. “Apa yang kau lakukan di dalam kamarku?” kata Tae-kyung marah.
Mi-nam berkata kalau ia ingin minta maaf, tapi Tae-kyung tak terima Mi-nam meminta maaf dengan cara meludahi kamarnya, ia marah dan menggebrak rak di belakanng Mi-nam. Dan tiba-tiba sebuah piala jatuh mengenai kepala Mi-nam hingga berdarah dan pingsan. Tae-kyung bingung melihatnya, ia berteriak-triak membangunkan Mi-nam sambil memegang piala tadi. Mendengar keributan, Manager Ma, Shin-woo dan Jeremy masuk ke kamar Tae-kyung. Mereka kaget melihat Mi-nam jatuh pingsan di lantai dan Tae-kyung memegang piala seperti baru saja memukul seseorang. Mereka pikir Tae-kyung lah yang memukul Mi-nam hingga pingsan.
“Berhenti.. berhenti..” teriak Jeremy dan manager Ma.
“Kamu sedang buat apa?” kata manager ma lagi.
“Aku tidak melakukan apa-apa” kata Tae-yung bingung.



Mi-nam dibawa ke rumah sakit dengan ambulan dan ditemani manager Ma. Saat diperjalanan Mi-nam sadar, manager Ma tanya kenapa Mi-nam berkelahi dengan Tae-kyung. Mi-nam mencoba menjelaskan bahwa kejadiannya bukan seperti itu, tapi manager Ma tidak mau mendengar. Mi-nam lalu berkata kalau ia tidak apa, manager Ma lega mendengarnya, tapi tetap kesal pada Tae-kyung. Mi-nam lalu mencoba bangun, tapi manager Ma melarang karena mereka sudah mau sampai rumah sakit. Mendengar rumah sakit, Mi-nam jadi khawatir kalau disana akan ada pemeriksaan fisik. “Tentu saja ada, kau harus diperiksa seluruh badan dengan begitu kita baru bisa menuntutnya” kata manager Ma tidak sadar. Mi-nam lalu berbisik menjelaskan bahwa jika ia sampai rumah sakit maka semua orang akan tahu kalau ia adalah wanita. Manager Ma keget mendengarnya, ia lalu meminta ambulan itu berhenti saja.

Manager Ma mengobati Mi-nam sendiri disebuah taman anak-anak. Dan untuk mengompres lukanya, manager Ma memberikan es krim kepada Mi-nam. Manager Ma kesal karena Tae-kyung memukul Mi-nam. Mi-nam mencoba menjelaskan bahwa bukan Tae-kyung yang memukulnya. Manager Ma tidak percaya. Lalu tiba-tiba Tae-kyung menelpon, manager Ma berbohong dengan berkata kalau mereka sekarang berada di ruang gawat darurat. Manager Ma menyerahkan teleponnya kepada Mi-nam karena Tae-kyung memaksa untuk bicara dengan Mi-nam. Tae-kyung yang ternyata ada di rumah sakit langsung tanya Mi-nam ada dimana. Mi-nam tidak menjawab dan malah berkata kalau Tae-kyung menelepon untuk tahu apakah ia baik-baik saja, itu tidak perlu karena ia tidak apa-apa sekarang. “Bukan begitu, aku menelepon cuma untuk memeberitahu bahwa aku akan bicara dengan president Ahn dan berkata kalau bukan aku yang memukulmu” kata Tae-kyung kesal. Mi-nam malah berkata “Begitu juga tidak apa-apa”. Seorang perawat memperingatkan Tae-kyung bahwa di ruang gawat darurat dilarang menggunakan hp. Tae-kyung minta maaf tapi ia mengangakat hpnya lagi dan berkata curiga “Kalau begitu kamu juga di ruangan gawat darurat kenapa bisa menggunakan hp?”. Mi-nam kaget mendengarnya, dan bingung harus menjelaskan bgaimana. Tiba-tiba terdengar suara orang berjualan telur, Tae-kyung semakin yakin kalau Mi-nam berbohong. Mi-nam bingung harus berbuat apa, manager Ma akhirnya merebut hpnya dan berpura-pura kalau ada gangguan kemudian mematikannya. “Gimana ini?” kata Mi-nam bingung, sementara itu Tae-kyung meninggalkan rumah sakit dengan perasaan senang karena tahu kebohongan Mi-nam.


Manager Ma dan Mi-nam tiba terlebih dahulu di studio. Manager Ma menenangkan Mi-nam dan menyuruhnya agar tetap tenang saat bicaa dengan president Ahn. Tiba-tiba seorang wartawan yang sudah menunggu Mi-nam mendatangi mereka. Manager Ma mencoba menghalangi, tapi wartawan itu memeperkenalkan diri sebagai wartawan Jing dari koran nasional dan tetap memaksa untuk wawancarai Mi-nam menegenai berita di internet yang menyatakan bahwa hubungan Mi-nam dan Tae-kyung tidak baik. Mi-nam menggelengkan kepala tanda tidak setuju, tapi gerakan itu malah memperlihatkan luka di kepalanya. Wartawan Jing melihat luka itu dan semakin yakin kalau berita itu benar. Ia mencoba memotret Mi-nam, tapi dihalangi oleh manager Ma. Wartawan Jing tanya apakah luka itu terjadi karena Mi-nam di pukul seseorang.
“Bukan” kata Mi-nam berbarengan dengan tibanya Tae-kyung di studio.
“Bukankah itu Huang Tae-kyung! Tidakkah kau dipukul oleh Huang Tae-kyung?” kata wartawan Jing. Mi-nam keget dan menoleh ke belakang kemudian berbalik lagi dan bicara dengan tegas bahwa bukan Tae-kyung yang memukulnya. Tae-kung pergi setelah mendengar itu, Mi-nam lega. Si wartawan senyum-senyum sambil berkata bahwa ia kan menulis seperti apa yang dikatakan Mi-nam. Mi-nam mengangguk setuju.

Tapi kenyataannya lain didunia maya malah beredar berita dengan judul “Benarkan bukan Tae-kyung yang memukul Mi-nam?”. Tiga sekawan fans Tae-yung tidak terima Tae-kyung disalahkan, mereka berniat membalas dendam pada Mi-nam dengan membawa fans-fans lain berdemo di depan studio untuk menentang Mi-nam masuk ke group A.N.Jell. Mi-nam dan manager Ma yang melihat kejadian itu dari atap gedung merasa sangat terkejut melihat reaksi fans yang begitu besar. Mi-nam merasa bersalah dan ingin turun untuk menjelasakan kepada para fans. Tapi manager Ma melarang dan berkata bahwa itu tidak ada gunanya dan bahkan sangat berbahaya jika Mi-nam menemui mereka saat itu.

Mi-nam kembali ke mess dengan perasaan bingung. Tapi ia malah dikagetkan oleh teriakan Jeremy yang menyuruh anjingnya menggigit Mi-nam. Bukannya menggigit, anjing Jeremy malah menjilati Mi-nam. Jeremy sangat senang melihatnya, ia menghampiri Mi-nam dan memarahinya karena selain membuat Tae-kyung susah Mi-nam juga telah mengacaukan kamar Tae-kyung. Mi-nam minta maaf dan berjanji akan membereskan kamar Tae-kyung. Jeremy tak terima dan menyuruh anjingnya terus menjilati Mi-nam. Mi-nam mencoba menghindar dengan mau masuk kedalam, tapi Jeremy menghalangi dengan memeluknya dari belakang. Mi-nam memohon agar Jeremy melepaskannya, ia takut ketahuan identitasa aslinya jika dipeluk Jeremy. Jeremy melepaskannya tapi ia merasa Mi-nam benar-benar aneh karena ia tadi hanya bercanda tapi malah dianggap serius.

Begitu masuk Mi-nam berpapasan dengan Shin-woo. Shin-woo tanya apa Mi-nam baik-baik saja dan mencoba melihat lukanya. Tapi Mi-nam menghindar karena masih takut ketahuan identitas aslinya.
“Kalau kamu takut seperti ini, semua akan kelihatan keluar” kata Shin-woo memperingatkan. “Apa?” kata Mi-nam bingung. Shin-woo menjelaskan jika Mi-nam bersikap seperti itu maka semua orang akan menyalahkan Tae-kyung karena kejadian itu. “Rupaya karena masalah ini” kata Mi-nam lega.

Mi-nam lalu masuk kamar Tae-kyung, ia bergumam bahwa ia harus sudah selesai membereskan kamar itu sebelum Tae-kyung pulang. Saat membereskan cd – cd yang berserakan, Mi-nam melihat banyak sekali cd artis Mo Hwa-ran. “Tae-kyung pasti penggemarnya” gumam Mi-nam lagi. Ia juga melihat foto Tae-kyung bersama Mo Hwa-ran saat ia masih kecil.
“Kamu sedang buat apa?” kata Tae-kyung yang tiba-tiba datang. Mi-nam kaget, dan segera berdiri melihat Tae-kyung. “Kamu melihat apa lagi?” kata Tae-kyung kesal.
“Aku tidak melihat apa pun” kata Mi-nam. Tae-kyung tidak percaya, ia menyeretnya Mi-nam keluar dari mess tepat saat manager Ma dan president Ahn datang ke mess.
“Tae-kyung kamu sedang berbuat apa?” kata president Ahn.
“Usir dia dari mess!” pinta Tae-kyung.
“Apa kamu mau menambah api dalam masalah ini?” kata president Ahn.
“Kalau begitu aku akan pindah keluar” ancam Tae-kyung. Jeremy berkata agar Tae-kyung jangan bicara sembarang, begitu juga president Ahn. Tanpa berkata apa-apa lagi, Tae-kyung keluar dari mess. Shin-woo meminta president Ahn memberi waktu karena sejak awal mereka berdua tidak akur. Jeremy memandang Mi-nam dengan perasaan kesal, president Ahn memandang Mi-nam dengan perasaan bingung harus berbuat apa. Mi-nam tidak enak, ia akhirnya menyusul Tae-kyung keluar dan mencoba menghalanginya pergi, tapi tak berhasil.

Mi-nam merasa sangat bersalah, manager Ma datang menenangkan. Ia berkata semua ini Mi-nam harus bertahan demi kakaknya dan demi menemukan ibu mereka. “Apakah jika sudah terkenal ibu akan mengenali saya?” kata Mi-nam sedikit putus asa. Sementara itu di suatu tempat seoranng bibi-bibi mengaku kepada teman-temannya bahwa Go Mi-nam adalah keponakannya yang dulu ia titipkan di panti asuhan karena ada sedikit masalah. Ia bermaksud menemuinya jika sudah keadaan membaik, “Ya.. sekarang keadaannya sudah membaik” kata bibi itu. Tapi teman-temannya tak percaya, mereka juga berkata kalau bibi itu menemui Mi-nam sekarang, Mi-nam pasti akan menolaknya karena dulu ia tega membuang Mi-nam ke panti asuhan. Bibi itu tidak terima, Mi-nam pasti akan menemuinya karena ia adalah satu-satunya keluarga yang Mi-nam miliki sekarang.

Ternyata Mo Hwa-ran tinggal di hotel yang sama dengan Tae-kyung. Tapi tidak seperti sikap fans pada idolanya Tae-kyung malah bersikap dingin dan sinis saat bertemu Mo Hwa-ran di dalan lift. “Sudah lama tidak bertemu. Di luar negeri gosip mengenai kamu pun bisa terdengar. Kelihatannya kamu skearang benar-benar orang yang terkenal di Korea ya?” kata Mo Hwa-ran.
“Berita mengenai nyonya kelihatannya sudah tidak terdengar lagi, sepertinya nyonya sudah keluar dari dunia ini” balas Tae-kyung dingin. Mo Hwa-ran tertawa dan kemudian ia berkata “Nyonya??? waktu kecil kamu masih panggil saya ibu”. “Waktu kecil saya tidak mengerti. Saya masih mengira orang yang melahirkan saya itu adalah ibu” kata Tae-kyung dingin. Lift terbuka dan Tae-kyung segera keluar dari sana.
“Tae-kyung!” panggil ibunya. Tae-kyung berhenti tapi ia berkata agar ibunya itu pura-pura tidak mengenalnya seperti saat ia kecil, saat ia harus pura-pura tidak mengenal ibunya.

Saat rapat, president Ahn mengumumkan bahwa Mi-nam akan melakukan debut pertamanya saat acara Asian Music Festival, yakni dua minggu lagi dan bukan saat peluncuran album ke-6 seperti rencana sebelumnya. Manager Ma kaget mendengarnya, ia merasa Mi-nam belum siap. Stylish Wang yang tahu kebenaran tentang Mi-nam mencoba membantu manager Ma menyakinkan presiden Ahn, tapi presiden Ahn sudah mengambil keputusan dan keputusan ini tak bisa diganggu gugat lagi karena president Ahn berpikir dengan acara ini gosip-gosip tentang Mi-nam bisa di redam. President Ahn lalu dengan semangat meminta semua orang menyiapkan sesi pemotretan untuk debut Mi-nam.

Manager Ma dan stylish Wang menjemput Mi-nam kelokasi pemotretan. Saat di luar messs, Mi-nam menolak ikut pemotretan karena perjanjiannya ia hanya akan tinggal disana selama 1 bulan saja. Manager Ma menyuruh Mi-nam pelan-pelan bicaranya, ia menjelaskan bahwa ada sedikir perubahan rencana dan ia tak bisa menolaknya itu. Stylish Wang memukul manager Ma sambil marah-marah dan menyuruh manager Ma mencari jalan terbaik untuk mereka. Tidak tega melihat manager Ma dipukuli, Mi-nam akhirnya setuju pergi ke lokasi pemotretan. Mereka akhirnya pergi, tapi ternyata Shin-woo melihat dan mendengar semuanya dari atap mess.
“Rupanya begini” gumam Shin-woo sendiri.

Lalu tiba-tiba Jeremy datang menghampiri Shin-woo. Jeremy tanya Shin-woo sedang melakukan apa di atap sendirian. Shin-woo berkata kalau ia cuma melihat-lihat keadaan sekitar. Jeremy bingung dan mencoba mencari hal menarik apa yang bisa dilihat di sana. “Kamu ini bodoh jadi akan sangat sulit mengetahuinya” kata Shin-woo bercanda dan pergi dari sana. Jeremy semakin penasaran, ia mengejar Shin-woo agar memberitahunya. Jeremy menebak hal yang menarik itu pasti berhubungan dengan Go Mi-nam. Shin-woo kaget mendengarnya. Jeremy lalu berkata kalau Mi-nam itu lucu, karena saat Tae-kyung pindah ia menangis. “Menangis?” kata Shin-woo kaget. Jeremy merasa Mi-nam itu seperti gadis karena menangis saat sesuatu yang baik terjadi. Apalagi untuk ukuran seorang lelaki, Mi-nam itu aneh. “Badannya terlalu halus, kurus dan lemah seperti gadis” kata Jeremy. Shin-woo tak menanggapinya.
“Kak, kau pasti menyukainya. Malam itu kakak juga menjaga hingga akhir, iya kan?”.
“Benar” kata Shin-woo sambil mengingat kejadian malam itu. Malam itu saat akan mengantar Mi-nam yang mabuk kembali ke mobil, secara tak sengaja mereka berpelukan dan saat itu juga Shin-woo tahu kalau Mi-nam adalah seorang wanita.
“Kelihatannya hubungan kakak dengan bocah banci itu sangat akrab” kata Jeremy membuyarkan lamuanan Shin-woo.
“Saya rencana mau membiarkannya sementara dulu” kata Shin-woo. Jeremy tak mengerti maksudnya.

Pemotretan Mi-nam berjalan lancar, Mi-nam lalu harus ikut latihan dance. Mi-nam sebetulnya kesusahan tapi ia bertahan demi tujuannya. Aksi para fans A.N.Jell yang menentang masuknya Mi-nam dalam grup A.N.Jell pun masih berlangsung.

President Ahn meyakinkan seseorang ditelpon bahwa Mi-nam adalah orang yang tepat untuk masuk ke grup A.N.Jell, ia juga menyakinkan bahwa gossip tentang Mi-nam selama ini hany kebohongan. President Ahn memberitahu kalau orang itu bisa melihat kebenarannya malam ini. Sementara itu Tae-kyung yang memantau berita menganai A.N.Jell lewat internet merasa kesal karena gisip tentang dirinya dan Mi-nam tak redam-redam juga. Tiba-tiba sebuah sms datang meminta Tae-kyung datang ke acara debut Mi-nam, tapi Tae-kyung malas dan mengacuhkan sms itu.

Mi-nam curhat pada stelish Wang tentnag perasaan bersalahnya karena membohongi banyak orang, tapi ia harus bertahan karena ia melakukan ini untuk membantu kakaknya dan ini hanya sementara. Stylish Wang menguatkan Mi-nam dan berkata kalau ia tidak bersalah berbuat seperti itu, stylish Wang lalu mengalihkan pembicaraan dengan bertanya apakah sudah meletakan gumpalan untuk menutupi bagian dadanya agar tidak ketahuan. “Aku selalu memakainya” kata Mi-nam sambil menunjukan gumpalan yang ia kenakan.

Presiden Ahn melakukan video call dengan Tae-kyung, ia minta Tae-kyung membantu Mi-nam meredam gosip selama ini dengan datang di debut pertama Mi-nam. “Saya akan mempertimbangkannya” kata Tae-kyung. Presiden Ahn tak mau tahu ia tetap minta Tae-kyung datang, dan ia akan mengirim email jadwal acaranya. Tae-kyung akhirnya tak dapat menolak.

Mi-nam melakukan latihan dance terakhirnya, tiba-tiba gumpalan Mi-nam jatuh dan ditemukan stylish Wang. Untungnya dancer lain tidak menyadarinya, mereka terlalu senang arena Mi-nam akhirnya bisa mengikuti tarian mereka. Stylish Wang heran melihat sebuah bola mengelinding kearahnya, tapi ia kemudian ingat bahwa bola itu adalah gumalan dada Mi-nam.

Presiden Ahn dan Tae-kyung masih melakukan video call, Tae-kyung membaca email yang dikirim presiden Ahn tapi tertanya email itu salah. Presiden Ahn minta Tae-kyung jangan menutup monitornya karena ia akan segera kembali mengirim jadwalnya setelah mencarinya di kompter lain. Presiden Ahn pun pergi dari ruangan itu, tapi secara tak sengaja ia menggeser laptopnya, Tae-kyung menunggu dengan bosan. Tapi tiba-tiba ia melihat sesuatu yang menarik. Ia melihat Mi-nam dan Stylish Wang masuk ke ruangan itu dengan terburu-buru. “Cepat masukan ini disini” kata stylish Wang. Mi-nam ragu-ragu apa tidak apa-apa jika ia melakukan di sana. Stylish Wang memaksa, ia berjongkok dan membuka celana Mi-nam. Tae-kyung terkejut melihatnya. Stylish Wang minta Mi-nam mematikan lampunya agar orang luar menganggap ruangan itu kosong. Gambar di monitor Tae-kyung jadi gelap semua setelah lampu dimatikan, Tae-kyung penasaran apa yang mereka lakukan tapi Tae-kyung tetap bisa mendengar pembicaran kedua orang itu. Tye-kung terkejut sekali mendengar pembicaraan kedua orang itu. Setelah itu, lampu dihidupkan, Mi-nam tanya bagaimana penampilannya sekarang, “Sekarang segalanya sesuatunya sudah terlihat laki-laki” kata Stylish Wang.
“Terima kasih. Berkat kau, tidak akan ada yang tahu kalau aku seorang wanita” kata Mi-nam. “Rupanya dia adalah seorang wanita” gumam Tae-kyung tekejut, ia lalu merekam video itu.


Tae-kyung berpikir sejenak, kemudian ia pergi ke studio. Di perjalanan Tae-kyung menelpon president Ahn dan minta bertemu segera karena ada masalah penting yang harus ia bicarakan. Tae-kyung mengemudi dengan kencang, karena ia sudah tak sabar membuka kedok Mi-nam. Sampai di studio, Tae-kyung langsung menghampiri Mi-nam. Mi-nam ketakutan melihat Tae-kyung tiba-tiba datang kesana dan memandangnya dengan tajam. Semua orang yang melihatnya juga kaget dan takut terjadi apa-apa. Mi-nam janji bahwa ia tidak akan melakukan kesalahan lagi, tapi tiba-tiba Tae-kyung memeluknya. Semua orang kaget melihatnya, Tae-kyung melepaskan pelukannya setelah yakin Mi-nam adalah seorang wanita. Tae-kyung hampir mengatakannya kebenaran itu dihadapan semua orang, tapi tiba-tiba ia terganggu dengan blitz kamera. Tae-yung dan Mi-nam melihat asal cahaya itu. Ternyata president Ahn sengaja mengajak wartawan Jing melihat keakraban Tae-kung dengan Mi-nam malam itu.



Tae-kyung ingin bicara dengan president Ahn, tapi president Ahn minta Tae-kyung bicara lain kali saja karena ia sudah ada janji dengan wartawan Jing. Tae-yung mendesak karena masalah ini sangat penting, tapi tetap tak bisa. Presiden Ahn akhirnya pergi dengan wartawan Jing, Tae-kyung merasa kecewa dan kesal sekali.

Sementaa itu manager Ma merasa curiga, Tae-kyung ada maksud lain dengan memeluk Mi-nam dihadapan wartawan Jing tadi. “Apa mungin ia sudah berubah?” kata manager Ma. Mi-nam membenar, ia tadi juga merasa ketakutan saat melihat Tae-kyung tiba-tiba datang. Lalu Manager Ma menyuruh Mi-nam mandi terlebih dahulu di lantai atas yang sepi sebelum yang lainya mandi dan ia akan menjaga diluar selama Mi-nam mandi. Mi-nam setuju mendengarnya ide itu. Jeremy berlari memeberitahu keanak-anak dancer bahwa air dikamar mandi lantai itu tidak keluar. Kemudian salah seorang dancer menenangkan dan berata bahwa mereka masih bisa mandi di lantai atas. Mereka pun rame-rame pergi kesana. Jeremy berkata pada Shin-woo kalau Mi-nam sekarang pun tak pergi mandi bersama-sama, ini menguatkan dugaannya kalau Mi-nam itu wanita, ia merasa mereka semua telah tertimu oleh Mi-nam. Jeremy pergi, Shin-woo berpikir sejenak lalu pergi menyusul Jeremy.


Mi-nam pergi mandi, dan manager Ma menjaga di luar. Tiba-tiba manager Ma mendapat telpon kalau anak-anak dancer pergi ke lantai atas untuk mandi. Manager ma pergi untuk mencegeh mereka datang. Mi-nam sedang berganti baju, saat kelompok dancer datang. Ia bingung harus sembunyi di mana. Para dancer segera membuka baju begitu tahu kalau di sana ada air. Mi-nam sembunyi dipalih pilar, tiba-tiba seorang dancer menyapanya. Mi-nam memalingkan muka saat menjawab pertanyaan temannya itu. temannya pergi karena merasa Mi-nam sombong. Mi-nam benar-benar bingung tak tahu bagaimana caranya bisa keluar dari sana. Tiba-tiba Mi-nam mendapat ilham bahwa ia cukup menganggap bahwa mereka adalah malaikat-malaikat kecil seperti digambar-gambar dan ia tidak akan berdosa jika melihatnya (haha melihat apa coba..). Ia lalu mencoba keluar tapi ia langsung sadar lagi saat Jeremy menyapanya dan membuka handuk didepannya (haha..). Jeremy pergi mandi, Mi-nam masih bengong karena kejadian itu, lalu Shin-wo datang menutup kepala Mi-nam dengan handuk. Ia mengantar Mi-nam keluar kamar mandi dan berkata “Bukankah kamu sudah selesai mandi dan mau keluar”. Mi-nam membenarkan, ia segera lari menjauh dari sana.
“Untunglah tidak ketahuan” kata Mi-nam setelah melihat keadaan aman. Tapi tiba-tiba Tae-kyung ada disana dan berkata
“Kau sudah ketahuan olehku.. aku sudah melihatmu..”.
Tae Kyung berhadapan dengan Mi Nam dan dia menunjukan rekaman video yang menyatakan kalau Mi Nam itu wanita. Mi Nam shock melihatnya.

"kau sudah ketahuan. aa yang akan kau lakukan? karena itulah kau harus ikat dengan baik" tanya Tae Kyung sambil melihat kain yan gmembebat payudara Mi Nam terlihat.
"Go Mi Nam? sekarang kausudah melakukannya" kata Tae Kyung sambil berlalu
"Hwang Tae Kyung" panggil Mi Nam sambil mengejar Tae Kyung


Mi Nam berusaha menghentikan Tae Kyung di depan lift. Mi Nam ingin menjelaskannya tapi Tae Kyung tidak mau mendengarnya. Sementara itu dari balik tembok Jeremy melihat Mi Nam dan Tae Kyung. Jeremy melihat Mi Nam memegang tangan Tae Kyung dan memohon tapi Tae Kyung menghempaskan Mi Nam dan masuk kedalam lift, Mi Nam menahan pitu Lift. Jeremy semakin curiga tiba-tiba teman-teman dance datang menghampiri Jeremy dan dia menagajak teman-temannya untuk lewat jalan lain saja.


Mi Nam masih menahan pintu lift, dia mencoba bicara tapi Tae Kyung selalu mendahuluinya. Tae Kyung berkata akan membawa rekaman itu ada Presiden Ahn. Tae Kyung menggebrak "

pintu lit dan Mi Nam melepaskan pegangannya. Disaat pintu lift semakin menutup, Mi Nam melihat ada celah baginya untuk merebut rekaman itu dan Mi Nam berhasil merebutnya. Tae Kyung mengejar Mi Nam.

Terjadi kejar-kejaran diantara mereka. Mi Nam tersudut dia mencoba menghapus videonya tapi dia tidak tahu caranya sementara itu Tae Kyung terus berjalan menghampiri Mi Nam. Mereka saling mengecoh(mirip kaya main galaxin). Mereka rebutan HP.

"Kau pikir kau tidak akan ketahuan. Jika ini dihilangkan?"kata Tae Kyung
"apakau bodoh?walaupun itu menghilang, bukankah kau masih seorang perempuan" lanjut Tae Kyung

Mi Nam melunak Tae Kyung menarik HP Nya tapi HP itu malah terlempar keatas truk. TAe Kyung menyalahkan Mi Nam. Mereka bergegas mengambil HP dari atas truk. Tae Kyung menyuruh Mi Nam naik keatas truk untuk mengambilnya. Mi Nam mendaptkan HP nya dan melemparkannya pada Tae Kyung. Tae Kyung membalikan badanya dan mengecek keadaan Hp nya. Mi Nam ingin turun tapi dia tidak bisa.



supir truk masuk kedalam mobil truk yang dinaiki Mi Nam dan memulai menyalakan kemudinya. Truk itu pun perlahan berjalan mundur, Mi Nam berusaha memberi tahu Tae Kyung. Tapi Tae Kyung tidak sadar dengan kata-kata Mi Nam. Sampai akhirnya Tae Kyung membalikan badannya ke arah Mi Nam dan melihat truk itu tepat didepan mukanya sebelum akhirnya truk melaju kedepan dan Tae Kyung hanya diam tertegun belum sadar.Mi Nam memanggil-manggil Tae Kyung dia menangis ketakutan.


Mi Nam berpegangan erat pada truk dia memohon agar tru berhenti tapi supir truk tidak mendengarnya scene ni benar-benar menegangkan. Disaat Mi Nam hampir menyerah dan akan jatuh tapi dari kejauhan terdengar suara Tae Kyung yang memintanya tetap berpegangan dan benar saja Tae Kyung berlari di belakang truk.


Tae Kyung sudah tidak mampu lagi mengejar truk itu dan truk itu perlahan menjau dari Tae Kyung sebelum akhirnya dihentikan oleh lampu merah dan Tae Kyung kembali mengejar truk itu dan meminta Mi Nam melompat. Mi Nam melompat tepat saat truk itu akan melaju. Mi Nam menindih badan Tae Kyung dan menagis sesegukan.


Mereka berjalan terpincang-pincang.

"Hwang Tae Kyung, kau berkeringat cuma karena mengejarku dan punggungmu terluka ketika mengejarku"kata Mi Nam
"Terima kasih" lanjut Mi Nam
"Ya karena dirimu aku jadi kotor, bau, basah dan sakit"
"kau sakit?apa yang seharusnya aku lakukan?" tanya Mi Nam
"apa yang harus aku lakukan?huh apa yang harus aku lakukan?" Tae Kyung mengulang kata-kata Mi Nam
Tae Kyung sempat merasa ini hanya akal-akalan jadi dia mencoba mengecek tapi itu malah membuat Mi Nam bingung. Tae Kyung sadar kejadian ini bukanlah akal-akalan. Mi Nam meminta Tae Kyung tenang tapi Tae Kyung malah membentak Mi Nam. Dan mengatakan kalau Mi Nam itu pengacau. Mi Nam mengerti dan dia memutuskan akan pergi.

Mi Nam menemui manager Ma dan Wang Kko Di (stylish Wang) kalau dirinya sudah diketahui Tae Kyung. Mi Nam memohon pada manger Ma untuk menjelaskannya pada presiden Ah. Dirumah Tae Kyung memikirkan semuayang terjadi dan berkata pada dirinya sendiri dia tidak akan terlibat.


Dalam perjalanan pulang Jeremy bertanya pada Mi Nam apa sesuatu terjadi pada Tae Kyung. Mi Nam menjawab kalau dirinya adalah pengacau yang bisa menyelakakan orang lain. Jeremy menyimpulkan kejadian itu sendiri, Jeremy meras Tae Kyung adalah korban Mi Nam dan dia menjadi takut.


Di rumah Shin Woo mengobati luka Mi Nam. Shin Woo berkata mungkin begini perasaan Jeremy saat merawat Jolly. Mi Nam berkata" maksudmu kau menganggapku sebagai anjing"

"Kau seperti anjing yang tersesat. Aku merasa aku harus merawatmu." kata Shin woo
Shin Woo bercerita bahwa ia pernah ditolak seorang gadis karena seekor anjing. Dia menyukai gadis dari Seoul dan ingin memperbaiki logatnya dari logat kampungan menjadi logat Seoul. Shin Woo bertanya sesuatu dengan logat Seoul tapi bercampur dengan logat Selatan, gadis itu salah mengertikannya dan menjadi "Apa keluargamu menangkap anjing?" Lalu ia ditolak. Shin Woo minta Mi Nam memanggilnya "hyung", Mi Nam tidak nyaman dengan panggilan itu, Shin Woo ingin melihat reaksi Mi Nam dan tanya "Lalu .. . apa kau ingin memanggilku oppa?" . Akhirnya Mi Nam memanggil Shin Woo dengan panggilan Shin Woo-hyung.

Ternyata Jeremy melihat tapi ga mendengarkan percakapan mereka dari rumah. Dan ia merasa aneh. Betapa dekatnya Mi Nam dengan Shin Woo. Mi Nam mendekati Jeremy untuk mengembalikan apelnya yang jatuh, Jeremy takut dan mulai berimajinasi aneh. Jeremy memberikan apelnya untuk Mi Nam dan di pergi. Dikamarnya Mi Nam berpikir keras dan akhirnya memutuskan untuk pergi.


Besoknya Bibi Mi Nam datang ke kantor management A.N.JELL dan mau bertemu Mi Nam, pihak management tidak percaya kalau ia bibinya. Di mobil van A.N.JELL Jeremy mendapt telepon dari Tae Kyung yang menanyakan Mi Nam, Tae Kyung hanya ingin memastikan apakah Mi Nam masih ada atau tidak. Dan Tae Kyung tahu ternyata Mi Nam maih ada. Saat ke 3 A.N.JELL tiba, bibi Mi Nam memanggil-manggil nama Mi Nam tapi Mi Nam tidak mendengarnya. Bibi Mi Nam pun duduk bersama fans yang berkemah di luar kantor. Dan dia menitipkan amplop pada pengantar surat dan meminta Mi Nam yang menerimanya


Mi Nam langsung menuju ke kantor untuk bertemu dengan presiden Ahn, tapi ia tidak di kantor. Mi Nam menunggu di kantornya, seorang pengantar surat datang dan memberikan surat bibinya pada Mi Nam. Di dalamnya ada satu foto, foto waktu Mi Nam masih kecil, Mi Nyu, Mi Nam dan ayah mereka. Di amplop itu tidak ada pesannya, tapi Mi Nam tahu bahwa seseorang yang dekat dengannya yang mengirimnya. Mi Nam langsung lari keluar mencari bibinya, mengenakan baju merah dan berusia setengah baya.


Saat keluar, ia bertemu presiden Ahn yang siap mendengar apa yang ingin dikatakan Mi Nam, Mi Nam berpikir dan memutuskan bahwa mengejar wanita itu lebih penting. Tae Kyung datang dengan mobilnya sendiri dan ia sempat melihat Mi Nam lari keluar ke arah jalan dan ia bertanya-tanya apa yang terjadi. Sebenarnya Mi Nam tidak jauh dari bibinya, tapi ia tidak tahu pasti siapa yang ia cari dan beberapa kali melewatinya. TAe Kyung menghampiri Mi Nam dan semua orang di stasiun sadar bahwa mereka adalah A.N.JELL. Tae Kyung menarik Mi Nam dan membawanya pergi lalu Mi Nam menghempaskan tangan Tae Kyung dan berkata kalau dia harus mencari seseorang.


Tae Kyung membawa Mi Nam pulang ke hotel dan mereka berdua berbicara.Mi Nam berkata mungkin orang yang mengirimkan amplop ini adalah ibuku dan dia tidak akan kecewa seandainya itu bukan ibunya. Mi Nam berkata mungkin dia akan datang lagi. Mi Nam memohon pada Tae Kyung agar membiarkannya tetap tinggal tapi Tae Kyung malah berkata " Tidak Go Mi Nam kau keluar. Tidak ada yang berbubah".



Tae Kyung kembali ke hotel dan dia bertemu dengan ibunya, Mo Hwa Ran. Hwa Ran berkata bahwa Tae Kyung tidak tahu jika dirinya juga tinggal dihotel yang sama. Tae Kyung bersikap dingindan dia marah saat ingat dulu dia selalu sendirian dirumah. Mi Nam menghadap president Ahn, dia ingin mengatakan yang sebenarnya hanya susah mengatakannya. Akhirnya dia berubah pikiran dan berkata : "Aku tidak bisa pergi. Aku benar-benar tidak bisa pergi. Aku akan tinggal disini sebagai Go Minam. Sampai sekarang, aku merasa aku diseret dengan paksa, tapi tidak lagi. Aku punya alasan untuk tinggal di sini. Aku akan tetap bertahan bagaimanapun juga."

President Ahn bingung mendengar kata-kata Mi Nam.

dMi Nam menemui Tae Kyung dihotel

"kau disini untuk memohon, lagi?" tanya Tae Kyung
"Ya aku disini untuk memohon. bagiku ini adalah masalah yang mengerikan" kata Mi Nam
Mi Nam menyerahkan cincin ibunya dan meminta Tae Kyung menjaganya sebentar.Tapi Tae Kyung malah melemparnya kedalam air. Mi Nam mencari cincinya sampai keesokan harinya.

Tae Kyung datang ke tempat dia bertemu Mi Nam untuk mengecek apakah Mi Nam masih ada atau tidak dan Tae Kyung terkejut saat melihat Mi Nam masih mencari cincinnya.

"menyerah saja dan keluarlah" bujuk Tae Kyung
tapi Mi Nam tidak mendengarkannya dan terus mencari.
"cincin itu ada disini"kata Tae Kyungjadi Tae Kyung tidak benar-benar membuang cincinnya.
"aku menemukannya" kata Mi Nam
"benar kau menemukannya" kata Tae Kyung
Mi Nam mengambil cincinya dari Tae Kyung tapi terlihat seperti akan memukul Tae Kyung
"Apakau akan memukulku lagi? tanya Tae Kyung
Tapi Mi Nam malah memeluk Tae Kyung
"terima kasih Hwang Tae Kyung"
"aku cukup terkenal, menyusahkan jika kau lakukan ini disini (pelukan)" kata Tae Kyung menutup kepalanya dan mengangkat kedua tangannya keatas. Dan Mi Nam memeluk Tae Kyung erat-erat.

Tae Kyung memutuskan untuk kembali ke rumah A.N.JELL.

A.N.JELL harus melakukan pemotretan di kolam renang. Tae Kyung senang karena jika foto di kolam renang,Mi Nam pasti akan ketahuan, tapi dia kesal saat tahu mereka berfoto dengan pakaian lengkap dan Mi Nam dapat selamat.


Mi Nam masih harus mengulangi pemotretan karena dia tidak berhasil mengeluarkan ekspresi yang diharapkan fotographer. Sementara yang lainnya sudah beristirahat. Shin woo membagi pengalamannya bahwa semua pemotretan awalnya akan seperti ini. Jeremy sekali lagi mendengar percakapan mereka dan salah paham lagi. Jeremy mencoba menghibur dirinya, "Shin Woo hanya mencoba bersikap baik!" Jeremy memukul dirinya sendiri karena memikirkan hal-hal buruk, dan merasa bersalah karena meragukan Tae Kyung dan Shin Woo.

Jeremy jadi takut saat ia mendengar Tae Kyung berkata pada Mi Nam, "Sayang kita tidak foto dengan baju terbuka, karena Mi Nam tidak akan mengguncang mereka." Tae Kyung lalu menunjuk dada Mi Nam dengan berkata mungkin tidak ada yang bisa dilihat disana. Jeremy berkata pada dirinya sendiri, "Tae Kyung hanya seperti itu karena sekarang mereka sudah akrab. Menyenangkan jika melihat teman-teman menjadi akrab." Tapi Jeremy merasa aneh, saat Shin Woo mencari Mi Nam usai pemotretan, Jeremy langsung tanya apa urusan Shin Woo dengan Mi Nam.

Mi Nam bingung bagaimana ia bisa berganti baju kering tanpa masuk ke ruang ganti pria. Karena Tae Kyung terus mengganggunya dan berkata bahwa ia tidak keberatan melihat Mi Nam ganti baju. Mi Nam akhirnya menyelinap masuk kembali ke kolam renang yang sudah kosong, yang sudah ditutup oleh kru. Mi Nam berganti pakaiain dipojokan, Tapi seorang kru meninggalkan peralatan, jadi saat Mi Nam ganti baju, lampu kembali menyala, dan beberapa petugas masuk untuk mengambil peralatannya.

Tae Kyung mendengar para kru berbicara dan menebak bahwa Mi Nam pasti akan mengalami kesulitan lagi. Mi Nam tersudut. Dia tidak punya pilihan, maka ia melompat ke dalam kolam dan menahan napas untuk menghindari kru. Mi Nam nyebur tapi ko ga kedengeran suara airnya aneh, napasnya Mi Nam juga panajng banget, hehehe

Tae Kyung mencari kesekeliling kolam, akhirnya dia melihat ada gelembung udara dari kolam. TaeKyung tahu Mi Nam tidak bisa keluar sekarang karena para staf masih disekitar situ mencari peralatan, dan Mi Nam masih bertahan.


Tae Kyung sekarang benar- benar khawatir dan melihat jamnya, Mi Nam sudah ada di dalam air selama 1 menit. Mi Nam mulai kehilangan kesadarannya dan berkata pada kepala Biarawati dan berkata seharusnya dia masih bisa bertahan.Tae Kyung melompat kedalam kolam untuk menyelamatkannya. Mi Na berkata dalam hatinya Kepala biarawati seseorang datang padaku, apa dia seorang malaikat. Dan Tae kyung meraih tangan Mi Nam.
“Aku harus bertahan, jika keluar sekarang maka akan ketahuan semuanya” pikir Mi-nam dalam hati.
Di atas Tae-kyung terus melihat jam tangannya, ia bergumam “Go Mi-nam, kau mau mati kah?”.

Mi-nam tak sadarkan diri di dalam air, salah satu anggota kru telah menemukan alat yang ketinggalan itu. Mereka lalu mengajak Tae-kyung keluar, tapi Tae-kyung menghidar. Setelah memastikan keadaan aman Tae-kyung langsung lompat ke kolam renang mau menolong Mi-nam. Tae-yung mencoba membangunkan Mi-nam yang tak sadarkan diri. Mi-nam akhirnya sadar tapi ia kaget melihat orang di hadapannya, ia refleks menendang orang itu dan naik ke permukaan dengan senang karena ia berhasil tida ketahuan. Tae-kyung pingsan karena tendangan itu dan tenggelam. Setelah berganti baju, Mi-nam penasaran siapa orang yang ia lihat tadi di dalam air. Mi-nam mencoba mengingat-ngingat.


“Tidak kah itu, Huang Tae-kyung” gumam Mi-nam kaget, ia pun menoleh ke arah kolam renang. Dan di sana tubuh Tae-kyung telah mengapung di permukaan. “Huang Tae kyung!” teriak Mi-nam khawatir.


Tae-kyung dibawa kerumah sakit dengan ambulan, Mi-nam sangat kawatir melihat keadaan Tae-kyung. Tae-kyung sempat sadarkan diri sebentar, ia melihat tangan Mi-nam memegengnya. Dengan kondisi yang masih lemas Tae-kyung melepaskan tangan itu karena sebal sebelum akhirnya ia pingsan lagi.


Para fans berkumpul di depan studio mengucapkan terima kasih kepada Mi-nam karena telah menyelamatkan Tae-kyung.


Presiden Ahn menemui Tae-kyung di rumah sakit. Ia minta Tae-kyung tetap dirawat di rumah sakit, karena berkat kejadian itu imej Mi-nam jadi baik. ”Apa kamu tak ingin mengucapkan terima kasih kepada Mi-nam karena telah menyelamatkan nyawamu?”.

”Sebenarnya siapa yang menyelamatkan siapa” gumam Tae-kyung kesal. Tae-kyung bersikeras meninggalan rumah sakit karena ia merasa sudah sehat, president Ahn mencegah dan berkata ”Jangan sekarang, di luar sedang ada banyak wartawan”.

”Bukankah itu yang kamu yang panggil, biar mereka mewawancari saya dan saya berterima kasih kepada Mi-nam” kata Tae-kyung sinis.

”Kamu ini benaran sangat kejam, bukan begitu, di sini sedang ada aktris Yoo He-yi yang melakukan syuting” kata Presiden Ahn.

”Yoo He-yi!” tanya Tae-kyung bingung.

“Ya aktris Yoo He-yi si peri Korea kau tau kan?” kata Presiden Ahn menjelaskan.



Di tempat lain aktris Yoo He-yi menagis karena melihat seorang anak yang sedang sakit. Semua orang yang ada di sana pun jadi ikut terharu karena melihatnya. Seorang kru pengambil gambar sangat memujinya reaksi Yoo He-yi itu, ia lalu bicara dengan temannya ”Ia seorang artis terkenal tapi begitu baik hatinya, pasti kalau diminta membantu memandikan juga akan mau”. Mendengar itu, Yoo He-yi bertambah histeris tangisnya. Ia lalu pamit keluar dari ruangan itu karena tidak dapat menahan kesedihannya. Kru pengambil gambar menyilahkannya menenangkan diri sebentar. Semua orang di ruangan itu benar-benar terharu melihatnya. ”Air mata negara, kau benar-benar aktris baik hati. Yoo He-yi” kata wartawan Jing yang juga ikut meliput di sana.



Yoo He-yi pergi sambil menangis, setelah sampai di parkiran dan keadaan sudah sepi. Ia menghapus air matanya. ”Air mata negara apa!” kata Yo He-yi angkuh. Ia kemudian masuk ke sebuah van.

“Aku sudah banyak menangis untuk acara itu. Aku tidak ingin menangis lagi. Tolong keluar dan katakan pada mereka bahwa aku tidak bisa mengendalikan perasaanku. Berikan saya tissue. Penyakit anak itu tidak menular kan? Aku tidak bisa menggunakan masker karena aku harus berpura-pura baik” kata Yoo He-yi meracau.

Tapi orang yang ia ajak bicara tidak bergeming. ”Aku bilang tolong ambilakan tissue” kata Yoo He-yi kesal sambil menoleh kebelakang. Sebuah kotak tissue dilempar dari belakang mengenai kepalanya. ”Hay!” kata Yoo He-yi kesal. Ia kaget ternyata orang yang ada dibelakang tadi adalah Tae-kyung. Yoo He-yi lalu melihat interior van itu dan sadar kalau ia telah salah masuk van.

”Kamu ini siapa?” kata Tae-kyung dingin.

”Saya yang salah naik mobil. Maafkan, saya salah lihat habis warna mobilnya sama” kata Yoo He-yi lembut.

”Tapi bukankah, kamu Huang Tae-kyung? Saya ini adalah penggemar A.N.Jell” lanjut Yoo He-yi lagi.

Tae-kyung hanya diam.

”Kamu kenal saya kan?” kata Yoo He-yi lagi.

”Kenal” kata Tae-kyung dingin. Yoo He-yi sudah geer.

“Peri Korea Yoo He-yi. Peri Korea apa? Berbuat baik saja harus pura-pura. Apa pantas disebut peri Korea” lanjut Tae-kyung sinis.
“Sudah dengar semuanya ya? Kalau begitu saya tidak perlu berpura-pura lagi” kata Yoo He-yi. Ia lalu mengambil beberapa tissue untuk mengelap air matanya sambil berkata pada Tae-yung “Benar saya bukan peri Korea, ataupun malaikat. Tapi semua artis juga melakukan hal yang sama. Kamu anggap saja hal ini tak pernah terjadi”. Ia lalu pergi keluar dari van itu sambil membuang tissue sembarangan. Tiba-tiba Tae-kyung memanggilnya, Yoo He-yi geer lagi, ia merasa Tae-yung tak mau ia pergi. “Jangan – jangan kamu adalah salah satu penggemar saya, iya kan?” kata Yoo He-yi senang.
Tae-yung tersenyum sinis. “Peri Korea yang menakutkan. Bawa Tissue kotormu itu pergi” kata Tae-kyung dingin. Yoo He-yi kesal, ia keluar lagi membawa tissue kotornya.
”Jangan tutup pintunya, saya sudah hampir mati karena mencium baumu. Saya mau menghirup udara segar, bukakan pintu baru pergi” perintah Tae-kyung sebelum Yoo He-yi menutup pintu vannya.





Yoo He-yi pergi dengan perasan kesal, tiba-tiba wartawan Jing datang. Ia datang untuk memberitahu bahwa syuting akan dimulai lagi. Yoo- He-yi langsung berpura-pura baik dan segera pergi dari sana. Wartawan Jing merasa ada yang aneh ia lalu melihat van yang baru di tumpangi Yoo He-yi pergi dan di sana terdapat tulisan A.N.Jell. ”Yoo He-yi keluar dari sana, apakah ada kencan?” gumam wartaman Jing senang.


Di mess Jeremy mengintrogasi Mi-nam agar menceritakan kejadian sebenarnya tadi malam. Mi-nam bingung harus menjelaskan bagaimana. Jeremy mengancam jika Mi-nam tidak mengaku ia akan menembak Mi-nam dengan semprotan air. Mi-nam kaget, tapi ia tetap tak bisa menjelaskan. Jeremy akhirnya menyemprot Mi-nam. Mi-nam mencoba menghindar sambil menyibak-nyibakkan rambutnya yang basah. Jeremy merasa ada yang aneh, ia berhenti menyemprot. Tapi untuk menutupi perasannya, ia marah pada Mi-nam dan mau menyemprot lagi. Tiba-tiba Shin-woo datang ia menyemprot Jeremy duluan. Jeremy kaget dan tak menyangka Shin-woo tega kepadanya. Shin-woo menyuruh Mi-nam masuk kedalam mess. Jeremy merajuk, Shin-woon beralasan mereka besok akan ada pertunjukan jadi tidak boleh ada yang sakit. Ia lalu menyuh Jeremy masuk juga. Jeremy merasa sedih dan ada perasan aneh dalam hatinya, ia lalu memeluk anjingnya Jolie.

Di dalam Shin-woo membantu Mi-nam mengeringkan rambutnya. Ia juga tanya sebenarnya kejadian tadi malam bagaimana. Tapi Mi-nam tetap tak bisa menjelasakannya. Shin-woo merasa Mi-nam dan Tae-kyung ada hubungan khusus, ia lalu mencoba menebak-nebak kejadiannya. Tapi tiba-tiba Tae-kyung datang memberi penjelasan kejadiannya. Ia berkata kalau ia terpelesat ke kolam renang dan Mi-nam telah menolongnya. Mi-nam langsung menghampiri Tae-kyung dan tanya keadaannya. Tapi Tae-kyung memberi tanda agar Mi-nam jangan mendekatinya. Shin-woo bersukur saat itu ternyata ada Mi-nam sehingga Tae-kyung bisa diselamatkan. Tae-kyung lalu pergi menuju kamarnya dan Mi-nam mengikutinya di belakang. Shin-woo merasa benar-benar ada hubungan khusus antara Mi-nam dan Tae-kyung. Shin-woo juga merasa aneh Tae-kyung melaukan kesalahan dan mengakuinya.




Tae-kyung masuk kamarnya tapi melarang Mi-na masuk. Ia lalu melihat bubur yang di siapkan Mi-nam. Dari depan pintu Mi-nam menjelaskan bahwa ia khusus menyiapkan itu untuk Tae-kyung. Ia lalu tanya apa Tae-yung ingin ia menjelaskan tentang masakan itu. Tae-kyung memperbolehkannya masuk, Mi-nam lalu menjelaskan bahwa ia telah membuat bubur karena bubur cocok untuk orang yang baru keluar rumah sakit.

”Bubur apa ini?” tanya Tae-kyung.

”Bubur udang” kata Minam.

”Kau ingin membunuhku ya! Aku alergi seafood, aku bisa mati jika memakannya’” kata Tae-kyung.

“Aku benar-benar tidak tahu” kata Mi-nam kaget dan segera menutup buburnya.

”Bawa ini keluar saja” kata Tae-kyung kesal.

Mi-nam masih merasa bersalah ia berkata kalau ia benar-benar tidak tahu kalau Tae-kyung alergi saefood.

”Kamu mana mungkin tidak tahu, kamu ini benar-benar menakutkan” kata Tae-kyung.

Mi-nam benar-benar menyesal, Tae-kyung lalu memperingatkan Mi-nam agar tida berbuat masalah karena kalau tida ia akan membuat Mi-nam dikeluarkan dari A.N.Jell. Mi-nam mengerti dan berjanji tida akan berbuat masalah.




Kemudian semua anggota A.N.Jell melakukan latihan di studio. Tae-yung kesal karena Mi-nam tak dapat mengikuti irama lagunya. Jeremy pun memberi peringatan kepadanya, hanya Shin-woo yang membantu dan menghibur Mi-nam. ”Semangat” katanya. Saat istirahat Mi-nam kesulitan membuka botol minuman, Shin-woo lalu membantu membukakannya. Jeremy iri dan merebut botol itu. Mi-nam lalu memakan roti dengan sedikit kesal hingga isi roti itu berceceran di mukanya. Tae-kyung melihatnya dan tersenyum tak percaya. Latihan dimulai lagi dan berjalan lancar.


Anggota A.N.Jell kembali ke mess. Mi-nam sangat senang saat melihat manager Ma dan stylish Wang kembali kesana. Manager Ma dan stylish Wang membawa oleh-oleh seperti orang yang baru saja pergi berlibur. Semua orang juga senang kecuali Tae-kyung karena ia tahu Manager Ma tidak berlibur melainkan melarikan diri. Setelah itu Manager Ma, Stylish Wang, dan Mi-nam berumpul didalam kamar Mi-nam. Manager Ma meminta maaf karena kemarin ia melarikan diri, ia berjanji tidak akan melakukannya lagi. Mi-nam mengerti dan memaafkannya, tapi ia meminta manager Ma mencari orang yang telah menitipkan foto masa kecilnya. Ia merasa jika mereka berhasil menemukannya, maka mereka pasti juga akan tahu bagaimana menemukan ibunya. Manager Ma berjanji akan membantu mencari orang itu.


Ternyata bibi Mi-nam yang memberikan foto itu sedang ada di penjara bersama temannya karena masalah penipuan. Temannya sedih karena dipenjara, tapi bibi Mi-nam menguatkannya dan berkata kalau ia kan mengembalikan uangnya jika ia berhasil bertemu dengan keponakannya yang artis terkenal itu.


Di mess semua orang sedang makan siang termasuk manager Ma dan stylish Wang. Jeremy sibuk menonton video tentang Yoo He-yii yang sedang melakukan amal di rumah sakit. Tae-kyung melirik sambil nyeletuk ”Peri Korea yang menakutkan”. Tapi jeremy tak mendengarkannya karena terlalu senang. Jeremy bilang Yoo He-yi adalah tipe wanita kesukaannya, ia lalu tanya Shin-woo dan Tae-kyung apakah tipe juga sama dengan dirinya. Tae-kyung sedang memperhatikan Mi-nam makan dengan belepotan. Jeremy mendesak Tae-kyung karena dulu ia pernah bilang suka tipe seperti Yoo He-yi. Tae-yung membantah pernah bilang sperti itu. Jeremy lalu tanya wanita seperti apa yang Tae-kyung suka.

”Go Mi-nam” kata Tae-kyung. Jeremy syok mendengarnya. ”Terlalu kotor, membuat saya jijik, cepat lap mulutmu” kata Taekyung lagi. Ternyata Tae-kyung sedang menegur Mi-nam karena makan terlalu berlepotan. Jeremy kesal pada Mi-nam, tapi saat ia melihat Mi-nam membersihkan mulutnya, Jeremy mulai merasakan perasaan aneh lagi. Jeremy lalu mengalihkan perasaannya dengan bertanya pendapat Mi-nam mengenai Yoo He-yi. Mi-nam bingung ia tak kenal Yoo He-yi. Jeremy tak percaya Mi-nam tak mengenal Yoo He-yi. Manager Ma lalu membantu memberi alasan dengan berkata alau Mi-nam hanya pura-pura karena ia sangat suka Yoo He-yi. Mi-nam berbisik tanya pada Manager Ma siapa itu Yoo He-yi. Tae-kyung melihatnya, dia tak percaya Mi-am begitu bodoh.



Setelah itu mereka kembali ke studio, Mi-nam dibantu manager Ma dan Stylis Wang mengingat nama-nama artis terkenal di Korea dengan sebuah permainan (Ada SUJU, WG dll.. wkwk kita ada di indo tau..). Tapi Mi-nam kesulitan mengingat semua nama itu. Ia mengeluhkan itu di toilet (Mi-nam mulai membiasakan diri menggunakan toilet pria). ”Harus segera keluar sebelum ada yang datang” pikir Mi-nam. Tapi saat keluar anak-anak dancer datang, Mi-nam langsung sembunyi di toilet. Anak-anak dancer mulai kesal karena Mi-nam selalu menghindar dari mereka, mereka pikir Mi-nam jadi sombong setelah terkenal. Mi-nam beralasan kalau perutnya sakit, anak-anak dancer tak percaya dan kemudian mereka pergi dengan perasaan kesal. Di dalam toilet Mi-nam minta maaf karena semua itu ia harus lakukan agar identitas wanita tidak ketahuan. Setelah merasa aman Mi-nam keluar, tapi ia terkejut ternyata anak-anak dancer belum pergi dan malah mendengar perkataanya tadi. Anak-anak dancer lalu mau menangkap Mi-nam untu membuktikan kebenarannya. Mi-nam menghindar, ia berlari keluar dan anak-anak dancer itu terus mengejarnya sambil meneriaki kalau Mi-nam itu wanita. Mi-nam terus berlari meski ada presiden Ahn, wartawan Jing dan para Fans A.N.Jell. Para fans kesal karena di bohongi, salah satu dari mereka lalu melempar papan dan mengenai kepala Mi-nam. Mi-nam kesakitan sambil terus berlari , Tiba-tiba suster kepala datang memberitahu kebenarannya dan menyuruh Mi-nam bangun dalam hitungan ketiga. Minam bangun di dalam toilet, ternyata ia mimpi ketahuan identitas aslinya. Mi-nam lalu keluar dari toilet dan melihat keadaan sekitar. ”Kelihatannya ini benaran adalah mimpi, tapi saya sudah terlalu ketakutan” gumam Mi-nam sedih.



Anggota A.N.Jell keluar studio untuk menemui para fansnya. Mi-nam hanya diam saat anggta lain sibuk memberikan tanda tangan. Tiba-tiba ada seorang fans meminta tanda tangannya. ”Bukanah kamu membenciku” kata Mi-nam pada Fans itu . rupanya fans ini adalah fans yang melempari Mi-nam didalam mimpi”. Fans itu menggeleng dan Mi-nam dengan senang hati menulis namanya. Tae-kyung melirik melihatnya dan tersenyum meremehkan. Lalu datang fans minta tanda tangan Tae-kyung, Mi-nam meliriknya dan terpesona melihat tanda tangan Tae-kyung. Tae-kyun tersenyum senang karenanya.



Setelah kembali ke mess, Mi-nam datang ke kamar Tae-kyung dan memohon untuk dibantu memilih tanda tangan untuknya. Tapi Tae-kyung melihat-lihat tanda tangan itu dan merasa tidak ada yang bagus. Mi-nam lalu memohon agar Tae-kyung membuatkan tanda tangan untuknya. Tapi Tae-yung menolaknya dengan dingin dan mengingatkan Mi-nam agar jangan merepotkannya lagi. Melihat sikap dingin Tae-kyung, Mi-nam akhirnya sadar itu tak mungkin terjadi, ia lalu pergi dari kamar itu seraya berjanji kalau ia akan berusaha sendiri agar bisa bertahan di sana. Setelah Mi-nam pergi, Tae-kyung mulai berpikir desain yang cocok untu Mi-nam seperti apa, ia lalu mengambil kertas dan pensil mulai membuat tanda tangan untuk Mi-nam.



Mi-nam berusaha membuat tanda tangan di luar, Shin-wo datang menghampirinya dan tanya Mi-nam sedang melakukan apa. Mi-nam bilang kalau ia sedang membuat desain tanda tangan tapi kurang lancar sambil memperlihatkan hasil desainnya. Shin-woo melihatnya, Mi-nam berkata kalau Tae-kyung tadi menilai desainnya jelek. Shin-woo kaget karena Mi-nam sudah minta pendapat Tae-kyung duluan.

”Lain kali, kalau ingin minta pendapat tentang sesuatu harus tanya saya dulu” kata Shin-woo.

”Apa?” kata Mi-nam bingung.

”Kita ini kan ada hubungan spesial“ kata Shin-woo sambil mendekati Mi-nam. ”Hubungan yang menangkap anjing“ kata Shin-woo lagi.

”Oh, iya“ kata Mi-nam mulai mengerti.

Shin-lalu mengelus kepala Mi-nam dengan lembut.



Tae-kyung telah membuat beberapa desain tanda tangan tapi ia terus merasa Mi-nam tidak akan dapat meniru desainnya karena terlalu sulit. Lalu ia membuat lagi desain yang lebih sederhana namun menarik.


Sementara itu Mi-nam telah berhasil membuat desan tanda tangan sambil dibantu Shin-woo. Shin-woo lalu tanya siapa yang memberi nama Mi-nam karena nama itu sepertinya mengandung makna yang sangat berat. Mi-nam bilang mungkin kedua orang tuanya yang telah meninggal. Shin-woo lalu minta maaf karena sebenarnya ia sudah tahu kalau kedua orang tua Mi-nam sudah meninggal. Mi-nam buru-buru cerita kalau sebenarnya ada kemungkinan ibunya belum meninggal. Shin-woo kaget mendengarnya. Mi-nam lalu cerita ibunya sepertinya ada kesulitan setelah melahirkannya sehingga meninggalkannya di panti asuhan. Mi-nam bilang walaupun namanya mengandung makna yang berat tapi nama itu unik dan mudah diingat. ”Tunggu saya terkenal, ibu pasti datang mencari saya. Dan saya akan menunggu hari itu“ kata Mi-nam yakin.

”Rupanya begini” gumam Shin-woo sendiri.

Mi-nam tak mengerti maksudnya, Shin-woo mengalihkan pembicaraan.




Tae-kyung diam-diam masuk kekamar Mi-nam meletakan desain tanda tanganya. Mulanya ia menaruh di atas tumpukan kertas, tapi ia lalu mengambilnya lagi. Ia takut Mi-nam tak melihatnya dan menganggapnya sampah. Tae-kyung lalu meletakannya di leci meja kecil lalu pergi keluar. Tak lama setelah keluar Mi-nam datang mau masuk kamar. Tae-kyung lalu memanggilnya dan bertanya Mi-nam dari mana. Mi-nam bilang ia dari luar belajar membuat tanda tangan. Tae-kyung lalu mau bilang kalau ia sudah membuatkan tanda tangan untuknya, tapi Mi-nam keburu bilang kalau ia sudah menemukan desain tanda tangan yang tepat berkat bantuan Shin-woo. Tae-kyung kesal mendengarnya. Mi-nam lalu mau menunjukkan hasilnya, tapi Tae-kyung menolak dan pergi meninggalkan Mi-nam.


Setelah samapai kamarnya Tae-kyung kesal kepada dirinya sendiri kenapa ia tadi mau membuat desain tanda tangan untuk Mi-nam. Tae-kyung menenangkan dirinya dan berkata mungkin tidak akan ketahuan karena tadi ia sedikit menyembunyikannya, tapi ia lalu berpikir jika Mi-nam menemukannya maka ia akan ditertawakan dan akan dibanding-bandingkan dengan Shin-woo (khayalan yang berlebihan.. hehe). Tae-kyung lalu memutusan untuk mengambilnya diam-diam karena tadi ia juga meletakannya diam-diam.


Setelah agak malaman Tae-kyung masuk ke kamar Mi-nam lagi. Mi-nam ketiduran di meja kecilnya. Tae-yung kesusahan mengambil tanda tangannya, ia lalu menggeser tubuh Mi-nam. Saat berhasil mengambilnya tiba-tiba Mi-nam bergerak menubruknya dan membuat lampu kamarnya mati. Tae-kyung bingung dan ketakutan. Ternyata ia tak bisa melihat dalam kegelapan. Ia lalu menyingkarkan tubuh Mi-nam dan berusaha membangunkannya Mi-nam agar membantunya berjalan keluar. Tapi Mi-nam tidak terbangun, ia lalu mengira-ngira sendiri pintu keluar ada di mana. Setelah Tae-yung berhasil keluar dengan susah payah ia bergumam “Go Mi-nam, kau benar-benar membahayakan”.



Keesokan harinya Bibi Mi-nam telah keluar dari penjara. Ia berkata pada temannya kalau ia akan menemui keponakannya. Ia juga berkata kalau adiknya masih hidup ia pasti akan sangat bangga pada anaknya karena sekarang anaknya mewarisi bakat yang dimikinya dulu. Bibi Mi-nam bilang kalau adiknya dulu adalah seorang pengarang lagu terkenal. Temannya tak percaya. Bibi Mi-nam lalu bercerita kalau adiknya dulu pernah membuatkan lagu untuk aktris terkenal Mo Hwa-ran. Temannya masih tak percaya, bibi itu lalu menyanyikan lagunya.




Lagu yang sama ternyata juga sedang dinyanyikan Mo Hwa-ran di sebuah talk show. Pembawa acara tanya kenapa Mo Hwa-ran sangat menyukai lagu itu.

”Apakah benar Anda selalu menyanyikan lagu ini disetiap ada kesempatan” tanya pembawa acara itu.

” Iya, ini adalah lagu karangan tuan Go Jae-hyun (ayah Mi-nam), walaupun kurang terkenal tapi saya sangat suka lagu ini” kata Mo hwa-ran.

”Apa alasan anda menyukai lagu ini, atau adaah cerita mengenai lagu ini?’ tanya pembawa acara lagi.

”Bisa dikatakan ini adalah kenangan tentang cinta suci yang pernah saya terima” kata Mo Hwa-ran.

Ternyata di tempat lain, Tae-kyung sedang melihat tayangan itu dengan kesal.



Di perjalanan menuju music festifal, manager Ma menjelas susunan-susunan kegiatan yang harus dilakukan anggota A.N.Jell serta tempat pengambilan gambar. Setelah sampai Jeremy melihat aktris Yoo He-yi, dan langsung menghampirinya. Jeremy memperkenalkan diri dan bilang kalau ia adalah penggemar Yoo He-yi. Yoo He-yi dengan ramah menyambutnya dan berate alau ia juga adalah penggemar A.N.Jell. Yoo He-yi lalu mencoba mengenali anggota A.N.Jell satu-satu. Tapi saat tiba giliran Tae-kyung, ia bilang kalau ia tidak tau siapa orang itu. Tae-kyung kesal mendengarnya. Jeremy tak percaya Yoo He-yi tak mengenal Tae-kyung, ia lalu mengenalkan Tae-yung adalah ketua A.N.Jell. Yoo He-yi lalu pura-pura ingat, kemudia dia pamit pergi. Saat berbalik pergi, Yoo He-yii bergumam “Huang Tae-kyung sekarang perasaanku sudah lega”.

“Apa ini adalah balas dendam?” gumam Tae-kyung kesal.



Manager Ma mendapat telepon dati studio yang menyatakan kalau ada seorang bibi-bibi mencari Mi-nam. Manager Ma memberitahu Mi-nam, Mi-nam senag sekali dan mau segera menemui orang itu. Tapi manager Ma mencegah karena acara akan segera di mulai. Ia lalu menyakinkan Mi-nam bahwa ia akan menemui orang itu dan setelah mendapat kabar tentang ibunya, ia kan menelepon Mi-nam. Mi-nam akhirnya setuju. Manager Ma memperingatkan agar Mi-nam segera kembali ke ruang ganti studi B tempat pengambilan gambar.


Mi-nam senang sekali mendengar kabar itu, ia lalu kembali ke studio. Tapi ia lupa di studio mana tempat pengambilan gambar A.N.Jell. Ia mengira studio D adalah tempat, ia dengan takut-takut membuka ruang ganti studio D. Ternyata di sana ada Mo Hwa-ran yang sedang istirahat. Mo Hwa-ran tanpa menoleh menyuruh orang yang di belakangnya mengambilkan tasnya. Mi-nam kaget, tapi ia membantu mengambilkan tas itu. Mo Hwa-ran masih belum menyadari keberadaan Mi-nam. Ia menyuruh Mi-nam memijit kepalanya. Lalu tiba-tiba asisten Mo Hwa-ran datang membawa kopi, ia kaget melihat Mi-nam disana dan berkata ”Siapa kamu?”. Baru Mo Hwa-ran menoleh dan melihat Mi-nam.


Di studio B, semua anggota A.N.Jell talah melakukan persiapan. Stylish Wang kemudian baru menyadari kalau Mi-nam tidak ada. Tae-kyung meliriknya.

”Kau tak perlu khawatir, aku pasti menemukannya” kata Stylish Wang.

”Siapa yang khwatir dia, saya dengan dia tak ada hubungan apa-apa” kata Tae-kyung.

Tapi Stylish Wang tidak percaya.



Kembali ke studio D, Mi-nam di sana malah berbincang dengan Mo Hwa-ran selagi menunggu asisten Mo Hwa-ran mencari tahu tempat syuting A.N.Jell. Mi-nam bercerita kalau ia satu grup dengan Tae-kyung di A.Njell. ia juga bercerita kalau Tae-kyung adalah penggemar Mo Hwa-ran. Mo Hwa-ran kaget mendengarnya. ”Benarkah?” kata Mo Hwa-ran.

”Ya, saya pernah melihat di kamar kakak Tae-yung banyak sekali cd tentang anda. Saya rasa ia benar-benar penggemar anda”. Kata Mi-nam lagi.

Mo Hwa-ran tertawa mendengarnya, ia kemudian tanya apa Mi-nam mau membawkan Tae-kyung tanda tangannya. Mi-nam setuju saja, dan berkata kalau itu pasti akan membuat Tae-kyung senang.

”Siapa nama tadi. Go Mi-nam” tanya Mo Hwa-ran

Mi-nam mengangguk membenarkan.

“Go Mi-nam.. tak sangka masih ada nama seperti ini” kata Mo Hwa-ran merasakan ada sesuatu dengan nama itu.




Mi-nam segera berlari menuju studio B setelah diberitahu. Ia menyalahkan dirinya kenapa bisa sampai lupa dan tertukar antara B dan D. Di studio B president Ahn dan stylish Wang sibuk mencari Mi-nam. Lalu tiba-tiba Mi-nam datang dan langsung minta maaf. Mi-nam berkata kalau ia tadi tersesat. President Ahn tak mau tahu dan menyuruh Mi-nam segera pergi bersiap-siap saja.


Stylish Wang membantu Mi-nam bersiap-siap. Mi-nam terus memegang hpnya dengan perasaan cemas. Tiba-tiba Shin-woo datang dan tanya kenapa Mi-nam begitu cemas. Mi-nam bercerita kalau ia sedang menunggu berita penting.

”Berita penting?“ tany Shin-woo.

“Manager Ma sepertinya sudah mendapat informasi tentang ibu saya” kata Mi-nam

“Benarkah?” tanya Shin-woo lagi.

Mi-nam mengangguk senang. Lalu tiba-tiba kru datang dan menyuruh mereka segera menuju ruang studio. Mi-nam menaruh hpnya di dalam kantong celananya sebelum pergi.



Manager ma bertemu dengan bibi Mi-nam. Manager Ma ta tentang ibu Mi-nam. Tapi bibi Mi-nam berkata ia ingin menjelaskan sendiri pada Mi-nam nanti saat ketemu. Manager Ma mendesak, dan akhirnya bibi itu mau memberitahu dengan sedikit terpaksa dan khawatir.


Saat akan masuk studio Mi-nam mengecek lagi hpnya. Tae-kyung melihatnya kesal. Ia menyeret Mi-nam ke luar.

“Go Mi-nam berikan hpmu! Kamu ini sedang berbuat apa? Acara akan segera mulai apa kamu mau terus memperhatian hp itu” kata Tae-kyung kesal.

Mi-nam menyerahkan hapenya.

”Ini adalah panggung debut kamu nanti, kau harus semangat dan tidak bisa berbuat seperti itu, apa kau ingin dipecat” kata Tae-kyung lagi.

”Saya mungkin sudah mau menemukan keluarga saya” kata Mi-nam.

”Menemukan?” kata Tae-kyung bingug.

”Ya, saya segera menemukan keluarga saya” kata Mi-nam lagi.

“Begitukah?”

“Benar, sesuai perjanjian saya akan pergi dan tidak akan merepotkanmu lagi. Semua ini berkat kamu, terimakasih kamu sudah menjaga saya selama ini” kata Mi-nam senang.

“Saya jug senang tak akan ketemu dirimu lagi. Tapi saya akan menahan hp ini hinggá acara selesai”.
“Ya saya akan berusaha” kata Mi-nam.
Mi-nam kemudia pergi masuk Studio duluan. Tae-kyung bergumam sendiri “Benarkah dia akan...?”. Tae-kyung tersenyum senang tapi ada perasaan tak rela juga.




Acara konser berjalan lancar. President Ahn sangat senang sekali pada Mi-nam. Mi-nam mencancari Tae-kyung. Tae-kyung ternyata sudah ad diruang ganti, ia mengambil hp Mi-nam yang ia sembunyikan. Tae-kyung penasaran pakah berita itu sudah datang. Tae-kyung lalu membuka hp itu dan membaca sebuah sms.


Mi-nam terus mencari Tae-kyung tapi tak ketemu, ia lalu meminta Jeremy meminjaminya hp. Jeremy ragu, tapi Mi-nam terus memaksa. Jeremy akhirnya meminjaminya dengan syarat hanya sebentar saja.


Mi-nam lalu pergi keluar, ia segera menelepon manager Ma dan tanya bagaimana hasilnya. Manager Ma tanya apa Mi-nam tak membaca smsnya. Di tempat lain Tae-kyung sangat terkejut setelah membaca sms yang berbunyi ”Aku pikir aku mampu menemukan ibumu, tapi maaf...”. Di tempat Mi-nam pun, Mi-nam mendengar manager Ma minta maaf karena ia tak dapat menemukan ibunya karena ibu Mi-nam sudah meninggal. Mi-nam kaget mendengarnya, ia tertunduk lemah dan mulai menangis. Jeremy datang mencari Mi-nam, tapi ia malah melihat Mi-nam menangis histeris. Ia bingung harus berbuat apa, ia minta Mi-nam menunggu karena ia akan mencarian seseorang.



Tae-kyung segera lari mencari Mi-nam. Begitu ketemu ia lihat Mi-nam sudah menangis, Tae-kyung sadar Mi-nam sudah tahu kabar itu. Ia menghampiri Mi-nam. Mi-nam menoleh dan berkata dengan sedih kalo ibunya sudah meninggal. Tae-kyung merasa iba, ia jongkok disebelah Mi-nam dan kemudian dan kemudian memeluknya. Mi-nam menangis di dada Tae-kyung.



Jeremy memanggil Shin-woo dan memberitahu kalau Mi-nam menangis histeris di luar. Shin-woo mengira pasti Minam telah menerima kabar buruk, ia segera berlari keluar menemui Mi-nam. Tapi saat tiba di sana ia melihat Tae-kyung sedang memeluk Mi-nam. Shin-woo hanya tertegun melihat. Jeremy datang dan melihat juga hal itu, ia juga hanya bisa tertegun melihatnya.


Tae Kyung duduk memeluk Minam yang tengah menangis. Lalu Jeremy dan Shin Woo muncul melihat Hwang Tae Kyung duduk berdekatan dengan Go Minam yang tengah menangis.

Shin Woo sempat terdiam. Dia melihat kedekatan mereka dengan perasaan cemburu. Jeremy sempat heran juga melihat Tae Kyung dekat dengan Minam
"Kurasa, Tae Kyung belum tahu apa yang sebenarnya terjadi", kata Shin Woo pada Jeremy. Shin Woo membiarkan dulu mereka.
Tae Kyung memegang kepala minam. Dia rasanya ingin membelai rambut Minam, tapi urung dilakukannya.
Shin Woo lalu memanggil Minam. Tae Kyung dan Minam langsung berdiri menjauh.
Tae Kyung beralasan Minam terlalu gugup karena penampilan perdananya.
"Sudahlah berhentilah menangis", kata Tae Kyung
"Saya minta maaf", kata Minam menyesal
Stylish Wang lalu datang dan membawa Minam pergi.

Di ruang rias , Stylish Wang bertanya aa Minam bisa menghadapi wartawan dengan keadaan seperti ini. Minam berkata bahwa dia akan berusaha sebaik-baiknya. Ternyata tak mereka sangka, Tae Kyung masuk. Dia yang mengerti keadaan Go Minam menyarankannya agar tidak memaksakan diri.
"Kau pergi saja, biar aku yang bicara pada President Ahn"
Tae Kyung lalu menyuruh Minam pergi sebelum orang-orang banyak berkumpul di luar. Stylish Wang lalu mendapatkan ide.
"Mudah, tinggal kita buka saja penyamarannya"

Stylish Wang lalu membawa mereka ke ruang rias aktris Yoo He Yi. Stylish Wang berkata dia kenal dengan penata busananya dan tidak apa-apa jika mereka meminjam kostumnya. Seorang wartawan melihat Tae Kyung berada di depan ruang ganti Yoo He Yii. Wartawan Kim semakin curiga, jangan-jangan benar ada hubungan Khusus antara Tae Kyung dan Yoo He Yi. Tae Kyung kemudian masuk ke dalam ruangan lagi, menunggu Minam selesai berganti pakaian.
Setelah selesai tirai dibuka. Stylish Wang mendandani Minam sebagai seorang wanita dan memakaikannya wig rambut panjang.
Tae Kyung terkejut dan terpana melihat penampilan Minam
"Dia memang seorang gadis", gumam Tae Kyung.

Tae Kyung lalu mengajak Minam sesegera mungkin pergi dari sana, sebelum orang-orang berkumpul di lobby. Dia menggandeng Minam dan membawanya berlari.
Wartawan Jing yang menyaksikannya ingin mengabadikan kejadian itu tetapi dia hanya berhasil merekam punggung mereka saja. Tae Kyung dan Minam sudah sampai di dekat lobby. Fans sudah mulai berkumpul dan mengerubungi Shin Woo dan Jeremy untuk minta tanda tangan.
"Kau tinggal lari saja ke depan ya, tundukkan mukamu dan tidak akan ada yang mengenalimu", kata Tae Kyung.
Minam berlari dengan menunduk, Shin Woo dan Jeremy sempa melihat seorang gadis berlari tapi di tengah kerubungan fans mereka semakin tidak menyadari bahwa itu Minam.

Tae Kyung berjalan ke tempat konferensi pers. Dia bertemu Yoo He Yi yang baru saja tampil. Wartawan Kim melihat mereka berdua mengobrol. Dia bertanya tentang hubungan mereka. Tae Kyung harus buru-buru pergi. Dia menyuruh Yoo He Yi kembali menjadi peri baik hati dan menangani masalah dengan wartawan itu.
Tae Kyung sampai di tempat konferensi pers. Dia lalu minta semua pertanyaan biar dia saja yang tangani.

Tae Kyung, Shin Woo dan Jeremy pulang satu mobil bersama. Jeremy meresa dirinya paling tidak tahu apa-apa
"Aku tidak tahu ternyata ibu Minam telah meninggal. Pantas selama ini Hyung berdua selalu baik pada Minam"
Shin Woo dan Tae Kyung hanya diam

Stylish Wang dan Manager Ma menemani Minam menemui bibinya. Mereka berdua menangis.
Bibinya sendiri tidak begitu tahu siapa sebenarnya Ibu kandung Minam. Yang dia tahu bahwa ibu si kembar Minam dan Mi Nyu sudah meninggal.
Manager Ma menemani Minam pulang ke mess. Minam masih menangis di mobil. Dia merasa akan tiba waktunya baginya untuk pergi. (setelah ibunya ternyata meninggal tidak ada alasan lagi baginya untuk tetap tinggal menjadi penyanyi terkenal untuk mencari ibunya)

Sampai di rumah dia dikejutkan oleh teriakan dan sambutan Jeremy.
Jeremy yang telah tahu apa yang menimpa Minam berusaha menghibur dengan membuat pesta untuk merayakan keberhasilan debut pertama Minam. Minam mulai tersenyum, karena Jeremy membawa gambar selebrity dan menggambarkan seolah-olah mereka ikut pesta untuk merayakan keberhasilan Minam.
Minam duduk di seberang Tae Kyung. Shin Woo duduk di sebelah Minam. Mereka lalu membahas debut pertama mereka bertiga dan konfereni pers pertama mereka. Jeremy mengingat peristiwa kaku dan memalukan yang dilakukan Tae Kyung. Jeremy lalu mengajak Minam melihat rekamannya.
Tae Kyung cuek saja karena mengira rekaman itu tidak ada. Lalu Shin Woo berkata
"Aku sudah beberapa kali kok menyetel rekamannya"
Tae Kyung langsung panik dia lari turun ke bawah berusaha mencegah Minam menontonnya.

Di ruang TV, Jeremy memutarkan rekaman video itu untuk Minam. Mereka berdua menonton dengan antusias.


Minam tidak bisa menahan gelinya melihat mereka bertiga yang masih begitu culun dan kaku di depan kamera. Tae Kyung berlari ke bawah dan berteriak meminta video dihentikan. Namun Jeremy tidak mau. Jeremy pun berusaha agar remote controlnya tidak direbut Tae Kyung. Minam melihat di sana ada adegan Tae Kyung makan lobak mentah dan tertawa.

Saat menyiapkan minum, Go Minam tertawa sendiri mengingat rekaman tadi. Tae Kyung memergokinya.
"Go Mi nam kamu ini tadi menyusahkanku karena tangisanmu dan sekarang kau ingin menyusahkanku dengan tertawamu itu?!"
Go Minam langsung meminta maaf.
"Namun dulu Kakak adalah yang paling tampan di antara kakak bertiga", hibur Dan puji Minam tulus
"Jadi sekarang tidak tampan?"
"Sekarang juga masih tampan", jawab Minam
"Tetapi tidak paling tampan?"
"Kakak Tae Kyung yang mau menjagaku dengan tulus , bagiku adalah pribadi yang paling tampan. sehingga jika pergi dengan kenangan seperti itu, aku akan bahagia", kata Minam
Tae Kyung terdiam karena Minam menucapkan kata "Pergi"

Go Minam lalu pergi lagi ke atas untuk membantu membersihkan piring-piring bekas makanan. Di atas masih ada Shin Woo.
"Kamu sekarang sudah baikan?", tanya Shin Woo perhatian.
"Hari ini memang hari yang berat, tapi kejutan ini membuatku nyaman"
"Harusnya akan kau akan merasa lebih nyaman jika kau bicara terus terang padaku dan mengulurkan tangan minta tolong" Tak lama Shin Woo berkata lagi "Ulurkan tanganmu"
Minam terdiam ragu, Shin Woo mengambil ke dua tangan Minam.
Minam agak gugup tapi ternyata kali ini Shin Woo hanya ingin Minam menaruh piring-piring ke bawah.

Minam berpapasan dengan Jeremy, Jeremy langsung mengulurkan tangannya menolong Minam membawakan piring. Jeremy merasa tidak enak karena selama ini berpikiran keliru tentang Minam dan memperlakukannya buruk.
"Pikiran keliru seperti apa?", tanya Minam
"Tentang Jolie, kamu seperti merayu Jolie, dia khan sahabat baikku". (Jolie itu sapa sih apa anjingnya itu khan ya?)
Namun baru beberapa langkah membawa piring, Jeremy kehilangan keseimbangan. Minam menangkap Jeremy dengan ke dua tangannya. Minam merangkul perut Jeremy dari belakang.
Jeremy merasakan ada debaran aneh saat dipeluk Minam. Namun saat menyadari bahwa Minam adalah pria, dia merasa menjadi orang yang bodoh.

Keesokan harinya Hwang Tae Kyung pergi menata rambutnya. Penata rambut menanyakan alasannya mengganti penampilan.
 
"Karena aku ingin jadi nomor satu!", kata Tae Kyung sambil mengacungkan jarinya. (Duh pengen tetep dibilang paling ganteng sama Minam nih hehe). Tatanan rambutnya sekarang tidak klimis kayak sebelumnya lagi, tapi mirip potongan rambutnya yang dulu (lebih keren gini juga lah). Di salon dia melihat Yoo He Yi yang juga sedang menata rambutnya. Tae Kyung lalu bertanya soal bagaimana He Yi menangani masalah dengan wartawan kemarin itu. He Yi berkata bahwa wartawan itu melihat Tae Kyung berlari dengan wanita yang penampilannya seperti dia. Dia lalu memperlihatkan rekamannya pada Tae Kyung. Terlihat tae kyung lari menggandeng Minam dari belakang.
"Mereka tidak mungkin membuat berita dengan ini", kata Tae Kyung "Lagian mana mirip. Dari tinggi badan, ukuran dan bentuk tubuh saja tidak sama!"
Tae Kyung lalu menghapus rekaman itu dari HP He Yi dan pergi. Yoo He Yi jadi penasaran siapa gadis yang bersama Tae Kyung itu.

Minam, Shin Woo dan Jeremy juga para dancer sedang menonton TV bersama. Mereka mengagumi kaki model di televisi. Namun Minam tak sengaja keceplosan bahwa dia menyukai supatu yang dipakai model wanita itu. Mereka semua kaget dan merasa aneh.


"Go Minam, kau ini benar-benar unik!", sahut Jeremy
"Karena aku belum pernah memakai sepatu seperti itu", kata Minam keceplosan
Hanya Shin Woo yang tidak kaget, karena dia tahu Minam sebenarnya seorang gadis. Dia lalu melihat bahwa Minam hanya memakai sepatu kets.

Shin Woo pergi ke butik, dia mencari-cari sepatu untuk wanita. Dia berpikir sepatu mana kira-kira yang cocok untuk Minam.

Tae Kyung bicara dengan Presdir Ahn. Mereka membicarakan konsep album mereka. Lalu Presdir Ahn berbicara hal pribadi dengan Tae Kyung.
"Tak apa-apa bicaralah terus terang padaku. Kau berkencan dengan Yoo He Yi ya?"
Tae Kyung menyangkalnya. Managernya lalu berpesan agar Tae Kyung tetap menjaga image baiknya. Dia lalu mengajak Tae Kyung menemui seseorang sambil makan siang
"Ada senior yang ingin kau mendaur ulang lagunya"

Tae Kyung lalu pergi bersama managernya. Alangkah kagetnya ternyata senior yang dibicarakan itu adalah ibunya, Mo Hwa Ran. Mereka pura-pura tidak saling mengenal. Mo Hwan Ran selain meminta lagunya di remake oleh A.N.Jell dia juga ingin tampil bersama A.N. Jell dan minta tolong Presdir Ahn mengusahakannya.
Mo Hwa Ran, mentraktir mereka makanan dengan menu terbaik di restoran itu. Tae Kyung mencicipi makanannya.


Dia kaget karena dia meresakan udang di dalamnya, dia langsung batuk-batuk. Tae Kyung langsung pergi ke toilet.
"Dia alergi udang", kata Presdir Ahn.
Ibunya tak tahu anaknya menderita alergi udang .

Pada saat yang sama Go Minam diajak Shin Woo makan berdua di restoran yang kebetulan sama.
Dia membawa dua kantung belanjaan. Dia mengajak Minam pergi ke Taman Hiburan, karena dia sejak menjadi artis belum pernah pergi ke sana lagi. Dia mengeluarkan kantung pertama. Isinya adalah wig dan kacamata untuk samaran agar tak dikenali orang lain nanti. Minam lalu menanyakan kantung satunya lagi.Shin Woo berkata kantung ini untuk seorang gadis yang akan ditemuinya nanti.
"Saya akan memberikan ini padanya sebagai tanda minta maaf karena tidak berterus terang padanya."
Minam tapi tidak mengerti bahwa gadis yang dimaksud itu dirinya.
"Pria sekeren Kak Shin Woo memberikan hadiah pada seorang gadis, pasti gadis itu akan sangat bahagia"
Mereka lalu mengobrol dan bercanda. Minam tertawa senang sampai dia tak sengaja menumpahkan minumannya ke wig. Minam permisi akan membasuhnya.

Di toilet, Hwang Tae Kyung sedang kepayahan karena tak sengaja makan udang. Dia batuk batuk dan merasa sesak . Tapi yang menjadi dia lebih sesak menderita karena ingat pengalamannya ketika kecil bertemu ibunya.

Tae Kyung kecil yang dirawat ayahnya bertemu secara pribadi dengan ibunya di restoran. (Tae Kyung kecil yang main sama sama Tae Sung aka Gun Wook kecil) Ibunya memberinya foto mereka berdua yang dia minta. Ibunya menyuruhnya menyimpannya baik-baik jangan sampai diketahui orang. Ibunya memesankan menu spesial untuknya. Tapi Tae Kyung kecil tidak mau memakannya karena ada udang di dalamnya. Ibunya kesal dia tidak tahu anaknya alergi, dia mengira anaknya rewel dan pilih-pilih makanan. Tae Kyung kecil terpaksa memakan udangnya karena takut dimarahi. Tapi dia langsung batuk-batuk dan sesak saat memekannya. Ibunya tidak mau anaknya membuatnya malu dan minta dia segera pergi memuntahkannya di toilet (poor Tae Kyung)

Minam masuk ke toilet pria, dia melihat Tae Kyung sedang bersandar seperti orang sakit. Minam begitu khawatir. Tae Kyung tidak mau dikasihani dia langsung keluar. Minam mengejarnya dan mengikutinya keluar bahkan sampai Tae Kyung keluar restoran.
Shin Woo menunggu Minam yang tak datang juga. Dia menelepon Minam, tapi ternyata Minam meninggalkan ponselnya di meja makan (yah..). Shin Woo mencari Minam ke toilet pria juga wanita tetapi tak berhasil menemukannya. Shin Woo lalu mendapat telepon dari Minam yang ternyata menelepon dari telepon umum.
"Shin Woo Hyung maafkan aku, aku sepertinya harus bersama Tae Kyung Hyung Nim karena dia terlihat sakit"
"Tak apa-apa kalau begitu" kata Shin Woo padahal dia begitu kecewa dan cemburu. Shin Woo lalu pergi lagi ke mejanya. Duduk termenung sendirian meliha makanan Minam yang belum sempat dia senuk, memegang Hp Minam dan melihat kado yang akan dia berikan pada MInam
"Sepetinya aku tidak bisa memberikannya hari ini", katanya dalam hati dengan pilu
Minam memperhatikan dan duduk sebelah tae Kyung dengan cemas
"Apa kamu tak sengaja makan udang?"
"Tuh, orang sepertimu saja ingat. Namun mengapa orang itu tidak mengingatnya", kata Tae Kyung pilu. Tae Kyung lalu meminta Minam mengambilkan ponselnya yang tertinggal di restoran.
Minam mengangguk patuh. Namun tiba-tiba dia sadar bahwa dia tak ingat jalan kembali ke hotel
"Aku khan tadi hanya lari mengikutimu", kata Minam polos.
Tae Kyung kesal merasa Minam tak bisa dia andalkan. Tae Kyung terpaksa bangun dan memimpin jalan kembali. Ternyata dia juga tak tahu mereka ada di mana sekarang 
Tae Kyung bingung harus berjalan kemana ke restoran. Minam mengajaknya naik taksi. Tapi Tae Kyung terlalu gengsi. dia langsung sok dan berkata dia tahu jalan pulang rumah mereka. Minam mengeluarkan wig dan kacamata dari kantungnya untuk samaran mereka. Dia berkata tadi dia akan pergi ke taman hiburan bersama Shin Woo.
"Laki-laki ke taman hiburan biasanya khan bersama gadis", celetuk Tae Kyung
"Tapi memang Shin Woo punya gadis yang dia suka kok", sahut Minam
"Hey, kau itu cuma dimanfaatkan saja!" kata Taekyung yang tidak tahu klo Shn Woo pun sudah tahu identitas Minam.
Tae Kyung menyuruh Minam mengikutinya, tapi Minam merasa mereka hanya berputar-putar dan kembali ke tempat yang sama.
"Ini kan kedai es krim yang tadi", kata Minam
"Banyak kedai eskrim yang seperti ini!", kilah Tae Kyung.
Mereka lalu berjalan kembali ke kedai eskrim yang sama lagi
"Tapi ini benar kedai eskrim yang tadi, aku memperhatikan orang yang duduk di sana orang yang sama", kata Minam mengingatkan. Minam menyarankan untuk bertanya. Namun Tae Kyung terlalu gengsi untuk bertanya.
"Orang yang berusaha keras, pasti akan menemukan jalan",ungkap Tae Kyung.

Koordinator/stylish Wang mendatangi kenalannya untuk mengembalikan baju Yoo He Yi yang mereka pinjam untuk Minam waktu itu. Yoo He Yi hafal dia orang A.N. Jell dia ingin mencari tahu tentang gadis yang bersama Tae Kyung. Yoo He Yi menguping pembicaraannya dengan penata busananya
"baju ini sempat menyelamatkan kita"
Dia lalu menghampiri Koordinator Wang berusaha memancing informasi dengan berpura-pura telah terjadi sesuatu antara dia dengan Tae Kyung.
"Oh jadi Anda betul berkencan dengan Tae Kyung?"
Yoo He Yi pura-pura malu.
"Oppa mengatakan ini agar jangan diberitahukan pada orang lain tenang peristiwa kemarin itu"
"Iya jika mereka mengetahui Minam adalah perempuan kita semua akan mendapatkan masalah", kata Styleish Wang tak sadar telah terpancing. Yoo He Yi kaget san senang mendapat rahasia bear itu
"Iya jika ini tersebar pasti akan masalah besar", kata He Yi tersenyum.

Tae Kyun dan Minam akhirnya mereka berhasil sampai di gedung kantor A.N. Jell.
"Benar khan?! Dari sini nanti kita naik van pulang ke rumah", kata Tae kYung. Dia lalu menoleh pada Minam dan tersenyum lebar dan manis
Go Minam aka Mi Nyu terpana melihat senyuman Tae Kyung padanya. Minam heran karena baru kali ini merasakan dadanya berdegup lebih keras.
"Apa karena aku terlalu banyak berjalan ya", ungkap calon suster ini polos.

Mereka akhirnya tiba di rumah. Minam tak lupa berterimakasih dan memuji Tae Kyung. Dia juga tak lupa memuji style rambut Tae Kyung sekarang yang meneurutnya bagus seperti waktu dia melihat rekaman debut pertama mereka
"Aku menggantinya bukan karenamu tapi karena konsep album terbaru kita nanti", kilah Tae Kyung (alah yang bener hehe). Tae Kyung menganggap pujian Minam tidak tulus
"benar kok aku serius", kata Minam sambil mengacungkan 2 jempolnya.
Shin Woo di atas memperhatikan mereka dengan cemburu.

Minam naik ke atas. Dia melihat Jeremy dan anjingnya Jolie. Jeremy melarang Minam mendekati anjingnya. Minam menanyakan Shin Woo
"Dia di roof garden"
Saat Minam pergi, dia teringat sensasi saat pinggangnya dipeluk Minam. Tapi dia lalu merasa merinding dan jijik pada dirinya sendiri. Jeremy bingung dan berbicara pada anjingnya
"Jolie, bagaimana ini, aku terus memikirkan Minam seharian ini".

Minam menemui Shin Woo di atap. Dia minta maaf, lalu mengajak Shin Woo pergi saat itu juga.
"Sekarang aku sudah terlalu lelah (cape hati ini mah)", kata SHin Woo dingin.

Sesuai Janjinya Minam mulai berkemas dan akan pergi dari sana. Pada saat yang sama bibinya muncul datang ke mess. Ternyata bibinya minta tolong untuk tinggal bersama Minam beberapa hari ini. Manager Ma dan Minam memohon pada Tae Kyung untuk mengijinkan dia tinggal di sini lagi juga bibinya.

Masalah lain adalah tentang pembagian kamar. Di sana tidak ada kamar kosong lagi. Presdir Ahn karena merasa Minam laki-laki maka dia menyuruh Minam untuk sementara pindah kamar dan membiarkan kamarnya diisi oleh bibinya.
"Kamu mau tidur dengan siapa?", tanya presdir Ahn
Minam langsung panik. Tae Kyung memasang wajah tidak mau.
Shin Woo memasang wajah masih kesal dan Jeremy terlihat takut. Presdir AHn lalu menawarkan Minam bersamanya saja, suapaya mereka bisa sauna bersama dan jadi akrab. Minam panik dia lalu menunjuk pada Tae Kyung. Dia memilih bersama Tae Kyung. Tae Kyung langsung merengut (monyong maksudnya hehe khas Tae Kyung). Minam memohon-mohon dia merasalebih aman bersama Tae Kyung yang sudah mengetahui dia perempuan.

Minam bersiap-siap pindah kamar. Manager Ma memberinya alat kejut listrik untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan di kamar Tae Kyung. Manager Ma bingung menjelaskan pada calon suster yang polos bahwa saat bagaimana dia perlu memakai alat itu.
"Jika kau melihat mata Tae Kyung sudah seperti ini...", kata Manger Ma memasang muka mupeng. "Kau nyalakan ini padanya". Alat itu langsung berdenyut kencang. Minam sepertinya mulai paham.

Minam membawa, bantal, alas tidur juga kopernya yang tadi sudah di paknya ke kamar Tae Kyung. Bibinya belum tahu dia sebenarnya adalah Mi Nyu jadi dia terpaksa membawa semua barang pribadinya. Saat malam tiba Minam sudah menggelar alas tidurnya tepat di samping tempat tidur Tae Kyung. Tae Kyung lalu masuk
"Aku tidak berani tidur di tempat tidurmu, biar aku tidur di bawah saja", kata Minam

Tae Kyung lalu menyuruh Minam pindah ke bawah menjauh dari tempat tidurnya (lantai kamarnya memang ketinggiannya berbeda-beda, tempat tidur di lantai yang paling tinggi)
Minam mengangguk patuh dan langsung memindahkan alas tidurnya. Tae Kyung menggeleng bergumam heran dalam hatinya. "Dia itu sebenarnya gadis khan? Tapi mengapa berani tidur di sebelah tempat tidur pria!"

Minam lalu nyeletuk "Kak, bolehkan aku matikan lampunya, aku tak bisa tidur jika lampu menyala"
"Aku tak bisa tidur jika gelap!", sahut Tae Sung
Minam terpaksa menurut. Sampai tengah malam dia belum bisa tertidur karena lampunya menyala. Dia melihat Tae Kyung sudah tertidur. Minam mematikan lampu tengah karena merasa Tae Kyung tidak akan tahu. Minam menyaksikan Tae Kyung yang tertidur diterangi temaramnya lampu meja. Wajahnya terlihat damai.
Hari ini dia melihat berbagai ekspresi Tae Kyung berbeda dari wajah galak biasanya. Saat di toilet kepayahan, saat tadi tersenyum manis dan saat sekarang sedang tertidur. Minam merasa bersalah karena memegang alat pengejut listrik.
"Jika dia tahu dia pasti tersinggung". Minam lalu menunduk minta maaf. Dia lalu memandang Tae Kyung dan bingung karena merasakan debaran jantung lagi dan sekarang disertai seprti adanya sentakan listrik lembut yang mengalir di sekujur tubuhnya. Dia lalu berdoa meminta petunjuk. Setelah berdoa dia tak sengaja menekan alat pengejut listriknya dan mengenai lehernya 
Minam langsung jatuh pingsan. Dia jatuh tergolek tak sadarkan diri tepat di atas dada Tae Kyung.
 Mi Nam terjatuh pingsan dipangkuan Tae Kyung karena tersengat listrik. Mereka dalam keadaan seperti itu sampai pagi. Ketika Manager ma berniat membangunkan Mi Nam yang sudah tinggal satu kamar dengan Tae Kyung.


Manager Ma kaget melihat posisi tidur Mi Nam dan Tae Kyung dan anehnya Tae Kyung sama sekali tidak terbangun dari tidurnya. Manager Ma menemukan alat kejut listrik dilantai, lalu dia keluar membawa alat itu dan mulai memikirkan apa yang terjadi dengan berimajinasi. Manager Ma berpikir bahwa Tae Kyung sudah menggoda Mi Nam tapi beberapa detik kemudian dia berpikir kalau Mi Nam lah yang menggoda Tae Kyung.

Mi Nam mulai sadar dan dia terjatuh duduk di lantai, bibi Mi Ja (bibinya Mi Nam) datang untuk membangunkan mereka.
"Kenapa kau belum bangung.." kata bibi Mi Ja
"Mi Nam bangun.. ayo turun dan makan" ajak bibi pada Mi Nam
"astaga dia yang jadi pemimpin tapi dia yang terakhir" kata bibi melihat Tae Kyung yang masih tidur.
bibi Mi Ja menepuk pantat Tae Kyung untuk membangunkannya dan Tae Kyung seketika itu juga terbangung dia terkejut. Bibi Mi Ja membawa Mi Nam keluar dan meminta Tae Kyung cepat turun. Tae Kyung hanya memandangnya dengan perasaan aneh  

Semua anggota A.N.JELL sedang sarapan ketika Tae Kyung datang. Bibi Mi Ja meminta Tae Kyung untuk makan tapi Tae Kyung bilang kalau dia tidak sarapan dan hanya minum air putih saja.

"Bibinya Mi Nam?" kata Tae Kyung
"Karena kita akan tinggal bersama untuk sementara waktu, aku memiliki peraturan, jadi dengarkan baik-baik" kata Tae Kyung lagi
" 1 : jangan menyentuhku kapanpun kau...! kata Tae Kyung, sebelum Tae kyung menyelesaikan ucapanya Bibi Mi Ja menepuk pantat Tae Kyung lagi (again..gila juga nih bibi). Tae Kyung terkejut akan kejadian itu dan semua anggota A.N.JELL serta manager Ma melihat kerarah Tae Kyung dengan terkejut.
"jangan katakan tentang peraturan kepada orang dewasa" kata Bibi Mi Ja, sementara itu Tae Kyung masih shock dan gemetaran memegag pantatnya sendiri. Tae Kyung menoleh ke arah anggota A.N.JELL lainnya yang langsung kembali makan dan berhenti melihat Tae Kyung. Tae Kyung pergi meninggalkan meja makan. JEremy berkata kalau Bibi Mi Ja itu hebat bisa menepuk pantat Tae Kyung-Hyung.
Manager Ma lega setelah tahu apa yang terjadi dari Mi Nam. Manager Ma bertanya bagaimana perasaan Mi Nam. Mi Nam menjawab bahwa dia merasa lemah. manager Ma menyarankan Mi Nam untuk banyak minum air putih.


Shin Woo datang menemui Mi Nam dan bertanya apakah tidurnya nyenyak. Shin Woo merasa khawatir karena Mi Nam tinggal bersama Tae Kyung. Mi Nam menjawab bahwa dia melakukan kesalahan kecil (kesetrum-red) tapi sudah dibereskan semuanya tanpa sepengetahuan Tae kyung, selain itu Mi Nam merasa baik-baik saja. Shin Woo merasa lega karena ternyata Mi Nam tidak benar-benar menganggap Tae kyung sebagai seorang pria. Mi Nam menyesali atas kejadian kemarin. Dan Shin Woo berkata tidak apa-apa.

"Akun gusar karena dia bersama dengan pria lain, tapi kelihatanya dia tidak benar-benar akan menganggap dia sebagai seorang pria, jadi aku sudah lega" kata Shin Woo
"untuk orang sekeren dirimu, dia pasti menyukaimu" kata Mi Nam tersenyum
"benar, aku percaya padamu, Kau tidak bisa melupakan apa yang baru saja kau katakan, atau membatalkan perkataanmu. Janji." Shin Woo mengulurkan jari kelingkingnya.
Mi Nam ragu untuk mengulurkan jari kelingkingnya dan berkata "mungkin masih ada yang tertinggal (listrik di badan Mi Nam)", tapi Shin Woo tidak memperdulikan kata-kata Mi Nam dan langsung mengaitkan kelingkingnya ke kelingkingnya Mi Nam. Sambil memegang dadanya Mi Nam berkata "huh, aku tidak apa-apa, tidak ada yang berubah". Shin Woo bertanya "tentang apa?".
" Ah, sesuatu terjadi padaku, tapi aku sudah minum banyak air, jadi aku tidak apa-apa" jawab Mi Nam
"kalau begitu kau minum teh" Shin Woo menawarkan tehnya dan Mi Nam pergi untuk mengambil makanan ringan untuk dimakan bersama.
Di dapur Mi Nam bertemu dengan Tae Kyung.
"Kau bilang kau dekat dengan Shin Woo, dan kurasa itu benar" kata Tae Kyung
"kenapa tidak tinggal dikamarnya daripada tinggal dikamarku?" tanya Tae Kyung
"Shin Woo adalah seorang pria" jawab Mi Nam
"kau seorang pria juga" kata Mi Nam baru sadar
"ah, benar dan Go Mi Nam adalah seorang pria juga" jawab Tae Kyung
"karena kita berdua laki-laki, bukankah karena itu kita tidur dengan nyenyak dikamar yang sama" lanjut tae Kyung
"benar, aku harus ambil makanan ringan untuk berbagi dengan Shin Woo-hyung" jawab Mi Nam gugup. Tae Kyung baru sadar kenapa semalam ia tidur begitu nyenyak tapi Tae Kyung berpikir bahwa itu semua karena dia berjalan jauh sebelumnya.

Yoo He Yi tiba di kantor manajemen A.N dan menemui presiden Ahn. Ia beralasan memberikan tiket VIP untuk film terbarunya pada Presiden dan memintanya untuk membawa beberapa bintangnya, presiden Ahn dengan senang akan membawa mereka.
He Yi jelas ingin menemui Tae Kyung, ia tahu Tae Kyung di studio. Dia dan stylist Wang melihat Tae Kyung menyelesaikan lagu "Without words/maldo eopsi" (lagu yang dibawain Mi Nam), Tae Kyung benar2 konsentrasi sehingga tidak menyadari kehadiran mereka. Ekspresinya berubah saat melihat kedatangan He Yi. He Yi mencoba masuk ke dalam studio, tapi pintunya dikunci dan Tae Kyung cuek saja.

He Yi kesal dan dia menulis di kertas, dia minta tae Kyung untuk membuka pintunya. Tapi Tae Kyung menolaknya, He Yi menulis, "Aku datang untuk mencari tahu siapa gadis itu." Tae Kyung menyeringai, "Kau tidak akan bisa mencarinya." He Yi menulis lagi "Aku tidak akan tinggal diam."


Ini membuat Tae Kyung tertarik, Tae Kyung mendekat dan melihat He Yi salah tulis, maka Tae Kyung menulisnya lagi dengan terbalik di kaca agar he Yi lihat dengan ejaan yang benar. Ini membuat marah Heyi. Lalu Tae Kyung menambahkan tulisan dikaca : "CCTV dan sebuah panah menunjuk ke atas." He Yi pergi dengan kesal, Tae Kyung heran mengapa He Yi datang ke studio.

He Yi menemui Mi Nam di studio dance
"Go Mi Nam, aku ingin bertemu denganmu, Go Mi Nam aku ini penggemarmu" kata He Yi
"Terimakasih" kata Mi Nam.
He Yi mengajak Mi Nam untuk berfoto bersama. saat akan berfoto He Yi berkata " kau tidak terlihat seperti seorang laki-laki" Mi Nam gugup dan berkata "apa yang kau bicarakan?". "kenapa kau terkejut" lanjut he Yi.


Manager Ma berkata kalau mereka sudah berhasil karena Peri Korea (Yoo He Yi) adalah penggemar Mi Nam berarti negeri ini sudah mencintai Mi Nam. Tapi Mi Nam berpikir bahwa dia tidak punya pesona seorang pria. Manager Ma berkata kalau Tae Kyung menyukai He Yi dan dia mendengarnya dari presiden Ahn, Mi Nam sedikit terkejut mendengarnya. Mi Nam memegang dadanya lagi dan berpikir itu karena kesetrum dan memutuskan untuk minum banyak air, Mi Nam merasa iri terhadap He Yi.


He Yi juga merasa iri dan mulai membenci Mi Nam saat melihat semua anggota A.N.JELL memperlakukan Mi Nam dengan baik. manager Ma datang minta berfoto bersama He Yi. Saat akan berfoto manager Ma membatalkannya karena melihat Mi Nam akan pergi dan itu membuat He Yi kesal. He Yi melihat saat presiden Ahn membawa A.N.JELL untuk makan siang, dan berkata bahwa Mi Nam berpura-pura seperti pria tapi diperlakukan seperti seorang putri. Jika Mi Nam terbukti bahwa ia seorang wanita, Mi Nam akan kehilangan segalanya. Heyi bertanya pada dirinya, "Kapan aku akan menyelesaikannya?".


Direstoran tempat Mi Nam makan bersama A.N.JELL dan presiden Ahn serta manager Ma. presiden Ahn bertanya kepada Tae Kyung kapan dia akan menjelaskan berita dia dengan He Yi. Tae Kyung berkata tidak ada apa-apa diantara mereka. Presiden Ahn bertanya lagi bagaimana dengan Mo Hwa Ran. Tae Kyung menjawab dia tidak tertarik dan memintanya untuk mencari orang lain saja.


Mi Nam memikirkan He Yi. Jeremy datang dan duduk di bangku kedua setelah Mi Nam.

"Go Mi Nam apa kau minum air lagi? kau sudah sakit apa yang kau lakukan dengan minum air saja, makan yang banyak makanan yang bergizi" tanya Jeremy
Jeremy melihat piring Mi Nam yang masih kosong dan memberikan piringnya yang penuh makanan pada Mi Nam dan berkata " Go Mi Nam, jangan sakit. makanlah ini dulu" kata jeremy
"Jeremy, pria secara alamiah menyukai gadis cantik kan? Kau juga kan?" tanya Mi Nam
Jeremy masih memikirkan kebingungannya dan ia berkata dengan tegas "Tentu saja! Karena aku pria, aku hanya menyukai wanita yang benar2 cantik! Hanya wanita dengan wajah yang benar-benar cantik dan bertubuh indah? apa kau pikir aku suka pria seperti dirimu?"
"benar.. aku seorang pria" kata Mi Nam
"Go Mi Nam, kenapa kau lakukan ini padaku? (mereka berdua sepertinya ga nyambung ngomongnya karena Jeremy berpikir dia menyukai Mi Nam sedangkan Mi Nam hanya bertanya) Karena kesal Jeremy mengambil kembali piringnya dari Mi Nam dan memakannya (Jeremy barang yang sudah diberikan pantang diambil kembali)

Reporter Kim datang ke kantor management A.N dan bertanya pada fan apakah mereka melihat He Yi bersama Tae Kyung, tapi Sa Yu Ri (ketua kelompok fan A.N.JELL) melarang aak buahnya untuk berbicara dan berkata bahwa mereka akan menjaga kehidupan pribadi oppa mereka. Gadis-gadis itu sedang melihat foto-foto yang diambil saat Festival Asia dan reporter Kim juga ikut melihatnya dia melihat satu foto yang ada gambar Mi Nam yang menyamar jadi wanita dan merasa curiga bahwa ada gadis lain. Reporter Kim merebut foto2 mereka dan lari sambil berteriak, "Jadi ada gadis lain? Siapa dia?"


Saat makan siang, presiden Ahn mengumumkan bahwa Mi Nam akan mulai aktifitas baru. Sebelum A.N.JELL meluncurkan album ke-6nya, dan mereka akan mengeluarkan single album untuk Mi Nam, menampilkan satu lagu yang sempurna dari karya Tae Kyung.


Manager Ma dan Mi Nam berbicara dengan Tae Kyung
Manager Ma bertanya pada Tae Kyung " hei kau tau jika dia mengeluarkan album solo, dia harus mulai mempromosikannya? Bagaimana dia bisa melakukannya sendiri? Bukankah kau sepertinya bisa membantunya? Tae Kyung sebelum album keenam dikeluarkan Mi Nam (Mi Nam asli) akan kesini, dia akan datang, Tae Kyung ini bantuan terakhir yang aku minta, bertahan saja sampai nanti, aku akan memohon, tolong.
"Dalam situasi kacau yang disebabkan kalian berdua, aku sedang memikirkannya, kau bisa menyanyikan laguku?" tanya Tae Kyung pada Mi Nam
"aku..." kata Mi Nam
"jika kau bisa menyanyi..tinggal. Jika tidak, pergi saja" kata Tae Kyung

Mi Nam bertanya pada manager Ma "apa yang akan terjadi jika aku nyanyikan lagu itu?"
manager Ma mengajak Mi Nam melihat satu pertunjukan musik di tv dan mengatakan kalau Mi Nam akan jadi selebriti sesungguhnya dan Mi Nam merasa ragu akan kemampuannya.


Shin Woo datang menemui Mi Nam dan bertanya apa Mi Nam gugup dan dia menenangkan Mi Nam agar tidak cemas, mereka akan mendukung Mi Nam. Mi Nam masih ragu dan bertanya apakah orang-orang akan menyukainya. Shin Woo menjawab bahwa " aku akan selau bertepuk tangan, memuji dan tersenyum pada Mi Nam, bagus kan?" (Kang Shin Woo and Yoon Ji Hoo BBF sama-sama melakukan apapun untuk orang yang dicintai meski terluka diakhir, poor Shin Woo) " kau sangat ramah, seperti orang yang sudah membesarkan aku" kata Mi Nam

"apakah gereja Myungdong sangat jauh dari sini?" tanya Mi Nam
"Gereja Myung dong? tidak terlalu jauh, kau ingin aku membawamu?"tanya Shin Woo
"tidak usah, kau selalu menyenagkan jadi aku berterimakasih" jawab Mi Nam.


Manager Ma mengejar Tae Kyung yang hendak keluar dan berkata kalu dia akan berlutut. tapi tae Kyung tidak memperdulikannya. manager ma menerima sms dari Mi nam " Manager Ma, aku pergi menemui suster kepala, maafkan aku yang pergi tanpa memberitahumu" manager Ma lemas membacanya dia pun jatuh ketanah. Manager Ma salah kira, dia kira Mi Nam mau pergi selamanya padahal cuma pengen ketemu suster kepala, hehehe. Tae Kyung melihatnya dan bertanya ada apa. Manager Ma menjawab "Go Mi Nam pergi"

Didalam mobil Tae Kyung berkata "Go Mi Nam.. pergi, Go Mi Nam pergi seperti itu". Tae Kyung memutuskan untuk mencari Mi Nam.


Mi Nam sedang menunggu bis dia berpakaian seperti wanita dan rambutnya diekstention. Mi Nam mendapat telepon dari Tae Kyung 

"Hwang Tae Kyung-sshi" jawab Mi Nam
"Go Mi Nam, kau dimana?" tanya Tae Kyung
"Aku ada diterminal bis dekat kantor" jawab Mi Nam
"Kau jangan kemana-mana ya!" kata Tae Kyung mematikan teleponnya, Mi Nam terlihat bingung dan Tae Kyung terlihat kesal.


Tae Kyung menemukan Mi Nam dan menghampirinya.

"Hwang Tae Kyung-sshi" kata Mi Nam, Tae Kyung memperhatikan Mi Nam yang berpakaian perempuan.
"Kau akan pergi seperti ini?" tanya Tae Kyung
"Apa?" Mi Nam memperhatikan pakaiannya.
"tidak masalah denganku, jika kau pergi, tapi bagimana bisa kau pergi tanpa bilang apa-apa?" tanya Tae Kyung, Mi Nam agak bingung
"Apa kau mencoba tinggalkan padaku untuk menjelaskan pada presiden Ahn dan orang-orang." kata Tae Kyung
"Dan bagaimana dengan bibimu" tanya Tae Kyung lagi
"Setelah menjelaskan, setelah menyelesaikan semuanya, kau bisa pergi!" bentak Tae Kyung
"kau pikir kau bisa pergi dengan mengabaikannya, lalu menghilang?" bentak Tae Kyung lagi
"kau pikir aku akan membiarkanmu pergi seperti ini" kata Tae Kyung sembari mengambil tas Mi Nam. Tae Kyung menyuruh Mi Nam masuk kedalam mobilnya.


"Kakak, apa kau memberi aku tumpangan?" tanya Mi Nam. Tae Kyung mengerutkan dahinya.

Mi Nam menelepon Manager Ma dan menjelaskan bahwa dia hanya ingin menemui suster kepala, karena suster kepala ada di seoul.


Melihat Mi Nam berpakaian perempuan, Tae Kyung berkata,"Seperti bertemu denganmu untuk pertama kalinya. Untuk suatu alasan. Aku merasa harus berbicara sopan denganmu." Tae Kyung memanggil Mi Nam dengan sebutan nona Go Mi Nam, Mi Nam membenarkan, namanya Go Mi Nyu.

"Lalu Nona Go Mi Nyu memotong rambutnya untuk menjadi Tuan Mi Nam ?"
"Ya. Tapi saat ia menjadi pria, aku menjadi pria yang gaya." kata Mi Nam
"Tetap saja, kau pasti sedih harus memotong rambutmu. Bagaimanapun kau seorang gadis." balas Tae Kyung
"Biarpun rambutku pendek, aku tetap seorang gadis." jawab Mi Nam
Tae Kyung, berpikir sejenak "Tapi Go Mi Nam yang kutahu, kau masih seorang pria."
"Tapi sekarang rambutku sudah panjang dan aku mengenakan jepit rambut, biarpun aku tidak cantik, apa aku tidak seperti seorang gadis?" kata Mi Nam
"Apa kau berkeras bahwa kau terlihat seperti seorang gadis mengenakan jepit dengan rambut palsu?" kata Tae Kyung . Mi Nam kecewa dengan jawaban Tae Kyung, dan melepas jepit rambutnya. Apalagi saat jepit rambutnya juga patah. Tae Kyung sedikit merasa bersalah dengan kata-katanya.


Mereka sampai di Gereja, Tae Kyung berkata akan menjemput Mi Nam, Mi Nam minta waktu 2 jam untuk menemui Suster Kepala. Saat Mi Nam pergi, Tae Kyung melihat jepit rambut yang patah dan berkata, "Aku tidak mematahkannya, tapi aku merasa tidak enak sekarang."

Mi Nam tidak bisa mengatakan masalahnya pada Suster Kepala, Mi Nam hanya ingin dihibur.


Tae Kyung berjalan-jalan dengan mobilnya, dan ia berhenti di penjual jepit dan mencari jepit rambut. Tae Kyung tidak punya uang kecil, maka dia bayar jepit seharga 3000 won dengan uang 100rb won. Tae Kyung berkata, "Ini jepit seharga 100rb won." He Yi menelepon Tae Kyung, dia malas melayaninya dan menutup teleponya. Heyi menelepon lagi, sebelum Tae Kyung sempat menutupnya lagi, Heyi teriak, "Wanita itu! Ada foto yang lain dari wanita itu. Salah satu stafku mengambil fotonya saat kau lari dengannya."



Tae Kyung dengan terpaksa menemui He Yi didekat sungai. tae Kyung meminta He Yi menunjukkan gambarnya tapi He Yi malah memancing Tae Kyung dengan bertanya "siapa wanita itu? wajahnya nampak akrab, apa dia orang agency?"

"Aku bilang tunjukan padaku gambarnya!" kata Tae Kyung
"Apa dia selebriti? aku tahu prediden ahn akan bilang padaku jika aku tunjukkan itu padanya" kata He Yi
"Kau.. mau main-main denganku kan?" tanya Tae Kyung
He Yi tertawa dan menjawab " kau baru tahu sekarang?tidak ada gambar"
"Hei, jika aku ada gambar, apa kau pikir aku akan memanggilmu?" kata He Yi
"Aku akan segera mengirimnya kepada wartawan" lanjut He Yi
"Kelihatannya kau pikir kau begitu pintar dan terhormat, tapi kau lebih bodoh dari tampangmu itu kan" kata He Yi
"Di mana mobilmu?" tanya Tae Kyung
"Kenapa? kau akan melemparnya karena kau marah?" tanya He Yi
"Mobilku.. benar-benar jauh..."jawab He Yi
"Benarkah, kalau begitu baguslah" kata Tae Kyung senang
Tae Kyung mengambil sepatu He Yi dan melemparkanya ke sungai, He Yi berteriak marah dan melemparkan sepatu yang satunya kearah Tae Kyung tapi ga kena. Tae Kyung malah menendang sepatu He Yi ke sungai 
He Yi kesal dan menyebut Tae Kyung gila. Tae Kyung melihat jamnya dan berkata "aku akan terlambat karena dirinya!"

Mi Nam ditelepon oleh Tae Kyung yang mengatakan kalau dia akan terlambat menjemput Mi Nam."Tidak apa-apa jika kau terlambat, aku akan menunggumu disini" jawab Mi Nam
He Yi berjalan tapa alas kaki, dia menutupi wajahnya dengan tas. Karena marah kepada Tae Kyung, He Yi akan menelepon wartawan dan mengatakan kalau Mi Nam itu seorag wanita. Tapi saat Mi Nam akan menelepon dia kena timpuk bola basket
dan He Yi terjatuh dengan hidung berdarah.

Para pemuda yang sedang bermain basket mendekatinya dan bertanya keadaannya, tapi mereka terkejut saat tahu itu adalah Yoo He Yi.
Bukannya menolong He Yi mereka malah mengambil foto He Yi dengan hidug berdarah. he Yi meminta mereka untuk tidak mengambil gambarnya tapi meeka tidak mendengarnya. He Yi pun menangis.

Dan Tae Kyung datang menolong He Yi dengan jaketnya yang langsung digunakan untuk menutupi He Yi dan membawanya pergi dari situ.Mereka terus saja mengambil gambar mereka berdua.


He Yi ada di dalam mobil Tae Kyung dan terkejut saat tahu semua gambar He Yi dan Tae Kyung sudah ada diinternet.He Yi merasa malu dan ingin pensiun.

"Tapi kau.. kenapa kau melakukan itu?"tanya He Yi pada Tae Kyung
"Kau dan aku.. kita harus bersama-sama, mereka sudah mencurigai kita. kenapa kau membantuku" lanjut He Yi
"Karena aku tahu bagaimana rasanya diambil foto secara salah, sebagai teman, aku hanya membantumu saja" jawab Tae Kyung.
"Terima kasih" kata He Yi
Tae Kyung menyuruh He Yi untuk menunggu di mobilnya saja sampai managernya datang karena Tae Kyung harus pergi. He Yi menyuruh Tae Kyung keluar dari mobil karena dia ingin meniup hidung
He Yi menjawab telepon Tae Kyung yang ternyata dari Mi Nam
"Hyung-nim, ini Go Mi Nam, aku sedang menunggumu, berapa lama lagi?" tanya Mi Nam
"Oppa tidak bisa pergi sekarang, berhenti menunggunya" jawab He Yi yang langsung mematikan telepon
Mi Nam terdiam mendengarnya. Mi Nam pasti cemburu, hehehe
Tae Kyung melihat jamnya dan menyuruh He Yi keluar tapi He Yi tak mau. tae Kyung melihat jamnya lagi.

Agensi menerima banyak telepon masuk yang menanyakan tentang foto Tae Kyung dan He Yi di internet. Manajemen membantah rumor itu dan manager Ma berkata bahwa " Mereka hanya kakak-adik" (alasan yang klise, hehehe)
Jeremy dan Shin Woo juga sudah melihat berita Tae Kyug diinternat dan Shin Woo berkata "Kupikir Mi Nam bersama Tae Kyung, kalau begtu bagaimana dengan Go Mi Nam?"

Mi Nam masih menunggu Tae Kyung da akhirnya dia memutuskan untuk pergi berbelanja pakaian.Mi Nam mengunjungi toko kosmetik, Mi Nam menerima telepon dari Shin Woo, dia menawarkan untuk menjemput Mi Nam
tapi Mi Nam menolak padahal Shin Woo juga ada disitu. Shin Woo menyamar dengan mengenakan topi fedora dan kaca mata keren banget menurutku.
Shin Woo mengikuti Mi Nam dari belakang.
"Apa kau sudah makan?"tanya Shin Woo
"Belum" jawab Mi Nam
"Selagi kau ada di Myungdong kau harus makan kalguksoo"
Shin Woo menyusul Mi Nam dan duduk dibelakangnya, dia juga memesan kalguksoo

Setelah makan kakguksoo, Mi Nam bilang ingin makan es krim.
"Ss krim? belok ke kanan?" kata Shin Woo
"Iya, benar" kata Mi Nam
Mi Nam masuk ke toko es krim, pelayan memberikan Mi Nam satu porsi es krim berbentuk lucu, tapi Mi Nam merasa dia tidak memesannya pelayan itu bilang kalau itu gratis, padahal Shin Woo yang beliin, hehehe
Setelah makan es krim Shin Woo menelepon lagi
"aku dapat es krim gratis!" kata Mi Nam
"benarkah, aku belum pernah dapat es krim gratis sebelumnya, kau sangat beruntung" kata Shin Woo sok ga tahu.
"Ah,Shin Woo-Hyung aku harus beli beberapa pakaian, kau tahu dimana aku bisa dapatkan beberapa pakaian keran yang murah?"tanya Mi Nam
"seberapa murah?" tanya Shin Woo
Mi Nam memilih beberapa baju pria, dia agak sungkan untuk mencobanya karena dia sedang berpakaian seperti wanita.
"aku bisa beli semua pakaian yang bagus dengan harga semurah itu?"tanya Mi Nam pada kasir
"Sedang ada sale besar-besaran. kau beruntung" jawab si kasir
Shin Woo datang ke kasir dan membayar kekurangannya

Shin Woo menelepon Mi Nam lagi
"Go Mi Nam, ada yang ingin aku beritahukan padamu.apa tidak apa-apa jika aku sedikit mengejutkanmu?" tanya Shin Woo
"Apa yang ingin kau beritahukan?" kata Mi Nam.
"Berbaliklah" kata Shin Woo menutup teleponya
Shin Woo ada dihadapan Mi Nam tapi dia tidak melihatnya karena banyak orang yang lalu-lalang. HP Mi Nam berdering ternyata itu dari Tae Kyung dan Mi Nam membalikan badannya lalu pergi karena Tae Kyung sudah menjemputnya.
Shin Woo terdiam kecewa dan berkata "kau sudah sangat dekat.Jika kau berjalan satu langkah lagi..."


Mi Nam menemui Tae Kyung dan menuju mobilnya untuk ganti baju, tapi Tae Kyung menghentikannya dengan barkata "Bagaimana jika pulang seperti itu?, bagaimana jika kau katakan semuanya pada presiden Ahn" kata Tae Kyung

"Aku akan membantumu" lanjut Tae Kyung.
"Mengapa kau menerimaku masuk sebagai anggota grup?" tanya Mi Nam
"aku suka suaramu sama seperti kata presiden Ahn, suara yang sudah lama kucari, yang paling tepat untuk lagu baruku" jawab Tae Kyung
Mi Nam meminta Tae Kyung mempercayakan lagu itu padanya, karena suaranya tidak palsu dan dia berjanji akan berkerja keras. Mi Nam masuk kedalam mobil untuk berganti pakaian lagi dan menjadi tuan Mi Nam. Mereka akhirnya pulang ke asrama.


Sementara itu, He Yi merasa ada yang aneh dengan perasaannya. "Jika aku mencelakainya, Tae Kyung juga akan terluka." He Yi sepertinya mulai suka Tae Kyung setelah dia tolong tadi. He Yi memutuskan untuk membiarkan semuanya kali ini. Tapi He Yi juga melihat ada kesempatan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, lalu menuju kantor A.N.JELL untuk mengembalikan jaket Tae Kyung. (He Yi tahu keadaan nih). He Yi tiba di kantor A.N.JELL dan langsung diserbu wartawan yang hendak memotretnya.


Tae Kyung dan Mi Nam masih dijalan menuju kantor A.N.JELL

Tae Kyung bertanya pada Mi Nam apa dia menemukan sesuatu ditasnya, Mi Nam menemukan jepit rambut saat Tae Kyung akan menjelaskan, Mi Nam malah bertanya "apa ini milik He Yi?"
Tae Kyung kesal mendengarnya. Mi Nam berkata dia tahu mereka tadi bersama He Yi juga menjawab teleponnya. Tae Kyung marah dan bekata "itu bukan miliknya, itu milikmu!"
"Kau terlihat terpukul saat jepit rambutmu patah, jadi aku membelinya tadi" kata Tae Kyung bangga
"ini.. benar-benar milikku?" tanya Mi Nam terharu
"mengapa kau hanya melihatnya?" lanjut Tae Kyung
"karena aku seorang laki-laki sekarang. jepit ini tidak akan sesuai sekarang. jika aku sudah menjadi gadis dan rambutku sudah panjang lagi, aku akan memakainya." kata Mi Nam
Tae Kyung mengingatkan Mi Nam "sekali lagi kau kembali mejadi seorang wanita, bukankah kau harus pergi?"
"Sebagai seorang wanita, aku tidak punya alasan untuk menemuimu, kan?" tanya Mi Nam sedih
"Itu seharga 100000 won" kata Tae Kyung
"100000 won?"Mi Nam membalik jepitannya dan melihat label harga 3000 won
"hyung-nim, kau tak usah berbohong" kata Mi Nam
"ini cuma 3000 won?" ledek Mi Nam
"aku membelinya seharga 100000won" kata Tae Kyung ga mau kalah.
"hyung-nim, aku masih suka walau hanya 3000 won"
"aku bilang, aku membelinya seharga 100000 won" Tae Kyung masih ga mau kalah (padahal tae kyung beneran beli 100000won, Mi Nam tetp ga percaya juga..) Dan akhirnya mereka ribut gara-gara harga jepitan.


Tae Kyung mendapat telepon dari presiden Ahn yang memberitahukan kalau Yoo He Yi ada di kantor. Presiden Ahn Minta Tae Kyung datang unuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Tae Kyung dan Mi Nam tiba dikantor, mereka lewat pintu belakang untuk menghindari wartawan. Tae Kyung menemui He Yi dan marah saat tahu He Yi datang ke sini hanya untuk mengembalikan jaketnya


"Orang tidak akan mempercayai kita jika kita berkata itu tidak benar, maka apa kau mau membuatnya menjadi benar?" kata He Yi.

"Tidak, aku tidak ingin berkata kita berkencan. Ini konyol. Jika aku pergi keluar dan mengumumkan bahwa ini tidak benar, kau akan malu datang ke sini. Jadi kau pergi saja dan jelaskan bahwa tidak ada apa-apa." kata Tae Kyung menolak

Heyi marah dan terluka berkata, "Ini semua karena kau!" He Yi mengingatkan bahwa dia tahu siapa wanita itu. Tae Kyung tidak sabar dengan ancaman He Yi dan berkata agar He Yi berhenti main-main dengannya. Tae Kyung pergi dan He Yi mengirim foto Mi Nam pada Tae Kyung dan berkata, "Aku sudah bilang aku tahu siapa dia. Lihat, aku tidak bercanda."


Tae Kyung sadar bahwa He Yi tahu bahwa Mi Nam adalah gadis lain itu. Heyi keluar untuk mengumumkannya pada reporter. Tae Kyung harus segera mengambil keputusan bagaimana menyelesaikan ini. Tae Kyung menatap Mi Nam dan tanya, "Go Mi Nam, aku mau tanya lagi. Apa kau harus tetap tinggal? sebagai seorang pria, dan sebagai Go Mi Nam?" Mi Nam mengangguk mantap.


Tae Kyung pergi , dia berlari menyusul He Yi dan menahan tangannya, HeYi hampir sampai di lobby. Mereka berdiri di tangga. He Yi marah dan memutuskan untuk mengekspos Mi Nam, "Apa kau kira, kau bisa menutup mulutku? Lepaskan aku!" Heyi mencoba menarik tangannya dari cengkeraman Tae Kyung, lalu Tae Kyung melakukan yang bisa ia lakukan untuk menghentikan He Yii, ia menariknya dan mencium He Yi didepan wartawan yang langsung meliput kejadian itu dan menghujani mereka dengan kilatan lampu kamera. (well, aku tahu Tae Kyung tidak benar-benar melakukan itu dan ini betuk pengorbanan Tae Kyung untuk Mi Nam, mereka (Tae Kyung - Mi Nam) akan mulai saling jatuh cinta)

Mi Nam melihat kejadian itu dari atas dan merasa hatinya sakit (terbakar api cemburu). Mi Nam berkata dalam hatinya "suster kepala, apa sengat listrik bisa begitu menyakitkan?"
“Aku tak ingin melihat kejadian seperti ini, Aku harus berbalik pergi tapi kenapa badan ini tak mendengarkan. Bagaimana ini?” kata Min-nam saat melihat Tae-kyung berciuman dangan Yoo He-yi dihadapan para wartawan. Lalu tiba-tiba Shin-woo datang dan membalik badan Mi-nam. Mi-nam kaget melihat Shin-woo, Shin-woo melihat Tae-kyung dan Yoo He-yi maasih ciuman (lamanya..). “Ayo” ajak Shin-woo sambil menggandeng tangan Mi-nam pergi dari sana.
Beberapa saat kemudian Yoo He-yi marah-marah kepada Tae-kyung. Ia menganggap Tae-kyung adalah seorang penipu, tapi Tae-kyung tenang-tenang saja. Yoo He-yi benar-benar kesal ia mau memukul Tae-kyung dengan tasnya, Tae-kyung menatapnya tajam. Akhirnya Yoo He-yi tak jadi memukul Tae-kyung tapi malah menginjak-nginjak tasnya itu.
“Bukankah ide kamu mau berpura-pura pacaran? Saya hanya menerima ide kamu saja” kata Tae-kyung tenang.
“Berpura-pura pacaran?” kata Yoo He-yi.
“Ya, sama seperti tadi saat berpura-pura berciuman” kata Tae-kyung.


Flashback.
Tae-kyung memegang kepala Yoo He-yi.
“Lepaskan aku” kata Yoo He-yi mencoba memberontak
“Jangan bergerak. Jika tidak hati-hati ciuman ini bisa dipotret dengan sangat jelek. Apa foto saat kau mengeluarkan darah dari hidung apa masih tak cukup memalukanmu?” kata Tae-kyung.
“Apa kau ingin membungkamku seperti ini?” kata Yoo He-yi
"Aku hanya ingin menerima ide darimu melewati langkah ini” kata Tae-kyung. Yoo He-yi masih memberontak. “Jangan khawatir, saya pasti tidak akan terpengaruh” kata Tae-kyung lagi.
Flashback END...

“Benarkah tak akan terpengaruh?” kata Yoo He-yi.
Tae-kyung tersenyum kemudian berkata “Apa kau mengharapkan saya benar-benar menciummu atau bagaimana?”
Yoo He-yi berpikir sebentar, kemudian ia tertawa dan berkata kalau ia hanya bercanda dan tentu saja ia tak menginginkannya(tapi sambil marah-marah).
“Benar-benar menakutkan” kata Tae-kyung.
Yoo He-yi menenangkan dirinya kemudian ia berbicara lagi dan berkata walaupun Tae-kyung yang memulai, tapi ia ingin yang mengakhiri permainan ini. Ia berhahap Tae-kyung diam saja sampai akhir, sampai ia menendangnya jadi pacarnya (hayo siapa yang mau nangkap ngacung..). Yoo He-yi juga mengancam agar Tae-kyung jangan membicarakan permasalahan diantara mereka tadi kepada orang lain, atau ia akan membongkar identitas Mi-nam. “Jadi lain hari kamu harus berpura-pura baik pada saya” kata Yoo He-yi lagi. Tae-kyung setuju dengan menyindir bahwa berpura-pura baik adalah keahlian Yoo He-yi jadi lain kali ia lah yang akan minta ajar sama Yoo He-yi. Yoo He-yi lalu minta diantar pulang (Huh banyak maunya nih ce..). Tae-kyung kaget dan hanya memandangnya tajam. “Aku sangat terkejut dengan kejadian tadi jadi seharunya ada teman lelaki yang mengantarku pulang” kata He-yi sok lembut. Tae-kyung dengan dingin menolaknya dan berkata kalau ia lelah dan minta Yoo He-yi berpura-pura sendiri saja. Tae-kyung pergi, Yoo He-yi mencoba mencegahnya tapi tak berhasil gara-gara sepatunya nyangkut sama tasnya tadi. Yoo He-yi kemudian duduk dan bergumam “Huang Tae-kyung kepala besar! Saya bukan hanya ingin berpura-pura saja tapi saya mau serius (jadi pacar kamu red.)”.

Shin-woo menghibur Mi-nam dengan membawakannya minuman di atap gedung. Shin-woo tanya apa Mi-nam tekejut karena melihat Huang Tae-kyung tadi. Mi-nam mencoba mengelak, tapi shin-woo keburu berkata”Pasti tekejut? Saya juga sangat terkejut. Seluruh penggemar Tae-kyung di negara ini pasti juga sedih. Lihat mereka!” kata Shin-woo sambil menoleh melihat para fans Tae-kyung yang menunggu diluar studio sambil menangis.


“Mereka sepertinya juga sangat sedih” kata Mi-nam.
"Karena mereka adalah penggemar yang mencintai dan menghormati Tae-kyung . tentu mereka akan sedih” kata Shin-woo.
“Penggemar?” kata Mi-nam.
"Bener Penggemar. Tae-kyung adalah artis, jadi perasaan terkejut karena Tae-kyung mempunyai kekasih adalah sesuatu yang tak mengejutkan lagi juga tak dapat berkata apa-apa lagi” kata Shin-woo.
"Benar. Dia begitu banyak penggemar. Aku hanya salah satu diantara mereka” kata Mi-nam sedih.
“Benar tidak ada hal yang mengejutkan jika kamu sekarang sedih karena Tae-kyung. Karena kamu adalah salah satu penggemar diantara ratusan ribu orang penggemar” kata Shin-woo lagi.
Mi-nam menoleh kearah para fans dan didalam hatinya ia berkata “Rupanya aku adalah penggemar”.
Para Fans mencoba menguatkan hati dan menerima berita tentang Tae-kyung yang sudah mempunyai kekasih. Mereka lalu memberi ssemangat dan berdoa untuk Tae-kyung (meski sambil menangis.. wah kalau oppa sukkie beneran udah punya pacar gimana para belut-belut ya...pada nangis g ya..).
Mi-nam lalu berkata pada Shin-woo bahwa ia ingin seperti penggemar-penggemar itu mendoakan Tae-kyung (meski terpaksa), Shin-woo tersenyum melihatnya.

Di mess Tae-kyung yang baru saja pulang mendapat pesta kejutan dari yang lainnya. Mereka memberi selamat karena akhirnya Tae-kyung punya pacar. Mereka bernyanyi dengan penuh kegembiraan (kecuali Mi-nam), tapi Tae-kyung memandang kesal mereka. Semua orang terkejut dan berhenti bernyanyi. Tae-kyung tanpa bicara apapun langsung pergi kekamarnya, bibi Mi-ja berkata mungkin Tae-kyung malu makanya langsung pergi. Jeremy lalu tanya bagaiman dengan pestanya jika tanpa Tae-kung. Bibi Mi-ja tetap ingin melanjutkan pestanya karena ia telah membuat banyak makanan. Mi-nam tampak sedih dan Shin-woo memperhatikannya.

Didalam kamarnya Tae-kyung ngomel-ngomel “Go Mi-nam, kamu begitu terjepitkah hingga ikut membuat pesta? Benar-benar.. ini semua karena siapa? Baik, kamu tidak tahu keadaannya hingga bisa berbuat beginikan?”.

Semua orang (kecuali Tae-kyung) makan dan minum bersama. Bibi Mi-ja meberikan Mi-nam banyak minuman hingga ia mabuk. Melihat Mi-nam sudah tak sanggup lagi minum, Jeremy datang menggantikannya minum bersama bibi Mi-ja. Mi-nam terhuyung-huyung bejalan keluar, Shin-woo memperhatikannya. Manager Ma juga sedih, ia merasa Yoo He-yi mempermainkan hati Mi-nam. Jeremy dan bibi Mi-nam kaget mengdengar.
“Datang sendiri dan berkata kalau ia adalah penggemar Mi-nam namun rupanya semua hanya demi menyembunyian hubungannya dengan Tae-kyung” kata Manager Ma kesal.
“Kalau begitu bisa dikatakan Yoo He-yi memperalat Mi-nam, benarkah?” kata bibi Mi-ja.
Manager Ma membenarkan dan hal inilah yang membuat Mi-nam dan dirinya sangat kecewa. Bibi Mi-nam lalu ikut kesal pada Yoo He-yi, Jeremy baru tahu Mi-nam kecewa karena Yoo He-yi.

Mi-nam diluar mencoba menyegarkan dirinya kembali, tapi tiba-tiba Jeremy datang dan bertanya.
"Kamu apakah menyukai orang itu?” (masudnya Yoo He-yi)
"Apa?” kata Mi-nam bingung.
"Kamu kecewa apakah karena menyukai orang itu” ulang Jeremy.
"Saya hanya penggemar saja, tidak ada yang lain” kata Mi-nam (Mi-nam pikir Taae-kyung yang dimaksud Jeremmy)
"Menyukai seseorang tidaklah salah. Ambillah!” kata Jeremy sambil menyodorkan sebuah buku kepada Mi-nam.
"Ini adalah buku yang paling aku sukai. Orang yang tidak ada cinta pun akan merasa bersalah. Jadi mencintai seseorang tidak peduli dia siapa. Itu tidaklah salah” lanjut Jeremy.
"Apakah benar tidak termasuk bersalah?” tanya Mi-nam ragu.
“Ya, menyukai seseorang apa salahnya?” kata Jeremy lagi.
“Jeremy, terimakasih kamu menghiburku” kata Mi-nam.
Mi-nam pergi masuk, Jeremy melihatnya dan bergumam “Go Mi-nam, rupanya kamu benar-benar menyukai Yoo He-yi. Saya juga tehadap kamu...”, Jeremy tak sanggup meneruskan kata-katanya (dia pikir dia gay... hehehe).


Hari sudah larut, Tae-kyung keluar mencari Mi-nam karena walaupun pesta telas usai Mi-nam juga tak kembali kekamar. Tae-kyung mencari lantai bawah tapi tak ada orang. Ia kemudian mencari di ruang musik. Tae-kyung melihat seluruh ruangan tapi tak ada apa-apa. Saat melihat kebawah piano ia melihat sesuatu. Tae-kyung mendekatinya ternyata Mi-nam tidur disana sambil membawa bukunya Jeremy. Tae-kyung berpikir sebentar, kemudian ia menginjak kaki Mi-nam. Mi-nam kaget dan langsung terbangun tapi sayang kepalanya malah terkantuk piano (Lha salah siapa tidur dibawah piano...). Mi-nam menengok keluar. Tae-kyung tanya Mi-nam sedang buat apa dibawah sana. Tapi Mi-nam malah menyuruh Tae-kyung diam karena ia sedang diam-diam mencari jawaban apakah ia salah atau tidak (karena mencintai Tae-kyung). Tae-kyung bingung ia tanya apa Mi-nam telah membuat kesalahan lagi hingga berbuat seperti itu.
"Benar, aku telah membuat satu kesalahan” kata Mi-nam
“Jadi karean takut dimarahi makanya kamu tak masuk kamar dan terus bersembunyi disini?” kata Tae-kyung. Mi-nam hanya mengedip-ngedipkan matanya.
“Jika kamu ingin mendapatkan maaf, keluar dulu baru kataan lagi” kata Tae-kyung.
Mi-nam menggeleng keras dan berkata “Tidak, aku tak bisa keluar”.
“Kamu membuat masalah besarkah?” Kata Tae-kyung tak percaya. Ia kemudian menyeret Mi-nam keluar, tapi Mi-nam menolak dengan berpegang pada kaki piano hingga Tae-kyung kesulitan menariknya.


Tae-kyung lalu menggunakan cara lain, ia memainkan pianonya dengan asal hingga membuat telinga Mi-nam kesakitan. Tapi Mi-nam tak bergerak keluar, dan tetap bertahan dibawah piano.
“Go Mi-nam, kamu minum arak lagi kah? Makanya kamu jadi gila seperti ini. Kamu... lagu yang kamu mau nyanyikan sudah pernah mendengarnyakan?” kata Tae-kyung.
“Lagu yang kakak buat pasti bagus” kata Mi-nam sedikit mabuk.
“Kakak saya adalah penggemar kamu” kata Mi-nam lagi.
“Aku tak memerlukan penggemar seperti kamu” kata Tae-yung.
“Tidak perlukah? Aku harus menjadi penggemar baru bisa.... ” kata Mi-nam sedih.
"Karena adalah penggemar, jadi sedih juga tidak apa-apa dan juga bisa mendoakanmu. Kakak biarkan aku menjadi penggemarmu saja!” kata Mi-nam lagi.
"Kamu bukan penggemar. Kamu adalah orang yang mau menyanyikan lagu saya. Jadi kamu bersemangatlah dan dengarkan baik-baik” kata Tae-kyung.
Tae-kyung kemudian memainkan lagunya dengan piano. Mi-nam mendenngarkannya dari bawah piano dan bergumam “Lagu ini adalah lagu yang terus mengantarkan aku sampai kesini” (Without words a.k.a maldo eopsi). Mi-nam trus mendengarkannya lagu itu dari bawah piano.

Sementara itu Shin-woo sepertinya sudah tahu bahwa Mi-nam sedih bukan karean Yoo He-yi tapi karena Tae-kyung. Ia memandangi sepatu yang mau ia berikan pada Mi-nam. Jeremy pun juga demikian ia menenangkan hatinya bersama Jolie, ia patah hati karena Mi-nam menyukai Yoo He-yi. (Wah ruwet banget sih...)

Kembali keruang Musik, Tae-kyung baru sadar Mi-nam tak keluar juga hingga lagunya selesai. Ia melihat kebawah piano ternyata Mi-nam tertidur disana. Tae-kyung kemudian bergumam “Kehidupanku selalu dilihat Go Mi-nam. Pertama-tama tidak seharunya aku tahu dia adalah wanita”. Tae-kyung kemudain memandangi Mi-nam tidur.

Keesokan harinya Mi-nam melakukan rekaman (Wihout words). Tapi pengarah dan president Ahn merasa kurang ada perasaan dalam menynyikannya. Mi-nam minta maaf. President Ahn menjelaskan seharusnya ada perasan seperti saat orang jatuh cinta. “Apakah kau ta pernah berpacaran?” tanya presiden Ahn. Presiden Ahn kemudian minta Mi-nam istirahat dulu agar mengerti apa yang ia maksud.

Saat istrahat manager Ma mencoba menyemangati Mi-nam. Ia mencoba menjelaskan bahwa lagu yang Mi-nam bawakan adalah lagu percintaan antara pria dan wanita. “Sangat ingin melihat, sangat ingin merindukan tapi tak dapat menampilkan perasaan itu sehingga seperti ada perasaan yang akan meledak. Kau sepertinya tak mengerti perasaan seperti ini. Ahh, kau dalah seorang suster jadi belum pernah merasakannya”. Mi-nam juga bingung harus bagaimana. Manager Ma menyuruh Mi-nam pergi ke makam ayahnya dulu bersama bibi Mi-ja. Ia berpikir mungkin setelah dari sana Mi-nam bisa mengganti perasaan cinta laki-laki-wanita itu dengan perasaan cinta terhadap orang tua. Mi-nam setuju. Manager Ma mengomel karena Tae-kyung pencipta lagunya tak datang pada waktu rekaman untuk memberi arahan tapi malah sibuk dengan gosip. Mi-na hanya bisa mengheala nafas.

Gosip Tae-kyung dengan Yoo He-yi telah menjadai headline seluruh surat kabar. Film Yoo He-yi juga telah keluar dan A.N.Jell menjadi tamu VIP disana. Tentu saj wartawan disana tidak menanyakan tentang filmnya tapi malah menanyakan hubungan Tae-kyung dengan Yoo He-yi. Tae-kyung mulai kesal karena Yoo He-yi mulai menyuruh-nyuruh seenaknya agar ia datang keacara-acaranya.


Manager Ma minta ijin kepada Tae-kyung agar ia bisa mengantar Mi-nam mengunjungi makam ayahnya karean bibi Mi-ja telah pergi duluan kesana. Tae-kyung memikirkan sesuatu. Mi-nam pamit pada Shin-woo, Shin-woo berkata kalau ia ingin ikut lain kali. Mi-nam kaget Shin-woo mau ikut, Shin-woo mendekati Mi-nam dan berkata kalau ia ingin menangkap anjing bersama Mi-nam. Mi-nam baru mengerti.


Acara premier film telah selesai. Mobil Tae-kyung datang menjemput Yoo He-yi. Yoo He-yi dengan sombong berkata pada asistennya bahwa ia akan pulang bersama Tae-yung. Semua orang tak percaya melihatnya, tapi saat Yoo He-yi masuk ternyata yang mengendari bukan Tae-kyung tapi manager Ma (hihihi..). Yoo He-yi kaget tapi ia harus pura-pura lembut sambil menahan kesal, manager Ma sih senang-sang saja bisa mengantarkan Yoo He-yi kemana saja.

Tae-kyung mengantar Mi-nam kedesa. Yoo He-yi terus menelpon Tae-kyung tapi tak diangkat. Mi-nam bingung melihat Tae-kyung mengantarkannya dan tak mau menjawab telepon. Tae-kyung berkata kalau ia sedang menyetir jadi sangat berbahaya kalau ia menjawab telepon itu. Mi-nam lalu merasa tidak enak karena ia akan menginap dan sampai besok disana. Jadi akan sangat menyusahkan Tae-kyung kalau ia harus mengarkannya kesana kemudian langsung pulang. Tae-yung berkata kalau ia juga akan ikut menginap disana. Mi-nam bingung dan berkata bukankah Tae-kyung sibuk tapi kenapa malah pergi bersamanya. Tae-yung tak mau menjawab dan mengalihkan pembicaraan dengan memarahi Mi-nam karena proses rekaman yang gagal. Mi-nam kaget Tae-kyung sudah tahu. Tae-kyung merasa Mi-nam benar-benar membuatnya tambah sibuk. Mi-nam minta maaf. Telepon Tae-kyung terus berbunyi, Tae-kyung kesal. Mi-nam akhirnya tahu kalau Tae-kyung mengantarkannya cuma untuk menghindar dari Yoo He-yi saja.

Tae-kyung dan Mi-nam berhenti sebentar untuk istirahat. Mi-nam membelikan soda untuk Tae-kyung. Tae-kyung merasa senang karena bisa istirahat dengan pemandangan dan ketenangan yang ada didesa. Mi-nam berata ia tadi berlari kesana karena tahu Tae-kyung sibuk. Tae-kyung minta Mi-nam jangan mencampuri jadwal yang ia buat. Tae-kyung membua kaleng sodan dan muncratlah soda itu keluar. Tae-kyung kesal, Mi-nam minta maaf karena tadi ia berlari makanya sodanya jadi terkocok. Tae-kyung kesal karena dirinya hampir saja lupa kalau Mi-nam itu pembwa masalah. Mi-nam ketakutan ia berjanji akan membersihan baju Tae-kyung begitu sampai di desa. Tae-kyung tak mau, ia tak bisa mengenakan baju kotor sampai mereka tiba didesa nanti. Mi-nam lalu mendapat ide.

Ohh ternyata Tae-kyung harus berganti baju dengan bajunya manager Ma. Tae-kyung merasa ada yang aneh, Mi-nam menyakinkan bahwa meski baju manager agak kekecilan tapi itu adalah baju. Tae-yung tetap merasa aneh, Mi-nam menyainkan kalau Tae-kyung tetap ganteng memakai itu (wkwk belut-belut pasti setuju sukkie pake apa aja tetep ganteng).

Di desa bibi Mi-ja mengumpulkan orang-orang (sudah tua-tua) dan berkata kalau keponakannya yang artis akan dtang kedesa itu. Semua orang senang mendengarnya tapi merea tanya seberapa terenalkan keponaknnya itu. Bibi Mi-ja berata pokoknya jika sekali melihatnya akan langsung terpesona.

Tae-yung dan Mi-nam melanjutkan perjalanan. Mi-nam berkata kalau ia beru pertama ali datang kedesa yahnya dan ternyata pemandangannya cukup lumayan. Tae-kyung tanya seberapa banyak Mi-nam tahu tentang ayahnya. Mi-nam berata kalau ia hanya tahu bahwa ayahnya adalh penulis lagu dan ibunya adalah artis. Tae-kyung baru tahu kenapa suara Mi-nam cukup lumayan saat bernyanyi. Di belakang mereka ternyata ada mobil Mo Hwa-ran yang juga menuju desa itu. Mo Hwan menyuruh sopirnya menyalip saja mobil Tae-kyung. Tae-kyung kesal melihatnya.

Para warga telah berkumpul dijalanan desa. Mobil Mi-nam datang, tapi bibi Mi-ja berkata pada warga kalau mobil artis itu sagat besar jadi tak mungkin mobil itu. Mobil Mi-nam berhenti, bibi Mi-nam merasa ada yang aneh. Mi-nam keluar dan menyapa bibinya. Para warga kecewa mereka merasa Mi-nam bukan artis karena ia mengenakan pakaina biasa dan mobilnya juga biasa. Mi-nam berkata kalau Tae-kyung juga datang. Bibi Mi-ja sudah senang karean mengira Tae-kyung pasti berpenampilan seperti artis. Tae-kyung keluar dengan style manager Ma. Bibi Mi-ja syok, para warga tanya mana artisnya. Bibi Mi-ja berkata kalau merkea benar-benar artis, tapi para warga sudah tak percaya dan membubaran diri. Bibi Mi-nam kecewa Mi-nam datang tidak menggunkan mobilnya dan Tae-kyung berpakaian biasa. Mi-nam berkata baju Tae-yung kena soda saat dalam perjalanan. Tapi bibi Mi-ja terlalu kecewa dan malu, ia masuk duluan meninggalkan mereka. Para nenek mendekati mereka (mungkin masih sodaranya Mi-nam kali ya..) dan tanya apa mereka benar-benar artis. Mi-nam membenarkannya. Salah seorang nenek berkata kalau ia pernah melihat Tae-kyung tapi ia sudah lupa dimana. Mereka masih ragu sehingga tanya lagi apa mereka pernah masuk tv. Mi-nam mebenarkanya lagi. Nenek titu tak percaya, dan berkata kalau bibi Mi-ja itu adalah seorang pembohong. Tae-kyung bingung melihatnya, Mi-nam menjelaskan mungkin karena mereka sudah nenek-nenek jadi tidak mengenali mereka. Tae-kyuung berkata kalau itu tidak apa-apa dan malah membuatnya jadi leluasa.


Mo Hwa-ran datang kemakam ayah Mi-nam, ia menyuruh asistennya agar memperkerjakan orang membersihkan makam itu secara berkala. Setelah bersih Mo Hwa-ran melakukan upacara dan berkata kalau ia akan menyanyikan lagi lagu yang ayah Mi-nam ciptakan untuknya. Ia berharap ayah Mi-nam senag mendengar berita itu di alam sana.


Tae-kyung mengantar Mi-nam dan bibi Mi-ja kepemakaman ayah Mi-nam. Ia melihat mobil yang menyalipnya tadi. Bibi Mi-ja minta Tae-kyung menunggu mereka, Mi-nam berkata kalau ia kan segera kembali.

Mi-nam dan bibi Mi-ja berpapasan dengan Mo Hwa-ran yang telah selesai berziarah. Tapi bibi Mi-nam tak mengenalinya, dan Mi-nam pun tak memperhatikannya dengan jelas. Tae-kyung keluar melihat keadaan sekitar.


Mi-nam diperjalan menuju mkam bertanya pada bibinya apa ayahnya tidak memiliki teman didesa itu. Bibi Mi-nam berkata kalau ayah Mi-nam itu sejak mudah sudah pergi dari desa untukmengejar cita-citanya menjadi penulis lagu. Baru setelah akan meninggal ayah Mi-nam membawa akan-anaknya kepadanya. Bahkan bibi Mi-nam berkata kalau ia sama sekali tak tahu ibu meraka itu siapa, bagaiman ia melahirkan mereka, dan kapan ia meninggal. Minam tanya bukankah ibunya itu seorang artis.
“Apa tidak ada orang disekitar ayah yang kenal?” tanya Mi-nam lagi.
“Mungkin ada tapi tak ada yang bisa dihubungi” kata Bibi Mi-ja. Mi-nam sedikit kecewa.
Saat mereka sampai di makam ayah Mi-nam, mereka terkejut karana disana telah ada karangan bunga. “Apa mungkin orang itu” gumam Mi-nam sambil membayangkan sosok yang baru saja ia lihat tadi. Mi-nam menyerahkan karangan bunga yang ia bawa kepada bibinya dan segera berlari mengejar orang itu. Mi-nam berlari sekuat tenaga, ia juga mencoba menghungi Tae-kyung, tapi hp Tae-kyung ada didalam mobil dan ia sedang mendengarkan lagu lewat earphone. Mi-nam telah sampai dikaki bukit tapi sayang mobil Mo Hwa-ran keburu pergi. Mi-nam mencoba mencari Tae-kyung dimobil tapi tak ada.

Ternyata Tae-kyung pergi kesebuah padang ilalang. Disana sambil menikmati musik ia bergaya seperti sedang melakukan pengambilan gambar video klip. Tae-kyung melihat seorang kakaek melambai kepadanya. “Apa karena ini didesa? Makanya terhadap orang asingpun juga menyapa” gumam Tae-kyung dalam hati. Tae-kyung balas melambaikan tanganya (HAHA...). Kakek itu tetap melambaikan tangannya dan menujuk ke suatu arah. Tae-kyung menoleh kearah itu dan tenyata (deng.. .deng..) ada seekor babi yang sedang berlari menuju kearahnya. Tae-kyung bingung dalam hati ia bergumam “Wartawan pun tak ada yang mengejar sampai kesini, tapi kenapa babi malah mengejar kesini?”. Tae-kyung melepaskan earphonenya dan mendengar terikan kakek tadi yang ternyata menyuruhnya menghindar dari babi itu. “Lari!lari! bahaya!” teriak kakek itu. Tae-kyung segera kabur lari tapi babi itu tetap mengejarnya (haha..).



Beberapa saat kemudian didesa sudah terdengar pengumuman kalau Tae-kyung hilang. Bibi Mi-ja dan Mi-nam cemas sekali karena Tae-yung belum juga kembali/ditemukan. Bibi Mi-ja memberitahu Mi-nam kalau babinya sudah pulang kerumahnya. Salah satu nenek berkata bahwa babi bisa pulang sendiri, orang juga pasti bisa pulang sendiri (Jiah.. oppa dibandingin ma babi..hehe). Mi-nam sangat cemas karena hari mulai gelap, ia berkata kala uTae-kyung ada penyakit kalau malam tak dapat melihat dengan jalas. Nenek yang satunya lagi berusaha membetulkan (memukul) tv karana ia yakin pernah melihat Tae-kyung ditv. Mi-nam sangat cemas jika Tae-kyung tak ditemukan. TV telah behasil dibetulkan dan yang muncul adalah berita hilanganya Tae-kyung karena dikejar babi. Sebuah pesawat dan para polisi telah digerakkan untuk mencari Tae-kyung. Yoo He-yi yang mendengar kabar itu dikabarkan jatuh sakit (pasti pura-pura). Orang-orang distudio pun khawatir. Para fans menanngis sambil berpelukan didepan studio (haha... benar-benar lebay). President Ahn memberikan pernyataan dihadapan para wartawan bahwa ia tidak akan memakan daging babi lagi jika Tae-kyung sampai tidak ditemukan dalam keadaan selamat. “Tidak bisa begini” kata Mi-nam tiba-tiba.. Ohhh tenyata itu Cuma khayalan Mi-nam dan tv itu pun masih rusak (hihi). Mi-nam akhirnya memutuskan pergi mencari Tae-kyung sendiri.

Yoo He-yi datang kestudio karena mencari Tae-kyung. Tapi tiba-tiba hpnya berbunyi, Yoo He-yi senag karena Tae-kyung meneleponnya. Yoo He-yi langsung mengangkatnya tapi ternyata yang menelepon bukan Tae-kyung melainkan bibi Mi-ja. Bibi Mi-ja mengabarkan kalau Tae-kyung pacarnya ada masalah, ia minta Yoo He-yi datang kedesanya (ada maksud tertentu nih bis teleponnya dalam keadaan senang bukan dalam keadaan cemas).

Mi-nam pergi kegunung mencari Tae-yung dengan membawa tas besar dan juga berbekal cerita kejadian tadi dan kebiasaan Tae-kyung. Mulai memilih jalan yang terang, menghindar dari jalan yang penuh sampah dan akhirnya ia menemukan jejak kaki Tae-kyung yang menginjak kotoran. Mi-nam berpikir jika Tae-kyung benar menginjak kotoran itu maka ia tidak akan tahan dan segera pergi membersihkannya. “Air! cari tempat yang ada airnya” kata Mi-nam. Mi-nam mencari Tae-yung disekitar sungai dan berteriak memanggilnya.
"Aku disini” kata Tae-kyung tiba-tiba (ohhh... akhirnya ketemu juga.. hebat nih Mi-nam jadi detektif aja).
“Buat apa mencariku terburu-buru? Apa kau kira aku sudah mati?” kata Tae-kyung lagi.
"Kakak” kata Mi-nam lega sambil menghampiri Tae-kyung.
"Karena kau dikejar babi dan hilang maka aku sangat khawatir” kata Mi-nam.
Tae-kyung kaget berita ia dikejar babi sudah tersebar keluar. Tae-kyung kesal ia pikir kakek itu pasti yang menyebarkan berita ini.
“Babi! Mana babinya?” kata Tae-kyung clingak-clinguk takut dikejar babi lagi.
"Babinya sudah pulang kerumah” kata Mi-nam
"Benar-benar melelahkan sampai harus disini cuci dan jemur sepatu” kata Tae-kyung.
Tae-kyung kemudian melihat sepatunya yang sudah kering dan mengajak Mi-nam untuk pulang. Tapi sebelum itu Mi-nam menawarkan minum yang ia bawa. Tae-kyung heran Mi-nam mebawa tas yang begitu besar. Mi-nam berkata karena ingin mencari Tae-kyung yang ada diluar ia telah menyiapkan baju hanagt, handuk, kotak p3k, dan juga beberapa makanan. Tae-kyung tak percaya apa yang ia lihat, ia lalu tanya bagaiman Mi-nam bisa menemukannya. Mi-nam berkata karena memikirkan Tae-kyung makanya bisa menemukannya. “Ternyata kamu anak yang tak lupa balas budi kepada orang lain” kata Tae-kyung. Merek lalu bersiap pergi, tapi Tae-kyung mengabil arah yang salah. Mi-nam memperingatkan bahwa arahnya salah, kali ini Tae-kyung menurut tapi degan sok menjaga gensi ia berkata kalau ia baru pertama kali ke gunung itu jadi ia tak tahu arah.


Yoo He-yi mengendarai mobilnya menuju desa. Ia sangar senang karena berhasil menemukan Tae-kyung apalagi saat mendengar Tae-kyung dikejar babi. Ia ingin perdi edesa untuk mempermalukan Tae-kyung. Tapi kemudian ia terlihat khawatir, ia takut Tae-kyung terluka.

Tae-kyung dan Mi-nam berjalan pulang hingga malam tiba. Tae-kyung minta Mi-nam jalan pelan-pelan saja karena ia tak dapat melihat diegelapan. Mi-nam mengerti, ia lalu tanya kenapa Tae-kyung bisa lari sampai sejauh itu. Tae-kung jaga gensi ia berkata kalau ia bukan melarikan diri dari kejaran babi itu, ia hanya menghindar saja (apa bedanya??). Mi-nam percaya mendengarnya. Tapi saat tiba-tiba ada suara dari semak-samak Tae-yung terlihat takut sekali sedangkan Mi-nam tenang-tanang saja. Suara itu muncul lagi, Tae-kyung mendekati Mi-nam dan tanya apa digunung itu ada kelinci.
"Memangnya ada dengan kelinci?” kata Mi-nam bingung.
"Aku sangat benci kelinci” kata Tae-kyung.
"Kelinci kan lucu dan baik, kanapa kamu benci?” tanya Mi-nam lagi.
"Kamu pernah digigit kelinci kah? Jika belum pernah digigit sebaiknya kamu diam” kata Tae-kyung.
Tae-kyung lalu cerita kalau dulu ia juga menganggap kelinci itu lucu dan baik, tapi saat ia mendekatinya ia mlah digigit.
"Kelinci benar-benar sangat berbahaya” kata Tae-kyung sambil melihat jarinya yang pernah digigit kelinci.
"Rupanya disini pernah digigit kelinci” kata Mi-nam sambil mencoba memegang jari Tae-kyung. Tapi Tae-kyung keburu menariknya. Tae-kyung sadar kalau Mi-nam itu seperti kelinci yag lucu dan baik tapi sangat berbahaya.
Mereka lalu berjalan lagi. Mi-nam tanya apa Tae-kyung juga membenci lagu yang berhubungan dengan kelinci. Mi-nam berjalan sambil menyanyikan lagu itu Tae-kyung menyurhnya berhenti tapi Mi-nam tak mau denagar.

Setelah sampai diperbatasan desa mereka berhenti dibawah pohon karena batrai senter mereka habis. Mi-nam berkata mereka sudah hampir sampai jadi kalau berjalan pelan-pelan pasti bisa sampai rumah juga walaupun agak sedikit gelap. Tapi Tae-kyung pilih istirahat sebentar karena ia sudah sangat lelah lagi pula ia tak bisa melihat jelas semuanya. Mi-nam akhirnya setuju dan duduk disebelah Tae-kyung. Mi-nam memandang lagit dan terejut karena bintang begitu cantik bila dilihat dari sana. Tae-kyung kesal, ia merasa Mi-nam menyindirnya karena Mi-nam yang begitu dekat disampingnya pun ia tak dapat melihat apa lagi bintang. Tae-kyung mencoba melihat kealngit. Mi-nam tanya apa Tae-kyung juga tak dapat melihat bulan. Mi-nam menjelaskan bahwa salah satu bintang yang dapat dilihat dengan jelas adalah bulan.
"Bulan itu bukan bintang” kata Tae-kyung.
"Dia yang paling cantik. Apakah bukan bintang?” tanya Mi-nam.
"Bukan ia hanay memantulkan sinar matahari saja. Yang sama seperti matahari bisa mengeluarkan terang barulah disebut bintang” kata Tae-kyung.
"Bulan hanya mengandalkan matahari baru bisa mengeluarkan terang” lanjut Tae-kyung lagi.
"Walaupun mengandalkan matahari. Bulan juga sangat berguna. Dibandingkan dengan matahari dipagi hari yang tak ada gunanya. Bulan dimalam hari memberikan terang bukankah sangat berguna?” kata Mi-nam lagi.
"Go Mi-nam.. Pagi hari bisa terang juga karena ada matahari, apakah masih tak ada gunanya?” kata Tae-kyung.
"Oh.. rupanya begini” kata Mi-nam.
"Tak peduli pagi hari atau malam hari matahari sangat berguna” kata Tae-kyung.
“Begitukah, saya baru tahu kebenaran ini bahwa bulan tak sama dengan bintang” kata Mi-nam
"Tapi juga tak bisa dikatakan kalau bulan tak ada gunanya. Walaupun di malam hari banyak bintang dialanngit dalam mata saya hanya dapat melihat bulan” kata Tae-kyung sambil memandang langit.
Mi-nam menoleh melihat wajah Tae-kyung dan berkata “Kakak.. Saat ini pun aku hanya bisa melihat satu bintang yang sangat special”.
“Apa? Kamu bukankah bilang bintang ada sangat banyak kan?” kata Tae-kyung.
"Ya sangat banyak, tapi hanya ada satu yang bintang yang sangat terang dan terus berkelip-kelip. Selalu membuat saya tak dapat bertahan melihat dia terus” kata Mi-nam.
"Ada bintang begini kah?” kata Tae-kyung bingung. (Tae-kyung yang dimaksud kamu)
"Ya, dia adalah bintang yang disukai banyak orang. Aku hanya bersembunyi diantara orang banyak yang menyukai bintang itu. Apaah tidak apa-apa?” kata Mi-nam sambil terus memandang Tae-yung.
“Chih.. Hal seperti ini saya kamu perlu persetuanku? Pergi dan tanyakan bintang itu saja. Bukankah kamu sekarang dapat melihatnya?” kata Tae-kyung.
"Benar, saya sekarang sedang melihat bintang itu. Biaran aku menyukaimu apakah tidak apa-apa?” kata Mi-nam yang matanya mulai berkaca-kaca.


Mi-nam terus melihat wajah Tae-kyung yang sadang melihat langit. Lalu tiba-tiba ada sorot lampu dan klakson mobil dari belakang mereka. Tae-kyung menoleh ia melihat Mi-nam sedang memperhatikannya. Mi-nam langsung menghindar. Mobil itu berhenti, ternyata mobil itu milik Yoo He-yi. Tae-kyung dan Mi-nam kaget melihat Yoo He-yi datang. Yoo He-yi merasa curiga dengan hubungan mereka. Tae-kyung tanya Yoo He-yi kenapa datang kesana. Yoo He-yi marah-marah karena Tae-kyung tak menjawab teleponnya, dan malah pergi kedesa. Yoo He-yi berjalan menghampiri mereka tapi ia tesandung hingga jatuh dan kena kotoran kerbau (rasain..hihi). Tae-kyung tak memeperdulikannya.

Yoo he-yi telah sampai dirumah keluarga Mi-nam. Ia dekerubuti nenek-nenek. Salah satu nenek berkata kalau kita menyentuh kotoran kerbau maka nasib baik akan datang. Bibi Mi-ja berkata mungkin film Yoo He-yi akan laris. Bibi Mi-ja pergi membuatkan minuman untuk Yoo He-yi. Nenek itu mengerubuti lagi dan tanya apa Yoo He-yi itu juga seorang aktris. “Ya” kata Yoo he-yi. Tapi nenek-nenek mencoba mengingat apakah mereka pernah melihatnya sebelumnya. Tapi karena tak juga mengingatnya mereka akhirnya pergi.


Mi-nam datang membawakan sepatu Yoo He-yi yang telah ia bersihkan. Yoo Mengucapkan terima kasih. Ia melihat Mi-nam begitu cemas, Yoo He-yi jadi teringat saat ia melihat Mi-nam duduk bersama Tae-kyung tadi. Yoo He-yi lalu tanya apa yang dibicarakan Mi-nam tadi bersama Tae-kyung. Mi-nam berkata kalau mereka sedang membicarakan bintang. Yoo He-yi tak percaya, ia berkata Mi-nam pasti sangat kesusahan karean Tae-kyung suka cari gara-gar denganya. Mi-nam membantahnya dan bilang alau Tae-yung itu orangnya baik. Yoo He-yi lalu berkata lagi kalau Tae-kyung selalu sensitif jika membicarakan Mi-nam. Ia tanya apa Mi-nam memberikan tekanan kepada Tae-kyung. Mi-nam membenarkan, ia berkata kalau ia sering merepotkan Tae-kyung. Mi-nam minta maaf karena itu kepada Yoo He-yi.
“Saya berkata begini karena berharap kamu bisa memikirkan perasaan orang lain. Saya dangan kak Tae-kyung sangat sibuk jadi tak punya banyak waktu bersama. Tapi kamu selalu mengambil waktu kak Tae-kyung, saya jadi sangat sedih” kata Yoo He-yi.
"Benarkah?” kata Mi-nam.
"Mohon kamu berikan kami sedikit wakti bersamaan” pinta Yoo He-yi.
"Saya tahu, lain hari saya akan perhatikan” kata Mi-nam.

Tae-kyung keluar setelah berganti baju dnegan yang dibawakan Yoo He-yi. Mereka lalu bersiap kembali ke Seoul. Tae-kyung mengjak Mi-nam kembali bersama mereka. Yoo He-yi kaget mendenagrnya dan memberikan tatapan memelas pada Mi-nam. Mi-nam mengerti ia akhirnya menolak ajakan itu. Tae-kyung memaksa. Mi-nam pura-pura sudah mengantuk, dan menyuryh Tae-kyung pulang saja dulu. Yoo He-yi berkata agar Tae-kyung membiarkan Mi-nam istirahat saja. Mi-nam lalu pamit masuk kedalam untuk istirahat, dan minta mereka hati-hati dijalan. Tae-kyung merasa ada sesuatu dengan Mi-nam. Ia lalu tiba-tiba memperingatkan Mi-nam agar besok ia kembali membawa bajunya. Mi-nam mengerti. Tae-kyung dan Yoo He-yi pergi sambil bergandengan tangan. Mi-nam melihatnya dengan sedih.


Bibi Mi-ja berusaha mencegah agar Yoo He-yi tidak langsung pulang. Ia berkata ia akan memafkan Yoo He-yi yang memeperalat Mi-nam jika ia mau tinggal sebentar lagi. Yoo he-yi hanya senyum-senyum saja. Tae-kyung pamitan dengan nenek-nenek. Nenek-nenek itu akhirnya tau kalau Tae-kyung beanar-benar seorang artis. Salah seorang nenek tanya apakah Yoo He-yi itu pacarnya. Tae-kyung belum menjawab, nenek itu sudah marah pergi karean menganggap Tae-kyung mempermainkan gadis mereka (Mi-nam) seharian ini. Tae-kyung bingung tak mengerti maksudnya. Mi-nam memandang langit sendirian dalam keadaam sedih dan bergumam “Disana banyak sekali Bintang”.

Beberapa hari Kemudian Mi-nam tak kunjung kembali ke Seoul. Latihan jadi kacau, tiada ada semangat. Jeremy tanya apa Tae-kyung memarahi Mi-nam waktu didesa sehingga ia tak berani pulang. Tae-kyung hanay melirinya. Shin-woo berkata sudah tiga hari tak ada kabar dan teleponpun tak pernah dijawab. Tae-yung berkata Mi-nam pasti akan kembali jika sudah saatnya.Jeremy dan Shin-woo bingung mendengarnya.

Di desa Mi-nam terus memandangi baju Tae-kyung dengan sedih. “Ingin melihatnya... tidak.. tidak bisa.. sampai pemikiran ini hilang tak bisa bertemu dengannya.. Huh Ingin bertemu dia” kata Mi-nam.

Tiba-tiba bibi Min-ja datang sambil lari terburu-buru mengabarkan kalau ada mobil dari Seoul yang datang menjemputnya. Mi-nam kaget mendengarnya ia pikir Tae-kyung yang datang. Bibi Mi-ja menyuruh Mi-nam segera menemui mereka. “Saya ingin melihatnya” kata Mi-nam tak tahan menahan perasaannya. Ia berlari menemui orang itu di tempat ia dan Tae-kyung malam itu.


“Kakak” kata Mi-nam senang sambil menghampiri sosok dibawah pohon itu.
Orang itu berbalik dan deng.. deng.. ternyata orang itu adalah Shin-woo.

Shin-woo tersenyum melihat Mi-nam, tapi Mi-nam kaget melihatnya dan sedikit kecewa.
Shin-woo mendekatinya dan berkata “Apa kau mengira Tae-kyung yang datang”.
Mi-nam tak enak.
"Walaupun yang kamu tunggu bukan saya juga tidak apa-apa. Saya datang menjemput kamu” kata Shin-woo lagi sambil tersenyum.
Mereka lalu berbincang-bincang dibawah pohon itu. Shin-woo berkata kalau semua orang sedang menunggu Mi-nam. Ia tanya apa Mi-nam benar-benar tak mau pulang ke Seoul. Mi-nam berkata kalau ia juga sangat merindukan mereka.
"Mi-nam, kamu mau tidak terus tinggal disini?” kata Shin-woo.
Mi-nam kaget, ia melihat wajah Shin-woo.
"Jangan bersedih terus dan hanya tinggal disini. Saya juga tak ingin (hanya) menjadi kakak kamu. Kau mau kan melakukannya?” kata Shin-woo lagi.
"Kak Shin-woo.. maafkan saya karena membuatmu kecewa” kata Mi-nam sambil menangis.
"Saya hanya memikirkan diri saya sendiri. Kaka Shin-woo, Jeremy, president Ahn pasti pun kecewa karena ini. Saya merasa sangat pusing sehingga semua ini pun tak dipertimbangkan” kata Mi-nam lagi.
"Kamu benar begitu susahkah?” tanya Shin-woo.
"Saya bisa bertahan. Saya harus bertahan terus” kata Mi-nam berusaha tegar.
"Saya mau pulang bersama dengan kamu” kata Mi-nam lagi.
"Apa yang bisa aku lakukan untukmu?” kata Shin-woo saat melihat Mi-nam masih begitu sedih.
"Kak Shin-woo asalkan terus menjadi kakak yang baik sudah cukup. Saya begitu kekanak-kanakan. Benar-benar sangat maaf” kata Mi-nam.
"Jika kamu benar-banar ingin saya jadi kakak kamu, saya tidak akan membuatmu susah lagi. Disisi saya kamu hanya perlu istirahat dengan tenang saja” kata Shin-woo.


Tae-kyung berpikir sendirian distudio (mikirin Mi-nam kenapa g pulang-pulang ya..), tapi tiba-tiba Jeremy datang dan berkata kalau Mi-nam sudah pulang dan sedang melakukan rekaman. Tae-kyung seperti tak peduli, Jeremy pergi meningglkannya. “Tinggal satu hari lagi, saya akan pergi menangkap dia pulang. Go Mi-nam kamu termasuk bernasib baik” gumam Tae-kyung sendiri. Ia lalu pergi menuju studio rekaman.



Mi-nam masih belum bisa membawakan lagunya dengan benar. Manager Ma mencoba mengarahkan agar minam mengingat apa yang telah ia katakan dulu. Shin-woo menunggunya disana. Mi-nam mencoba lagi tapi tak berhasil karena terlalu pelan. Mi-nam diam sejenak, ia melihat Jeremy datang bersama Tae-kyung. Sambil terus memandang Tae-kyung, Mi-nam mencoba kembali. Mi-nam juga mengingat kejadian-kejadian saat ia bersama dengan Tae-kyung. Mi-nam berhasil mengeluarkan perasaan lagu itu, semua orang mendengarnya dengan tak percaya. Setelah selesai President Ahn sanagt senang sekali, tapi Mi-nam tiba-tiba pergi keluar. Semua orang bingung. Shin-woo melirik Tae-kyung kemudain berlari mengejar Mi-nam.

Shin-woo berhasil menemukan Mi-nam. Mi-nam menyuruh Shin-woo jangan mendekat karena ia tak ingin Shin-woo melihatnya sedang menangis.
"Benar sangat sulit tegasan. Rasanya telah mau meledak” kata Mi-nam sambil menangis. Tae-kyung datang, ia berdiri dibelakang tak jauh dari mereka. Shin-woo melirik menyadari keberadaan Tae-kyung.
"Saya akan melindungi kamu” kata Shin-woo sambil membalikan badan Mi-nam dan memeluknya. Mi-nam menangis didada Shin-woo dan Tae-kyung hanya bisa terpaku melihatnya.
Mi Nam berlari keluar dari studio sambil menangis, Shin Woo mengejarnya.Tae Kyung tetap di studio dan bertanya pada Manajer Ma apa yang terjadi sebelum sesi rekaman di mulai.Manajer Ma berkata bahwa dia menyuruh Mi Nam untuk meluapkan semua emosinya agar dapat menghayati lagunya,"Perasaannya meluap untuk Kang Shin Woo,"
Setelah menangis dalam pelukan Kang Shin Woo,Mi Nam meminta maaf pada Shin Woo, lalu ia melihat Tae Kyung di belakang mereka.Mi Nam segera pergi, Tae Kyung mengejarnya namun ditahan oleh Shin Woo.



"Jangan kejar dia. Tinggalkan dia sendiri," kata Shin Woo. Mereka saling bertatapan dengan tatapan yang tajam dan sinis.

Manajer Ma tampak lega karena dari keterangan Shin Woo dia menarik kesimpulan bahwa Shin Woo berlum mengetahui perasaan Mi Nam padanya. Namun saat Manajer Ma bertanya pada tae Kyung apa yang harus mereka lakukan sekarang, Tae Kyung berkata bahwa bukan masalah Mi Nam bukan urusan mereka. Tae Kyung pergi dengan kesal karena ia mengira Mi Nam menyukai Shin Woo, dan berkata bahwa hal itu sangat konyol.



Mi Nam duduk sendirian dan berdoa, sementara dirinya semakin lama semakin tidak terlihat, "Suster Kepala, aku tidak dapat menahan perasaanku. Aku harap aku dapat menjadi orang yang tak terlihat, jadi perasaanku tidak akan nampak. Bila aku menghilang, tidak akan ada yang dapat melihatku, kan?"

Namun saat dia telah berhasil menghilang, sebuah suara memanggilnya sehingga Mi Nam kembali menjadi manusia biasa lagi. Ternyata yang memanggilnya adalah Jeremy yang sedang duduk di bangku di depan Mi Nam.



"Jeremy, kau dapat melihatku?" tanya Mi Nam.

"Kau tidak boleh menghilang. Kau harus ikut denganku untuk merayakan rekaman pertamamu,"

Mi Nam bertanya mengapa jeremy sangat suka mengadakan perayaan, dan Jeremy menjawab kalau perayaan adalah hal yang bagus.

Jeremy tahu kalau Mi Nam sedang bersedih, maka Jeremy berjanji, "Aku akan membiarkanmu menangis supaya kau lega,"



Jeremy mengajak Mi Nam makan makanan India yang pedas sehingga mereka berdua menangis saking kepedasannya. Setelah itu, mereka makan es krim untuk mendinginkan lidah, setelah itu Jeremy berkata karena tadi Mi Nam telah menangis maka sekarang saatnya untuk tertawa. Mereka kebut-kebutan dengan sepeda motor Jeremy.

Setelah itu Jeremy mengajak Mi Nam ke bis spesial Jeremy yang selama ini hanya menjadi rahasia Jeremy. Bis itu kosong dan membutuhkan waktu 1 jam sekali putaran. Saat Jeremy merasa sedih, ia menaiki bis itu dan setelah 1 jam maka perasaannya akan kembali normal. Mi Nam berharap perasaannya juga akan membaik setelah 1 jam. "Tentu saja! Bisku adalah bis ajaib," jamin Jeremy.
"Sampai ketemu 1 jam lagi," kata Jeremy lalu ia duduk di belakang agar Mi Nam dapat sendirian.
Jeremy memandangi Mi Nam, "Setelah satu jam, akankah semua kembali normal? Izinkan aku untuk menyukaimu selama satu jam, Go Mi Nam," kata Jeremy.



Mi Nam meminta maaf pada Manajer Ma karena kabur. Manajer Ma senang karena Mi Nam dapat menghayati lagu dengan baik, namun Mi Nam harus mengontrol perasaannya sehingga tidak seperti tadi. Manajer Ma memberi Mi Nam beberapa tips, ia berkata bahwa di tubuh manusia ada beberapa titik yang bila ditekan dapat menahan emosi seseorang. Kau bisa menekan telinga dan tangan untuk menahan rasa kantuk atau dingin. Dan Mi Nam harus menekan hidungnya seperti hidung babi untuk mengatur emosinya.

Mi Nam menerima tips itu dengan senang dan ia berterima kasih dan meninggalkan Manajer Ma yang merasa sedih dan bersalah karena mamberi Mi Nam tips palsu. Namun Manajer Ma berkilah bahwa bila Mi Nam sibuk membuat wajah babi, maka perasaannya tidak akan ketahuan.

Tae Kyung memanggil Mi Nam untuk mendekat, dia ingin menunjukkan beberapa hal di kertasnya. Mi Nam mendekat dengan wajah babinya. Hal ini mengagetkan Tae Kyung. Mi Nam tidak ingin emosinya meledak seperti kemarin, namun Tae Kyung mengira bahwa Mi Nam mengejeknya atas peristiwa babi di episode kemarin. Tae Kyung juga berkata kalau Mi Nam tidak hanya mirip dengan kelinci yang ia benci namun juga seperti babi.
"Dengarkan aku, pig-rabbit," kata Tae Kyung. Ia telah menyusun rencana agar Mi Nam menceritakan hal yang sesungguhnya pada Shin Woo. Mi Nam bertanya mengapa, dan Tae Kyung menjawab, "Karena aku dengar kau menyukain Shin Woo. Tentu saja awalnya aku tidak pecaya, namun setelah kupikirkan baik-baik, aku menemukan ide. Go Mi Nam, kau kuserahkan pada Kang Shin Woo,"



"Kau salah sangka!" protes Mi Nam. Tae Kyung tidak mau mendengar penjelasan Mi Nam, ia menunjukkan tabel yang tadi di gambarnya.

"Kemungkinan pertama, ia menerimamu. Mungkin kau akan merasa bersalah pada Shin Woo tapi baguslah bila kau dapat mengungkapkan perasaanmu, dan aku akan sangat senang dapat terbebas darimu. Kemungkinan kedua, ia tidak menerimamu dan kau dikeluarkan dari sini. Bagus untukku, namun berusahalah untuk memohon pada Shin Woo sehingga hal itu tidak akan terjadi,"

Mi Nam memandangi tabel itu sambil mempertimbangkan segala kemungkinannya. Bagi dirinya, sisi positif dari hal itu adalah Tae Kyung tidak mengetahui perasaan Mi Nam yang sesungguhnya. Namun sisi negatifnya, Tae Kyung telah salah sangka atas perasaannya.
Mi Nam segera menyembunyikan kertas itu saat Shin Woo datang dan ia berpura-pura sedang membuat pesawat kertas. Shin Woo tau kalau Mi Nam hanya berpura-pura, lalu Shin Woo mengajari Mi Nam cara membuat pesawat kertas tanpa melihat isi dari kertas itu. Shin Woo berkata kalau Mi Nam itu kikuk dan Shin Woo menceritakan rahasia besarnya tentang seorang gadis yang kikuk pada Mi Nam.
Shin Woo mulai bercerita, "Pada awalnya sang pria hanya memandangi gadis itu tanpa melakukan apa-apa. Pria itu adalah pria yang membosankan," saat Shin Woo bicara kita dapat melihat Shin Woo memandangi Mi Nam yang sedang berusaha agar nampak seperti 'laki-laki sungguhan'.



-flashback -

Mi Nam salah masuk kamar mandi. Dia yang sudah terbiasa masuk ke kamar mandi salah wanita diteriaki oleh wanita-wanita dalam kamar mandi. Mi Nam meminta maaf sambil lari keluar sementara Shin Woo memperhatikannya sambil tersenyum.
"Namun semakin sering dilihat, laki-laki itu semakin sadar bahwa sang gadis adalah gadis yang benar-benar ceroboh. Hal ini sangat lucu namun juga menyedihkan," Shin Woo lanjut bercerita sementara gambar menunjukkan saat Tuan Ahn hendak mengajak Shin Woo ke sauna bersama, dan Shin Woo menyelamatkannya dengan mengajak mereka makan bersama.

"Laki-laki itu selalu memandangi sang gadis karena gadis itu adalah cinta pertamanya. Akhirnya laki-laki itu mulai membantu sang gadis," lanjut Shin Woo.
Bantuan yang Shin Woo maksud misalnya saat Mi Nam kesulitan membawa beberapa barang, Shin Woo membantu Mi Nam membawa barang itu dan menukarnya dengan barang bawaannya yang lebih ringan. Dan saat Mi Nam ketiduran di tengah latihan, Shin Woo duduk di sebelahnya sehingga Mi Nam dapat bersandar di bahunya.
Saat mereka berbicara, Mi Nam tidak sadar bahwa gadis dalam cerita itu adalah dirinya sendiri, dan Mi Nam bertanya mengapa Shin Woo tidak mengatakan hal yang sesungguhnya pada sang gadis. Shin Woo menjawab bahwa hal itu tidak mungkin namun ia akan melakukannya bila saatnya sudah memungkinkan.

Setelah Shin Woo pergi, Mi Nam berkata, "Kak Shin Woo adalah orang yang baik. Aku tidak bisa bercerita padanya," Mi Nam memutuskan untuk memohon pada Tae Kyung agar ia diizinkan tinggal.



Sementara itu, Tae Kyung tidak dapat berkonsentrasi pada pekerjaannya, ia memikirkan Mi Nam. Ia mencoret-coret partiturnya dengan nama Mi Nam. "Mi Nam pasti sangat menyukai Shin Woo sampai ia menangis. Jadi hal ini adalah masalah yang ia maksudkan. Dasar babi kelinci!" gerutu Tae Kyung.

Tae Kyung menyangka Mi Nam telah sukses memohon pada Shin Woo sehingga sekarang ia pasti sedang bersama Shin Woo. Maka ia mencari Mi Nam ke seluruh bagian mess. Tiba-tiba ada SMS dari Mi Nam yang berbunyi, "Kakak, jangan serahkan aku pada Kak Shin Woo. Aku berjanji tidak akan membuat masalah lagi,"

Tae Kyung kembali ke kamarnya dan menemukan Mi Nam sedang meringkuk di dalam selimutnya. Tae Kyung pura-pura merasa kesal karena Mi Nam belum jujur pada Shin Woo.
Tae Kyung bertanya kapan Mi Nam akan jujur pada Shin Woo, dan ia juga berkata bahwa Mi Nam adalah hal yang menyebalkan bagi Tae Kyung.
Tae Kyung berbaring di kasurnya dan mengeluh bahwa hari ini adalah hari yang mengesalkan. Namun ia sempat mengintip ke arah Mi Nam dan tersenyum sebelum tidur.



Sementara itu, orang-orang di kantor A.N sedang mendiskusikan video clip untuk lagu Mi Nam. Manajer Ma menyarankan untuk membuat MV dengan cerita mengenai agen rahasia yang kesepian dan agen rahasia yang sexy di mana akan dibintangi Tae Kyung dan Yoo He Yi.



Stylish Wang ingin membuat cerita dewasa yang romantis namun President Ahn berkata bahwa ia ingin konsep yang segar dan bercerita tentang dunia remaja. Akhirnya diambil kesimpulan konsep mengenai cinta pertama yang datang dan pergi tanpa kata-kata.



Pengambilan gambar untuk MV diambil di sebuah SMA. Mi Nam dan Tae Kyung yang adalah peran utama dalam MV itu mengenakan seragam SMA. Tae Kyung tidak ingin bekerja dengan He Yi. Ia berkata, "Bila He Yi datang, tetaplah bersamaku," kepada Mi Nam. Mi Nam teringat janjinya pada He Yi untuk tidak menganggu hubungannya dengan Tae Kyung, maka ia berkata pada Tae Kyung bahwa akan selalu di dekat Tae Kyung namun pada kenyataannya ia menjaga jarak dengan Tae Kyung.



Saat pengambilan gambar di dalam kelas, ada seorang siswa yang terus menerus memandangi Mi Nam. Ternyata siswa itu adalah teman SMA Mi Nam yang asli. Tae Kyung menyuruh Mi Nam menyapanya namun Mi Nam tidak tahu namanya.

Mi Nam memohon bantuan Tae Kyung sehingga Tae Kyung terpaksa membantunya. Tae Kyung menunggu siswa yang bernama Kim Dong Joon itu di lorong dan berkata bahwa siswa itu pastilah fans Tae Kyung karena ia terus melihat Tae Kyung. Tae Kyung menawarkan tanda tangan padanya sehingga ia bertanya nama sisa itu untuk ditulis di kertasnya. Namun Dong Joon menolaknya dengan halus. Tae Kyung memaksanya.

Setelah mengetahui nama Dong Joon, Mi Nam memaksanya seakan mereka teman lama. Dong Joon memeluk Mi Nam karena senang. "Apakah kau tahu betapa sedihnya aku mengira kau telah melupakanku karena kau sekarang adalah artis?" kata Dong Joon sambil menjabat tangan Mi Nam dengan keras. Dong Joon terkejut saat melihat bekas luka akibat kecelakaan telah hilang dari tangan Mi Nam.
Tae Kyung berpikir cepat, ia berkata bahwa Mi Nam telah operasi dan meminta Mi Nam mengakuinya pada Dong Joon. Mi Nam berkata bahwa ia telah operasi demi debutnya dan Dong Joon mengatakan bahwa ia mengerti.



Sutradaranya mengatakan bahwa sekarang adalah waktu break untuk ke toilet. Dong Joon mengajak mereka pipis bersama seperti yang telah biasa mereka lakukan saat SMA dulu saat mereka bertaruh siapa yang dapat pipis paling jauh.



Mi Nam memohon bantuan pada Tae Kyung dengan tatapan matanya, sehingga Tae Kyung terpaksa membantunya lagi. Tae Kyung pipis di sebelah Dong Joon dan menanyakan beberapa pertanyaan sehingga perhatian Dong Joon teralih kepada Tae Kyung.

Dong Joon ternya tidak mengetahui lagu-lagu A.N.Jell, namun Tae Kyung harus tetap dapat mengalihkan perhatiannya, sehingga ia mulai menyanyikan lagu 'Promise'. Dong Joon mengenali lagu itu dan menyanyi bersama Tae Kyung sementara Mi Nam selesai pipis.



Saat scene makan siang, Mi Nam berkata karakternya dalam MV ini adalah anak orang kaya, jadi makan siangnya sangat enak. "Kakak, kau adalah orang miskin sehingga kau hanya dapat makan ikan kecil. Sebenarnya aku sangat ingin memberimu telur gulung tapi sayangnya tidak bisa," kata Mi Nam ceria.

Saat melihat telur gulung yang dimakan Mi Nam, Dong Joon teringat tentang adik Mi Nam (Mi Nyu) yang ia sukai. Setiap hari Mi Nam selalu mengumpulkan telur gulung dari teman sekelasmya untuk diberikan pada Mi Nyu. "Aku tidak suka telur gulung, tapi aku selalu minta ibuku membuatkan telur gulung karena telur itu untuk Mi Nyu," kata Dong Joon.

Tae Kyung berkata kalau Dong joon pasti sangat menyukai Mi Nyu sambil tersenyum menyebalkan. Namun ia langsung terkejut begitu melihat Dong Joon mengacak-acak rambut Mi Nam (yang sebenarnya adalah Mi Nyu). "Aku sangat menyukai adikmu. Aku tidak dapat jujur karena dia adik sahabatku, tapi Mi Nyu adalah cinta pertamaku," aku Dong joon sambil tetap mengacak rambut Mi Nam (Mi Nyu).



Dong Joon akan berangkat wamil besok, dan ia terus memikirkan Mi Nyu. "Saat melihatmu, aku seperti melihat Mi Nyu," kata Dong Joon pada Mi Nam (Mi Nyu).

Tae Kyung melihat hal itu dengan kesal dan ia makan tanpa selera. Dia semakin kesal saat melihat wajah Mi Nam yang malu-malu.



Setelah makan siang, tae Kyung semakin kesal saat Dong joon bertanya apakah Mi Nyu pernah mengunjungi mess. Dan saat tae Kyung menjawab bahwa ia pernah melihat Mi Nyu, Dong Joon menggumam, "Dia cantik, kan?"

Tae Kyung menjawab, "Karena kau akan berangkat wamil, katakan pada Go Mi Nam agar mempertemukanmu dengan Mi Nyu."

Namun Dong Joon berkata bahwa ia akan menemui Mi Nyu setelah selesai wamil. Dong Joon mempelajari farmasi dan berencana akan kemabli ke kampung halamannya untuk membuat apotik di sana. "Impianku adalah menikah muda, mendirikan apotik, dan hidup bahagia," lanjut Dong Joon.



Pengambilan gambar selanjutnya dilakukan di halaman, tae Kyung terus menggoda Mi Nam. "Aku tidak tau kalau kau akan menjadi istri seorang apoteker," goda tae Kyung. "Kau harus sering memberiku obat dan vitamin," godanya lagi.

Sutradara menyuruh mereka untuk berakting seakan mereka adalah sabhabat, jadi Mi Nam melemparkan daun-daun kering ke badan Tae Kyung untuk balas dendam atas segala ejekan tae kyung. Tae Kyung membalasnya sehingga mereka malah menjadi perang daun kering. Tae Kyung mendorong Mi nam hingga jatuh ke tanah dan melemparkan daun ke kepala Mi Nam.



Tae Kyung tertawa terbahak-bahak. Kali ini tawa sungguhan, bukan tawa mengejek seperti biasanya. Saat melihat wajah tae Kyung yang sedang tertawa, Mi Nam menjadi berdebar lagi, lalu ia membuat wajah babi. Tae Kyung menyangka Mi Nam mengejeknya lagi.

He Yi datang ke lokasi syuting dan bertemu dengan Wartawan jing yang masih bersikeras mengetahui orang dalam foto itu. Wartawan Jing tau kalau orang dalam foto itu bukan He Yi lalu ia mengancam akan menanyakan pada Mi Nam. he Yi ingin memperingatkan Tae Kyung mengenai Wartawan Jing, namun saat melihat keakraban Tae Kyung dan Mi Nam ia menjadi cemburu.

He Yi datang dan berpura-pura memberi selamat atas akting mereka yang sangat natural. Secara diam-diam He Yi memperingatkan Mi Nam untuk tidak terlalu mendekati Tae Kyung. Mi Nam segera pergi saat Tae Kyung menyuruh He Yi untuk pergi.

"Aktingmu sangat bagus seakan kau benar-benar senang. Bila aktingmu sebagus ini, aku akan memberimu hadiah," kata He Yi.

"Tadi itu bukan akting," jawab Tae Kyung.

Tae Kyung pergi, He Yi yang kesal memutuskan untuk tidak memperingatkan Tae Kyung mengenai Wartawan Jing.

Bibi Choi bertemu dengan para anggota A.N.Jell fans club, ia menawarkan beberapa barang pribadi A.N.Jell pada mereka. Seperti sabun muka jeremy dan pisau cukur Shin Woo. Meeka tampak kecewa karena tidak ada barang milik tae Kyung. Akhirnya sebagai ganti Bibi Choi menawarkan sebuah gosip untuk mereka: Mi Nam akan syuting MV di mana Tae Kyung akan mengenakan seragam SMA.
Bibi Choi bertanya pada anak-anak SMA itu mengapa mereka menyukai persinel A.N.Jell karena ia sendiri belum dapat menemukan pesona mereka. Fans A.N.Jell itu tidak terima dengan pendapat Bibi Choi.
Sa Yu Ri berkata kalau saja Bibi Choi mengetahui legenda A.N.Jell, ia juga pasti akan tergila-gila.
Legenda Shin Woo adalah ia pernah mengalahkan preman 17 lawan 1.

Sedangkan Jeremy adalah cucu dari seorang aristokrat Scotlandia dan ia pernah bertunangan dengan seorang putri namun Jeremy meninggalkannya demi bermusik di Korea dan hal ini membuat sang putri patah hati.
Sementara itu legenda Tae Kyung ada di balik kelahirannya. Dan tidak ada yang tau siapa ibu Tae Kyung kecuali Tae Kyung dan ayahnya. Dan tidak ada yang tau tanggal ulang tahun Tae Kyung yang asli. Selama ini hari ulang tahun yang dirayakan adalah hari ulang tahun palsu.
Hari ulang tahun asli Tae Kyung adalah hari ini, ayah Tae Kyung menelepon untuk memberi ucapan selamat pada Tae Kyung. Tae Kyung telah melupakan hari ulang tahunnya dan berkata bahwa hari ini idak berarti apapun baginya. Ayahnya juga mengirimkan kado untuk Tae Kyung yang akan sampai hari ini.



He Yi mencari Tae Kyung, dan melihat Mi Nam sedang bersama Dong Joon. "Apakah dia berpura-pura menjadi laki-laki agar bisa dekat dengan laki-laki juga?" He Yi ingin membawa Wartawan jing ke tempat Mi Nam agar dia dapat melihat Mi Nam.

Mi Nam menandatangani sepatu Dong Joon. Dong Joon melihat sepatu Mi Nam dan merasa ada hal yang aneh dari sepatu Mi Nam. Mi Nam tidak menyadari kalau ada yang aneh, ia segera berpamitan pada Dong Joon saat Tae Kyung memanggilnya.

Setelah pergi agak jauh, Mi Nam baru menyadari apa yang aneh dari sepatunya. Ukuran kaki Mi nam yang asli dan Dong Joon sama sedangkan kaki Mi Nyu lebih kecil.


Mi Nam segera kembali ke tempat Dong Joon, namun di sana Dong Joon sedang bercakap-cakap dengan Wartawan Jing. Mi Nam sadar kalau Dong Joon sudah tau bahwa dirinya bukanlah Mi Nam yang asli, Dong Joon memperhatikan Mi Nam dan mereka berpandangan beberapa saat. "Mi Nam adalah sahabatku. Dia orang yang baik dan sangat keren," kata Dong Joon kepada Wartawan Jing.



Dong Joon berjanji akan menemui Mi Nyu setelah ia selesai wamil. Mi Nam berterimakasih kepada Dong Joon atas bantuannya barusan. Dong Joon memeluk Mi Nam lalu berkata, "Aku benar-benar menyukai adikmu,". Setelah itu Dong Joon berlari pergi. Tae Kyung memandangnya dengan tatapan tidak suka.


He Yi datang dan mendekati Tae Kyung. Ia ingin pulang bersama Tae Kyung. Mi Nam memperhatikan dengan sedih namun ia tidak ingin menjadi pengganggu.

Setelah Tae Kyung pergi, Shin Woo datang dan mengajak Mi Nam pulang bersama. Mi Nam tidak menyangka Shin Woo akan datang, namun karena Shin Woo sudah datang, ia tidak menolak.



Tae Kyung melihat kebersamaan Mi Nam dan Shin Woo dari spion. He Yi berkata bahwa Shin Woo sangat manis pada Mi Nam. "Dia belum tau kalau Mi Nam adalah wanita? kalau dia tau, dia pasti merasa sedih," kata He Yi.

He Yi ingin makan spaghetti dan meminta Tae Kyung mengantarnya. Tiba-tiba Tae Kyung mendapat telepon dari Mo Hwa Ran yang mengajak bertemu. Tae Kyung segera mengantar He Yi ke restaurant dan mengembalikan kunci mobil He Yi lalu pergi. "Aku tidak pernah berjanji akan menemanimu," kata Tae Kyung. He Yi marah namun ia tidak ingin imejnya rusak. Maka ia berpura-pura baik di hadapan orang-orang.

Dalam perjalanan untuk bertemu Hwa Ran, Tae Kyung berkata bahwa ini adalah pertama kalinya dalam 10 tahun Hwa ran mengingat ulang tahun tae Kyung. Namun saat ia tiba di restaurant, ia melihat Hwa ran datang bersama beberapa orang lainnya. Seorang reporter sangat senang saat melihat Tae Kyung, ia ingin mewawancarai Tae kyung tentang lagu Hwa ran yang akan Tae Kyung remake.
Tae Kyung permisi untuk meninggalkan tempat itu. ia tidak dapat di interview sekarang. Tae Kyung sangat sedih karena walaupun ia bilang pada ayahnya bahwa ulang tahunnya tidak penting, ia sangat berharap ibunya mengingat hari ulang tahunnya. Namun ternyata ibunya melupakan hari ulang tahun Tae Kyung.

Di mess, Bibi Choi membuka sebuah paket untuk Tae Kyung lalu ia menyerahkannya pada Mi nam karena tidak dapat membungkusnya lagi. Saat Mi nam berusaha membungkus hadiah itu lagi, tiba-tiba jatuh secarik kertas dari dalam bungkusan itu yang berbunyi: Ini album yang kau inginkan. Selamat ulang tahun dari ayah.

Mi Nam ingin memberi kejutan pada Tae Kyung dengan memberi foto Hwa Ran yang telah ditandatangani saat acara Festival Musik Asia. Mi Nam mengira Tae Kyung adalah fans Hwa Ran sehingga ia pasti senang menerima foto itu.
Saat Mi Nam bertanya pada jeremy apakah tidak ada perayaan malam ini, Jeremy menjawab bahwa hari ini bukan hari ulang tahun Tae Kyung. Sementara itu Tae Kyung tidak pulang karena ia akan bekerja seharian di studio. Mi Nam memutuskan untuk datang ke kantor untuk bertemu Tae Kyung.

Hwa Ran menemui Tae Kyung di kantor, memarahinya karena bertingkah menyebalkan di restaurant. Tae Kyung berkata bahwa Hwa Ran tidak perlu takut hubungan mereka akan terkuak. "Sebenarnya aku mempertimbangkan untuk membongkar hubungan kita pada publik," kata hwa Ran. "Kenapa? Apa kau takut?" tanya Hwa ran saat melihat wajah tae Kyung yang tampak tidak senang.
Hwa Ran berkata bahwa ia sangat ingin proyek barunya sukses, karena itu ia membutuhkan bantuan tae Kyung agar proyeknya sukses.
"Apakah kau sangat mencintai pengarang lagu itu? Kau meninggalkanku karena dia, kan?" tanya tae Kyung.

"Jangan betingkah menyebalkan. Dia adalah hal paling penting dalam hidupku," jawab hwa Ran dingin.
"Dia adalah hal paling mengerikan dalam hidupku," jawab Tae Kyung. Tae Kyung meninggalkan Hwa Ran. Hwa Ran marah dan membentak, "Tapi aku yang yang telah melahirkanmu!" Tae Kyung menghentikan langkahnya.
"Karena melahirkanmu aku kehilangan hal paling penting dalam hidupku. Pasti kau membencinya karena aku meninggalkanmu demi dia. Tapi karena kamu, aku kehilangan dia. Karena itu, bantulah aku terus mengenangnya," bentak Hwa Ran.

Tae Kyung menatap Hwa Ran denga mata berkaca-kaca, "Bila kau ingin aku membantumu atas balas budi telah melahirkanku, setidaknya ingatlah tanggal kau melahirkanku,"
"Apakah hari ini?" tanya Hwa Ran. Tae Kyung berjalan pergi meninggalkan Hwa Ran sendiri dalam kegelapan.
Sementara itu Mi Nam memperhatikan kejadian itu dari jauh dengan shock.

Tae Kyung menangis dalam kegelapan.

"Suster Kepala, bintangku sedang menangis dalam kegelapan. Apa yang harus aku lakukan?" bisik Mi Nam dengan sedih.

Setelah insiden Tae Kyung dengan Hwa Ran, Tae Kyung merenung di studionya yang gelap dengan perasaan yang hancur. Mi Nam masih bersembunyi, sekarang dia tahu kalau Mo Hwa Ran adalah ibunya Tae Kyung. Mi Nam merasa dia seharusnya tidak mengetahui hal ini.Tae Kyung menyalakan lampu studionya dan mulai bekerja kembali. Mi Nam berkata pada dirinya sendiri


"Apakah dia baik-baik saja? ini hari ulangtahunnya. Dia pasti patah hati. Apa yang bisa aku lakukan untuknya?" Mi Nam melihat Tae Kyung minum air di botol tapi airnya habis dan dia membuangnya. Mi Nam melihat ada sesuatu yang bisa dia lakukan untuk Tae Kyung. Mi Nam berlari ke super market untuk membeli air minum. Di super market minum menabrak seorang laki-laki dan itu ternyata Yoo Seung Ho "pangeran Chunchu QSD"


Diam-diam Mi Nam mengganti botol air minum Tae Kyung. Kemudian saat Tae Kyung sedang bekerja dia kesal karena lampu studionya kedap-kedip, Mi Nam yang melihatnya langsung bergegas membeli lampu yang baru dan menggantinya . Saat Tae Kyung kembali kestudio dia merasa ada yang aneh dengan lampunya.



Dan saat Tae Kyung meminum air mineralnya dia menjadi curiga dan memancing Mi Nam dan berkata "aahh... tiba-tiba aku ingin minum kopi panas". Mi Nam terpancing dan bergegas membeli kopi.


Tae kyung melihatnya dan ketika Mi Nam kembali dengan kopi panasnya, dia mencegat Mi Nam.

"Go Mi Nam, kau sedang apa?" kata Tae Kyung
"Hyungnim" kata Mi Nam dia menyembunyikan kopinya.
"apa pekerjaan paruh waktumu mengantarkan kopi?" tanya Tae Kyung
"tentang itu?"
"apa kau yang kesana kemari? ada apa? apa kau melihat sesuatu?" tanya Tae Kyung
"uh itu.. apa yang kulihat,
"aku melihat hadiahmu!"
"apa?"
"paket yang datang dari Amerika..bibiku membukanya.. dan aku melihatnya.Aku melakukan kesalahan yang tidak terampuni"kata Mi Nam menyodorkan kopinya
"kalau begitu, mungkin saja kau menyebabkan kecelakaan lainnya dan kembali untuk minta maaf?" tanya Tae Kyung
"aku menyesal, maafkan aku" kata Mi Nam menyesal dan masih menyodorkan kopinya
"kali ini bukan hanya dengan kata-kata. tapi kau menggunakan sogokan juga? kau sudah dewasa" tanya Tae Kyung sambil menerima kopi panas Mi Nam.
"AOw, panas!" teriak Tae Kyung
"kenapa begitu panas?" bentak Tae Kyung
"Hyung-nim, kau bilang kau ingin kopi panas" jawab Mi Nam
"Hyung-nim, aku tidak tahu apakah kau akan marah jika aku mengatakan begini." kata Mi Nam sedikit takut
"Selamat ulang tahun!"
"maafkan aku, aku membuat keonaran lainnya di hari ulang tahunmu.sampai kau merasa lebih baik, tolong jangan berlaku kejam padaku." kata Mi Nam
"apa itu? jika kau berkata seperti itu, sepertinya aku adalah orang yang senang menyiksamu" tanya Tae kyung
"Hadiah ulang tahun tidak bagus yang kudapatkan" kata Tae Kyung tersenyum
"Hyung-nim.. selamat ualang tahun!" kata Mi Nam sambil mengacungkan dua jempolnya
"kau menyogok dan sudah mengembangkan kemampuan merayumu. Go Mi Nam, kau benar-benar maju!" kata Tae Kyung meminum kopinya dan dia lupa kalau kopinya masih panas.
"arggh, panas" kata Tae Kyung


Bibi Mi Ja heran melihat Shin woo dan Jeremy yang berpenampilan tidak seperti legenda yang diceritakan oleh fans A.N.JELL itu. Bibi Mi Ja tanya apa shin Woo pernah berkelahi, shin Woo bingung dan menjawab, "Yah, semua anak laki-laki pasti pernah berkelahi sekali atau dua kali di sekolah."

cara makan Jeremy yang berantakan membuat Bibi Mi Ja tidak percaya jika Jeremy memiliki latar belakang aristorat. Ia tanya mengenai sang puteri. Dan Jeremy menjawab bahwa ia tetap kontak dengannya. Bibi Mi Ja jadi bertanya-tanya apa berarti hari ulang tahun Tae Kyung itu benar adanya.
Shin Woo bertanya pada bibi Mi Ja apa Mi Nam ada dikamarnya.Bibi Mi Ja menjawab kalau Mi Nam pergi minta maaf pada Tae Kyung atas apa yang sudah dilakukannya dengan hadiah Tae Kyung.


Mi Nam dan Tae Kyung duduk dibangku taman.

"Hyung-nim, karena ini hari ulang tahunmu, bukankah ada sesuatu yang ingin kau lakukan?" tanya Mi Nam
"kau yang menyeretku keluar ketika aku bilang tidak perlu. Jadi kau pikirkan saja" jawab Tae Kyung
Tae Kyung menyuruh Mi Nam untuk membuat keputusan akan bagaimana ulang tahun Tae Kyung
"apa yang kau lakukan dalam ulang tahun palsumu?"
"ulang tahun palsuku?"
"ya! kau biasa melakukan apa di ulang tahun palsumu? aku akan melakukannya untukmu" kata Mi Nam
"mmmm, jadi kau akan melakukannya? itu ide bagus." jawab Tae Kyug
"pertama, sewakan sebuah GOR yang bisa menampung 15.000 orang. sebagai tamu spesial: penyanyi, aktor dan komedian. Bisakah kita mengundang kira-kira 15 orang?" kata Tae Kyung
"apa?"
"kau pikir kau bisa mengumpulkan wartawan media se-asia hari ini?" kata Tae Kyung lagi
"Hyung-nim, kau benar-benar melakukan itu di hari ulang tahunmu?" tanya Mi Nam
"ya selama berbagi kamar denganmu Go Mi Nam, aku terbiasa denganmu" kata Tae Kyung
"sekarang,kau mau mulai dengan apa?" tanya Tae Kyung
"oh, di permulaan dari ulang tahun.. kau harus makan sup rumput laut!"

Mereka pergi ke super market.Tae Kyung tanya "apa sup rumput laut mengandung minyak wijen?"

"Iya tentu saja" kata Mi Nam.
"dengan apa minyak wijen dibuat?" tanya Tae Kyung lagi
"biji wijen" jawab Mi Nam yang membuat dia ingat akan alergi Tae Kyung.
"Karena kau, aku akan mati di hari ulang tahunku." kata Tae Kyung dingin


Jadi, tidak akan ada sup, tapi Mi Nam langsung ke proses berikutnya, mencari hadiah. Meraka pergi ke toko pernak-pernik

Mi Nam menyuruh Tae Kyung memilih barang yang disukainya. Mi Nam melihat kesuatu tempat disitu ada kartun tokoh A.N.JELL
"oh, Hyung-nim, bukankah ini kau?" kata Mi Nam, Tae Kyung mendekati Mi Nam
"karakter di kartu ini nampak seperti kau." kata Mi Nam
" kau bodoh atau apa? tidak mungkin itu aku" kata Tae Kyung sinis
"Namanya dikatakan Tae Kyung" kata Mi Nam menunjuk kartunya
"matanya nampak seperti ini...(Mi Nam memperagakannya). Itu Hyung-nim!" kata Mi Nam, Tae Kyung melihat kartuny
"apa ini? kenapa ini disini?" Tae Kyung gemetaran melihatnya
"Disini Shin Woo dan Jeremy!" kata Mi Nam
"eerrzzz.presiden Ahn. Dia melakukan ini tanpa beritahu pada kita" Tae Kyung kesal
"Hyung-nim,mereka juga memilki stiker" kata Mi Nam, Tae Kyung mengambil stikernya
Bibi penjual datang dan berkata " kartu-kartu mainam A.N.JELL itu adalah yang terlaris"
"Ah,aku belu ada disini" kata Mi Nam sedih
"kau sedang apa? ayo pergi!" ajak Tae Kyung, dia menyerahkan kartu dan setikernya pada Mi Nam


Mereka pergi ke taman. Tae Kyung kesal karena Presiden Ahn melakukan ini tanpa sepengetahuannya, tapi Mi Nam hanya berpikir positif bahwa karu-kartu ini menunjukan popularitas mereka dan kartu Tae Kyung lah yang paling laris.

TaeKyung menyuruh Mi Nam menaikan popularitasnya agar mendapatkan kartunya sendiri. Mereka memainkan kartu-kartunya. Mi Nam meletakan kartunya di tangan dan menyentilnya dan berkata, "Kak Shin Woo terbang jauh!" Tae Kyung juga menempel hiasannya tapi selalu jatuh. Tae Kyung kesal karena kartuynya tidak terbang jauh,
sementara Mi Nam selalu berhasil menerbangkan kartu Shin Woo dan Jeremy. Mereka bertengkar karena hal itu.

Saat mereka tiba di rumah, Mi Nam sedikit kecewa da berkata bahwa ulang tahun Tae Kyung hampir berakhir tapi Tae Kyung belum melakukan apa-apa untuk ulang tahunnya. "Aku tidak melakukan apa-apa untukmu hari ini.

Tae Kyung menjawab dengan jujur, "Karena kau, aku bisa melewatkan waktu tanpa memikirkannya. Jika bukan karenamu, hari ini akan sangat panjang dan mengerikan."
Melihat masih ada sisa 5 menit lagi, Mi Nam berkata ada sesuatu yang biasa dilakukan Suster Kepala padaku saat aku ulang tahun, tapi Mi Nam mengingatkan Tae Kyung, "Kau tidak boleh membencinya." Tae Kyung menjawab, "Jika kau pikir aku akan membencinya, jangan lakukan itu." Mi Nam menjawab, "Kau bilang aku boleh membuat keputusan hari ini, maka aku akan melakukannya seperti keinginanku."


Lalu Mi Nam memeluk Tae Kyung. Mi Nam berkata, "Karena sekarang adalah hari kau dilahirkan, ini benar-benar adalah hari yang berharga. Terima kasih karena telah lahir."

Kaget, Tae Kyung bingung dengan reaksinya "Go Mi Nam, jangan bicara padaku secara normal" (Tae Kyung pasti deg-degan tuh) Mi Nam menepuk punggung Tae Kyung dengan lembut, kemudian ia berdoa, "Bunda Agung, aku ingin membagi kehangatan yang kuterima setiap ulang tahun dan memberikannya semua padanya. Kuharap kau menghiburnya."
"Hyung-nim ulang tahunmu sudah berakhir sekarang, semua orang mungkin sudah tidur jadi masuk diam-diam" kata Mi Nam lalu masuk kedalam rumah
"Hai ini,Go Mi Nam berguna" kata Tae Kyung tersenyum


Shin Woo melihat semuanya dari atas dari atas dan berkata "untuk reputasi dan keamanannya, aku bertindak keren, tapiini benar-benar keren"


Paginya, Bibi Mi Ja minta maaf pada Tae Kyung atas paketnya dan dia menepuk pantat TAe Kyung lagi.Tae Kyung kesal dan berkata jika bibi menyentuhnya lagi dia tidak akan membantu bibi lagi. Bibi Mi Ja mengerti dan menepuk pantat Tae kyung lagi. Tae Kyung kesal dan meminum air mineralnya dengan emosi.


Shin Woo dan Jeremy tertarik dengan stiker yang dibeli Mi Nam. saat Mi Namm berkata stiker Tae Kyung yang paling laris, Tae Kyung bangga juga biarpun ia pura-pura tidak tertarik dengan percakapan mereka. Tapi Tae Kyung jadi kaget saat Shin Woo dan Jeremy tanya karakter kartun mana yang paling disukai Mi Nam. Semua melihat Mi Nam dengan penuh harap.Setelah berpkir Mi Nam memilih Shin Woo. Dan Shin Woo tersenyum, sementara Jeremy cemberut, Mengapa? kartunku juga lucu. Tae Kyung mencoba menyembunyikan kekesalannya, Mi Nam berkata, dia suka karena Shin Woo senyum, dan dia menambahkan Jeremy lucu juga.

Jeremy senang dan berkata "benarkah? berarti aku yang nomor dua"


Tae Kyung kesal dan pergi keluar,dia berkata "benar-benar tidak punya selera, yang penjualannya paling larislah yang nomor 1"

Manager Ma mendekati Tae Kyung dan berkata "kau dengarkan? dia sangat Menyukai Shin Woo, Tae Kyung tolong urus masalah Shin Woo"
"Kenapa harus aku?" kata Tae Kyung
"karena kau pilihan yang paling aman" kata Manager Ma dan dia masuk kedalam lagi
"Aku yang paling punya popularitas paling tinggi, tapi aku dipilih yang terakhit oleh Mi Nam" kata Tae Kyung (udah mulai cemburu nih)


Hwa Ran datang ke kantor agency A.N.JELL untuk menemui prsiden Ahn dan menitipkan buket bunga untuk Tae Kyung. President Ahn tanya apa lagunyaakan segera direalese dan siapa penciptanya kata Hwa Ran dia sudah meninggal. Hwa Ran menjawab penciptanya adalah Go Jae Hyun (ayahnya GO Mi Nam) dan Go Jae Hyun mempunyai anak dan Hwa Ran yakin akan menemukannya. Saat Hwa Ran hendak pulang dia bertemu dengan bibi Mi Ja yang kebetulan ada disana dan meminta tanda tangannya.

"aku sangat menyukai lagu-lagumu. adikku menciptakan salah satu lagumu. apa yan judulnya?aku lupa?" kata Bibi Mi Ja


Tae Kyung dan Mi Nam melanjutkan shooting MV. Mi Nam melihat betapa cantiknya He Yi. Mi Nam ingat kalau dia punya jepit rambut yang cantik. Mi Nam mengeluarkan jepit yang dibelikan Tae Kyung dan ia berkata, "Ini cukup untukku."

He Yi melihatnya dengan jepit itu dan menuduh Mi Nam mengacak barang-barangnya. Mi Nam menjawab bahwa jepit itu miliknya, He Yi menggunakan kesempatan ini untuk memojokan Mi Nam dan berkata dengan kejam, "Aneh kalau seorang pria memiliki jepit rambut wanita." Mi Nam dengan cepat berkata bahwa ini milik adiknya.


He Yi berkata bahwa Mi Nam cukum cantik dan ia menyarankan agar Mi Nam memakai lipstick. Mi Nam protes tapi He Yi menariknya dengan kuat dan memoleskan lipstik sampai Shin Woo menahan tangannya dan berkata agar He Yi tidak melakukan itu. Jeremy berkata, "Mi Nam bilang tidak!" He Yi kesal dia ingin sekali mengatakan yang sebenarnya tapi dia tidak bisa, karena jika dia melakukannya dia dan Tae Kyung akan berakhir.



Adegan yang diambil untuk MV adalah adegan saat Tae Kyung melamar He Yi. Mi Nam melihat mereka dari jauh dan merasa terluka walau itu cuma akting. Tae Kyung mendekat dan hendak pura-pura mencium He Yi. saat mereka akan melakukan adegan itu, He Yi mengingatkan Tae Kyung terakhir kali mereka ada di posisi seperti itu. Tae Kyung berkata, Keduanya adalah akting. Apa bedanya? Tae Kyung mengeluh betapa lamanya sutradara mengatakan cut. He Yi berkata, "Sutradara mungkin tidak menyukai akting kita. Aku akan melakukan dengan baik agar kita bisa selesai cepat."


Kemudian He Yi mencium Tae Kyung dengan ciuman sungguhan. Tae Kyung kaget tapi kamera masih berputar maka dia tetap berdiri dan menahan posisinya sampai sutradara berteriak cut! Tae Kyung langsung mundur.



He Yi minta Tae Kyung tenang saja tapi He Yi pergi dengan wajah memerah. Kesal, tae kyung mengusap mulutnya. Mi Nam merasa sedih dan mulai memainkan hidungnya (hidung babi), Jeremy merangkul Mi Nam dan berkata Mi Nam hebat, Jeremy juga memberitahu Mi Nam kalu presiden Ahn akan mengadakan pesta. Shin Woo melihat Mi Nam dengan sedih.


He Yi merapikan barang-barangnya dan dia melihat jepit rambut Mi Nam terjatuh dari baju yang dipakai Mi Nam tadi.he Yi mengambilnya dan menyembunyikannya. Mi Nam mencari jepitannya yang hilang . Tapi stylish Wang alngsung mengajak Mi Nam ke Club tempat perayaan pesta.


Presiden Ahn mentraktir semua untuk perayaan di sebuah klub. Shin Woo melihat kesedihan Mi Nam, ia juga dengar Mi Nam kehilangan sesuatu yang penting, dia menawarkan diri untuk mengajak Mi Nam kembali untuk mencarinya. Mi Nam senang mendegar Shin Woo mau menolongnya.



Manager Ma melihat keduanya dan dia meminta Tae Kyung menjaga Mi Nam sementara Manager Ma akan membuat Shin Woo menjauhi Mi Nam. Tae Kyung berkata pada dirinya sendiri, melihat ekspresi Mi Nam, dia kelihatan sedih saat Shin Woo menjauh Bahkan Tae Kyung merasa Mi Nam tidak senang melihatnya. Tae Kyung dan Mi Nam sempat beradu pandang tapi Mi Nam buru-buru mengalihkan pandangannya karena merasa bersalah udah menghilangkan jepit dar Tae Kyung.


He Yi senang melihat Mi Nam sedih dan dia menggoda Mi nam. He Yi mengambil label harga jepitannya dan menempelkannya di botol bir. dia juga memakai jepit rambut itu di rambutnya.

" jepit itu.. kau menemukan jepit itu?" kata Mi Nam mau mengambil jepitnya dari He Yi, tapi He Yi menghempaskan tangan Mi Nam.
"apa yang kau lakukan?" tanya He Yi
"Bukankah kau pernah melihatku memegang jepit itu?" kata Mi Nam
"aku tidak akan menggunakan barang milik orang lain, ini punyaku.
"jepit itu mirip dengan punyaku" kata Mi Nam
"kau sangat mengingikan jepit ini? kau seperti perempuan. sangat aneh kalau seorang pria sangat mengingikan benda seperti ini" kata He Yi sengaja. Mi Nam mengurungkan niatnya mengambil jepit rambut dari He Yi.


Tae Kyung akan menghampiri Mi Nam tapi He Yi mencegatnya.

"apa kau mau mengurus Mi Nam? anak itu sangat menyusahkan, ku pasti lelah mengurusnya" tanya He Yi
"iya, aku lelah. dia tidak pandai berbohong seperti kau" kata Tae Kyung (maksudnya nyindir He Yi, kena dia, hehehe)
"Dia pandai berbohong, dia bilang jepit rambutku adalah miliknya dan dia minta aku untuk mengembalikannya. Dia pasti iri padaku karena dia juga perempuan" kata He Yi
Tae Kyung melihat jepitnya dan mengenalinya " ah, jadi itu yang dia hilangkan?"
"ini milikku. dia menghilangkan miliknya dan menginginkan milikku" kata He Yi
"mungkin karena mirip" kata Tae Kyung
"apa kau melihatnya?aku melihatnya dan tidak mirip" kata He Yi bohong
"apa kau tahu harganya?" tanya Tae Kyung memancing He Yi
" murah cuma 3000 won" jawab He Yi
"harganya 100.000 won, berikan itu padaku, itu milik Mi Nam" kata Tae Kyung
"darimana kau tahu?" tanya He Yi
"karena aku yang memberikannya, jadi aku tahu. Berikan" jawab Tae Kyung sinis
"kau memberinya pada Go Mi Nam?" tanya He Yi, dia langsung ngasih jepitnya ke Tae Kyung dengan kesal.


Tae Kyung mendatangi Mi Nam dan mau memberikan jepit itu padanya.

"aku dengar kau kehilangan sesuatu" tanya Tae Kyung
"aku menghilangkan jepit yang kau berikan" kata Mi Nam sedih
Saat Tae Kyung akan memberikan jepitan itu Mi Nam berkata "Tidak apa. Aku tidak akan mencarinya. Tidak cocok untukku.. Aku harap seseorang akan menemukannya dan merawatnya baik-baik." Tae Kyung menyimpan jepitnya lagi.

Sementara itu Hwa Ran telah mendapatkan no telepon Go Mi Ja dan ingin menemuinya. Asisten Hwa Ran bilang kalau Go Mi Ja sedang membutuhkan uang dan ini membuat Hwa Ran senang karena akan mempermudah dirinya untuk mendapatkan ijin untuk menyanyikan lagu ciptaan Go Jae Hyun yang sedang diaransement ulang oleh Tae Kyung.

Bibi Mi Ja sedang dikamar Tae Kyung dan berniat mengambil barang Tae Kyung untuk dijual. Tapi saat hendak mengambil barang bibi mendapat telepon dari Hwa Ran dan dia minta ketemuan sama bibi Mi Ja. Hwa Ran mengeluarkan foto yang sama dengan foto yang dimilki Mi Nam yaitu foto Go Mi Nam/Go Mi Nyu dan Go Jae Hyun. Hwa Ran berkata kalau dia kan menemukan sikembar.


Di Club manager Ma sedang menyanyi sementara Mi Nam terus memperhatikan Tae Kyung dari jauh dengan menundukan kepala sambil mainin hidung babinya ( Mi Nam makin ga bisa nahan perasaannya, hehehe)

Di lantai 2 stylish Wang meminta stafnya dan meminta untuk menyiramkan air dari atas karena dia mau terlihat spesial. He Yi mendengar hal itu dan berniat untuk ngerjain Mi Nam. He Yi mendatangi Mi Nam dan memintanya untuk menyanyi tapi Mi Nam hanya tahu Lagu-lagu Natal, maka saat ia naik ke panggung dan bernyanyi. Semua suka dan bersorak, sampai He Yi menekan tombol dan air menyiram Mi Nam dari atas di tengah-tengah lagu.


Semua kaget. Mi Nam berjuang untuk menahan reaksinya, meskipun jelas-jelasd ia kesal dan malu. Lalu Shin Woo langsung naik ke atas panggung dan melanjutkan lagunya, Jeremy mengikutinya, Tae Kyung mengambil taplak meja dan naik ke panggung. Ia mendekati Mi Nam dan menutupkan taplak meja ke badan Mi Nam. Jeremy mengambil alih situasi dan mengumumkan ini adalah penampilan Natal A.N.JELL, dan semua mulai nyanyi lagu Natal. Semua jadi senang dan mulai berdansa, pesta pun berlanjut. He Yidiam saja dan kesal rencananya berantakan dan malah membuat hubungan A.N.JELL semakin dekat.


Dalam perjalanan pulang, Jeremy heboh sekali dengan kejadian atdi tapi Shin Woo memintanya diamkarena Mi Nam sedang tidur. bertanya mengenai sesuatu yang ingin dicari Mi Nam. Shin Woo berkata bahwa Mi Nam memutuskan untuk berhenti mencarinya. "Dia terlihat lebih buruk saat ia berkata ia tidak akan mencarinya daripada saat ia kehilangannya"

"Mi Nam pasti berkata seperti itu karena sebenarnya dia benar-benar ingin menemukannya tapi ia berpikir ia tidak akan mampu mencarinya." kata Jeremy
Tae Kyung yang mendengar pembicaraan mereka mengeluarkan jepit rambutnya dari saku jaketnya dan terus memandanginya.


Dirumah Tae Kyung berpikir bagaimana caranya mengembalikan jepit rambut itu tanpa terkesan bodoh didepan Mi Nam.

"Jika ia ingin menemukannya, dia seharusnya berkata saja. Mengapa ia membuatku bingung dan berkata ia tidak ingin mencarinya lagi. Jika aku memberikan padanya aku akan terlihat bodoh. Lupakan saja, aku tidak akan memberikan begitu saja padanya. Tidak, aku akan menutupinya dengan rapi. Bagaimana aku bisa mengembalikan ini padanya tanpa kehilangan muka?" kata Tae Kyung
Tae Kyung sudah mendapatkan ide dan dia pergi keruangan dimana hadiah dari fans untuk A.N.JELL disimpan. Tae Kyung mengambil boneka kelinci dan boneka babi. Dia membersihkan boneka itu dengan menepukan boneka itu dan berkata " ayo, mulai mengoprasi!"

Tae Kyung melepaskan hidung babi dari bonekannya dan meletakan hidung babinya pada hidung kelinci. Terakhir Tae Kyung menjepitkan jepitannya ditelinga kelinci yang panjang (aneh sih tapilucu juga bonekanya).

"Aku akan memberikan jepit ini padamu babi-kelinci" kata Tae Kyung


Pagi hari saat Mi Nam bangun, dia kaget melihat boneka kelinci berhidung babi dengan menggunakan jepit rambutnya. Mi Nam tersenyum kearah Tae Kyung dan memeluk bonekannya dengan senang. Tae Kyung mengintip reaksi Mi Nam dan tersenyum bangga.


Saat sarapan pagi Manager Ma bingun melihat Mi Nam tersenyum terus. Mi Nam berkata pada manager Ma, Aku menyanyi lagu Natal kemarin dan pagi ini Santa Claus mengunjungiku. Saat Mi Nam bersin, Tae Kyung menawarkan air putih, shin Woo menawarkan teh panas, dan Jeremy datang berlari dan menawarkan juice. Ketiganya menawarkan minuman mereka dan berharap Mi Nam memilihnya . Bahkan Tae Kyung menggoyang gelasnya agar Mi Nam memilihnya. Tapi Mi Nam tidak mengerti maksud di balik tawaran mereka dan memilih minuman hangatnya Shin Woo. Jeremy, merasa kecewa tapi tetap memberikan juicenya. Tae Kyung kesal, dan dia meminum sendiri airnya.

Hwa Ran menemui presiden Ahn dan minta tolong padanya untuk menyerahkan bunga pada Tae kyung tapi Hwa Ran kaget saat presiden Ahn berkata Tae kyung alergi serbuk bunga.


Semua anggota A.N.JELL harus syuting iklan HP . Mereka menggunakan pakaian sesuai karakter mereka. Tae Kyung Hijaau dengan lemonnya. Mi Nam putih dengan bunganya. Shin Woo hitam dengan anjinganya. Jeremy kuning dengan pisangnya.


"itu (lemon) terlalu masam, lidahku mati rasa,kenapaaku harus hijau, apa aku boleh ganti warna" keluh Tae Kyung

"ya kuning, pisang lebih mudah dimakan" kata Tae Kyung
"jika kau tetap memakan ini (pisang), kau bisa muntah" kata Jeremy
"Anjing ini terus-menerus ingin menggigit dan memakanku" keluh Shin Woo
"Aku benar-benar suka bunganya"kata Mi Nam senang
"Go Mi Nam jang mendekat padaku, aku akan tertular " kata Tae Kyung waspada pada serbuk bunga
"ini baru setengah dari shooting, bagaimana bisa kalian sudah lelah? masih banyak lagi" kata stylish Wang menunjuk kearah kardus yang berisi pisang dan lemon.
"akan susah untuk memakan semuanya" kata Shin Woo
"aku tidak selera" kata Tae Kyung
"aku akan jadi seekor monyet jika aku makan semuanya" kata Jeremy
"aku akan kerja keras" kata Mi Nam


Presiden Ahn juga membawa He Yi, dia pikir ini akan membuat mereka senang, tapi justru membuat keceriaan mereka lenyap. He Yi mendekati Tae Kyung, dan berkata " warnamu adalah hijau, itu kesukaanku". Presiden Ahn menjelaskan mengenai arti warna. Jeruk adalah warna untuk wanita usia 20-30 an, Kuning, sangat disukai anak2-anak. Shin Woo dengan warna hitam karena itulah warna pria, dan Mi Nam putih karena mewakili karakternya yang murni.

"Ini berarti bawa oppa populer di kalangan wanita, tidak apa-apa jika aku menyukainya kan Mi Nam ?" tanya He Yi
"Tentu saja, orang-orang menyukainya." kata Mi Nam. He Yi tanya apa warna kesukaan Mi Nam, membuat semua menjadi ingin tahu lagi. Mi Nam berkata, "Karena aku seorang pria, aku suka warna pria. Hitam!"


Hwa Ran menemui Mi Ja dan ingin tahu dimana si kembar berada. "Aku harus bertemu mereka. Dimana mereka? Bisakah aku segera bertemu mereka?" tanya Hwa Ran. Bibi Mi Ja tidak menjawabnya dan ini membuat Hwa Ran penasaran.


HeYi frustrasi dengan semua perhatian yang diperoleh Mi Nam, dan mengikutinya saat Mi Nam menuju ruang ganti. Ia melihat Tae Kyung mendekati Mi Nam, He Yi menyembunyikan dirinya dan mengamati mereka.

"Go Mi Nam, aku tidak peduli dengan seleramu, tapi kau menilaiku dengan cara itu, hal itu membuatku jengkel"kata Tae Kyung
"Hyung-nim lanjutkan saja untuk tidak peduli pada seleraku" kata Mi Nam
"popularitasku yang terbai tapi kenapa kau selalu mencela aku?" tanya Tae Kyung
"Baiklah kau bisa jadi nomor 1" jawab Mi Nam sambil mengacungkan 2 jempolnya dan berjalan meninggalkan Tae Kyung. Tapi Tae Kyung menghentikannya.
"Katakan padaku, warna apa yang kau sukai?" tanya Tae Kyung ingin tahu
"huh, aku kan bilang hitam" kata Mi Nam

"itu yang kau katakan dari pandanganmu sebagai
Miring
seorang pria" kata Tae Kyung sinis

"sebenarnya kau suka warna apa?" tanyanya lagi


Tae Kyung makin mendekatkan diri pada Mi Nam, Tae Kyung terus bertanya warna yang disukai Mi Nam sebenarnya. Sampai akhirnya Mi Nam tersudut di tembok.
Miring
"katakan padaku, kau adalah seorang perempuan" kata Tae Kyung

He Yi shock melihat Tae Kyung dan Mi Nam.
"Yang sesungguhnya, aku suka warna putih" jawab Mi Nam
"kau hebat dalam melarikan diri dalam situasi rumit" kata Tae Kyung
Tae Kyung meninggalkan Mi Nam yang masih tersandar di tembok. Mi Nam menghela nafas dan ingin main-main hidung babi tapi dia sadar jika dia main-main hidung babi, hidungnya akan memerah. Mi Nam memutuskan untuk cuci muka.


He Yi menghindar dari Tae Kyung. He Yi kesal berkata pada dirinya sendiri "Hwang Tae Kyung, kau melihat Go Mi Nam sebagai seorang perempuan"


He Yi mendatangi Mi Nam ke toilet, tapi Mi Nam langsung bersembunyi karena takut ketahuan.

"kau disini?" tanya He Yi didepan WC yang digunakan He Yi
"apa?" jawab Mi Nam
"Go Mi Nam, keluar" kata He Yi
"Yoo He Yi" kata Mi Nam
"kupikir kau salah masuk, jadi aku datang menjemputmu" kata He Yi
"ini adalah toilet pria" kata Mi Nam
"iya ini toilet pria, jadi kenapa kau ada disini, kau harusnya pergi ke toilet wanita" kata He Yi
Mi Nam terpana.
"Go Mi Nam, kau adalah perempuan, aku tahu segalanya" kata He Yi tajam
He Yi menarik Mi Nam dari toilet, Mi Nam minta He Yi melepaskannya. Tapi He Yi tidak mendengarkannya.


He Yi dan Mi Nam sampai ke temat pemotretan.

"kau berpura-pura menjadi laki-laki dan menghabiskan waktu dengan mereka, kan?" tanya He Yi, Mi Nam masih shock akan kejadian ini.
"yang mana warna yang kau sukai?" tanya He Yi lagi, Mi Nam semakin shock
"kuning, hitam atan hijau?" kata He Yi
"Yoo He Yi" kata Mi Nam berusah tegar
"jangan sebut namaku" kata He Yi
"kau paling suka siapa?" tanya He Yi lagi
"apa aku harus tanya lebih jelas lagi?" kata He Yi
"Jeremy? Kang Shin Woo? atau HWANG TAE KYUNG?" tanya He Yi bernada tinggi saat menyebut Tae Kyung. Mi Nam semakin shock dan tersudut. Anggota A.N.JELL yang lain melihta ke arah Mi Nam. Dan Mi Nam shock berat karena kejadian ini.
He-yi mendesak Mi-nam untuk mengaku siapa laki-laki yang ia sukai. Mi-nam tidak bisa bicara apa-apa terlebih lagi saat He-yi menebak kalau Mi-nam menyukai Tae-kyung. Mi-nam hanya bisa diam, kaget dan ketakutan. Tae-kyung, Shin-woo dan Jeremy datang dan melihat mereka dari jauh. He-yi tanya lagi apakah Mi-nam mencintai Tae-kyung. Mi-nam benar-benar tidak bisa bilang apa-apa. He-yi mengancam akan memberitahu Tae-kyung. Mi-nam terjatuh di kaki He-yi dan tangannya menggenggam tangan He-yi agar ia tak pergi mendekati Tae-kyung. Tae-kyung dan yang lain mendekati mereka. He-yi mau menghampiri mereka tapi dicegah Mi-nam dengan tatapan memohon dan ketakutan. He-yi Jongkok menghampiri Mi-nam dan mengancamnya lagi. He-yi pura-pura panik memanggil Tae-kyung. Tae-kyung dan yang lainnya datang. Mi-nam ketakutan sekali hingga tubuhnya bergetar. He-yi berkata kalau Mi-nam sepertinya sakit (heh gak jadi dibongkar). Tae-kyung dan yang lainnya jadi khawatir. Tae-kyung membantu Mi-nam berdiri. He-yi memberi tanda agar Mi-nam diam. Presiden Ahn datang, Shin-woo berakata kalau Mi-nam sedang sakit. Mi-nam terus gemetaran sambil melirik He-yi. Tae-kyung melihatnya dan berpikir ada sesuatu (seperti tau kalau ada yang tidak beres). President Ahn mengantar Mi-nam pulang untuk istirahat.


Saat mengantar Mi-nam pulang, President Ahn juga mengantar He-yi pulang. Mi-nam duduk bersebelahan dengan He-yi di belakang sehingga membuat Mi-nam masih ketakutan. President Ahn khawatir dengan keadaan Mi-nam dan menawarkan mengantar Mi-nam ke rumah sakit, tapi Mi-nam menolaknya. He-yi berkata Mi-nam cukup istirahat sebentar saja pasti akan baik lagi. President Ahn berterima kasih pada He-yi karena telah mengkhawatirkan Mi-nam. He-yi berkata Mi-nam adalah teman Tae-kyung jadi dia juga harus khawatir. He-yi lalu tanya apakah kalau Mi-nam tidak ada akan berpengaruh pada president Ahn dan A.N.Jell. President Ahn membenarkannya dan meminta Mi-nam menjaga kesehatannya karena setelah Mi-nam resmi menjadi anggota A.N.Jell, ia akan memiliki banyak tanggung jawab. He-yi berkata pada Mi-nam “Kau dengarkan, kau harus melakukan pekerjaanmu dengan benar jangan sampai menghancurkan kak Tae-kyung. Dan tidak boleh memberitahukan rahasia diantara kita kepada orang lain. Jika tidak aku juga tidak akan diam. Mengerti!” (Huwa diancam lagi). Mi-nam mengangguk, president Ahn tanya rahasia apa. He-yi berkata rahasia yang akan mengejutkan banyak orang. He-yi lalu minta turun.


Di studio acara pemotretan telah selesai. Tae-yung melihat staff membereskan lemon yang masih tersisa. Tae-kyung yang khawatir dengan Mi-nam meminta beberapa lemon dari staff itu. Staff itu kaget karena Tae-kyung masih mau makan lemon setelah seharian memakannya. Tapi Tae-kyung tak menanggapinya dan langsung pergi. Shin-woo datang dengan ramah meminta lemon dari staff yang sama lalu pergi. Staff itu bingung melihatnya. Jeremy juga menghampiri staff itu dan meminta lemon. Staff itu tambah bingung. Jeremy berkata kalau Mi-nam sedang sakit jadi dia akan membuatkan minuman lemon untuknya. Dalam perjalan pulang Stylish Wang mencium bau lemon di mobil. Ia tanya pada anak-anak A.N.Jell apa mereka membawa lemon. Shin-woo dan Jeremy hanya senyum-senyum. Tae-kyung tampak khawatir dan terus memegang lemonnya.


Setelah sampai di mess, Mi-nam menangis dikamarnya karena ketakutan jika identitasnya ketahuan maka A.N.Jell akan hancur.


Bibi MI-ja menenui Mo Hwa-ran. Mo Hwa-ran bertanya dimana anak-anak Go Jae-hyun. Bibi Mi-ja mengatakan bahwa anak-anak itu setelah ayahnya meninggal dititipkan di panti asuhan dan mungkin sekarang sudah diadopsi orang lain. Mo Hwa-ran tampak kecewa. Bibi Mi-ja berkata jika masalah uang (royalti) Mo Hwa-ran bisa mendisusikannya dengannya. Mo Hwa-ran tidak memperdulikannya dan masih berpikir tentang anak-anak Go Jae-hyun.

Kembali ke mess. Mi-nam memandangi foto keluarganya di kamar Tae-kyung dan bergumam ”Kakak, aku begitu ketakutan. Bagaimana jika ia terluka gara-gara aku?”. Mi-nam menoleh ke foto Tae-kyung dan bergumam ”Aku masih belum pantas menyukainya”. Kemudian menoleh lagi memandangi boneka kelinci babinya dan bergumam ”Aku tidak mau menghancurkan masa depannya. Tidak boleh menghancurkannya”.

Anggota A.N.Jell telah sampai di mess. Mereka langsung mencari Mi-nam dan menemukannya sedang beristirahat di kamarnya. Tae-kyung tanya bagaimana keadaan Mi-nam. Shin-woo mengecek keadaan Mi-nam dan berkata kalau Mi-nam masih demam. Shin-woo tanya apa Mi-nam sudah minum obat. Mi-nam berkata sudah, dan ia hanya perlu istirahat sebentar saja. Tae-kyung berpura-pura tak peduli dan malah memarahi Mi-nam karena pemotretan hari itu kacau balau. Mi-nam minta maaf dan Tae-kyung segera pergi. Jeremy berkata pada Mi-nam agar tak memperdulikan perkataan Tae-kyung tadi karena hari itu pemotretan berjalan lancar. Mi-nam sudah terlanjur sedih dan Shin-woo mengetahui itu.


Tae-kyung di kamarnya ngomel-ngomel. Ia heran kenapa Mi-nam begitu tenang menghadapinya. ”Apakah sudah terbiasa diganggu olehku? Atau sakit sampai tak bisa melawan? Kalau kau tidak semangat aku tak bisa menggangggumu lagi” kata Tae-kyung sambil melihat boneka kelinci babi. Tae-kyung kemudian ingat dengan lemon yang ia bawa, ia bingung harus mengolahnya bagaimana agar Mi-nam tidak merasa asam saat memakannya.


Tae-kyung turun kedapur dan melihat teman-teman juga sedang sibuk menyiapakan minuman lemon untuk Mi-nam. Tae-kyung memandangi lemonnya dan merasa bodoh karenanya. Jeremy melihat Tae-kyung menggenggam lemon.
”Kakak kau juga mengambil Lemon!” teriak Jeremy.
”Benar, kenapa?” kata Tae-kyung yang kemudian memakan lemonnya sendiri.
”Kau ingin memakannya sendiri?” tanya Jeremy lagi.
“Benar, kenapa?” kata Tae-kyung lagi.
”Apakah tidak asam sudah memakan banyak tadi” kata Shin-woo.
”Rasa lumayan enak” kata Tae-kyung sambil memakan lemon itu dan meringis karena keasaman.
Shin-woo dan Jeremy tertawa karena tahu Tae-kyung berbohong. Tae-kyung pura-pura tidak apa-apa. Jeremy mendekatinya dan menyerahan lemon-lemon yang ia bawa. Tae-kyung pura-pura menerima dengan senang hati dan pergi dari sana.


Sampai dikamar ia ngomel-ngomel lagi karena giginya terasa aneh setelah makan banyak lemon. Ia lelu memandang boneka kelinci babinya lagi dan bergumam “Go Mi-nam semua orang sudah berusaha menjagamu. Jadi aku tak perlu unjuk gigi lagi”. Tae-kyung kemudian menyerahan lemon pada boneka itu dan bilang kalau lemon itu sedikit asam.

Shin-woo datang ke amar Mi-nam membawa teh lemon, tapi sayang Mi-nam sudah tertidur. Shin-woo kecewa karena nanti teh itu pasti sudah dingin saat Mi-nam bangun, tapi Shin-woo membesarkan hatinya dan berkata “Tidak apa nanti tinggal dipanaskan lagi saja”. Mi-nam terlihat kesakitan dalam tidurnya, Shin-woo segera menghampirinya. “Mi-nam jangan sakit kalau begini aku tidak bisa tinggal diam” kata Shin-woo.


Tae-kyung tak bisa tidur. Ia turun ke dapur mengambil minum di lemari es, tapi ia melihat lemon dan jadi kesal karena berpikir mungkin gara-gara lemon itu ia tidak bisa tidur. Tae-kyung lalu berpikir tentang Mi-nam apakah ia sudah sembuh setelah makan lemon sehingga begitu tenang tidak ada suaranya. Tae-kyung menutup lemari es dan terkejut melihat Mi-nam berdiri di belakangnya. Mi-nam tampak seperti mayat hidup. Tae-kyung memarahinya karena membuatnya kaget, tapi Mi-nam hanya berdiri sambil menggigil. Tae-yung jadi khawatir dan tanya apa yang dilakukan Mi-nam di sana. Mi-nam berkata kalau ia ingin ambil air minum. Setelah bicara itu Mi-nam hampir jatuh pingsan dan Tae-kyung refleks menahannya. Tae-kyung sangat khawatir, ia lalu melarikan Mi-nam kerumah sakit.


Diperjalanan Mi-nam terlihat sangat kesakitan, Tae-kyung kesal karena ia terlambat mengetahui kesehatan Mi-nam bertambah buruk. Tae-kyung menyalahan teman-temannya karena tidak memberitahunya lebih awal (huwa oppa kamu perhatian sekali).


Tae-kyung telah sampai di depan pintu ruang gawat darurat. Dia keluar dan membuka pintu Mi-nam. Tae-kyung mencoba membangunkan Mi-nam dan tanya apa Mi-nam bisa berjalan masuk kedalam sendiri, jika tidak ia akan menggendongnya. Tae-kyung mencoba memapah Mi-nam keluar. Mi-nam setengah sadar tanya dimana mereka. Tae-kyung berkata mereka ada dirumah sakit. Mi-nam segera menolak dibawa masuk. Tae-kyung memaksa karena panas Mi-nam tinggi sekali. Mi-nam tetap menolak dan berkata jika ia pergi maka semua akan terbongkar. Mi-nam berjalan pergi menjahui rumah sakit. Tae-kyung mencegahnya. Mi-nam tetap ingin pergi. Tae-kyung kesal. Mi-nam tidak menghiraukannya. Tae-kyung menariknya kembali dan berkata kalau ia yang akan bertanggung jawab. Mi-nam semakin sedih, ia tanya dengan kesal apa Tae-kyung benar-benar tidak takut semuanya ketahuan. Mi-nam berkata kalau ia benar-benar ketakutan. Tae-kyung berkata kalau sekarang bukan waktunya mengkhawatirkannya lagi pula ia tidak takut apa-apa dan sudah siap menghadapinya sejak ia berjanji membantu menutupinya. Tae-kyung berkata lagi kalau ia akan bertanggung jawab saat Mi-nam dirumah sakit. Mi-nam tetap menolak di rawat dirumah sakit. Tae-kyung berteriak kesal memarahi Mi-nam yang keras kepala. Mi-nam berkata ia bisa bertahan, ia hanya minta diantar pulang saja. Tae-yung kesal karena tidak bisa menolaknya.



Tae-kyung dan Mi-nam kembali ke mobil. Mi-nam terus memandang keluar dengan sedih. Tae-yung yang walaupun kesal tetap perhatian dengan Mi-nam. Ia memasangkan sabuk pengaman Mi-nam dan memberikan jaketnya untuk Mi-nam (oh... so sweet..oppa aku jg mau diperhatiin kayak gitu.. wkwk). Tae-kyung kemudian bergumam ”Go Mi-nam, kau mau bagaimana tidak usah menahannya lagi” (iya.. ungkapin aja perasaan lo pasti diterima kok).

Sampai di mess, Tae-kyung segera menyiapkan alat-alat kompres di dapur. Shin-woo datang dan tanya ada apa. Tae-kyung berkata kalau Mi-nam sakit parah. Shin-woo kaget mendengarnya dan mau segera menemuinya, tapi dicegah Tae-kyung. Tae-kyung berkata agar Shin-woo tak usah ikut campur kali ini dan membiarkannya saja yang menjaga Mi-nam (Maksud Tae-kyung biar Shin-woo gak tau kalau Mi-nam sebenarnya wanita). Shin-woo mengepalkan tangannya menahan kesal. Tae-kyung berkata jika keadaan Mi-nam sudah membaik ia akan memberitahunya, Shin-woo cukup kembali kekamar saja. Tae-kyung pergi membawa peralatan kompres, Shin-woo hanya melihatnya saja sambil menahan kesal karena tidak mengetahui lebih dulu keadaan Mi-nam.


Tae-kyung merawat Mi-nam dan terus berada disisinya hingga panas Mi-nam turun (sampai pagi lo! Jam 5). Mi-nam terbangun dan ingin mengatakan sesuatu. Tae-kyung menebak Mi-nam pasti ingin bilang terimakasih dan maaf kepadanya. Mi-nam menggangguk lemah, Tae-kyung berkata tidak apa-apa. Mi-nam jadi semakin tak enak. Tae-yung mengecek kesadaran Mi-nam dengan menunjukan tangannya dan tanya ada berapa. Mi-nam menjawab itu telapak tangan, tapi Tae-kyung berkata itu lima (yah dulu dijawab 5 salah yang benar telapak tangan sekarang dijawab telapak tangan juga salah yang benar 5.. gimana sih oppa). Tae-kyung kemudian memerintah Mi-nam agar mulai sekarang Mi-nam harus mendengarkan perkataannya. Tae-kyung lalu berkata melihat kesungguhan Mi-nam berusaha menutupi identitasnya, ia akhirnya mengakui kalau ia sudah menerima Mi-nam menjadi anggota A.N.Jell dan juga sebagai seorang wanita sehingga mulai saat itu Mi-nam juga berada dibawah tanggung jawabnya dan berhak untuk melindunginya. Tae-kyung meminta Mi-nam juga bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mi-nam minta maaf dan berjanji akan berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Tae-kyung meminta Mi-nam tidak berbuat sembarangan dan memintanya bertanya kepadanya jika ia tak tau apa-apa. Tae-kyung kemudian menyuruh Mi-nam istirahat lagi, karena ia juga perlu istirahat. ”Tidak boleh diteruskan lagi sebelum semuanya ketahuan... Go Mi-nam harus lenyap” Gumam Mi-nam sambil menggenggam erat selimutnya setelah Tae-kyung pergi.


”Sekarang sudah baikkan kah?“ gumam Shin-woo saat mengetahui Tae-kyung keluar dari kamar Mi-nam. Shin-woo ternyata terus menunggu sambil sembunyi di luar. Setelah memastikan Tae-kyung masuk kamarnya, Shin-woo berbalik dan memandangi pintu kamar Mi-nam sambil bergumam ”Sekarang biarkan aku begini sampai aku sudah lebih tenang” .


Keesokkan harinya Manager Ma sedang makan dengan stylish Wang. Ia senang sekali karena sekarang pernak-pernik Mi-nam telah keluar dan menjadi yang terpopuler. Manager Ma lalu berkata sekarang ia sedang merencanakan membuat cerita legenda tentang Mi-nam seperti anggota A.N.Jell lainnya. Stylish Wang mengerti dan tanya cerita apa yang mau dipakai. Manager Ma berkata mungkin cerita legenda sepert Bruce lee. Stylish Wang menolak karea anak jaman sekarang tidak ada yang mengenal Bruce lee. Manager Ma lalu berkata jika Jeremy dengan legenda pernah menari dengan putri Inggis, maka Mi-nam pernah menari dengan putri India. Stylish Wang menolak lagi karena di India tidak ada kerajaan lagi. Manager Ma bingung kehabisan ide, tapi kemudian ia berkata ada satu lagi legenda yakni menggunkan kemisteriusan ibu Mi-nam. Dalam bayangannya ibu Mi-nam adalah seorang wanita bangsawan Korea yang rela mengorbankan dirinya untuk anaknya (ini niru film apa ya???? Perasaan musik yang mengiringinya pernah dengar deh). Stylish Wang tentu saja menolaknya, ia mengganggap manager Ma kekanak-kanakan. Stylish Wang lalu tanya apa manager Ma tau kalau Mi-nam kemarin sakit. Manager Ma kaget, ia berkata kalau seharian kemarin ia sibuk menyiapkan pernak – pernik itu.




Sementara itu Tae-yung pergi ke pusat perbelanjaan. Ia ingin membelikan Mi-nam baju wanita, supaya bisa dipakai saat kabur. Ia melihat manekin wanita yang mengenakan baju seksi, Tae-yung membayangkan Mi-nam memakainya. ”Wanita seperti ini biasa saja” gumam Tae-kyung. Ia lalu berbalik dan melihat manekin berbaju lolipop (ah.. aku g tau mode.. mian ya kalau salah) dan coba membayangkannya lagi. ”Ini juga bukan tipe yang aku suka” gumam Tae-kyung. Tae-kyung berbalik lagi dan melihat sebuah pakaian kasik, ia bergumam ”Yang ini tidak buruk”. Tae-kyung kembali membayangkan Mi-nam. ”Sudah pasti. Aku suka dia berpakain seperti itu. Buat apa aku suka atau tidak lagipula hanya dipakai untuk kabur saja” gumam Tae-kyung. Tae-kyung kemudian masuk dan membeli baju itu. Penjaga toko ternyata adalah penggemar Tae-kyung dan He-yi. Ia minta Tae-kyung bicara pada He-yi agar mengenakan baju-baju dari toko itu karena selama ini ia selalu menolak mengenakan hadiah dari toko itu. ”Mungkin dia punya gaya sendiri” kata Tae-kyung cuek dan pergi dari sana.




He-yi mencoba menelpon Tae-kyung tapi tak diangkat. Manager He-yi datang dan menyerahkan bingkisan dari toko perhiasaan untuk He-yi dan Tae-kyung. He-yi dengan ogah-ogahan melihatnya. He-yi bergumam bukankah itu cincin yang digunakan waktu syuting pernikahan watu itu. He-yi membayangkan ejadian waktu itu dan bergumam kalau Tae-kyung pasti akan menolaknya (Enak ya jadi artis dapat gratisan mulu). He-yi memakai cincin itu dan berdoa aga bisa memakainya bersama dengan Tae-kyung. Ia mengambil cincin yang satunya dan memakainya. Ia jadi kesal saat mengingat Tae-kyung rela mengambilkan penjepit rabut Mi-nam. He-yi lalu jadi jahat dan ingin mengungkapkan isentitas Mi-nam segera.

Di mess Jeremy mengajak Mi-nam keluar untuk menghirup udara segar. Jeremy juga membuatan minuman lemon untuk Mi-nam. Shin-woo datang membawakan selimut untuk Mi-nam. He-yi datang dan melihat perhatian kedua orang itu. Kedua orang itu terlihat tidak senang dan khawatir kalau Mi-nam di sakiti lagi. He-yi berkata kalau ia datang untuk menjenguk Mi-nam. Mereka berempat masuk. Mi-nam dipapah Jeremy dan Shin-woo. He-yi sendirian, ia tanya dimana Tae-yung. Shin-woo berbalik dan bilang kalau Tae-kyung pergi. Shin-woo tanya apa He-yi tidak menelepon Tae-kyung dulu sebelum datang. He-yi berkata kalau ia datang khusus untuk menjenguk Mi-nam. He-yi meminta Shin-woo membantunya mengambil buah yang ia bawa di mobil. Shin-woo tepaksa menurutinya, sebelum pergi ia melirik Mi-nam karena merasa khawatir. He-yi lalu meminta minuman pada Jeremy. Jeremy terpaksa pergi mengambilkannya. Jeremy sebelum pergi juga meirik Mi-nam. Mereka khawatir meninggalkan Mi-nam berdua dengan He-yi. He-yi lalu meminta Mi-nam mengantar kekamarnya. Mi-nam menggenggam lemon pemberian Jeremy dengan ketakutan.


Setelah sampai diamar Mi-nam, He-yi segera menekan Mi-nam.
“Aku kira kau akan melaraikan diri, ternyata kau masih di sini” kata He-yi.
“Au tidak akan lari begitu saja” kata Mi-nam.
“Ternyata kau punya keberanian juga. Apa karena orang-orang disampingmu begitu baik kepadamu makanya kau tak takut kalau mereka tahu? Aku akan mengatakan pada mereka sekarang dan semua itu akan berubah. Kau harus memohon kepadaku sekarang” kata Heyi.
”Aku akan memberitahu mereka semua. Aku akan memberitahu kak Shin-woo dan Jeremy sekarang. Walaupun aku tahu mereka tidak akan memaafkanku, tapi aku tak akan mundur” kata Mi-nam yakin.
”Benarkah, kau juga akan memberitahukan bahwa kau menyukai Tae-kyung?”
”Apakah aku harus mengatakannya juga?” kata Mi-nam kaget.
”Benar, kau ketahuan olehku karena ini. Karena tidak tahu diri menyukai kak Tae-kyung” kata He-yi.
Mi-nam berpikir sebentar dan berkata ”Baiklah, aku akan mengatakan hal itu juga”.
He-yi terlihat kesal dan berkata ”Baiklah, katakan saja semuanya. Setelah kak Tae-kyung pulang, suruh mereka berkumpul dan atakan semuanya. Aku akan menontonnya”.
He-yi menarik selimut Mi-nam dan berkata dengan kesal bahwa sudah cukup semua sampai disini. Ia juga memuul tangan Mi-nam hingga gelas yang ia pegang jatuh. Shin-woo datang setelah mendengar keributan. He-yi langsung berakting.
“Mi-nam kenapa aku bertingkah seperti ini hanya karena aku menyentuh barangmu” kata He-yi.
“Maafkan aku” kata Mi-nam sambil mau membersihkan pecahan gelas.
Shin-woo menawarkan bantuan, tapi Mi-nam menolak dan menyuruh Shin-woo membantunya mengambilkan sapu saja. Shin-woo pergi mengambil sapu, He-yi mengikutinya keluar.


“Mi-nam aneh” kata He-yi tiba-tiba sehingga menghentikan langkah Shin-woo.
“Sepertinya memnyembunyikan sesuatu. Apakah aku tidak boleh menyentuhnya?” kata He-yi lagi.
”Setiap orang tidak suka jika bendanya disentuh orang lain” kata Shin-woo membela Mi-nam. He-yi berpikir sebentar.
”Tapi reaksinya berlebihan, mungkin terhadapmu ia juga punya rahasia. Apakah kau tidak ingin tahu?” kata He-yi memancing.
”Aku tidak suka memaksa untuk mengetahui rahasia orang” kata Shin-woo.
”Tidak merasa penasaran?”
”Setiap orang punya masalah. Aku yakin dia punya alasan. Jika ia punya alasan aku tidak apa-apa” kata Shin-woo.
Shin-woo pergi, He-yi merasa aneh dan mulai berpikir jika Mi-nam mengatakan yang sebenarnya maka Shin-woo tidak akan marah. Lalu tiba-tiba Jeremy datang dan merasa khawatir terhadap Mi-nam. He-yi berkata tidak ada apa-apa hanya Mi-nam sedikit keterlaluan terhadapnya.
”Benarkah. Tolong maafkan dia, dia sedang sakit” kata Jeremy.
”Lalu jika Mi-nam melakukan sesuatu yang salah, kau akan membiarkannya?” kata He-yi.
”Dia tidak melakukan kesalahan kok” kata Jeremy.
He-yi mulai memancing lagi. “Kalau begitu bagaimana kalau ada masalah serius yang tidak kau ketahui”.
Jeremy berpikir sebentar dan bilang “Aku akan sabar karena aku sangat menyukainya. Aku menyukainya jadi tidak apa-apa” (rasain.. hehe).
He-yi keget mendengarnya, Jeremy menyerahkan minuman He-yi. Tapi tiba-tiba ia ingat Mi-nam yang ada masalah dan segera pergi menemuinya sambil membawa gelas minuman He-yi.

He-yi sendirian, ia bergumam “Jika semuanya tidak masalah. Apakah jika mereka tahu kalau Mi-nam wanita juga tidak apa-apa?”. He-yi jadi khawatir dan kesal. Tiba-tiba hpnya berbunyi. Ternyata itu dari butik tempat Tae-kyung membeli baju tadi, He-yi berkata kalau ia sudah bilang tidak mau memakai hadiah dari mereka dan mau menutup teleponnya. Tapi saat ia tau Tae-kyung membeli baju untuknya, ia jadi kaget dan heran Tae-kyung memlikannya baju. Shin-woo datang membawa sapu dan berkata kalau Tae-kyung sudah pulang. He-yi segera keluar.



He-yi melihat Tae-kyung membawa tas belanjaan dan semakin penasaran. Tae-yung kaget melihat He-yi di sana. He-yi dengan ramah berkata kalau ia sedang menjenguk Mi-nam. Tae-kyung tak percaya. He-yi berkata lagi kalau ia ingin melihat Tae-kyung. He-yi melirik tas yang dibawa Tae-kyung. Tae-kyung mengacuhkan He-yi dan masuk membawa Tas itu. ”Apakah untuk Mi-nam?” gumam He-yi sendiri. Ia lalu memanggil Tae-kyung dan berkata kalau ada barang untuknya.
”Apa?” kata Ta-kyung.
He-yi tersenyum memperlihatkan cincin yang ia pakai dan berkata ”Ini adalah cincin kita. Ini adalah bukti hubungan kita”.
”Ini untukmu” kata He-yi sambil menyerahkan salah satu cincinnya.
Tae-kyung mengambilnya dan melihatnya. Ia berkata kalau cincinya sangat bagus. Tapi Tae-kyung kemudian memasangkannya lagi ke tangan He-yi dan berkata kalau lebih bagus dipakai dua-duanya. Tae-kyung mau masuk tapi tak jadi. Dia berkata pada He-yi bahwa ia bukan kekasih He-yi.
”Aku juga bukan, aku hanya ingin orang lain melihatnya saja” kata He-yi.
”Tidak usah dilihat orang lain lagi” kata Tae-kyung kemudian pergi masuk.
”Benar-benar membuatku malu. Apakah dia juga akan menolak Go Mi-nam?” gumam He-yi sendiri.


Tae-kyung melihat semua orang berkumpul, ia meletakan tasnya di luar dan masuk menemui mereka. Jeremy berkata kalau Mi-nam ingin mengatakan sesuatu pada mereka semua. Semua orang menunggu Mi-nam.

Di depan He-yi berpikir bagaimana jika semua orang tidak keberatan kalau Mi-nam itu wanita. ”Bagaimana kalau kak Tae-kyung tahu Go Mi-nam menyukainya? Tidak.. tidak boleh katakan” gumam He-yi. Kemudian ia masuk kedalam mess lagi.


Tae-kyung tanya Mi-nam mau bicara apa sehingga mengumpulkan semua orang. Ia berpikir Mi-nam membuat masalah lagi. Mi-nam akhirnya bicara.
”Yang aku mau katakan adalah..”
Mi-nam berhenti, semua orang menunggu kelanjutannya. He-yi tiba dan melihat mereka berkumpul. ”Tidak boleh harus menahannya” pikir He-yi.
Mi-nam mulai mau bicara lagi, He-yi langsung berakting mual. Semua orang menoleh melihat He-yi.
”Kakak, aku mau katakan sesuatu padamu” kata He-yi memelas dan terus berakting mual. Semua orang semakin kaget.
”Kalau muntah berarti hamil. Itu berarti..” kata Jeremy.
”Apa yang kau lakukan?” teriak Tae-kyung kesal pada He-yi.
”Maafkan aku kakak” kata He-yi lagi sambil pura-pura mau muntah dan berlari ke toilet.
”Kau harus menjaganya” kata Jeremy pada Tae-kyung dan berbarengan dengan Shin-woo yang menyuruh hal yang sama. Tae-kyung menoleh kesal melihat mereka.
”Dia sudah mau muntah” kata Shin-woo.
”Mati kau penipu” kata Tae-kyung kesal sambil menuju toilet.
”Ada apa dengan He-yi” kata Mi-nam mencoba menahan sedih dan kagetnya.
”Aku mencium dan menakuti Tae-kyung” kata He-yi di dalam toilet (dasar penipu...). He-yi lalu menelepon seseorang. Semua orang terlihat cemas dan khawatir. Mi-nam mendapat telepon. Ternyata He-yi meneleponnya.
“Jangan ungkapkan sekarang. Jika kau ungkapkan sekarang, kak Tae-kyung akan kesulitan. Kau harus mengungkapkannya di depan banyak orang dan bertanggung jawab sendiri. Kau tidak ingin orang-orang disini ikut terluka kan?” kata He-yi
”Baik aku akan melakukannya” kata Mi-nam.


He-yi tersenyum senang, Tae-kyung menunggu di depan toilet. Begitu He-yi keluar Tae-kyung menghampirinya.
”Kau sebenarnya kenapa? Kau harus minta maaf padaku” kata Tae-kyung
”Akau hanya berpikir terbuka saja. Hubugan ita juga tidak begitu kenapa harus takut” kata he-yi tenang. Kemudain He-yi mau pergi, tapi Tae-kyung mencegahnya.
”Kau mau kemana? Jelaskan dulu baru pergi” kata Tae-kyung.
”Kau mau menahanku? Aku bukan kekasihmu jadi aku tidak mau mendengar perkataanmu” kata He-yi kemudian pergi.
Tae-kyung menyusul He-yi hingga depan. Tae-kyung menarik tangan He-yi yang mengenakan cincin dan sedang memegang hp.
”Kau marah karena ini?” kata Tae-kyung sambil meliri cincin tadi.
”Siapa suruh kau tidak mau, dengan jangan pernah membuatku marah” kata He-yi.
Tae-kyung kemudian mengambil hp He-yi.
”Kenapa? Kau ingin membanting hpku?”
”heh aku bukan nomor 1 dipanggilan cepat” kata Tae-kyung.
”Tentu saj ayahku. Kenapa? Kau ingin jadi nomor 1?” kata He-yi.
”Ayahmu galakkah?” tanya Tae-kyung.
”Benar. Kalau ditangkap ayahku rambutmu pasti akan rontok semua” kata He-yi.
Tae-kyung mengangguk-anguk dan berkata.
“Nasib baik kau mengatakan ayahmu galak” kata Tae-kyung sambil menunjuan sms yang ia tulis (Ayah, aku hamil).
He-yi kaget dan mencoba merebut hpnya. Ia ketakutan sekali, tapi Tae-kyung sudah mengirimannya.
”Kau mengirimnya?” kata He-yi tak percaya
”Hari ini rambutmu akan dibotaki” kata Tae-kyung senang sambil mengembalikan hp He-yi.
Tae-kyung masuk kedalam, He-yi benar-beanr ketakutan. Ayah he-yi langsung menelepon, He-yi mencoba menjelaskan dan pergi pulang.


Tae-kyung mencoba menjelaskan pada semua bahwa He-yi tadi hanya mual saja jadi jangan berpikir sembarangan. Jeremy terlihat tak percaya. Tae-kyung kesal dan memperingatkan agar Jeremy jangan berpikir sembarangan lagi.
”Yang penting itu urusan kalian” kata Shin-woo.
”Mi-nam tadi kau mau mengatakan apa?” tanya Shin-woo pada Mi-nam.
Mi-nam berpikir sebentar dan bilang kalau ia hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka karena telah membuat masalah.
”Apa karena sakit?” kata Shin-woo.
”Tidak apa-apa” kata Jeremy.
”Bukan hal pertama kalinya” kata Tae-kyung.
Mi-nam merasa senang karena semua orang baik kepadanya, tapi ia juga merasa takut mereka akan terluka karenanya.
”Aku banyak mendapat perhatian disini. Biarkan aku bisa melakukannya dengan baik” kata Mi-nam dalam hati.

Bibi Mi-ja bertemu dengan teman-temannya. Ia pamer karena habis bertemu dengan Mo Hwa-ran. Ia merasa Mo Hwa-ran dulu menyukai adiknya. Teman-temannya tak percaya. Bibi Mi-ja berkata mungkin Mo Hwa-ran adalah ibu dari kedua ponakannya. Tapi ia lalu mematahkan anggapannya dan berkata kalau Mo Hwa-ran belum pernah hamil, dan kalaupun hamil pasti akan ketahuan. Bibi Mi-ja berpikir lagi dan berkata bahwa dulu Mo Hwa-ran pernah istirahat lama. Hal ini menguatkan kemukinan tadi. Tapi bibi Mi-ja pun belum terlalu yakin.


Mo Hwa-ran minum-minum di kamar hotelnya sambil mendengarkan musik (kayak orang depresi). ”kau membuatkan lagu ini untukku? Membuatkannya untukku. Kau mencintaiku seorang saja. Hanya mencintaiku. Seperti aku hanya mencintaimu”.

Di tempat lain Tae-kyung juga mendengarkan lagu itu. ”Liriknya begitu menyedihkan. Apakah karena mencintainya baru meninggalkanku” kata Tae-kyung. Tae-kyung mengambil cd Mo Hwa-ran. ”Go Jae-hyun , hanya demi orang ini?” kata Tae-kyung. Tae-kyung meletakan cd itu dengan kesal. Tae-kyung berbalik dan memandangi boneka kelincinya. ”Wanita itu ingin menyanyi ulang, kau mengerti apa? Waktu sedih biasanya ada Go Mi-nam pasti akan berguna” kata Tae-kyung. Tae-kyung bangkit, ia melihat tas belanjaannya tadi dan memikirkan sesuatu.


Mi-nam berdiri sendirian di atap. “Tidak bisa melihat bintang karena terlalu gelap” gumam Mi-nam.
“Karena terlalu terang baru tidak bisa melihat” kata Tae-kyung tiba-tiba menghampiri Mi-nam. “Kakak!” kata Mi-nam kaget.
”Kalau mau melihat bintang, matikan lampunya” kata Tae-kyung.
Mi-nam mematikan lampu sekarang mereka berdua berdiri di atap melihat bintang.
”Sekarang sudah bisa melihatnya kan, kak?” tanya Mi-nam.
”Terlalu gelap, aku tidak bisa melihat apapun” kata Tae-kyung.
Mi-nam memandang Tae-kyung dan berkata ”Meski gelap aku tetap bisa melihat bintang”.
”Lalu buat apa kau lari keluar? Mengkhawatirkan acara besok?” tanya Tae-kyung
”Aku akan melakukannya dengan baik” kata Mi-nam berjanji.
”Kami besok tidak akan datang” kata Tae-kyung
”Aku sudah tahu dan aku akan berusaha” kata Mi-nam
”Besok kau akan menjadi tokoh utama, jika kami datang kau tidak akan menonjol” kata Tae-kyung.
”Aku mengerti” kata Mi-nam.
”Baguslah, nasib baik kau tidak memintaku datang” kata Tae-kyung.
”Kakak, aku akan menganggap semua ini adalah mimpi. Kakak, kak Shin-woo dan Jeremy seperti bintang dan aku diantaranya”
Tae-kyung melihat kearah Mi-nam dan melihat wajah Mi-nam samar-samar (mulai sembuh ceritanya).
”Bintang di sana, jadi di manapun aku bisa melihat kakak” kata Mi-nam.
”Tapi aku tidak bisa melihatmu” kata Tae-kyung.
Tae-kyung kemudian berdiri menghadap Mi-nam sambil berusaha melihat.
”Karena aku tidak bisa melihatmu makanya kau jangan hilang dari sisiku” kata Tae-kyung.
”Bukankah sekarang kau juga tidak bisa melihatku” kata Mi-nam.
Mi-nam berusaha melambaikan tanganya di depan Tae-kyung. Tae-kyung menangkap tangannya.
”Paling tidak aku bisa melihatmu di sana” kata Tae-kyung.
”Kau benar bisa melihatku?” tanya Mi-nam.
”Benar, jadi kalau gelap kau harus berada dalam jangkauanku” perintah Tae-yung.
”Baik aku tahu. Tapi aku ada satu permintaan” kata Mi-nam sambil berkaca-kaca.
”Waktu aku menjadi wanita, kau harus pura-pura tidak melihatku” kata Mi-nam lagi.
”Apa?” kata Tae-kyung kaget.
”Sampai saat itu nanti aku juga akan pura-pra tidak tahu” kata Mi-nam lagi
”Maksudmu pura-pura tidak saling kenal?” tanya Tae-kyung
”Benar. Pura – pura tidak mengenaliku yang jadi wanita” kata Mi-nam.
Tae-kyung berpikir sebentar dan berkata ”Kalau itu pasti aku setuju, pura-pura tidak saling kenal”.
”Terima kasih, aku akan menyalakan lampunya dan masuk duluan” kata Mi-nam lalu kemudian berjalan masuk.
”Setelah masalah berlalu, kau minta aku pura-pura tidak mengenalmu! Dasar penjahat seperti kelinci!” kata Tae-kyung kesal


Mi-nam telah kembali kekamarnya dan menemukan tas pakainan di sana.
”Apa ini?” kata Mi-nam
Lalu tiba-tiba datang sms dari Tae-kyung.
”Kalau ada waktu pakai saja, aku akan pura-pura tidak mengenalmu” tulis Tae-kyung.


Keesokan harinya president Ahn sibuk menyiapkan konfrensi pres album pertama Go Mi-nam bersama A.N.Jell. Mi-nam bersiap menuju ketempat acara. Ia berniat mengungkapkan semuanya disana, ia melihat seluruh ruangan di mess seperti akan pamit. Dan saat keluar para anggota lain memberi semangat untuk Mi-nam.


He-yi datang ketempat konfrensi pres. Presiden Ahn menghubungi manager Ma dan menayanyakan tentang persiapan Mi-nam. Manager Ma berkata kalau mereka sudah siap, tapi saat ia menuju tempat make up (sepertinya di salon deh..), Mi-nam tidak ada. Manager mencari keseluruh ruangan, tapi Mi-nam telah menghilang.

Semua penggemar dan wartawan telah datang. He-yi menelpon Mi-nam untuk memastikan bahwa Mi-nam akan membongkar semuanya nanti. President Ahn mendapat laporan dari manager Ma kalau Mi-nam menghilang. President Ahn tidak mau tahu dan menyuruh manager Ma segera menemukannya. Manager Ma memberitahu anak-anak A.N.Jell kalau Mi-nam menghilang dan tidak dapat dihubungi. Mereka merasa khawatir dan merasa ada sesuatu yang terjadi. Tae-kyung berkata kalau mereka harus siap-siap karena jika Mi-nam benar-benar tidak datang maka mereka harus menggantikannya.

Tae-kyung berganti pakaian di kamarnya. Ia melihat boneka kelincinya sudah tidak memakai penjepit ramut. Tae-kyung berpikir sesuatu, kemudian pergi kekamar Mi-nam. Ia mencari tas pakainan yang ia berikan tadi malam dan tas itu ternyata sudah kosong. Tae-kyung ingat kejadian tadi malam saat Mi-nam menyuruhnya pura-pura tidak kenal jika ia menjadi wanita. ”Apa yang ingin kau laukan” gumam Tae-kyung setelah menyadari niat Mi-nam.


Mi-nam dengan baju dan jepit rambut pemberian Tae-kyung berjalan menuju tempat konfrensi pres. Waktu telah tiba, president Ahn memutuskan untuk mengulur waktu dengan menampilkan video klipnya nya terlebih dahulu. Anggota A.N.Jell telah sampai di tempat konfrensi pres. Tae-kyung terus menghungi Mi-nam. Ia meninggalkan pesan agar Mi-nam jangan datang kesana dengan menggunkan pakaian yang ia berikan karena itu akan membuat masalah.


“Aku harus tanggung jawab tidak boleh menyalahkan siapa pun” gumam Mi-nam saat berdiri didepan gedung konfrensi pres. Tae-kyung berusaha mencari Mi-nam diantara para fans. A.N.Jell datang keruang konfrensi pres tepat saat acara dimulai. President Ahn menyuruh mereka duduk didepan. Lampu ruangan dimatikan untuk melihat video klip.
“Aku tidak bisa melihat apapun” kata Tae-kyung.
Saat jeremy dan Shin-woo mau duduk Tae-kyung mencegahnya dan berkata
”Aku tidak bisa mencarinya, kalian yang cari saja”
”Apa?” kata Jeremy.
”Dia ada disekitar sini, cepat cari” kata Tae-kyung.
“Dia ada disekitar sini?” gumam Shin-woo tak percaya Tae-kyung tahu keberadaan Mi-nam.
“Kita akan mencoba mencarinya” kata Jeremy.
”Cari seorang wanita” kata Tae-kyung.
Shin-woo melirik, Jeremy bengong tak mengerti.
”Wanita yang pakai baju putih dan rok merah jambu” kata Tae-kyung.
Shin-woo hanya diam saja mengetahui Tae-kyung sudah tahu identitas Mi-nam.
”Bukannya mau mencari Go Mi-nam?” tanya Jeremy bingung.
”Go Mi-nam adalah seorang wanita” kata Tae-kyung akhirnya.
Jeremy kaget mendengarnya.
”Sudah tidak ada waktu lagi. Kalau ketemu bawa dia keluar. Aku cari di luar” kata Tae-kyung kemudain pergi keluar.
“Go Mi-nam itu wanita?” tanya Jeremy pada Shin-woo.
“Tida ada waktu lagi, cepat cari” kata Shin-woo kemudain pergi mencari didalam.
Jeremy masih kaget tak percaya.



Tae-kung mencari keluar. Mi-nam telah sampai di dalam gedung dan menuju ruang konfrensi pres bersama dengan wartawan Jing dan para fans. Tae-kyung melihatnya dan segera lari mengejarnya tapi sayang Mi-nam sudah keburu masuk ruangan dan menuju podium. “Tidak bisa.. tidak bisa melihat apapun.. tidak bisa melihat Go Mi-nam” kata Tae-kyung saat mencari Mi-nam di dalam ruangan. “Bukankah aku sudah katakana jangan berdiri di tempat yang tidak bisa terlihat olehku!” teriak Tae-kyung tiba-tiba.



Mi-nam berhenti, ia bergumam “Tidak boleh melihatku, dia tidak boleh melihatku”. Semua orang menoleh ke arah Tae-kyung, Mi-nam juga menoleh melihatnya. Tiba-tiba lampu menyala para fans berteriak histeris melihat Tae-kyung. Tae-kyung akhirnya bisa melihat Mi-nam. Mi-nam memandanganya dengan sedih.



Tapi tiba-tiba Mi-nam ditarik oleh seseorang. Dan orang itu adalah Shin-woo. Shin-woo mencoba melindungi Mi-nam dari sergapan foto para wartawan dengan cara memeluknya. “Apa yang terjadi” gumam He-yi kecewa. Shin-woo terus melindungi Mi-nam, Tae-kyung hanya diam melihatnya. Jeremy datang dan juga hanya bisa diam melihatnya.

Go mi nam berjalan menaiki tangga panggung. tae kyung mengejar di belakang, tetapi karena suasana studio gelap Hwang Tae kyung tidak bisa melihat mi nam. Tae Kyung " sudah kubilang jangan pergi ke tempat dimana aku tidak bisa melihatmu. Go mi nam mengenali suara tae kyung dan berbalik memndang tae kyung dengan sedih. tiba-tiba lampu studio menyala dan Tae kyung menyadari mi nam berdiri di depannya dengan wajah sedih. penonton berteriak histeris melihat Tae kyung tapi belum meyadari keberadaan mi nam.
Shin Wo menarik mi nam ke pelukannya dan menyembunyikan wajahnya. para wartawan dan fans mengerubungi Shin Wo. Jeremi datang dan terkejut. shin wo menatap tae kyung dan jeremi lalu berseru " dia kekasihku. orang yang tidak mau aku sebutkan identitasnya. Shin wo meminta wartawan membiarkan mereka pergi. Tae kyung melepaskan jasnya dan memberikannya pada Shin Wo. shin Wo menggunakan jaket Tae kyung untuk menutupi kepala mi nam dan menyembunyikan wajahnya.
Shin Wo berjalan menuju ruang ganti A.N.JELL masih di ikuti oleh kilatan cahaya. saat pergi Tae kyung melihat jepit rambut Mi Nam jatuh diantara kerumunan dan terinjak sampai patah.Lalu ia mengambil jepit rambut tersebut dan memasukkannya ke dalam kantong.
selesai Shin Wo pergi jeremi masih dengan wajah shocknya bertanya pada Tae kyung " dia apa dia benar-benar.....? Tae kyung " benar" (aku lupa artinya apa yah pokoknya intinya begitu:) Direktur Ahn juga bertanya pada Tae kyung apa yang terjadi? lalu Jeremi dan Direktur Ahn bergegas menuju ruang ganti. tinggal He yi yang memasang wajah sok bingungnya. tapi Tae kyung curiga sama he yi jadi dia bilang "bagaimana kau tahu kalau gadis itu Mi Nam? kita akan bicara lagi nanti. Tae Kyung meninggalkan He Yi yang kesal karena kejadiannya tidak sesuai rencananya.
kembali ke Shin Wo dan Mi Nam. saat masuk ke ruang ganti masih dengan jaket yang menutupi kepalanya Mi Nam " Maafkan aku. aku sebenarnya bukan anak laki-laki. aku adalah seorang wanita.aku tidak mengharapkan kakak memaafkan aku." Shin Wo melepas jaket yang menutup kepala Mi Nam: "ini terlalu mendadak. aku tidak tahu harus bicara apa? pasti akan terlihat aneh jika aku bilang tidak apa-apa" lalu shin Wo pura-pura marah " kau seorang wanita? Wow, kau sungguh hebat. bagaimana bisa aku tidak mengetahuinya selama ini. tadinya aku pikir kau kikuk.
"hyung buka pintu" Jeremi dan tae kyung menggedor pintu. Shin Wo membukanya lalu mereka bertiga berhadapan dengan Mi Nam (Jeremi masih ngeliatin Mi Nam terus) Tae kyung " seperti yang kalian lihat Go Mi Nam adalah seorang gadis. aku sudah tau hal itu sejak lama tapi aku menyembunyikannya dari kalian. jadi keputusan kalian apakah mau menerima dia atau tidak " Shin Wo " Aku tidak masalah" Tae kyung " jadi bagaimana keputusanmu jeremi?

Jeremi terus menatap tajam ke arah mi nam (wah terkejut liat Mi Nam cantik yah?:D ) semua menunggu keputusan Jeremi. Jeremi mendekat kearah Mi Nam dan memegang bahunya, semua tegang. lalu tiba-tiba Jeremi tersenyum dan mencium kening Mi Nam(sekarang Mi nam yang shock).Jeremi " kau seorang gadis? aku suka itu" jeremi mau memeluk Mi nam tapi tangannya ditarik oleh Tae kyung dan shin wo (gimana jeremi gak seneng yah kan dia suka ama mi nam apalagi tau mi nam itu cewe )
sementara di luar wartawan mengikuti manajer Ma yang keluar dengan kekasih Shin Wo. manajer Ma meminta wartawan agar menjaga privasi pacarnya Shin wo yang tidak mau identitasnya diketahui. saat direktur Ahn bertanya itukah pacarnya Shin Wo, manajer ma menyuruh direktur Ahn mengurus A.N.JELL saja biar pacarnya Shin Wo dia saja yang urus. ternyata gadis yang dibawa manajer Ma adalah Stylish Wang yang menyamar memakai bajunya Mi nam.
Yoo He Yi terlihat kesal dan marah ia takut jika Tae Kyung marah dan pacaran pura-puranya akan segera berakhir. ia marah-marah sendiri diruangan.
Mi nam memakai jas prianya. dia berpenampilan sebagai pria. Tae Kyung mengatakan agar mi nam me
nyamar sebagai pria sampai akhir. mereka sudah bertanggung jawab terhadap mi nam sehingga mi nam pun harus bertanggung jawab terhadap mereka. walaupun Mi Nam ditengah2 ingin keluar maka mereka tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Mi Nam terharu dan berjanji kalau ia tidak akan ketahuan.
lalu direktur Ahn datang hendak menegur Shin Wo tentang masalah pacarnya tapi ia melupakannya dan menyuruh Mi Nam bersiap-siap. mereka (jeremi, Mi Nam, dan Direktur Ahn) keluar ruangan, tinggalah Shin Woo dan Tae kyung bertatap-tatapan. Tae kyung " terima kasih karena kau semua baik-baik saja" Shin Wo " aku senang semuanya baik"

reporter Kim berpikir tentang pacarnya Shin Wo sambil melihat foto yang diambilnya. lalu terpikir adakah hubungannya dengan gadis misterius yang dicari selama ini.tiba-tiba ia ingat sebelum kejadian itu ia melihat Hwang Tae Kyung sedang mencari seseorang. ia terlihat antusias ingin memecahkan misteri itu " mereka memiliki sebuah rahasia, aku akan mengungkap rahasia itu " sambil nyengir lebar.
4 personel A.N.JELL ditemani direktur Ahn Memberikan sambutan pada wartawan. Direktur Ahn meminta wartawan menuliskan berita yang baik tentang peluncuran single lagu Go Mi nam.
selesai acara mereka keluar, Jeremi senang dan berkata " perlukah kita mengadakan pesta?"Tae kyung " masih ada satu rintangan (diartikanya gunung tapi koq kurang enak yah!) lagi yang harus diselesaikan" sambil melihat ke arah He Yi. semua lalu melihat kearah yang dilihat Tae Kyung. Yoo He yi berjalan ke arah mereka memasang wajah bingung dan pura-pura mau menangis. Tae kyung " sudah jangan pura-pura lagi aku sudah tau kau kan yang ada di balik semua ini" ekspresi He Yi langsung berubah dari muka sok bae' jadi wajah ngeselin. He Yi " jadi kau sudah tau. Apa mereka juga sudah tau?" sambil menatap Shin Wo dan Jeremi.
He Yi " tetap saja kau tidak bisa memutuskanku, aku bilang kan aku yang akan mengakhiri hubungan kita."
Tae kyung " kaulah yang telah melanggar perjanjiannya." He Yi " tapi kau membutuhkanku untuk menutupi kenyataan ini. kau teruslah berpura-pura sebagai pacarku. Go Mi Nam berpura-puralah sebagai pria, dan kalian tetaplah seperti malaikat." sambil melihat ke arah Shin Wo dan Jeremi.
Tae Kyung "dan kau teruslah bersikap seperti peri baik hati" He Yi " tentu saja" langsung deh He Yi bersikap lugu lagi sok baik.

saat He Yi pergi semua menatap Tae kyung dengan terkejut. mereka bertanya apakah semua ini benar? Tae kyung berpura-pura jadi pacarnya He Yi untuk melindungi Mi Nam. Tae Kyung mengatakan semuanya tidak bohong tidak ada yang ia sembunyikan lagi. Go Mi Nam :"Hyung aku....." tae kyung langsung memotong kata-kata Mi Nam " minta maaf ? Terima kasih!. aku tidak mau dengar hal itu lagi. katakan saja maaf dan terima kasih mu pada Shin Wo dan Jeremi mulai sekarang."
sesampainya di rumah Jeremi meminta Mi Nam pindah dari kamar Tae Kyung. dua orang saudara kembar saja tidak tinggal dalam satu kamar. jeremi mengangkat kopernya mi nam, mi nam mengambil kasurnya lalu ia menatap boneka piggy-rabbitnya kayaknya pengen di bawa tapi gak tega ama Tae Kyung jadi tuh boneka ditinggal deh di kamar Tae kyung. Tae Kyung malah kurang suka dia pikir Mi Nam tidak menganggap boneka itu miliknya. Tae kyung mengeluarkan jepit rambutnya Mi nam, memandangnya dengan sedih lalu bilang kalau mi nam sudah tidak membutuhkan jepit rambut itu lagi toh jepit itu juga sudah rusak. dilempar deh jepitnya ke tong sampah.


selesai menaruh kasurnya mi nam dengan sedih melihat ke arah kamar Tae kyung " hyungnim kau baik padaku" lalu ia menekan hidung babnya lagi.
Jeremi membuka kulkas dan melihat tidak ada apa-apa. Shin Wo datang dan bilang kalau ia Lapar. lalu Jeremi mengajak berbelanja ke supermarket. Jeremi juga bilang ia akan mengajak Mi Nam ikut serta. Hwang Tae kyung tidak setuju. eh Shin Wo malah bilang kalau begitu Tae kyung di rumah saja. jadinya Tae kyung ikut deh belanja ke supermarket tapi masdang muka juteknya. kesel kayaknya si Tae kyung sambil manyunin bibirnya wkwkwk.... :D tapi tetep keren koq.

di supermarket Go Mi Nam senang sekali karena itu yang pertama baginya pergi ke supermarket besar. Shin Wo dan Go mi nam asyik memilih apel. dicium - cium bau apelnya (emang gitu yah cara milih apel?) dibelakangnya Tae Kyung menggerutu sambil menatap tajam ke arah mereka berdua, cemburu nih.... pas Jeremi asyik milih paprika Tae Kyung juga ada di sekitar mereka sambil natap tajam ke arah mereka. jeremi senang sekali dan ingin memeluk Mi Nam tapi tae kyung langsung menariknya dan menaikkan resleting bajunya sampai ke kepala hingga Jeremi gak bisa liat. Tae Kyung bilang karena Jeremi terlalu lama tinggal di Inggris maka pergaulannya agak bebas, jadi dia minta Mi Nam berhati-hati.
Mi nam duduk di atas troli dan didorong oleh jeremi. Mi Nam senang sekali, ia menangkap belanjaan yang di pilih Tae Kyung, Shin Wo Dan Jeremi bahkan dioper-oper trolinya.lalu jeremi, shin wo dan Tae Kyung melihat Produk yang mereka iklankan. mereka bergaya sesuai iklan. saat melihat es krim Jeremi memperagakan iklannya. pokoknya lucu banget deh ekspresinya apalagi yang lagi meragain tarian mie.

pertamanya Jeremi bilang gerakannya seperti ini sambil menggerakkan tangannya, lalu shin wo bilang bukan begitu tapi begini, eh Tae kyung bilang benar bagaimana kalau dipadukan jadi deh mereka mainin tangannya kayak gerakan robot. tapi akhirnya tae kyung sadar dan bilang kenapa kita melakukannya dan ditaruh deh tu mienya.Mi nam yang melihatnya tertawa geli. trus ada lagi iklan coklat, ketiganya action cara megang coklatnya trus si Jeremi menybutkan slogan iklannya, hihi.... lucu banget posenya. keren, Tae kyung sadar lagi dan bilang mereka melakukan hal yang konyol. (jangankan Mi Nam, aku aja yang ngeliatnya geli... hehe..)
Mi nam memuji mereka karena banyak sekali iklan yang mereka bintangi dari es krim sampai bir. tapi yang paling ia sukai adalah iklan es krim, jeremi meminta Mi nam memperagakannya, dan dilakukan oleh Mi nam yang membuat Jeremi terharu dan pengen meluk Mi Nam. jelas aja tuh troli langsung ditarik ma Tae Kyung dan ShinWo.

Direktur Ahn, manajer Ma, dan Stylish wang minum-minum di sebuah kafe. Direktur ahn keliatan sedih dia bilang anak2 A.N.JELL sekarang sudah besar. sudah ada yang mempunyai pacar bahkan merahasiakan sesuatu darinya. manajer Ma bilang tidak banyak penyanyi yang diorbitkan setenar mereka. direktur Ahn sedih karena merasa ada yang disembunyikan, lalu ia pergi ke toilet. manajer Ma bilang Sebentar lagi Mi Nam asli kembali maka mereka harus bersabar. stylish malah menanyakan lalu bagimana dengan nasib kembarannya Mi Nam apa ia akan kembali ke tempat asalnya?Manajer Ma " itulah yang kupikirkan. manajer Ma bilang karena sekarang mi nam mencintai seseorang.

kembali ke Hwang Tae kyung cs. Mi Nam menaruh belanjaannya ke troli yang ditungguin tae kyung. tae kyung melihat ada label harga di kepala mi nam. mi nam mengambil label itu dan membacanya, wortel seharga 3000 won. ia jadi teringat dengan jepit rambutnya karena harganya sama 3000 won. Tae kyung marah "sudah kubilang harganya bukan 3000 won tapi 100ribu won. Mi Nam " aku kehilangan jepit itu. Tae Kyung " setidaknya kau sadar telah kehilangannya. Mi nam " apakah kakak melihatnya?" Tae Kyung bilang ia melihat jepit itu jatuh saat wawancara kemarin. lagi pula harganya juga murah kan? lagian juga sudah rusak. Mi nam ingin bilang ia tetap menganggap jepitan itu berharga tapi ada troli-troli yang menyenggol Mi Nam sehingga ia kehingan keseimbangan dan hampir jatuh untungnya ada shin wo yang memegang pinggang Mi Nam gak jadi jatuh deh. Tae Kyung sebal melihat tangan Shin Wo yang melingkar di pinggang Mi Nam. Shin Wo yang nyadar diri karena melihat Mi Nam terus memandang ke arah Tae Kyung melepaskan tangannya.

malamnya Tae kyung gak bisa tidur, maka ia mengambil minuman didalam kulkas. eh pas pintu kulkas ditutup ada bibi Mi Ja yang nganggetin dan nanya apakah Mi Nam sudah tidur nyenyak. jelas aja Tae kyung bingung karena Mi Nam sudah pindah ke kamarnya. Tae Kyung nyariin Mi Nam, terus terlintas di pikirannya kemungkinan keberadaan Mi Nam, salah satunya ia menduga Mi Nam ke gedung Studio untuk mencari jepit rambutnya. Sementara itu Mi Nam benar ada di gedung tersebut, ia membujuk petugas yang jaga agar membiarkannya masuk, ia berjanji tidak akan ketahuan kalau ia ada dalam gedung. Mi Nam pun diizinkan masuk dan ia mencari jepitannya di antara bangku studio. tiba-tiba ada suara langkah kaki dari luar (yang ternyata itu Tae Kyung yang lagi nyariin Mi Nam). Tae Kyung memeriksa di dalam studio dan tidak menemukan siapa-siapa, ia pun bergegas keluar ruangan.ia berkata pada dirinya sendiri "apa yang aku pikirkan?" lalu mengeluarkajepitannya dan membuangnya ke lantai. Mi nam merasa kondisi sudah aman ia bangkit dari tempat sembunyinya, eh malah membuat keributan karena tumpukan bangku di sebelahnya jatuh.
Tae kyung yang mendengar suara ribut bergegas masuk kedalam studio, ia membuka pintu (Mi nam sembunyi di belakang pintu) saat mau masuk ada suara telpon masuk jadi Tae Kyung gak jadi masuk dan berjalan keluar gedung. Mi nam lega karena tidak ketahuan, ia keluar dan melihat jepit rambutnya dan mengambilnya.
ternyata yang menelpon Tae kyung adalah manajer hwa Ran yang mengabarkan kalau Hwa Ran sakit dan sedang di rawat. Tae Kyung datang kesana dan bercakap-cakap dengan ibunya, ibunya tetap memaksa agar Tae kyung mau Mengaransemen ulang lagunya. akhirnya Tae kyung mengalah dan setuju akan melakukannya.

Mi Nam berusaha memperbaiki jepitannya dengan lem. ia berpikir jika saja Tae Kyung tau ia kembali mencari jepitan itu ia pasti akan terlihat aneh dan Tae Kyung bisa tau perasaanya. lalu Tae Kyung pulang dan Mi Nam menyembunyikan jepitannya. Tae Kyung melihat jari tangan Mi Nam lengket karena lem maka ia membantu Mi Nam melepaskan jarinya. Mi Nam minta maaf pada Tae Kyung karena sudah menyusahkan tetapi Tae Kyung justru berterima kasih gara-gara Mi Nam ia merasa terhibur dari sesuatu hal yang menjengkelkan dan fokus untuk memisahkan jari Mi Nam. Mi Nam senang lalu ia berkata "jika tau begitu akan merekatkan semua jariku" Tae kyung tersenyum lembut yang membuat Mi Nam menekan hidung babinya lagi. Tae kyung sebal melihatnya dan bertanya kenapa Mi Nam selalu melakukan itu? "Apa kau punya rahasia" Mi nam buru-buru pergi ke kamarnya, ia mengeluarkan jepitan dari sakunya dan bilang kalau perasaannya adalah rahasianya.
Fans A.N.JELL histeris dan menangis karena mengetahui Shin Wo telah punya kekasih. tetapi sebagai fans yang baik mereka harus mendoakan dan memberi ucapan selamat pada shin Wo. Mi Nam merasa tidak enak pada kak Shin wo karena merasa bahwa pacarnya Shin Wo pasti akan salah faham karena dirinya. lalu Shin Wo mengajak Mi Nam menemui gadis yang sering ia ceritakan itu. karena mi nam gak nyadar kalau gadis itu adalah dia maka ia setju saja. Ternyata pembicaraan mereka didengar oleh Manajer Ma dan Tae Kyung. Manajer Ma merasa kasihan pada Mi Nam karena menyangka cinta Mi nam bertepuk sebelah tangan pada Shin Wo. Manajer Ma minta bantuan Tae kyung untuk menjaga Mi Nam agar tidak pergi menemui wanita yang disukai Shin Wo.

Bibi Mi Ja duduk bersama Mi Nam di teras lalu ia berpikir tentang Hwa Randan merasa kalau keadaan yang dialaminya sangat kompleks jika Hwa Ran melihat dirinya bersama Mi Nam maka Hwa Ran akan tahu hal yang sebenarnya dan kesempatan ia mendapatkan setengah kekayaan hwa Ran akan lenyap. (matre yah nih si Bibi)
sementara itu manajer Hwa Ran melaporkan pencariannya dengan si kembar yakni bahwa anak yang laki-laki berada di Amerka dan hal itu sulit untuk dilacak sementara yang perempuan ada di korea. maka Hwa Ran memutuskan untuk mencari anak yang perempuan terlebih dahulu.

saat latihan Tae Kyung melihat Mi Nam diajari oleh Shin Wo bermain piano. Tae kyung yang melihatnya jadi sebal karena mengira Mi Nam sangat menyukai Shin Wo jadi Mi Nam senang dekat-dekat Shin Wo. 

Shin Wo mengajak Mi Nam main bulutangkis, mi nam tampak senang menerima ajakan Shin Wo. Jeremi pun setuju ikut bermain bulutangkis. Tapi tae Kyung berkeras melarang Mi Nam dan menyuruhnya menghapalkan lagu yang akan ia nyanyikan. Mi Nam kurang peka maksud Tae kyung ia bilang ia sudah hapal lagunya dan mau main bulutangkis dengan kak Shin Wo. Tae Kyung kesal karena ia sebenarnya kasihan dengan Mi Nam dan ingin melindungi Mi Nam dari sakit hati oleh Shin Wo. saat main bulutangkis Shin Wo mengajak Mi Nam berpasangan dengannya tapi Tae kyung ingin dia yang berpasangan dengan Shin Wo, biar Mi Nam berpasangan dengan Jeremi. Jeremi mah seneng-seneng aja berpasangan dengan Mi Nam. tapi Mi Nam tidak setuju. Tae kyung kesal sehingga ia mengarahkan pukulan smash nya ke arah Mi Nam sehingga ia jatuh tersungkur. Jeremi marah dan bilang kalau ini hanya permainanan, mereka bukan sedang bertanding ollympiade. Shin Wo mengajarkan Mi Nam cara memukul shutle kok dan tiap pukulan Shin wo dapat diterma dan dipukul oleh Mi Nam tapi pukulan Tae Kyung tidak. (jelas aja Shin Wo mukul dengan rasa cinta, eh Tae Kyung mukul kok nya dengan amarah cemburu membara hehehe....:P) jeremi malah marah ma Tae Kyung dan bilang Tae Kyung lah yang gak bisa main.
Mi Nam merasa dikecilkan oleh Tae kyung maka ia bilang ada koq yang aku bisa lakukan karena aku ahlinya yaitu berayun ditiang. Mi Nam bilang ia tidak akan turun dari tiang itu. Tae Kyung Menyuruhnya turun tapi Mi Nam Menghiraukannya. Jeremi mencoba membuat Mi Nam turun dengan melawak di hadapan Mi Nam. tapi Mi Nam bertekad ia tidak akan turun. lalu Shin Wo mencobanya juga " aku akan membuat dia melepaskan pegangannyan" dan Shin Wo tiba-tiba mencium kening Mi Nam. Mi Nam yang dicium pun kaget akhirnya ia melepaskan pegangannya dan turun dari tiang. Jeremi protes terhadap Shin wo karena menggunakan cara licik.Shin wo hanya tersenyum. Mi Nam masih terkejut.Tae Kyung terlihat kesal.
Yoo He Yi datang menemui stylish Wang dan curhat kalau ia cemas jika Mi Nam berada bersama Tae kyung.karena bagaimana pun Mi Nam adalah seorang wanita. Stylish Wang akhirnya memberitahu kalau Mi Nam tadinya adalah calon suster dan ia akan kembali ke biara jika kembarannya sudah muncul. He Yi senang dan bilang ia akan menyimpan rahasia itu.
Tae kyung bermain piano dan Mi Nam membawakannya segelas air lemon. Tae Kyung masih kesal dan bilang gara-gara Mi Nam ia harus minum minuman masam. Tae kyung menyindir Mi Nam " Kau bilaang kau ahlinya berayun, kenapa kau lepaskan?" Mi Nam " aku sangat terkejut" Tae Kyung " yah benar kau pasti sangat terkejut dicium oleh Shin Wo." Tae Kyung mengira Mi Nam benar-benar suka Shin Wo sehingga ia kesal. ia memarahi Mi Nam karena terlihat jelas kalau Mi Nam ingin bersama Shin Wo. Mi Nam menangis mendengarnya. Tae Kyung kaget melihat ekspresi Mi Nam dan bertanya apa ada yang bisa dia lakukan. Mi Nam menyuruhnya pura-pura tidak tau. Mi Nam sedih dan berkata ia akan pergi meninggalkan bintangnya.
sementara itu Shin Wo mempersiapkan makan malam romantis di sebuah restoran. ia membooking restaurant tersebut dan mulai berlatih bagaimana ia akan mengungkapkan perasaannya pada Mi Nyu. ia berlatih menyuruh Mi Nam melihat gadis di dalam cermin dan bilang kalau ialah gadis yang disukainya.
manajer Ma mencegah Mi Nam pergi menemui Shin Wo (aku selalu pakai nama Mi Nam untuk Mi Nyu karena kan Mi nam asli belum muncul harap maklum yah) tapi Mi Nam tetap berkeras ingin pergi. maka Manajer Ma pergi menemui Tae Kyung untuk membantunya mencegah Mi Nam pergi. Tae Kyung cuek saja mendengarnya dan menyuruh manajer Ma membiarkan saja Mi Nam pergi. lalu Manajer Ma bilang kalau Shin Wo akan mengungkapkan perasaannya pada seorang gadis dihadapan Mi Nam. jelas aja Tae Kyung yang mendengarnya jadi khawatir Mi Nam akan sakit hati, ia pun pergi mengejar Mi Nam untuk mencegahnya pergi.
Mi Nam menelpon Shin Wo dan bilang ia sedang menuju ke restauran dan minta Shin Wo menunggunya. saat hendak masuk mobil, Tae Kyung mencegah dan menarik tangan Mi Nam. Tae Kyung menarik Mi Nam menuju gedung. Mi Nam kesal dan marah atas tindakan Tae kyung. Tae Kyung juga marah dan menganggap Mi Nam tidak punya harga diri dan sangat bodoh. Mi Nam balas kalau Tae kyung jangan hiraukan dia dan pedulikan dirinya tapi Tae Kyung membalas kalau ia setiap hari melihat Mi nam maka ia tidak bisa berpura-pura tidak tau. Mi Nam menyuruh Tae Kyung jangan mencampuri urusannya. (maaf yah dialognya susah kuingat jadi intinya mereka saling marah dan membentak)
Lalu tiba-tiba Tae Kyung menarik kepala Mi Nam dan mencium bibirnya (so sweet :D ) kejadian itu tak urung membuat Mi Nam dan Tae Kyung sama-sama kaget. 

Hwan Tae Kyung dan Go Mi Nam sama-sama terkejut setelah mereka berciuman. Tae Kyung tampak shock dan melepaskan ciumannya sambil memikirkan apa yang baru saja ia lakukan. Ia tampak bingung karena telah mencium Mi Nam. Mi Nam juga terkejut, ia segera menekan hidungnya begitu menyadari apa yang telah terjadi tadi.
Tae Kyung lemas dan mencoba untuk mencerna kejadian tadi. "Ha. Ha? HA! Go Mi Nam, kau sangat lucu," katanya dengan terbata-bata. Ia segera pergi keluar gedung dengan langkah lemas. "Aku hanya terlalu parah sehingga hilang akal. Aku tidak mungkin berbuat seperti itu. Mengapa aku melakukan hal itu?" gumamnya sendiri.

Di dalam gedung, Mi Nam masih bingung dan berdoa, "Suster Kepala, bintang di hatiku meledak menjadi ribuan. Apa yang harus kulakukan?" Mi Nam berjalan masuk ke dalam gedung dengan langkah tersaruk-saruk dan duduk di bangku. "Sepertinya ada kembang api di dalam hatiku. Aku bingung," ucapnya pelan.

Shin Woo menelepon, Mi Nam berkata kalau ia berniat untuk menemui Shin Woo. Namun ucapan Mi Nam tidak jelas dan hanya samar-samar karena dia masih shock. "Di mana aku? Ada banyak kembang api," racaunya. Shin Woo berkata agar Mi Nam tenang, Shin Woo akan menuju ke sana.
Mi Nam memikirkan alasan Tae Kyung menciumnya, ia membuat beberapa kemungkinan. Apakah itu karena Tae Kyung marah? Namun sebelum ini Tae Kyung sering marah namun ia tidak pernah mencium Mi Nam. Ataukah Tae Kyung hanya menggodanya? Namun Tae Kyung bukan tipe laki-laki seperti itu.

He Yi datang ke kantor agensi, masih berniat untuk mengusir Mi Nam pergi. Ia mempertimbangkan untuk memberi tau Tae Kyung kalau Mi Nam adalah calon biarawati, namun segera mengurungkannya. He Yi melihat Tae Kyung keluar dari gedung namun Tae Kyung tidak menyadari kehadiran He Yi. He Yi menyangka Tae Kyung masih marah padanya.

Tae Kyung berkata bahwa ia tidak marah, ia juga merasa tidak ada hal yang perlu mereka bicarakan.
"Apakah aku tidak berarti apapun untukmu? Bagaimana bisa wanita sepertiku tidak berarti apa-apa untukmu? Aku cantik dan terkenal. Kita adalah pasangan paling serasi di Korea. Bagaimana bisa kau tidak menyukaiku?" tanya He Yi.
Tae Kyung berkata bahwa He Yi memang cantik dan terkenal, namun He Yi adalah pembohong, "Jadi jangan salah sangka," kata Tae Kyung.
"Bagaimana bila Go Mi Nam juga salah sangka dan berkata kalau ia menyukaimu?" tanya He Yi.
Tae Kyung terdiam beberapa saat. "Itu tidak mungkin terjadi, tidak mungkin selama ia masih mempertahankan harga dirinya. Aku yakin," jawab Tae Kyung. Namun ia tidak terdengar terlalu meyakinkan, ia berkata kalau Mi Nam menyukai Shin Woo.

He Yi melihat Mi Nam keluar dari gedung, dan merasa bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk bertanya pertanyaan penting pada Tae Kyung mengenai kehadiran Mi Nam. He Yi memastikan kalau Mi Nam akan mendengar semua pembicaraan itu. He Yi mengingatkan Tae Kyung agar tidak salah paham kepada Mi Nam. "Go Mi Nam adalah seorang laki-laki. Jangan sampai salah menganggapnya wanita," kata He Yi.

"Aku tidak mungkin salah paham. Go Mi Nam bukan seorang wanita," jawab Tae Kyung.
"Lalu mengapa kau membelikan ia jepit rambut, baju baru, dan melindunginya. Apakah itu tidak berarti apa-apa?" tanya He Yi lagi.
"Ya, itu tidak berarti apa-apa. Aku hanya melakukannya. Itu tidak berarti apa-apa," jawab Tae Kyung.
Tae Kyung tidak menyadari kalau Mi Nam mendengar semua pembicaraan itu dan terpuruk dalam kesedihan. He Yi bertanya apakah Tae Kyung yakin bahwa semua itu juga tidak berarti bagi Mi Nam? Tae Kyung berusaha meyakinkan dirinya sendiri, "Itu tidak berarti apa-apa untuknya," jawab Tae Kyung. "Bagaimana bisa itu tidak berarti baginya? Lupakan, hal itu juga tidak berarti bagiku," lanjut Tae Kyung lagi.

Shin Woo berusaha menghubungi Mi Nam, namun Mi Nam tidak mendengar suara teleponnya. Ia sedang menangis di dalam studio yang kosong dan gelap. Setelah Tae Kyung berkata bahwa Mi Nam tidak berarti apapun, Mi Nam merasa putus asa dan hancur.

Shin Woo khawatir kalau-kalau Mi Nam sakit dan segera pergi ke kantor agensi. Shin Woo masuk ke studio setelah mendengar suara isakan Mi Nam. Namun Mi Nam menyuruhnya berhenti sebelum Shin Woo sempat menghidupkan lampu. "Aku ingin tetap gelap. Aku merasa sangat malu. Aku ingin bersembunyi dalam kegelapan," isak Mi Nam.

"Sampai kapan kau akan menangis seperti ini? Setelah kau selesai menangis, maukah kau bersamaku? Aku tau kau sudah melupakanku. Namun aku selalu menunggumu dan berlari ke sini karena mengkhawatirkanmu. Aku seperti orang bodoh!" marah Shin Woo.

Mi Nam meminta maaf karena tidak menetapi janjinya dan karena keegoisannya. Shin Woo berkata bahwa ia sudah lelah selalu memikirkan Mi Nam. "Kau akan bisa melihat perasaanku dalam cahaya lampu," kata Shin Woo lalu ia menghidupkan lampu untuk menunjukkan kesedihannya pada Mi Nam. Namun di tengah cahaya, Shin Woo semakin dapat melihat kesedihan yang dirasakan oleh Mi Nam dan kemarahannya mereda. Mi Nam meminta maaf pada Shin Woo dan Shin Woo meminta maaf karena telah marah pada Mi Nam.

Setelah Mi Nam selesai menangis, Shin Woo duduk di sebelahnya dan bercerita kalau ia hendak menyatakannya perasaannya kepada 'wanita itu'. Shin Woo telah menyiapkan bunga, sepatu, dan lagu untuk 'wanita itu'. Ia menggoda Mi Nam dengan berkata kalau karena kesalahan Mi Nam ia gagal, namun ia lalu tersenyum dan berkata, "Ini bukan kesalahmu. Aku rasa dia belum siap menerima perasaanku,"


Shin Woo tidak memiliki hadiah atau bunga sekarang, maka ia mengambil gitarnya. Ia menyuruh Mi Nam mendengarkan. Liriknya menceritakan perasaan Shin Woo yang merasa bagai orang bodoh yang selalu perhatian walaupun selalu merasa sakit dan kecewa.


- A Song for A Fool -

Nan ba bo ra so gu ron ga bwa
A pu ge he do gwen chan hun ga bwa
Mot nan sa rang i ra no lyo de do
O jol su om nun ba bo ra so ...
Ne ga won he jal he jwot don gol
Gu gom a nu ro heng bok het don gol
Han bo ni ra do u so ju myon
Gu mi so ro heng bok he ...
Gu nyo ga sa rang han sa ram op get da ji
I rok e gu nyo gyo te so i sul pu nya
Jul su i so heng bok ha sa rang i ra
A mu got do ba ra ji an a ...
On je dun so ne mi nyon da hul gu go se
On je dun bu lo jun myon du lil gu go se
Pyon ham ob shi gu go se i so jul ge
Gu nyo sa rang ha ni ka ...
Nan ba bo ra so ...


- english translated -

I must be like this because I'm a fool

It seems alright even when I'm hurt

Even when I'm teased about my pitiful love

Because I'm a fool beyond help ...

It was good to her because I wanted to be

I was happy with just that

If she smiles just once
I'm happy with that smile ...
Thinking "this girl doesn't have a person she likes"
I simply stay by her side like this
Because this is a love where I'm happy to be giving
I don't expect anything in return ...
A place from where I can reach her
Any time she holds out her hand
A place from where I can visit her
Any time she calls for me
I'll stay there without changing
Because I love her
Because I'm a fool



Walaupun ia tidak sadar kalau itu lagu untuknya, Mi Nam berkata bahwa lagu itu adalah lagu yang bagus. "Kau tidak malu pada perasaanmu sendiri, atau menyesalinya. Kau sangat menyukai gadis itu. Meskipun kau bodoh, kau tetap keren. Tidak ada yang lebih keren daripada kau," kata Mi Nam.

"Meskipun orang lain tidak mengetahuinya, namun tanpa cinta hidup ini hampa," jawab Shin Woo.

Tae Kyung kembali ke studionya. Di sana ia berusaha memahami mengapa ia mencium Mi Nam?

"Karena aku marah. Kenapa aku marah? Karena Go Mi Nam terus mengejar Shin Woo seperti orang bodoh. Mengapa aku menghentinkannya? Karena aku tidak ingin ia terluka. Mengapa aku tidak ingin ia terluka? Apa arti Go Mi Nam untukku? Ugh, hal ini sangat rumit dan membingungkan. Aku harus menemui Go Mi Nam dalam cahaya terang dan meluruskan masalah ini," omel Tae Kyung.

Saat dalam perjalanan mencari Go Mi Nam, ia melihat Mi Nam pergi dengan Shin Woo. Shin Woo menyuruh Mi Nam mentraktirnya karena telah ingkar janji. Melihat mereka bersama, Tae Kyung berpikir, "Melihatnya di tengah cahaya terang membuatku semakin bingung. Apa atinya dia untukku?"


Tae Kyung pergi makan malam bersama Presiden Ahn dan Hwa Ran. Presiden Ahn sangat terkejut karena Hwa Ran berhasil meyakinkan Tae Kyung untuk meremake lagu 'What Should I do?' dan ia semakin terkejut saat tau Hwa Ran telah mengurus masalah hak cipta dengan pencipta lagu itu. Tae Kyung juga kaget karena ia belum tau bahwa sang pencipta lagu telah meninggal. Hwa Ran berkata bahwa mungkin ia akan bisa menemukan satu dari saudara kembar itu, dan berkata bahwa anak itu mungkin masih mengingatnya. Hwa Ran teringat saat mereka kecil, mereka sering bertengkar untuk merebutkan kue yang dibawa oleh Hwa Ran.

Saat Presiden Ahn pergi, Tae Kyung berkata dengan kasar kalau Hwa Ran dan pencipta lagu itu adalah orang yang sama. Hwa Ran adalah wanita yang rela meninggalkan putranya demi cinta, sedangkan pencipta lagu itu adalah pria yang mau menciptakan lagu untuk wanita kejam macam Hwa Ran. Hwa Ran tidak mau dianggap perebut, ia berkata bahwa ibu si kembar telah meninggal setelah melahirkan si kembar.

Tae Kyung menyeringai, "Jadi karena itu kau berpura-pura menjadi ibu mereka? Membawakan mereka kue,"

"Ya, karena aku sangat mencintai ayah mereka, aku dapat menjadi ibu bagi mereka," jawab Hwa Ran. "Kalau saja dia belum meninggal, mungkin kau akan menjadi saudara mereka," lanjut Hwa Ran lagi.
Tae Kyung menjawab dengan sinis, "Bagi mereka, memiliki orang sepertimu sebagai ibu adalah hal yang mengerikan,"
"Ya, cintaku memang hal yang mengerikan," jawab Hwa Ran.

Mi Nam mengkhawatirkan perasaan Tae Kyung namun ia terlalu malu untuk mengganggu Tae Kyung. Mereka berpapasan di lobi depan kamar dan keduanya mematung. Mi Nam berjalan kembali ke kamarnya tanpa berkata apa-apa. Melihat reaksi Mi Nam, Tae Kyung merasa sedikit lega. "Dia pasti tidak merasakan apa-apa," pikir Tae Kyung.

Mi Nam bingung antara berpura-pura tidak terjadi apa-apa atau meminta maaf pada Tae Kyung. Akhirnya Mi Nam mengambil keputusan kalau meyakinkan Tae Kyung bahwa ia baik-baik saja dan tidak merasa terganggu atas kejadian itu.
Mi Nam mengirim SMS yang berbunyi, "Kakak, aku baik-baik saja," Ternyata Mi Nam salah mengetik SMS sehingga yang terkirim malah, 'Ciumannya terasa bagus'. Mi Nam panik saat menyadari kesalahannya.

Mi Nam memutuskan bahwa ia harus menghapus SMS itu sebelum Tae Kyung sempat membacanya, lalu Mi Nam mengendap-endap ke kamar Tae Kyung. Kamar Tae Kyung kosong, pasti ia sedang ada di kamar mandi. Mi Nam melihat HP Tae Kyung ada di atas tempat tidur. Ia mengendap-endap mengambilnya tepat saat Tae Kyung keluar dari kamar mandi. Mi Nam segera berguling ke sisi lain tempat tidur.

Sialnya, HP Tae Kyung terkunci. Mi Nam tidak tau kode PINnya. Mi Nam mencoba beberapa kombinasi angka namun gagal. "4820," kata Tae Kyung.

Mi Nam segera memasukkan angka 4820 sebelum sadar kalau Tae Kyung sudah menyadari kehadirannya. Dengan cemas, Mi Nam melihat Tae Kyung yang ternya sudah membaca SMS itu. Tae Kyung mengejek Mi Nam.

Tae Kyung bertanya apakah Mi Nam benar-benar baik-baik saja, dan saat Mi Nam menjawab, "iya," Tae Kyung menghapus SMS itu. "Semua yang terjadi hari ini sudah terhapus," kata Tae Kyung.

Tae Kyung melihat dahi Mi Nam berwarna kemerahan karena terantuk saat bersembunyi di dekat tempat tidur tadi. Tae Kyung mengobati Mi Nam. Tidak sengaja obat itu terkena mata Mi Nam. Tae Kyung segera memberi air ke mata Mi Nam.

Mi Nam kesulitan untuk naik ke kamarnya karena ia masih tidak dapat membuka matanya. Tae Kyung meraih tangan Mi Nam lalu membimbingnya menaiki tangga.

Dengan mata tertutup, Mi Nam bertanya, "Apakah kau masih marah padaku?"

"Bagaimana kau tau kalau aku marah padahal kau tidak melihat?" tanya Tae Kyung.
Mi Nam menjawab karena Tae Kyung selalu marah padanya.
"Pada awalnya iya. Namun sekarang ..." Tae Kyung menghentikan ucapannya. Mi Nam menjamin kalau iya sudah baik-baik saja. "Sekarang aku sedang tersenyum. Aku tidak marah padamu," lanjut Tae Kyung.


Keesokan harinya, mereka melakukan photo session bersama He Yi untuk persiapan konferensi pers besok. Setelah para anggota A.N.Jell mengetahui belangnya He Yi, mereka jadi malas berdekatan dengan He Yi. He Yi melihat keakraban para anggota A.N.Jell dan Mi Nam sambil cemberut. "Padahal aku yang mengenakan pakaian putri tapi dia yang mendapat perlakuan seperti seorang putri," omel He Yi kesal.

He Yi meyakinkan dirinya sendiri kalau Mi Nam telah pergi, Tae Kyung akan menjadi miliknya. Dan hal itu tidak akan lama lagi, karena Mi Nam harus kembali ke biara secepatnya.

He Yi meminta Tae Kyung, Jeremy, dan Shin Woo membantunya. Ia mengancam akan membuka identitas Mi Nam bila mereka tidak menurut. Mereka menurut dengan kesal. He Yi melakukan itu agar mereka bertiga jauh dari Mi Nam.

Stylist Wang memuji kecantikan He Yi, membuat Mi Nam merasa iri karena ia selalu memakai pakaian laki-laki.

Tae Kyung memperlakukan he Yi dengan menyebalkan. "Kau tau, saat aku sedang kesal biasanya aku banyak bicara," ancam He Yi pada Tae Kyung. Jeremy dan Shin Woo menyuruh Tae Kyung diam.

Stylist Wang berkata kalau Mi Nam pasti iri pada He Yi akan kecantikannya. Karena Mi Nam pasti ingin tampak cantik di depan Shin Woo. He Yi terkejut mengetahui Mi Nam menyukai SHin Woo.
Hal ini membuat He Yi senang. Ia segera membuat rencana baru. Ia ingin membuat Mi Nam bersama Shin Woo sehingga ia memiliki waktu dengan Tae Kyung. He Yi meminta bantuan Stylist Wang.

He Yi berkata kalau Mi Nam pasti senang bila dapat berpenampilan cantik di depan pria yang disukainya. Karena itu, saat turun hujan dan shooting ditunda, Stylist Wang mengajak Mi Nam pregi untuk didandani sebagai perempuan. Stylist Wang berkata kalau ia ingin membuat Mi Nam senang. "Saat hujan, kau dapat menjadi gadis yang cantik. Dan saat hujan reda, kau dapat kembali menjadi Go Mi Nam," kata Stylist Wang.

Stylist Wang meyakinkan Mi Nam bahwa ia akan aman karena crew ada di dalam dan mereka berdua ada di greenhouse yang terpisah dari gedung tempat para crew.

Mi Nam sangat senang melihat wajahnya yang cantik dan Stylist Wang memotonya agar Mi Nam dapat terus melihatnya walaupun ia berpenampilan laki-laki. Stylist Wang keluar sebentar dan datang kembali bersama Shin Woo.

Melihat kedatangan Shin Woo, Mi Nam merasa tidak nyaman dan berniat untuk kembali berpenampilan laki-laki. Shin Woo melarangnya. "Bila tidak ada yang melihatmu, maka semua akan sia-sia. Mi Nam kau sangat cantik," puji Shin Woo.

"Kau seperti tokoh dalam dongeng. Saat hujan, kau menjadi wanita. Dan saat hujan berhenti, kau kembali menjadi pria," kata Shin Woo. Shin Woo bercerita ia pernah mendengar cerita seperti itu di suatu tempat, lalu menyebut Mi Nam putri angsa yang menjadi angsa saat siang hari dan putri di malam hari.

Di saat yang sama, He Yi mengajak Tae Kyung pergi bersama. He Yi berkata bahwa saat mereka berjalan bersama seperti adegan sebuah film. Tae Kyung mengiyakan, "Film horror," katanya. He Yi mengajak Tae Kyung ke greenhouse untuk berteduh. Padahal ia sudah tau ada siapa di dalam.

He Yi dan Tae Kyung masuk dan melihat Shin Woo sedang bersama Mi Nam. He Yi memuji betapa cocoknya mereka berdua dan berkata bahwa mereka dapat menjadi pasangan yang serasi. "Mi Nam, kau sudah bekerja keras demi tampak cantik di depan Kang Shin Woo. Manis sekali. Tidakkah ia tampak cantik?" kata He Yi.

Melihat pemandangan ini membuat Tae Kyung kesal. Ia mengejek Mi Nam. "Kau tidak cocok berdandan seperti itu. Konyol," lalu ia pergi meninggalkan Mi Nam yang tampak shock. He Yi mengejarnya. "Pergi," usir Tae Kyung.
He Yi heran dengan reaksi Tae Kyung, "Kenapa ia begitu marah?"

Mi Nam terdiam. Ia shock karena komentar Tae Kyung. "Ia benar. Aku tidak cocok dengan pakaian ini. Aku sangat konyol. Aku berkata pada diriku kalau ini tidak akan memalukan. Aku yakin kalau aku akan baik-baik saja. Aku lebih bodoh daripada orang bodoh,"

Shin Woo berkata pada Mi Nam agar tidak menangis. "Jangan menangis karena Tae Kyung," kata Shin Woo. "Aku tau kau menangis karena Tae Kyung. Kau menyukainya,"
"Aku tidak ingin membuat semuanya berat bagimu. Tapi aku tidak suka melihatmu menangis," kata Shin Woo.
"Aku kira aku dapat menyembunyikannya selama ini. Kau mengetahuinya?" tanya Mi Nam.
"Ya. Karena aku selalu melihatmu," jawab Shin Woo.
"Perasaanku pasti terlihat," keluh Mi Nam.
"Tae Kyung tidak dapat melihat perasaanmu. Apa kau ingin menunjukkannya?" tanya Shin Woo.
"Tidak. Aku tidak ingin mengejutkannya atau membuatnya merasa tidak tenang. Jangan khawatir. Aku akan menjaga perasaanku dan yakin kalau tidak akan terlihat. Aku akan mengganti pakaianku dan kembali menjadi pria," kata Mi Nam.

Reporter Kim berkeliling lokasi syuting untuk mencari tau siapa wanita rahasia A.N.Jell, dan ia melihat Shin Woo keluar dari greenhouse. Reporter Kim mencurigai telah terjadi sesuatu di greenhouse. Tepat saat itu He Yi masuk kembali ke greenhouse dan memarahi Mi Nam karena bersikap bodoh.


"Semua ini adalah kesalahmu. Kau seharusnya tetap di biara dan menjadi biarawati. Saat kau telah selesai menjadi Go Mi Nam, apa kau akan kembali ke biara? Mengapa kau tidak pergi ke Roma dan menjadi biarawati? Kembalilah!" marah He Yi.

"Yoo He Yi, meskipun aku telah kembali ke biara, semua tidak akan semudah itu," jawab Mi Nam.
"Aku bilang, kembalilah ke tempat asalmu!" bentak He Yi.
"Nona Yoo He Yi," mohon Mi Nam.
"Pergi dan tinggalkan Hwang Tae Kyung. Kau ingin bersamanya agar dia bisa melihatmu, kan? Bila ia berbuat baik padamu, harapanmu akan melambung. Kau berpura-pura tidak padahal sebenarnya kau berharap, kan? Apa kau ingin dia melihat kebodohanmu? Apa kau ingin dia tau?" bentak He Yi lagi.
"Aku tidak ingin ia melihatku menjadi orang bodoh. Aku tidak ingin ketahuan," jawab Mi Nam.

Tiba-tiba Reporter Kim datang dan melihat mereka berdua. Melihat dua wanita itu dan Shin Woo yang baru saja keluar, ia merasa mendapat petunjuk. Mi Nam segera berbalik untuk menyembunyikan wajahnya.

He Yi menyuruh Mi Nam segera pergi. Jadi Mi Nam segera keluar dari greenhouse itu meninggalkan He Yi yang sedang menahan Reporter Kim.

Crew masih ada di dalam gedung untuk berteduh. Manajer Ma merasa Tae Kyung tampak sakit. "Kau tampak sedang sakit dan terluka," kata Manajer Ma. Tae Kyung menjawab kalau ia tidak sakit. Ia sedang marah dan shock. "Kau melihat sesuatu yang tidak kau sukai, sehingga kau merasa shock, marah, dan terluka," tebak Manajer Ma.

"Aku ingin menyanggahnya namun ia benar. Aku terkejut melihat Mi Nam seperti itu, dan marah karena ia bersama orang lain, dan itu menyakitkan," gumam Tae Kyung pada dirinya sendiri.
Manajer Ma menata foto dan melihat foto Mi Nam membuat gerakan hidung babi. "Dia masih melakukannya," kata Manajer Ma.
Hal ini menarik perhatian Tae Kyung. "Mi Nam selalu berbuat seperti itu. Apa maksudnya?" tanya Tae Kyung. Manajer Ma bercerita bahwa ia menyuruh Mi Nam melakukan hidung babi bila Mi Nam berada di dekat orang yang disukainya. Manajer Ma berpendapat pasti Mi Nam sedang ada di dekat Shin Woo saat gambar itu diambil.

"Jadi itu maksudnya," kata Tae Kyung. Tae Kyung mencari foto yang kira-kira cocok dengan foto Mi Nam itu dan ternyata foto Shin Woo tidak cocok. Malah fotonya yang cocok dengan foto Mi Nam. "Ia melihatku," gumam Tae Kyung.

Manajer Ma masih tidak menyadarinya dan malah mengomeli Tae Kyung karena sering bersikap kasar pada Mi Nam. Manajer Ma meminta Tae Kyung bersikap lebih ramah pada Mi Nam karena Mi Nam memperhatikannya. Bahkan Mi Nam terus berusaha mencari jepit rambut yang dibelikan Tae Kyung walaupun jepit itu murahan dan sudah rusak.
Tae Kyung mengambil tas Mi Nam dan mencari sesuatu di dalamnya. Kemudian ia menemukan jepit rambut yang telah rusak itu. "Dia mencarinya lagi?" gumam Tae Kyung kaget.

Bibi Mi Nam bertanya mengapa Hwa Ran sangat ingin menemui si kembar. Bibi Mi Nam mengira ia adalah ibu si kembar. Hwa Ran tertawa. "Aku mencari mereka karena aku merasa bersalah pada mereka. Karena aku, mereka kehilangan ibunya,"


Mi Nam pergi menemui Suster Kepala untuk menceritakan masalah hatinya.

"Ia seperti bintang yang terang. Saat aku terkena cahayanya, aku merasa semakin bercahaya namun di sisi lain juga semakin gelap. Saat ia bersinar aku merasakan harapan, dan saat ia redup aku merasa kecewa. Aku membenci diriku karena ini dan merasa malu," isak Mi Nam.
"Saat kau mengenal cinta, kau terlihat semakin cantik," hibur Suster Kepala.

Beberapa saat kemudian, Mi Nam duduk di luar melihat bintang. Ia tidak dapat menghentikan air matanya. "Karena air mataku terus turun, aku tidak dapat melihat bintang dengan jelas. Bila aku tidak dapat melihatnya, aku tidak akan merasakan harapan dan kecewa lagi. Aku harap aku tidak dapat melihatnya lagi," isak Mi Nam.

Tiba-tiba datanglah sebuah mobil. Mi Nam melihat mobil itu dan sinar dari lampu mobil itu menyorotnya.

Tae Kyung keluar dari mobil itu dengan tetap membiarkan lampunya hidup.

"Go Mi Nam, aku dapat melihatmu dengan jelas sekarang. Kau tidak dapat melihatku karena terlalu terang, kan? Ketika aku tidak dapat melihatmu, apakah kau selalu menangis seperti sekarang?" tanya Tae Kyung.
"Aku tidak akan menangis lagi. Berpura-puralah kau tidak melihatku," isak Mi Nam.
"Bagaimana bisa aku berpura-pura padahal aku dapat melihatmu dengan jelas? Go Mi Nam, kau selalu memperhatikanku selama ini, kan? Aku tidak dapat melihatmu karena itu aku tidak tahu," kata Tae Kyung.

"Berpura-puralah tidak tahu. Aku tidak akan memperhatikanmu lagi," kata Mi Nam.

"Jangan berhenti memperhatikanku. Tetaplah memperhatikanku seperti yang selama ini kau lakukan," kata Tae Kyung.
"Hwang Tae Kyung ..."
"Go Mi Nam, mulai sekarang kau kuizinkan untuk menyukaiku,"

Tae Kyung ada didepan Mi Nam.

"Hwang Tae Kyung" kata Mi Nam terkejut
"Go Mi Nam, mulai sekarang aku mengizinkanmu, ijin untuk menyukaiku" kata Tae Kyung
"Benarkah? apa aku benar-benar bisa menyukaimu?" tanya Mi Nam
"Bukankah itu konyol dan kau merasa tidak enak?" tanya Mi Nam lagi dengan mata berkaca-kaca
"Baiklah, aku terkejut dan merasa sedikit aneh, tapi lumayan." jawab Tae Kyung
"kau yakin kau tidak akan terganggu olehku yang menyukaimu?" tanya Mi Nam lagi
"Go Mi Nam, Aku orang yang mendapatkan cinta dari banyak orang. itulah pekerjaanku. Untuk menerimamu sebagai fan di klub Fansku. itu tidak akan membebaniku, itulah aku jadi kau bisa menyukaiku, dan tidak ada masalah" kata Tae Kyung bangga
"terima kasih, terima kasih yang membiarkanku menyukaimu walau sebagai fans, terima kasih" Kata Mi Nam ( aku jadi terharu)
"fan? tidak masalah." kata Tae Kyung
"Go Mi Nam kemari" kata Tae Kyung, Mi Nam berjalan mendekati Tae Kyung.


Tae Kyung menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan untuk menyambut Mi Nam di Fansclubnya. Mi nam membalas uluran tangan Tae Kyung. Kemudian Tae Kyung menarik Mi Nam kedalam pelukannya.


"karena kau adalah penggemar istimewa, sebaiknya kau tahu itu (pelukan) sebuah kehormatan!" kata Tae Kyung bangga + seneng

Mi Nam menangis terharu, Tae Kyung tersenyum bangga dan gembira.


Reporter Kim masih mencari jejak Mi Nam dirumah kaca itu. Reporter Kim menjelajahi seluruh tempat untuk mencari jejak Mi Nam, Reporter Kim berpikir apa yang dilakukan Mi Nam dan Shin Woo ditempat itu. Reporter Kim menemukan sebuah foto. Dan itu adalah foto Mi Nam saar berpakaian perempuan. Reporter Kim senang karena telah menemukan foto itu. Reporter Kim merasa familiar dengan sosok didalam foto dan dia menyadari bahwa itu Mi Nam. Reporter Kim menyimapan foto itu.



Mi Nam berpamitan pada suster kepala. Mi Nam berterima kasih karena suster sudah menghiburnya. Suster kepala bertanya pada Mi Nam apa itu (Tae Kyung) bintangnya?. Mi nam menjawab sambil menoleh ke arah Tae Kyung "ya, dia seperti bintang yang jauh bagiku". Tae Kyung memberi hormat pada suster kepala.


Suster kepala mengamati Mi Nam dan Tae Kyung dari jauh dan berkata "bintang yang jauh itu datang kesini untuk mencari Gemma (Gemma itu nama Mi Nam sewaktu di gereja) Mereka berdua bersina begitu cemerlang dan indah, bantu mereka untuk bersinar lebih terang dalam kegelapan,bahkan ketika kegelapan mendatangi mereka.Aku berdoa agar mereka tidak pernah kehilangan sinar mereka".

Mereka berdua akhirnya pulang.

Reprter Kim membawa bukti foto-foto Mi Nam ke kantor agency A.N.JELL. Dari foto yang waktu diajak lari Tae Kyung, foto diacara peluncuran single Mi Nam saat ditolong Shin Woo dan foto di rumah kaca. Disana ada Presiden Ahn, Manager ma, Shin Woo, Jeremy dan Stylish Wang. Semua orang terdiam saat melihat foto-foto itu. Reporter Kim bertanya kalau semua yang difoto itu adalah wanita yang sama. Reporter Kim bertanya pada Shin Woo siapa wanita itu dan minta penjelasan darinya. Shin Woo terdiam.


Diperjalanan pulang. Mi Nam memakan jeruk yang diberikan suster kepala tapi rasanya asam. Mi Nam meminta Tae Kyung untuk tidak memakannya. Tae Kyung menjawab "aku suka yang asam, kau tahukan aku suka limau?". Tae Kyung minta satu pada Mi Nam. Mi Nam membrikan jeruk pada Tae Kyung tanpa mengupasnya dulu.

"Go Mi Nam, Aku sedang menyetir sekarang dan tidak bisa mengupasnya" kata Tae Kyung

"ah,maaf" kata Mi Nam, dia mengupas jeruknya untuk Tae Kyung. Mi Nam memberikan jeruknya yang masih satu buah penuh.
Tae Kyung mangap minta disuapin. Mi Nam menyuapi Tae Kyung. Tae Kyung keasaman dan ekspresinya lucu banget.
Mi Nam berkata kalau Tae Kyung benar-benar suka buah yang asam dan dia akan mencarikan buah yang belum masak dan asam untuk Tae Kyung (hehehehe). Tae Kyung sepertinya tidak mau Mi Nam melakukan itu.
"Go Mi Nam, mulai sekarang jangan berpakaian sepeti itu dengan Shin Woo" Pinta Tae Kyung mulai protektif sama Mi Nam.
"kau bilang itu tidak cocok untukku dan kelihatan lucu kan?" tanya Mi Nam
"aku seharusnya ambil beberapa pakaian pria dan ganti baju sebelum kita pulang."kata Mi Nam lagi
"tidak masalah didepanku, tapi jangan seperti itu didepan Shin Woo. Karena Kordi Wang dan manager Ma bahkan aku juga berpikir kau menyukai Shin Woo" kata Tae Kyung cemburu
"itu yang dipikirkan semua orang? aku menempatkan Shin Woo kedalam situasi yang aneh, dan dia begitu baik" kata Mi Nammerasa menyesal terhadap Shin Woo
"aku seharusnya lakukan yang lebih baik mulai sekarang untuk kepentingan Shin Woo" Kata Mi Nam mantap
"Berbaik paa Shin Woo? Bagaimana kau bisa berkesimpulan begitu?" kata Tae Kyung kesal
Mi Nam mendapat telepon dari Shin Woo.


Mi Nam dan Tae Kyung bertemu dengan Shin Woo. Mereka bertiga berhadapan (Cinta segitiga, eh segi lima kurang Jeremy sama He Yi,hehehe).

Mi Nam bertanya pada Shin Woo apa reporter menemukan fotonya. Shin Woo menjawab iya sekarang Mi Nam sudah ketahuan. Mi Nam menoleh kearah Tae Kyung.


Dikantor A.N.JELL reporter Kim akhirnya tahu kalau wanita yang difoto itu adik kembarnya Go Mi Nam. Manager ma berkata "kembar,putra dan putrilahir pada hari yang sama.puas?"

Reporter Kim berspekulasi kalau Mi Nam muncul dikonser kakaknya. Reporter Kim bertanya " jadi Kang Shin WOo sedang pacaran dengan adiknya Go Mi Nam?" (ini reporter bikin kesel ajah). Manager Ma membenarkannya. Presiden Ahn bilang pada reporter Kim kalau Shin Woo akan membawa pacarnya kekantor.


Kembali pada Tae Kyung, Mi Nam dan Shin Woo. Shin Woo berkata "sudah tidak ada waktu lagi, kita harus pergi". Mi Nam menoleh kearah Tae Kyung lagi dam merasa takut apakah dia bisa melakukannya dengan baik dan tidak ketahuan.

Tae Kyung berkta kalau Mi Nam hanya harus mangalihkan perhatian Reporter dan meminta Shin Woo yang menjawab semua pertanyaan.


Tae Kyung memegang bahu Mi Nam dan berkata "kau bisa lakukan dengan baik"

"kau pikir dia bisa menganggap aku sebagai gadis sungguhan dan bukan sebagai Go Mi Nam?" tanya Mi Nam.
Tae Kyung memberkan jepitanya pada Mi Nam dan berkata "Dimataku, kau benar-benar seorang gadis" Mi Nam mengangguk yakin.


Shin Woo menghampiri Mereka dan mengambil tangan Mi Nam dan berkata pada Tae Kyung "mulai sekarang, dia pacarku,aku akan menjaganya".Sorot mata Shin Woo tajam pada Tae Kyung.

Shin Woo membawa Mi Nam pergi meninggalkan Tae Kyung. Tae Kyung berkata pada dirinya sendiri " itu tidak bisa dihindari, tapi aku harus mendengar itu lagi, wanitaku??"


Shin Woo dan Mi Nam tiba dikantor A.N.JELL. Reporter Kim langsung memotret mereka berdua. Reporter Kim merasa senang karena mendapat berita bagus. Mi Nam merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti ini. Shin Woo menggenggam erat tangan Mi Nam.

Shin Woo berkata kalau Mi Nam adalah orang biasa, jadi Mi Nam cukup gugup. Shin Woo juga minta tolong untuk tidak terlalu mengekspos Mi Nam, Mi Nam akan terungkap karena Shin Woo. Reporter Kim berkata dia akan menulis dengan benar. Reporter Kim berkata pada Shin Woo "kau berjanji padaku sebuah wawancara eksklusif"
Reporter Kim juga berkata pada presiden Ahn kalau berita ini akan dimuat di koran akhir pekan sebagai berita eksklusif.


Presiden Ahn mengahampiri Tae Kyung dan berkata kalau Tae Kyung tahu segalanya. Tae Kyung mengangguk.

"Shin Woo pasti benar-benar mencintai adiknya Mi Nam" kata Presiden Ahn
"Begitu ya?" tanya Tae Kyung (cemburu tuh)
"Dia memberikan sepatunya sebagai hadiah ketika dia menyatakan cintanya,kurasa dia ingin membuatnya menjadi cinderella" kata Presiden Ahn
"sepatu harus cocok untuk cinderella" kata Tae Kyung
"jangan hanya fokus dalam kencan, beri perhatian kepada fansclubmu" pinta Presiden Ahn
Presiden Ahn menasihati Tae Kyung dengan berkata "Para fans adalah orang-orang yang bisa menangisi dan berteriak-teriak bahwa mereka menyukaimu tapi pada akhirnya mereka menikah dengan pria lain. itu adalah batasan cinta yang diperoleh seorang bintang"
Presdien Ahn menepuk bahu Tae Kyung dan meninggalkannya. Tae Kyung berkata pada dirinya sendiri "ya, cinta seorang penggemar bisa berubah dengan mudah. dan bisa pergi ke pria lain kapan saja, Tapi kau tak boleh bertengkar dengan fans. Apa yang harus aku lakukan?"


Shin Woo menunggu Mi Nam yang sedang ganti baju dimobilnya. Mi Nam menghampiri Shin Woo.

Shin Woo: "aku ingin bersama pacarku lebih lama, kakak ipar (Mi Nam) muncul dengan cepat"
Mi Nam : Shin Woo Hyung, aku benar-benar menyesal"
Shin Woo: "Tapi kau tidak membuat kesalahan apapun dan melakukan wawancara dengan baik"
Mi Nam : "Shin Woo Hyunf melakukan segalanya, aku begitu gugup dan aku tak bisa berkata apa-apa"
Shin Woo : "Kau seperti itu, kau benar-benar canggung, kita seharusnya bersiap jika sesuatu seperti ini terjadi lagi" (Shin Woo ngarep, hehehe)
Mi Nam: "Aku akan melakukan yang terbaik dalam segala hal"
Shin Woo : "kalau begitu, kita harus membuat cerita cinta yang canggung tentang Kang Shin Woo dan Go Mi Nyu"
Mi Nam : "cerita cinta?" mereka berdua berjalan bersama
Shin Woo : "apa kita harus mulai ketika kita bertemu?"


Shin Woo menceritakan yang sebenarnya terjadi pada Mi Nam. Mi Nam dan Shin Woo bermain ditaman. Mi Nam menaiki mainan yang diputer-puter april ga tahu namanya apa dan Shin Woo yang memutarnya

Shin WOoo : "kau dan aku pertama bertemu diatap klub" Mi Nam dan Shin Woo main di taman
Shin WOo : "hari itu ketika Go Mi Nam menjadi anggota dari A.N.JELL, itu ketika pertama kali bertemu"
Mi Nam : "aku ingat hari itu juga"
Shin Woo : "karena kau minum bir banyak sekali, kau menjadi mabuk dan kau tak bisa kontrol diri"
Mi Nam : "karena aku mabuk hari itu, aku benar-benar hilang ingatan waktu itu"
Shin Woo menghentikan putarannya dan Mi Nam jatuh kepelukan Shin Woo.Shin Woo berkata "Karena kau minum, kau jatuh dan aku memegang tanganmu" (ini semua sungguhan yang terjadi di episode 1 dan 2 saat Shin Woo tahu kalau Mi Nam itu wanita)
Shin Woo : "itu ketika aku pertama bertemu denganmu sebagai seorang perempuan" Mi Nam bingung
Shin Woo : "Halo, Go Mi Nyu, aku bilang secepatnya aku bertemu denganmu. jadi kita bisa mulai sebagai seorang pria dan wanita"
Mi Nam : "Jika kau memanggilku nona Go Mi Nyu, lalu aku panggil kau apa?"
Shin Woo : " sudah kubilang untuk memanggilku kakak, kau panggil aku Shin Woo Oppa, dan kita jadi akrab"
Mi Nam : "Shin Woo Oppa, aneh untuk memulainya"
Shin Woo melanjutkan ceritanya "hubungan kami berkembang cepat dan aku memintamu pergi ketaman hiburan"
Mi Nam : "ah,aku ingat, kau bilang kau menyukai taman hiburan kan?"(Ini cerita saat Shin Woo mengajak Mi Nam pergi ke taman hiburan tapi Mi Nam malah menemani Tae Kyung)
Shin Woo terus bercerita bahwa mereka pergi ke Myungdong, makan mie dan es krim bersama, lalau pergi belanja. Mi Nam ingat semuanya.


Mi Nam naik ayunan dan Shin Woo yang mendorong ayunanya. Akhirnya Shin Woo berkata kalau mereka pasti ditanya kapan melakukan ciuman pertama. Mi Nam menjawab agar mereka jujur saja kalau mereka belum pernah melakukannya.

Shin Wo mencium dua jarinya dan menempelkannya dibibir Mi Nam dan Shin Woo berkata "kiata katakan saja pada mereka bahwa terjadi hari ini, aku sangat menyukaimu dan aku memutuskan untuk mengakui perasaanku padamu"


Shin Woo dan Mi Nam berdiri didepan tembok yang memantulkan bayangan mereka

Shin Woo : "aku menyewa seluruh restoran dan menunggumu datang. aku ingin berdiri didepan kaca dan memperlihatkan padamu,inilah orang yang kusuka, lalau kau terkejut dan terdiam. kemudian kau berkata aku tahu sejak awal dan sudah melihatmu selama ini, aku benar-benar menyukaimu"


Mi Nam mengira semua itu hanyalah pura-pura untuk kepentingan interview saja, padahal Shin Woo secara ga langsung menceritakan segalanya pada Mi Nam

Mi Nam : "jadi aku harus menjawab seperti ini, aku juga menyukaimu shin Woo Oppa"
Mi Nam berkata dia tidak bisa melihat ekspresi Shin Woo dalam bayangan, sedangkan shin Woo dapat melihat ekspresi gembira Mi Nam.
shin Woo : "apa kau tidak apa-apa karena Tae Kyung menyusahkanmu?"
Mi Nam : "sebenarnya dia tahu perasaanku, tapi dia tidak marah dan aku jadi lega"
Shin Woo menjawab dengan sedih "begitu ya, memang seperti itu, tampakanya sekarang kukira aku tidak akan melihatmu menangis lagi"
Mi Nam menoleh kearah Shin Woo dan Shin Woo tersenyum menyembunyikan kepedihan hatinya. Shin Woo berkata bahwa kisahnya akan happy ending.


Bibi Mi Ja menemui Hwa Ran, dia idak terima pengakuan Hwa Ran yang mengtakan kalau Hwa Ran dan Go Jae Hyun (ayah Mi Nam) berpisah karena kesalahn Hwa ran sendiri dan Hwa ran juga berkata kalau dia dan Jae Hyun terus saling mencintai.

Bibi Mi Ja: "ya , kau benar, adik iparku meninggal karena kau"
Hwa Ran : "itulah mengapa aku berkata aku akan membayar hutangku pada anak-anak itu"
Bibi Mi Ja : "ya, anak-anak itu akan sangat senang karenanya. mendengar lagu yang ditulis ayah mereka yang telah meninggalkan ibu mereka demi bisa bersamamu, seharusnya membuat mereka menari karena gembira"
Bibi Mi Ja menginjak CD lagu Hwa Ran (bibi aku suka padamu, meski kadang menyebalkan)
Hwa Ran berteriak : "aku akan memberikan 1/2 warisanku pada mereka! jika Jae Hyun tidak meninggal, aku akan jadi ibu mereka.jadi kuharap bawa mereka padaku dan bantu akau membayar hutangku" (hei ahjumma 1/2 warisan lagi untuk siapa? Tae Kyung?)


Bibi Mi Ja minum sendirian dan berpikir kalau Mi Nam dan Mi Nyu tidak akan suka bertemu dengan Hwa Ran tapi mereka juga pantas mendapatkan warisan dari Hwa Ran.



Malam itu dikamarnya, Tae Kyung mengecek Fan cafe-nya, dia ingin tahu apa banyak fans nya yang keluar. Tae Kyung berkata pada boneka kelinci-babi "kau tak boleh begitu,tidak setia seperti itu dan keluar"

Tae Kyung mengingat saat Shin Woo mencium kening Mi Nam saat Mi Nam bergelayut di tiang dan Mi Nam terjatuh karena ciuman itu (scene waktu main badminton) "waktu itu dia jatuh, ahhh kenapa kau harus mengatakan fans dan membuatku merasa susah? lupakan saja biarkan dia menjadi penggemar. aku baru saja memikirkannya. Bagaimana bisa aku setia kepada orang yang tidak tahu berterima kasih?"


Tae Kyung terkejut saat menerima anggota baru yang masuk dengan username kelinci-babi. itu adalah Mi Nam.

Mi Nam mengirim pesan di fan cafe "aku gabung hari ini, aku akan lakukan yang terbaik"
Tae Kyung : "apa dia benar-benar bergabung di fansclub yang sebenarnya?"


Dikamarnya Mi Nam sedang duduk didepan notebooknya dan berkata : jadi siapa saja bisa bergabung dengan mudah? dan juga mudah untuk keluar dari keanggotaan"

Mi Nam mendapat pesa dari admin a.k.a Tae Kyung Fan cafe " kau harus melewati ujian keanggotaan". Mi Nam mengikuti ujiannya.
Mi Nam membalas "jiak aku tidak lulus akau tidak bisa gabung?" Tae Kyung senang karena Mi Nam sudah masuk perangkapnya.
Tae Kyung membuat pertanyaan dan mengirimnya pada Mi Nam "masukan skormu, seberapa banyak kau tahu tentang Hwang Tae Kyung?"
Mi Nam berpikir "kupikir 6, bukan, 7 dari 10?...7"
Tae Kyung terkejut "7! hanya 7? dia tidak tertarik padaku, aku akan lega jika 9"
Tae Kyung membuat pertanyaan lagi dan mengirimnya "masukan skormu dalam seberapa keren Hwang Tae Kyung?"
Mi Nam berpikir "seberapa keren yang harus aku katakan?"
Tae Kyun mendapatkan jawabanya dan terkejut "5. 5?!? s artinya aku cuma rata-rata? kelinci aku akan...tidak aku tak bisa bertengkar dengan fans. aku seharusnya pastikan ini dan itu.
Tae Kyung membuat pertanyaan lagi dan Mi Nam berturut-turut menjawab 4, 7 (Tae Kyung merasa 7 adalah skor tertinggi) dan yang terakhir Mi Nam menjawab 2, jawaban itu benar-benar membuat Tae Kyung shock.
Tae Kyung mengurutkan hasilnya dan rata-rata jawabanya adalah 5. Tae Kyung berpikir Mi Nam akan berhenti jadi fans jika terguncang sedikit.


Tae Kyung memutuskan untuk memberikan pertanyaan pamungkasnya. Tae Kyung mengirim pertanyaannya pada Mi Nam " tolong katakan padaku, seberapa besar kau menyukai Hwang Tae Kyung?"

Tae Kyung mendapatkan jawabanya dia melihat jawabannya dengan hati-hati ternyata jawaban Mi Nam "100!!". Tae Kyung senang bukan main dia memeluk boneka kelinci babinya.
Sementaraitu Mi Nam menunggu hasil tesnya apa dia lulus atau tidak.


Mi Nam mendapat sms dari Tae Kyung yang memanggilnya dengan alasan fan meeting. Mi Nam menemui Tae Kyung yang sedang main piano dengan memainkan lagu kelinci.

Mi Nam : " kupikir kau membenci lagu itu"
Tae Kyung : "aku sudah menaklukan traumaku terhadap kelinci"
Mi Nam : "apa arti pertemuan dengan fans?"
Tae Kyung :" itu adalah ketika aku mengundang semua orang yang menyukaiku dan membuat mereka merasa senang"


Tae Kyung meminta Mi Nam menentukan satu lagu. Mi Nam berpikir kalau dia harus cepat-cepat memutuskan sebelum Tae Kyungberubah pikiran.

Akhirnya Mi Nam memilih lagu Fly Me to The Moon dan mereka bernyanyi bersama.


Bibi Mi Ja membawa Mi Nam menemui teman ayahya. Sementar itu Tae Kyung sedang melihat berkas dan dia menemukan berkas Go Jae Hyun, dia bertanya pada seorang kaka tentang siapa saja penyanyi yang menyanyika lagu karangan Go Jae Hyun. Tae Kyung tahu kalo Go Jae Hyun lah orang yang menyebabkan dia ditinggalkan ibunya. Mi Nam terkejut sekali melihat Hwa Ran karena dia tahu Hwa Ran itu ibunya Tae Kyung.hwa Ran juga sama terkejutnya karena dia tidak menyangkan kalau Go Mi Nam adalah anak yang dicarinya.

Mi Nam tanya apa Hwa Ran benar teman ayahnya. Hwa Ran menjawab iya mereka berteman. Hwa Ran ingin menyanyikan lagi lagu itu karena dia merasa kasihan melihat ayah Mi Nam berjuang keras padahal dia berbakat. Mi Nam mengijinkan Hwa Ran menyanyikanya dan berterima kasih padanya.
hwa Ran juga meminta Mi Nam untu tidak memberitahu Tae Kyung kalau lagu itu adalah ciptaan ayahnya. Mi Nam berjanji. Mi Nam bertanya apa Hwa Ran tahu sesuatu tentang ibunya.Hwa Ran terkejut dan dia menjawab tidak ada yang bisa dikatakan tentang ibunya.
Hwa Ran bertanya tentang adiknya Mi Nam dan meminta bertemu. Mi Nam menjawab bahwa situasinya sulit sekarang.


Hwa Ran menyentuh Mi Nam dengan lembut, dia merasa aneh kalau Mi Nam (pria) dia pasti akan menghindar tapi anak ini tidak. Hwa Ran berpikir apa ini yang wanita?.

Hwa Ran menguji Mi Nam dengan meminta tolong Mi Nam mengancingkan resletingnya dan Mi Nam melakukannya dengan lancar. Hwa Ran tahu ini pasti anak yang perempuan dan bukan Mi Nam.


He Yi berusaha menghubungi Tae Kyung tapi tidak bisa. He Yi memutuskan untuk datang ke rumah A.N.JELL dan membawa bahan-bahan makanan dia berkata kalau dia datang untuk membuat makan siang. He Yi berkata Go Mi Nam tidak ada dan itu bagus. Tae Kyung mengajak makan diluar saja. Tae Kyung juga berkata kalau dia sudah menyuruh peri palsu untuk tidak datang kerumahnya lagi. He Yi berkata dia datang kesini untuk mengambil foto untuk diletakkan di Mini Home Page nya. Tae Kyung menolak dan berkata "pakai photoshop saja" (palsu dong fotonya). He Yi mengancam dan mereka terpaksa setuju.

Mereka berfoto dengan menggunakan celemek sesuai warna mereka masing-masing. Usai berfoto ke 3 A.N.JELL pergi dengan cemberut untuk memasak. He Yi berkata bahwa hari ini spaghetti.


He Yi memerintahkan Jeremy untuk menyiapkan sayuran, Shin Woo membuat sausnya dan Tae Kyung memotong sementara he Yi akan mengawasi dan makan dengan nikmat.

Jeremy mengupas bawang hingga menangis, He Yi menghampirinya dan meminta Jeremy untuk lebih bersih lagi. Jeremy kesal.
Shin Woo sedang mengaduk saus, he Yi menghampirinya dan mencicipinya, dia berkata rasanya tidak enak. Shin Woo kesal dan berkata "nafsu makanmu hilang", hehehe
Tae Kyung sedang memotong, He Yi menghampirinya dan berkata "apa aku harus membantumu?" Tae Kyung menjawab sambil mengacungkan pisaunya " aku sedang memegang pisau" hihihi


Spaghettinya sudah jadi dan dihidangkan untuk He Yi. He Yi meminta Jeremy megambil fotonya.

Shin Woo berbisik pada Jeremy "agak sedikit asin, aku taruh segumpal garam"
Jeremy menjawab " kau juga? aku taruh gula"
Tae Kyung " aku juga melakukan sesuatu" Mereka saling tersenyum.


Saat He Yi akan memakannya tiba-tiba Mi Nam pulang. Semuanya tampak tidak senang dengan kepulangan Mi Nam karena kan mengacaukan rencana mereka.


He Yi menyuruh Mi Nam untuk mencoba spaghettinya. Mi Nam akan memakannya. ke 3 A.N.JELL menggelengkan kepala mereka. Saat Mi Nam akan benar-benar memakannya Jeremy menghentikannya.

Jeremy " tunggu, ini, aku akan memakannya, aku benar-benar suka ini"
Jeremy memakanya dengan ekspresi yang tidak meyakinkan. shin Woo dan Tae Kyung merasa menyesal untuk Jeremy.
Jeremy : "Tae Kyung hyung, cuka?" ternyata tae Kyung mencampurkan cuka dalam jumlah yang banyak, hahaahaha
Mi Nam ; "Jeremy bukankah itu enak?" Mi Nam menawarkan diri untuk makan bersama Jeremy tapi Tae Kyung melarangnya.


Shin Woo berbisik pada Tae Kyung "kita tak bisa melakukan apapun tentang situasinya Jeremy kan?"

Tae Kyung menjawab "ayo lakukan lagi dengan nasi goreng"
Tae Kyung memotong, Jeremy memecahkan telur,Shin woo memasak. selesai lah nasi goreng ala A.N.JELL dan He Yi memotretnya.
Mi Nam berkata pada Tae Kyung kalau Bayam dan wortel itu bagus untuk matanya. Tae Kyung menjawab kalau dia tidak menyukai semua itu. Mi Nam tetapi meminta Tae Kyung memakannya.
He Yi mengarahkan kameranya ke arah Mi Nam dan melihat Shin Woo memperhatikan Mi Nam dan dia merasa ada sesuatu. Shin Woo ke mobilnya untuk mengambil teh.


Shin Woo ke mobilnya dan dibagasinya terdapat sepatu dan keranjang bunga. Shin Woo mengambil sepatunya dan memperhatikannya. Saat He Yi datang menghampirinya dia menyembunyikan semuanya.

He Yi bertanya tentang wawancara Shin Woo dan Mi Nam, dia juga berkata "sedang memainkan kekasih palsu?"(bukannya sama ya He Yi, hehehe)
Shin Woo menjawab apa itu menyenangkan untuk He Yi. He Yi jwab tidak. He Yi melihat sesuatu dan bertanya apa itu hadiah dari fansnya. Shin Woo berkata "jangan sentuh"
He Yi : "Kang Shin Woo, bukankah kau bilang kau akan mengerti apa yang dilakukan Go Mi Nam dan itu tidak akan mengganggumu? lalu kau tahu, Go Mi Nam menyukai Hwang Tae Kyung. Bukankah itu membuatmu merasa buruk?"
Shin Woo menjawab " Bicara padamu membuatku merasa buruk" hahahhaha Shin Woo good answer.


He Yi mengambil kunci mobil Shin Woo diam-diam. Dia mengajak Mi Nam bicara dan He Yi meminta Mi Nam mencoba sepatunya. he Yi berkata jika sepatunya pas itu berarti milik Mi Nam dan diberikan untuk Mi Nam. Mi Nam tidak mengerti, tapi dia tetap mencobanya dan ternyata pas. He Yi langsung menarik Mi Nam masuk kedalam rumah.


Shin Woo terkejut melihat Mi Nam memakai sepatu dan membawa bunga. Mi Nam masih tidak mengerti.

He Yi : "sepatu yang dibeli Kang SHin Woo yang ada dibagasi mobil, nampaknya sepatu itu untuk seseorang, jadi aku mengeluarkannya, dan sepati itu cocok untuk Go Mi Nam"


Tae Kyung mengingat percakapannya dengan presiden Ahn tentang sepatu cinderella Shin Woo. He Yi bertanya kenapa Shin Woo belum memberikannya. Shin Woo meremas tangannya.

Mi Nam berkata sambil melepas sepatunya " ini bukan punyaku, ada pemilik lainnya, Shin Woo Hyung, maafkan aku" he Yi terus mendesak Shin Woo untuk mengatkan untuk siapa sepatu itu.
Tae Kyung menyeret He Yi keluar karena dia tahu ini semua ulah peri palsu. Shin Woo masih terdiam shock. Mi Nam berkata dia menyesal.
Jeremy menanyakan keadaan Shin Woo apa dia baik-baik saja. Shin Woo berkata "aku seharusnya..membuangnya, Mi nam, kau buang untukku"


Diluar Tae Kyung bicara dengan He Yi dan memintanya untuk tidak datang lagi. He Yi mengancamnya akan memberitahu semuanya.

Tae Kyung : "lalu apa? Bagaimana peri Korea Yoo He Yi tahu itu?"
He Yi terdiam sejenak dan menjawab "aku aka berpura-pura tidak tahu"
Tae Kyung : "Tapi aku akan bersikap sepertinya kau sudah tahu. tidakkah kau takut apa yang akan kulakukan? pergilah"


Mi Nam mendekati Shin Woo yang duduk menyendiri dan berkata " kau adalah penghiburku saat aku sedang dalam kesusahan. aku ingin menghiburmu juga hanya aku tidak tahu caranya"

Shin Woo meminta Mi Nam duduk disampingnya, Shin Woo memandangi Mi Nam. Shin Woo berterima kasih. Mi Nam bertanya apa shin woo sudah merasa lebih baik?.
Shin Woo "aku memberikan seluruh hatiku dalam hadiah-hadiah itu, tapi melihat barang-barang itu seperi tad,aku merasa tidak baik" (so sweet Shin Woo)
Mi Nam meminta maaf atas tindakan bodohnya dan meminta Shin woo untuk tidak membuang sepatunya karena sepatunya terlalu bagus. Mi Nam juga bilang kalau dia akan membersihkan sepatunya dan Shin Woo bisa mengatakan perasaannya pada orang itu.
Shin Woo mendesah "aku tak bisa mengungkakannya, tapi aku pikir aku sudah ditolak ratusan kali. Sekarang walau aku ditolak, aku tidakmerasa aku akan malu"
Mi Nam : "Shin Woo Hyung kau punya seseorang yang kau sukai, aku cuma pembuat masalah yang banyak dimarahi, aku cuma mendapat ijin untuk menyukai seseorang, bahkan ada seseorang untuk orang bodoh seperti aku, Shin Woo Hyung jangan malu"
Shin Woo : "kita benar-benar bodoh"
Mi Nam : "tidak masalah untuk menjadi orang bodoh yang keren"
Shin Woo : "walau wanita itu tidak pernah menatapku, aku bisa keren sampai akhir?"
Shin Woo : "walau kau keren, kau akan sedih. kau tidak boleh memaksakan dia untuk mencintaimu, itu tidak mungkin"


Tae Kyung melihat Shin Woo dan Mi Nam. Tae Kyung berpikir apa sepatu itu punya Mi Nam dan apa berarti Go Mi Nam untuk Kang Shin Woo. Jeemy datang dan bertanya bagaimana keadaan Shin Woo.



Hwa Ran menemui presiden Ahn untuk menanyakan perkembangan lagunya dan bertanya mengenai Mi Nam ada presiden Ahn. Presiden Ahn berkata kalau Hwa Ran bisa melihat keduanya distudio, Tae Kyung dan Mi Nam , keduanya teman baik. Hwa Ran kaget



Mi Nam menemani Tae Kyung distudionya. Tae Kyung sedang membuat lagunya Mo Hwa Ran.

Tae Kyung : "pekerjaan ini membuatku merasa tidak enak, Go Mi Nam sebagai fans tetaplah disisiku"
Mi Nam : "aku harus pergi ke Busan"
Tae Kyung terkejut "apa? Busan?"
Mi Nam : "ya, sebelum beritanya keluar,Shin Woo harus menjelaskan kepada orang tuanya, aku harus ikut dan jelaskan juga, Manager Ma, Stylish Wang dan Jeremy juga ikut, kita akan makan dan bersenang-senang. Hyungnim kenapa kau tidak ikut juga?"
Tae Kyung : "aku sibuk dengan rekaman jadi aku tidak bisa ikut, kau pergi hari ini dan kembali hari ini kan?"
Mi Nam : "tidak, kami akan kembali besok, Shin Woo Hyung bilang dia akn belikan aku belut"
Tae Kyung : "Go Mi Nam, di Seoul juga ada belut. Jika kau kembali hari ini dan cepat kembali. aku akan bawa kau ketempat yang benar-benar bagus" (Tae Kyung cemburu)
Mi Nam : "Tapi mereka bilang belut di Busan yang terbaik"
Tae Kyung : "apa kau pernah coba makan belut yang ada di Seoul?"
Mi Nam : "Hyungnim, apa kau pernah ke Busan?"
Tae Kyung dengan bangga menjawab "tentu saja, banyak tempat yang sudah aku kunjungi didunia ini"
Mi Nam : "begitu ya, kalau begitu kau sudah pernah ke Uganda?"
Tae Kyung : "Uganda? belum pernah.


Hwa Ran melihat Tae Kyung dan Mi Nam dia berpikir "jika dia tahu itu anak Go Jae Hyun, dia tidak akan repot-repot bicara dengannya,sampai lagunya jadi, aku akan pura-pura tidak tahu". (Yoo He Yi Peri Palsu, Mo Hwa Ran Ratu dari peri palsu, hehehe)

Hwa Ran sadar, apa benar Tae Kyung tidak tahu bahwa anakitu perempuan?


Manager Ma, Shin Woo dan Mi Nam ada di bandara. Manager Ma berkata karena jadwalnya Jeremy padat, dia dan Jeremy tidak jadi iktu ke Busan.

Shin Woo dan Mi Nam pergi berdua. Manager Ma meminta Shin Woo menjaga Mi Nam. ternyata Manager Ma sengaja melakukan itu agar Mi Nam dan Shin Woo bisa berduaan.


Dikoridor kantor TaeKyung bertemu dengan Jeremy, stylish Wang dan manager Ma. Tae Kyung bertanya mengapa mereka masih disini. Jeremy menjawab kalau dia ada jadwal.

Tae Kyung bertanya lagi tentang rencana Ke Busan. Jeremy menjawab "kami tak bisa pergi. Shin Woo dan Go Mi Nam pergi bersama"
Tae Kyung melihat manager Ma yang sedang senyum-senyum dengan tampang aneh. Tae Kyung kesal dan merah lebih tepatnya cemburu, hehehe


Shin Woo dan Mi Nam membahas rencana mereka. Mi Nam akan ganti baju wanita dan bertemu diam-diam.

Shin Woo : "Nanti kalau sampai Busan, apa kau mau berkata bahwa kita benar-benar berkencan? kau adalah seorang perempuan, jika kau dan aku benar-benar pacaran, berita yang sesungguhnya akan keluar juga"
Mi Nam : "kita masing-masing memiliki seseorang yang kita sukai"
Shin Woo : "bagaimana kalau kita melupakan orang-orang yang tidak menyukai kita dan memulai bersama-sama?" (Shin Woo masih usaha)
Mi Nam: "memulai?"
Shin Woo : "seandainya kau menyukaiku? aku akan menyukaimu kembali" Mi Nam terdiam bingung.


Tae Kyung berpikir "Go Mi Nam memberikan aku nilai 100, mengapa alu masih merasa tidak tenang? karena mungkin dia tidak akan selalu memberiku nilai 100, apa yang harus aku lakukan?aku harus beritahu padanya kalau aku suka suka mendapat nilai 100 dan bahkan aku tidak mau kehilangan 1 nilaipun" Tae Kyung meraih jaketnya dan pergi.


Kembali pada Mi Nam dan shin Woo. Shin Woo berkata kalau dia tidak meminta Mi Nam menaruh semua hatinya tapi dia berpikir kalau Mi Nam mau memberikannya sedikit demi sedikit itu akan jadi permulaan, aku sudah mulai, aku akan pergi duluan. Jika kau pikir kau bisa mulai memberi hatimu padaku, pergilah denganku. aku akan menunggumu" Shin Woo memberikan tiketnya pada Mi Nam. Shin Woo masuk kebandara.



Tae Kyung tiba di bandara dia mencari Mi Nam dan Shin Woo. Kenapa Tae Kyung ga coba nanya petugas atau ga lihat papan pengumuman keberangkatan. Tae Kyung tidak berhasil menemukan Mi Nam dan Shin Woo.Sementara itu Shin Woo menunggu Mi Nam di bandara tapi Mi Nam tidak datang akhirnya dia masuk sendiri ke bandara.


Tae Kyung keluar dari bandara dia merasa kecewa dan berkata pada dirinya sendiri "Ketika mereka kembali, apa bukan 100? bagaimana kalau turun 1 nilai saat mereka di Busan? aku tidak dapat mengatakannya ketika nilainya 100. bagaimana aku bisa mengatakannya ketika nilaiku turun? baik jika aku cepat-cpat sekarang aku bisa sampai disana dalam 5 jam.

Tae Kyung bergegas pergi tapi dia terkejut melihat Mi Nam ada dihadapannya "Go Mi Nam, kau tidak pergi!" Tae Kyung menghampiri Mi Nam.

Mi Nam : "kenapa kau disini?"
Tae Kyung mendekati Mi Nam dan memeluknya "Go Mi Nam, aku memberikan nilai yang sama untukmu"
Tae Kyung sangat senang sekali berhasil menemukan Mi Nam. Ia refleks memeluk Mi Nam. Mi Nam bingung dengan tingkah Tae-kyung.



Tae-kyung melepaskan pelukannya dan bilang kalau ia ingin mengatakan sesuatu padanya dan ia hanya akan mengatakan itu satu kali, jadi Mi-nam harus mendengarkannya baik-baik.
”Go Mi-nam, aku... kamu...” kata Tae-kyung.
Tiba-tiba datang bus anak-anak sekolah yang berteriak histeris melihat mereka.
Mi-nam berkata sebaiknya Tae-kyung berpura-pura mengantarnya, sehingga ia bisa bebas. Mi-nam mau pergi, Tae-kyung berpikir sebentar kemudaian mencegah Mi-nam pergi.
”Tunggu. Dengar aku dulu” kata Tae-kyung.


Tae-kyung kemudian mendekati Mi-nam dan berbisik ”AKU MENYUKAIMU”
Mi-nam kaget mendengarnya. Tae-kyung tersenyum dan menyuruh Mi-nam cepat pergi. Para fans datang mengerubuti Tae-kyung, Mi-nam pergi dalam keadaan setengah sadar.


Mi-nam menenangkan dirinya di halte bus. Ia mencoba mengingat apa yang dikatakan Tae-kyung tadi. Dalam ingatan Mi-nam Tae-kyung dengan jelas mengatakan kalau ia menyukai Mi-nam. Setelah yakin apa yang ia dengar, Mi-nam tersenyum malu-malu dan akhirnya tawanya pecah karena terlalu bahagia. Tae-kyung melihatnya tak jauh dari sana dan bergumam ”Sepertinya ia sudah mengerti, jadi aku tak perlu mengatakannya dua kali”.

Shin-woo naik pesawat sendirian. Ia memandangi kursi disebalahnya yang kosong dan bergumam ”Aku sudah tahu dia tidak akan datang. Tapi, aku sudah jujur padanya, itu sudah cukup”.

He-yi melihat berita mengenai Tae-kyug yang ada di bandara bersama Mi-nam. Ia kemudian melihat gambar karikatur Tae-kyung di hpnya dan bergumam. ”Huang Tae-kyung, kau sudah terlalu lucu. Kau sebetulnya sedang melaukan apa ?” kata He-yi kesal.

Jeremy tidak sengaja bertemu dengan temannya yang seorang penyiar radio. Temannya itu meminta Jeremy menjadi bintang tamunya lain kali. Jeremy berjanji setelah peluncuran album ke-6 ia akan menjadi bintang tamu disana. Tapi tiba-tiba Jeremy mengurungkannya dan berniat memberi kejutan untuk para fansnya hari itu juga. Temannya dengan senang hati menerimanya


Tae-kyung datang menjemput Mi-nam. Mi-nam kaget melihat Tae-kyung dan tersenyum malu. Di perjalanan pulang Mi-nam terlihat bingung bagaimana harus bersikap terhadap Tae-kyung.
”Apakah aku harus mengatakan kalau aku mendengar ucapanya tadi dan juga menerimanya”.
Mi-nam mebayangkan Tae-kyung menyangkal ucapanya tadi dan kesal kepadanya.
”Tidak bisa.. tidak boleh membuat kakak bersikap seperti itu” kata Mi-nam dalam hati.
”Kalau begitu aku bilang saja tidak mendengarnya dengan jelas dan memintanya mengatakannya sekali lagi” pikir Mi-nam.
Tapi Mi-nam membayangkan lagi dan di dalam bayangannya Tae-kyung marah kepadanya dan menyuruhnya melupakan apa yang sudah ia katakan.
”Tidak bisa, tidak boleh membatalkannya.. lebih baik menyembunyikannya dalam hati saja. Lagi pula jika mendengarnya lagi jangtungku tidak akan tahan” kata Mi-nam dalam hati.

Tiba-tiba Tae-kyung mengajak MI-nam pergi makan dulu sebelum pulang. Tae-kyung juga tanya apa Mi-nam suka makan mie. Mendengar kata suka Mi-nam jadi kaget dan cegukan. Tae-kyung mengulang pertanyaannya dan Mi-nam tetap cegukan. Tae-kyung berpikir sebentar dan akhirnya ia tahu kalau Mi-nam grogi mendengar kata suka. Ia lalu sengaja menanyakan Mi-nam suka makanana apa.
”Apa kau SUKA makan mie?” kata Tae-kyung.
Mi-nam terus cegukan.
”Apa kau SUKA makan sushi?” tanya Tae-kyung lagi.
Mi-nam masih cegukan. Tae-kyung senang dan mengatakan kalau ia suka makan sushi.
”Jawablah. Apa kamu SUKA?” perintah Tae-kyung.
Mi-nam menenangkan dirinya dan bilang kalau ia sangat suka makan.
Tae-kyung tersenyum senang dan berkata ”Baiklah, kalau begitu kita pergi makan sushi saja”.


Mo Hwa-ran yang sudah tahu kalu Mi-nam adalah Mi-nyu. Ia merasa Mi-nyu seperti ibunya dan hal ini membuatnya kesal. Ia lalu ingat kedekatan Mi-nam dengan Tae-kyung. Ia tersenyum dan bergumam ”Anakku dengan putri wanita itu, sengat membuat perasaan tidak nyaman”.

Di restoran sushi Mi-nam mengambil sushi-sushi bagian Tae-kyung yang tak bisa dimakannya (takut Tae-kyung alerginya kambuh). Tae-kyung sedikit kesal, ia minta Mi-nam mengganti sushinya dengan sushi yang tidak berbahaya milik Mi-nam. Mi-nam terlihat tidak rela, Tae-kyung akhirnya membatalkan niatnya karena ia takut nilai suka Mi-nam kepadanya akan berkurang. Mi-nam lalu mengalihkan pembicaraan dengan tanya apakah tidak apa-apa jika foto-foto mereka di bandara beredar.
”Tidak apa-apa. Bukanah Huang Tae-kyung pergi mengantar Mi-nam di bandara. Lagipula kita seperti ini, fans pun tidak akan ada respon apa-apa. Hari ini pasti akan keluar cerita baru lagi” kata Tae-kyung sedikit khawatir.
”Cerita apa?” tanya Mi-nam bingung.
”Para fans suka membuat cerita tentang kita. Lagi pula ada banyak cerita cinta yang bukan cinta pria-wanita” kata Tae-kyung.
“Cerita seperti itu!” tanya Mi-nam.
“Benar, ada cerita cinta segitiga antara aku, Shin-woo dan jeremy” kata Tae-kyung.
“Cnta segita!” teriak Mi-nam kaget.

Dalam bayangan Mi-nam. Tae-kyung bermain piano sendiri (diringi lagunya love in paris: Neoi gyeot-eulo/Your side by Ju Sung Mo) . Jeremy datang tiba-tiba menutup matanya dari belakang. Tae-kyung menyangka itu Shin-woo. “Sejak kapan kau memperhatikan kak Shin-woo?” tanya Jeremy kecewa. Tae-yung hendak pergi, namun Jeremy mencegahnya. Ia menarik tangan Tae-kyung dan menaruhnya di dadanya. “Di sini, hanya ada kau” kata Jeremy. Tiba-tiba terdengar suara gelas jatuh. Tae-kyung dan Jeremy menoleh ke sumber suara, ternyata di sana berdiri Shin-woo. “Kalian.. aku tidak akan melepaskan kalian” kata Shin-woo marah.





Di tempat lain Jeremy yang menunggu giliran on-air ternyata juga sedang membaca cerita fansficsion itu di internet. ”Aku tidak akan melepaskan kalian” kata Jeremy meniru ucapan Shin-woo. ”Wah. Akhirnya kak Shin-woo menyadari hubunganku dengan kak Tae-kyung. Cerita ini semakin menarik” katanya lagi.

Teman Jeremy memberitahu bahwa acaranya akan segera mulai dan ia akan memberitahu para penggemar bahwa hari ini Jeremy akan menyanyikan sebuah lagu. Jeremy membenarkan dan menyuruhnya berkata kalau hari ini Jeremy akan menyanyikan lagu penutup yang super manis. Temannya mengerti dan pergi untuk memulai acara. Jeremy kembali ke leptopnya ia melihat foto-foto Tae-kyung bersama Mi-nam di bandara. Ia merasa aneh dan mulai berpikir kalau Tae-kyung ada hubungan dengan Mi-nam.


Tae-kyung dan Mi-nam kembali ke studio. Manager Ma kaget melihat Mi-nam tidak jadi pergi ke Busan dan malah kembali bersama Tae-yung. Manager Ma memarahi Tae-kyung karena ikut campur urusan Mi-nam. Tae-kyung menyuruh manager Ma melihat dengan baik-baik. Tiba-tiba Tae-kyung memeluk Mi-nam, dan Mi-nam langsung membuat hudung babi. Manager Ma kaget melihatnya.
”Sudah lihatkan? Mulai dari sekarang aku bisa sangat sibuk. Disini aku serahkan kepada kalian” kata Tae-kyung senang dan kemudian pergi dari sana.
Manager Ma benar-benar kaget melihatnya, ia tanya Mi-nam dengan meniru membuat hidung babi.
”Ini.. Tae-kyung” kata manager Ma.
Mi-nam tersenyum malu, tapi kemudain ia sadar sesuatu dan tanya “Kakak. Apa dia tahu rahasia ini?”.


Jeremy minta ijin pergi sebentar pada stylish Wang. Stylish Wang tanya sebenarnya Jeremy mau pergi kemana. Jeremy bilang ia harus pergi untuk memastikan sesuatu pada Tae-kyung. Ia berkata jika belum memastikan itu, ia tidak bisa melakukan apa-apa. Stylish Wang akhirnya mengijikan, tapi ia minta agar Jeremy segera kembali setelah selesai karena jika ia tidak hadir maka pihak radio akan menyiakan berita kejadiannya. Jeremy mengerti dan segera pergi menggunakan motornya.

Manager Ma masih sangat kaget dan tidak percaya ternyata yang disuai Mi-nam adalah Tae-kyung bukan Shin-woo. Mi-nam pun kaget karena Tae-kyung ternyata sudah tahu rahasia hidung babinya. Jeremy sudah sampai di studio dan melihat Mi-nam bersama manager Ma. Manager Ma yang tidak menyadari keberadaan Jeremy bertanya kenapa Mi-nam bisa menyukai Tae-kyung yang galak dan bukan yang lainnya. Mi-nam berkata kalau ia juga tidak tahu sejak kapan ia menyukai Tae-kyung, ia hanya merasa tubuhnya seperti tersengat listrik jika bersama Tae-kyung. Jeremy terkejut mendengar semuanya. Mi-nam melihat Jeremy. Manager Ma tanya kenapa Jeremy ada disana dan bukannya berada di stasiun radio. Jeremy mendekati Mi-nam dengan perasaan kesal.
“Go Mi-nam, apa kamu menyukai kak Tae-kyung?” tanya Jeremy.
Mi-nam kaget dan hanya diam saja.
”Kamu juga sudah tahu?” tanya manager Ma.
”Suka tidak?“ teriak Jeremy.
Mi-nam kaget, manager Ma menutup mulut Jeremy dan menyuruhnya pelan-pelan agar tidak ketahuan. Jeremy melepaskan tangan manager Ma dan melihat Mi-nam dengan tatapan tajam. Mi-nam hanya mengangguk pelan. Jeremy sedih dan kecewa, ia langsung berlari pergi dari sana. Mi-nam dan manager Ma berusa mencegah tapi tak bisa.


Manager Ma menghubungi stylish Wang. Stylish Wang berkata kalau Jeremy tidak datang kesana, ia minta manager Ma segera menemukannya karena giliran Jeremy akan dimulai kurang dari 1 jam. Manager Ma dan Mi-nam memutuskan untuk mencari dulu ke mess. Tapi saat perjalanan Mi-nam melihat bus, ia teringat dengan bus rahasia milik Jeremy. Ia minta turun dan akan mencarinya di bus-bus sementara manager Ma pergi ke mess. Mi-nam tak tahu bus jurusan mana yang biasanya di naiki Jeremy. Begitu ada bus datang Mi-nam langsung naik, tapi sayang tidak ada Jeremy di sana. Mi-nam memutuskan turun di halte berikutnya, tapi saat akan duduk ia melihat Jeremy di bus yang berlawanan arah dengan busnya. Mi-nam minta turun sama sopirnya. Lalu ia berlari mengejar bus Jeremy dan mencoba memanggil Jeremy, tapi sayang ia tidak mendengar.



Bus berhenti, Mi-nam naik, Jeremy masih terlihat sedih dan kecewa.
”Ini busku kamu turunlah!“ kata Jeremy.
Tapi Mi-nam tidak bergeming, ia merasa bersalah terhadap Jeremy.
”Saat kau masih menyamar sebagai laki-laki, aku tak masalah dengan itu. Setelah tahu kau wanita, aku pun tak masalah dengan itu. Tapi jika kau menyukai kak Tae-kyung, aku tidak bisa bilang aku tidak apa-apa. Kenapa? Kenapa bukan aku? Aku memberitahumu tentang bus rahasiaku, membiarkanmu dekat dengan Jolie, dan aku juga berencana menyanyikan sebuah lagu hanya untukmu. Kenapa kau tidak menyukaiku?” kata Jeremy sedih.
Mereka akhirnya duduk dalam diam. Mi-nam duduk di kursi yang bersebrangan dengan Jeremy, ia terus melihat Jeremy dengan sedih. Jeremy mendapat telepon dari stylish Wang yang memberitahu bahwa acara sudah mulai dan sekarang giliran Jeremy. Jeremy berkata kalau ia akan menyanyi lewat telepon saja.

Di studio opretaor memberitahu kalau Jeremy akan menyanyi lewat telepon. Teman Jeremy mengerti, acara dilanjutkan dengan Jeremy sebagai bintang tamu.
“Apa kabar semuanya? Aku adalah Jeremy. Ujian sudah berakhir, demi memberi semangat kepada semua murid yang ujian. Hari ini aku ingin memberikan sebuah lagu yang menyenangkan sebagai hadiah” kata Jeremy berusaha ceria tapi tetap menangis.
Stylish Wang lega karena semua masih terkendali. Penyiar mempersilahkan Jeremy untuk bernyanyi. Jeremy memulainya dengan kata-kata terlebih dahulu.
“Bagiku ini adalah kata-kata yang sangat bagus. Kata-kata yang sangat berharga, yang aku simpan sendiri. Tapi jika aku simpan terlalu lama, ini akan menjadi kata-kata yang tidak bisa aku ungkapkan lagi. Bagaimanapun juga, aku berharap ini bukan kata-kata yang tidak ingin kalian dengar, kata-kata yang tidak berguna, atau kata-kata yang membuatmu sedih” kata Jeremy sambil melirik Mi-nam.
Mi-nam menggelang sama seperti penyiar dan para pendengar yang ingin mendengar kata-kata itu.


Jeremy mulai bernyanyi dengan ceria tapi air matanya tetap tak berhenti (yok ikut nyanyi).


”Sarangheyo ihanmadi chan johun mal (“I love you” these words are really good words)

Uri shikku jago namyon (When our family goes to slep)
Jugo bannun mal (They give and receive these words

Saranghaeyo ihanmadi cham johun mal (“I love you” these words are really good words)
Jeremy do guaehante jugo shipun mal (Words that Jeremy wants to give to her too)
Imari johaso onjongil shini najiyo (I like these words and so I’m happy all day)
Imari johaso onjangil ilmat najiyo (I like these words and so I’m jofull all day)
Imari johaso onjongil gasumi (I lie these words and so all day my heart)
Kongdak kongdak indeyo (keeps on pounding)

Saranghaeyo ihanmadi cham johun mal (“I love you” these words are really good words)
Nanun nanun ihan madiga jongmal johayo (I.. I really like these words)
Sarang saranghaeyo (I love, I love you)"


Jeremy tak sanggup meneruskannya lagi dan langsung mematikan teleponnya. Mi-nam berkata dengan sedih “Tadi adalah kata-kata yang bagus”
”Tapi kata-kata yang tidak bisa kau terima. Benarkan, Go Mi-nam?” kata Jeremy
”Aku minta maaf, Jeremy” kata Mi-nam.
”Sekarang, aku tidak bisa bilang aku baik-baik saja. Tapi ketika bus ini kembali ke tempat semula aku akan baik-baik saja” kata Jeremy.
Mi-nam sedih mendengarnya.

Bus telah kembali ke tempat semula. Jeremy bergegas turun, dan Mi-nam mengikutinya. Tapi sebelum turun Jeremy memperingatkan bahwa setelah turun dari bus itu ia akan kembali ceria. Ia minta Mi-nam melupakan apa yang ia katakan tadi, karena jika Mi-nam masih mengingatnya ia tidak bisa kembali lagi. Mi-nam mengerti. Jeremy turun terlebih dahulu. Mi-nam melihatnya dari atas bus dengan sedih. Jeremy diam sebentar kemudian berbalik dan dengan ceria meminta Mi-nam turun. Mi-nam mengerti dan turun dari bus. Ia juga dengan ceria meminta es krim pada Mi-nam. Mi-nam tersenyum dan menurutinya. Jeremy kembali ceria dan melupakan perasaanya terhadap Mi-nam.


Tae-kyung bersama produsernya menemui seorang matan penyanyi yang kenal dengan Go Jae-hyun. Mantan penanyi itu berkata kalau ia ingat bahwa Go Jae-hyun itu dulunya adalah mantan kekasih Mo Hwa-ran. Tae-kyung tanya Go Jae-hyun itu orang seperti apa. Mantan penyanyi berkata kalau Go jae-hyun adalah orang yang tenang dan baik dengan Mo Hwa-ran. Mantan penyanyi itu juga berkata kalau mereka putus setelah Mo Hwan bertemu pria lain. Tae-kyung tanya lagi apakah mantan penyanyi itu tahu kalau Go Jae-hyun memiliki anak. Mantan penyanyi itu berkata kalau ia tidak terlalu tahu, tapi berkata kalau Go Jae-hyun sudah menikah dengan wanita lain seorang penyanyi baru. Produser menyimpulkan bahwa Go Jae-hyun membuat lirik itu demi kembali kepada Mo Hwa-ran dan meninggalkan wanita itu. Mantan penyanyi berkata kalau Mo Hwa-ran lah yang mengejar Go Jae-hyun. Tae-kyung terlihat seperti memikirkan sesuatu. Mantan penyanyi berkata kalau Mo Hwa-ran dulu suka mendeati banyak laki-laki termasuk dia. Tae-kyung pamit pergi duluan (sepertinya g suka dengar ibunya dijelek-jelekin nih..). Saat pergi Tae-kyung bergumam ”Cinta yang begitu berwibawa, di dengar dari mulut orang lain malah tidak berharga sama sekali”.


Mi-nam menemui Mo Hwa-ran. Mo Hwa-ran memberikan baju wanita untuk Mi-nam. Mo Hwa-ran berkata kalau ia sudah tahu kalau Mi-nam adalah Mi-nyu. Mi-nam kaget mendengarnya. Mo Hwa-ran berkata kalau ia tidak akan mempersulit Mi-nam, karena bagaimanapun Mi-nam adalah anak Go Jae-hyun. Mi-nam memohon agar Mo Hwa-ran berpura-pura tidak tahu sampai kakaknya kembali. Mo Hwan bertanya apakah anak-anak A.N.Jell tahu kalau Mi-nam seorang wanita karena ia melihat presiden Ahn belum tahu. Mi-nam berkata kalau masalah itu tidak ada hubungannya dengan anak-anak A.N.Jell. Mo Hwa-ran menyimpulkan bahwa anak-anak A.N.Jell sudah tahu dan membantu Mi-nam menyembunyikannya. Mo Hwa-ran berkata kalau Mi-nam melakukan hal yang sangat berbahaya.
”Sulit menjelaskan kepadamu, tapi Hwang Tae-kyung dan aku mememiliki hubungan spesial. Berhati-hatilah agar tidak terlibat dengannya dan membuat ini tambah rumit” kata Mo Hwa-ran sedikit kesal (kesal karena anaknya dekat sama anak wanita yang mengambil kekasihnya).
”Aku pasti tidak akan merepotkan Hwang Tae-kyung, aku pasti tidak akan membuatnya terluka” kata Mi-nam berjanji.
”Kamu sangat melindunginya. Jika aku berada diposisinya, tidak ada hubungan denganmu pasti akan merasa lebih baik” kata Mo Hwa-ran.
Mi-nam menjadi tidak enak setelah mendengarnya


Saat kembali ke mess, di dalam kamar Mi-nam merasa Mo Hwan bersikap seperti ibu yang mencemaskan anaknya. Ia juga merasa terjepit diantara Tae-kyung dan ibunya. Mi-nam melihat foto Mo Hwa-ran yang dulu ingin diberikan kepada Tae-kyung saat akan ulang tahun. ”Mengira dia adalah fans, hampir saja ulang tahun memberikan ini kepada kakak. Waktu itu kakak terlalu sedih, aku tidak bisa berpura-pura tahu semuanya. Terus merasa sedang membohongi kakak. Dalam hati sangat tidak nyaman” gumam Mi-nam.

Tae-kyung telah menyelesaian aransemen lagu untuk Mo Hwa-ran. Tae-kyung baru menyadari kalau ia bekerja hingga larut malam. Tae-kyung melihat hpnya dan merasa kesal karena Mi-nam sama sekali tak menghunginya hari itu. Tae-kyung ingat kalau ia minta Mi-nam jangan mengganggunya. ” pasti sudah menungguku seharian” gumam Tae-kyung (oppa kepedean nih...). Ia lalu menelpon Mi-nam tapi Mi-nam menjawabnya malas-malas seperti orang yang sedang tidur.
”Apakamu sedang tidur?” tanya Tae-kyung kesal.
”Masalahku hari ini sudah terlalu banyak, sudah terlalu lelah maka...” kata Mi-nam.
”Sudahlah teruskan tidur saja. Kamu ini kelinci yang cuma bisa tidur” kata Tae-kyung marah dan kemudian menutup teleponnya.
Tae-kyung ngomel-ngomel sendiri. Mi-nam tidak menghunginya balik. Tae-kyung cemas karena Mi-nam meneruskan tidurnya.

Akhirnya Tae-kyung menghubungi Mi-nam dan mengajaknya ke biokop. Mi-nam mengeluh karana ia benar-benar mengantuk tapi malah diajak nonton film. Tae-kyung berata kalau ia tidak mengajak Mi-nam menonton film bersamanya, ia hanya membutuhkan seseorang yang menuntun jalannya saat didalam ruang bioskop. ”Bukan membutuhkanmu tapi membutuhkan matamu” kata Tae-kyung menegaskan.



Tae-kyung dan Mi-nam memasuki ruang bioskop. Tae-kyung meminta Mi-nam menunjukan jalan untuknya. Mi-nam menurutinya, lalu menggenggam tangan Tae-kyung (ini pasti akal-akal Tae-kyung biar jalannya terus gandengan). Pertama Mi-nam menunjukan kursi dibagian depan. Mi-nam mau pergi, Tae-yung mencegahnya. Tae-kyung berkata kalau gambarnya terlalu dekat jadi ia minta dituntun lagi ke bagian belakang. Mi-nam menurutinya dan menuntun Tae-kyung kebagian belakang (masih gandengan). Tapi begitu sampai, Tae-kyung berkata kalau kursi itu terlalu dibelakang.
”Sebelah sini” kata Tae-kyung sambil menarik Mi-nam menuju kursi yang ia maksud.
”Kakak, apa sekarang kau sudah bisa melihat?” tanya Mi-nam heran.
Tae-kyung sadar dan pura-pura tidak ada apa-apa, kemudian ia berkata ”Mata Go Mi-nam, Mata Go Mi-nam, mata tidak bisa berbicara. Kamu jangan lupa!”.

Setelah dapat tempat duduk, Tae-kyung dan Mi-nam merasa tidak enak karena pasangan di depan mereka sedang bermesraan. Mi-nam mengantuk dan akhirnya tertidur. Tae-kyung mulai merasa lelah, ia menoleh dan melihat Mi-nam tertidur, ia akhrinya juga ikut tidur disamping Mi-nam.


Setelah selesai mereka pergi kebalkon.
”Hah.. sudah tidur dua jam, sekarang sudah sangat sadar. Apakah filmnya tadi menarik?” tanya Mi-nam pada Tae-kyung.
”Benar” kata Tae-kyung berbohong.
Mi-nam menoleh kelangit dan berkata kalau ternyata dari sana bisa melihat bintang. Tae-kyung berkata kalau ia bisa melihat pemandangan malam hari. Mi-nam tidak percaya, ia berkata kalau Tae-kyung tidak pernah melihat bintang jadi tidak tahu pemandangan malam dan bintang tidak sama. Tae-kyung kesal karena Mi-nam syok hebat karena bisa melihat. Mi-nam membalas Tae-kyung yang perpura-pura bisa melihat bintang juga hebat. Tae-kyung melirik tajam, Mi-nam pura-pura tak melihatnya.
”Tapi aku bisa membuat kakak juga bisa melihat bintang” kata Mi-nam tiba-tiba.
Mi-nam menghembuskan nafas di kaca dan kemudian menggambar bintang di kaca tersebut.
”Bintang” kata Mi-nam.
Ia lalu menunjukan kaosnya yang bergambar bintang, kemudain ia menemukan lampu berbentuk bintang di balkon itu.
”Disini juga ada bintang. Aku sudah menemukan 3 bintang” kata Mi-nam senang.
”Karena keberuntungan darimu aku sudah bisa melihat bintang, bagus sekali” kata Tae-kyung (mau berterima kasih tapi gengsi).

”Lihat seperti ini, walaupun bukan malam hari yang sangat gelap, disekitar kita juga ada sangat banyak bintang” kata Mi-nam sambil memandangi Tae-kyung.
”Tunggu sampai aku tidak menyamar sebagai Go Mi-nam. Saat berada di tempat yang jauh, aku akan mencari bintang sambil memikirkan kakak” kata Mi-nam lagi.
Tae-kyung kaget dan berkata ”Pergi ketempat yang jauh!?”.
”Jika kak Mi-nam sudah pulang maka semua masalah bisa kembali ke tempat semula. Aku merasa aku lebih baik pergi ketempat yang jauh” kata Mi-nam.
Tae-kyung berpikir sebentar dan berkata ”Kalau begitu berusahalah mengumpulkan bintang. Aku mau melihat kamu bisa mengumpulkan berapa banyak. Aku pasti akan pergi ketempatmu untuk memeriksa. Menantikan kamu bisa menemukan bintang lebih banyak” (duh oppa bilang aja g rela kalau Mi-nam pergi, tapi tadi oppa juga bilanng kalau Mi-nam pergi oppa akan menyusulnya.. mengecek banyaknya bintang hanya alasan saja.. hehe)
Mi-nam mengangguk senang (tapi sekaligus menahan sedih). Tae-kyung melihat kearah lain dan Mi-nam masih terus melihatnya.
”Tapi hanya satu bintang yang paling ganteng dan paling aku suka. Karena tidak bisa membawanya pergi, aku bisa sangat merindukannya” kata Mi-nam dalam hati.


”Go Mi-nam” panggil Tae-kyung tiba-tiba.
”Aku sekarang bisa membuatmu melihat bintang. Bagaimana, apa kau mau?” kata Tae-kyung lagi sambil menyuruh Mi-nam mendeakat. Mi-nam mendekat, senyum jail Tae-kyung keluar. Tae-kyung mengepalkan tangannya dan berkata.
”Jika dipukul sekali seharusnya bisa melihat sekitar 5 bintang. Cobalah!” kata Tae-kyung.
Mi-nam ketakutan. Tae-kyung mengambil ancang-ancang mau memukul Mi-nam.
”Apa kamu benar-benar mau memukulku?” tanya MI-nam.
Tangan Tae-kyung yang satu menahan agar Mi-nam tidak pergi dan yang satu bersiap-siap memukul. Mi-nam ketakutan sehingga menutup matanya




DAN AKHIRNYA....DRENG.. DRENG... TAE-KYUNG TIBA-TIBA MENCIUM MI-NAM… (wah kalau ini yang muncul bunga-bunga bukan bintang-bintang.. hehe). Mi-nam kaget sambil matanya melotot. Tae-kyung melepasan ciumannya dan melihat wajah Mi-nam yang kaget. ”Tidak boleh melakukan hidung babi” kata Tae-kyung kemudian menciumnya lagi (hehe.. ini pasti kena sensor kalau di tv).


Mo Hwa-ran membaca berita-berita mengenai Mi-nam dan Tae-kyung. Ia berkata sepertinya ia tidak bisa tidak peduli akan hubungan mereka. Ia lalu berniat memberi tahu Tae-kyung kalau Mi-nam adalah anak dari pria yang ia cintai.

Ketua fans berniat membelikan sepatu untuk anggota A.N.Jell. ”Kemarin di bandara mendapat tanda tanngan kak Tae-kyung. Malamnya mendengar lagu yang dinyanyikan kak jeremy. Masih lagi dapat uang dari ibu. Kemarin benar-benar sangat menyenangkan” kata ketua fans (duh siapa ya namanya.. ada yg tahu???). Temannya bergosip kalau tadi malam suara Jeremy bergetar saat menyanyi. Temannya tanya apa mungkin Jeremy memiliki orang yang disukai. Ketua fans marah sambil mengembalikan sepatu yang ia mau beli, ia tidak rela Jeremy memiliki kekasih. Setelah Tae-kyung dan Shin-woo memiliki kekasih, ia tidak rela Jeremy juga direbut dari mereka lagi.

Mi-nam membantu Jeremy memandikan Jolie dengan menggunakan jas hujan. Setelah selesai Mi-nam mau mengambilkan sisir di dalam rumah. Tapi tiba-tiba ia melihat seseorang datang. Mi-nam berbalik dan ternyata Shin-woo telah kembali dari Busan. Shin-woo heran melihat Mi-nam memakai jasa hujan. Mi-nam yang merasa tidak enak karena kemarin meninggalkan Shin-woo berkata kalau ia sedang membantu Jeremy memandikan Jolie. Shin-woo melihat Jeremy kemudian berkata ”Sepertinya sudah selesai. Masalah Jeremy kau lepaskan dulu dan bantu aku” kata Shin-woo. Shin-woo berjalan masuk, tapi Mi-nam hanya diam saja.
”Mi-nam, apa membantuku sekarang pun kau tolak? Sudah menola hatiku masih apa belum cukup” kata Shin-woo pura-pura marah.
Mi-nam hanya diam saja karena merasa tidak enak.
”Merasa bersalah kepadaku kah? Kalau begitu jangan menolak. Kemarilah bantu aku” kata Shin-woo lagi.


Shin-woo masuk duluan dan tak lama kemudian Mi-nam ikut masuk. Mi-nam bertanya Shin-woo mau dibantu apa, tapi Shin-woo malah menyuruh Mi-nam melihat sebuah hadiah terlebih dahulu. Shin-woo berkata kalau hadiah itu adalah hadiah dari ibunya untuk Mi-nam. Shin-woo berkata kalau ia tidak bisa menjelaskan yaang sesungguhnya pada ibunya, maka ia menyuruh Mi-nam menerima hadiah itu. Mi-nam merasa bersalah kepada ibu Shin-woo. Shin-woo berkata kalau semua itu adalah kesalahannya. Ia berkata kalau ia sejak awal sudah tahu Mi-nam adalah seorang wanita, tapi demi menjadi kakak yang baik ia tidak memberitahu Mi-nam. Shin-woo juga berkata kalau mulai saat itu ia ingin dilihat sebagai lelaki yang sesungguhnya (bukan kakak). Mi-nam merasa tidak enak. ”Kau merasa tidak enak? Bagus, karena jika kau merasa tidak enak bersamaku.
”Sekarang melihatku sudah ada sedikit perasaan panikkah? Ini bagus, dulu kau dan aku saling memanggil saudara, sehingga tidak ada perasaan panik. Makanya tidak ada perkembangan. Go Mi-nam, kau harus terus bersikap seperti itu. Lihat aku bisa seberapa baik padamu dan bisa melakukan hal bodoh samapai langkah” kata Shin-woo tidak menyerah.
Mi-nam tidak enak, ia meminta Shin-woo tidak melakukan hal bodoh (ditolak alagi maksudnya).
”Apa kau sekarang sudah mulai mencemaskanku? Bagus, gunakan cara seperti ini. Pelan-pelan menghadap padaku” kata Shin-woo lagi. (duh oppa pantang menyerah ya..).
Mi-nam merasa tidak enak dan pergi dari sana tanpa membawa hadiah dari ibu Shin-woo. (artinya Mi-nam benar-benar menolak Shin-woo dan juga menolak hadiahnya).
Saat Mi-nam sudah pergi, Shin-woo bergumam ”Dulu demi membuatmu nyaman, aku mundur selangkah. Sekarang aku maju selangkah demi membuat diriku nyaman”.

Presiden Ahn sangat senang sekali karena penjualan album Mi-nam sukses besar. Ia lalu ingin membuat showcase untuk Mi-nam. Semua orang senang dan bersemangat dengan ide itu.

Manager Ma datang ke studio latihan A.N.Jell. Ia memberitahu kalau jadwal kepulangan Mi-nam asli sudah dapat dipastikan yakni sehari sebelum acara showcase. Manager Ma sangat senang sekali dengan kabar ini, tapi anak-anak A.N.Jell terlihat tidak senang mendengarnya. Jeremy tanya seperti apa Mi-nam yang asli. Manager Ma yang sedang gembira mengatakan kalau Mi-nam asli itu memiliki sifat kepemimpinan seperti Tae-kyung, sifat ramah dan baik hati seperti Shin-woo, serta sifat ceria seperti Jeremy. ”Dia ada semuanya. Jika dia sudah pulang kalian pasti sangat panik” kata manager Ma. Anak-anak A.N.Jell benar-benar tidak ssenang mendengar berita itu.


Di sebuah rumah sakit di Amereka terlihat sosok Mi-nam yang sedang bersantai didatangi oleh dokter yang mengatakan kalau ia sudah bisa pulang ke korea. Mi-nam tersenyum mendengarnya.

Manager Ma pergi karoke bersama Stylish Wang. Manager Ma yang sangat senang dan lega karena Mi-nam asli akan segera kembali, dan Mi-nam palsu Mi-nam palsu sekarang berpacaran dengan Tae-kyung. Stylish Wang kaget mendengar kalau Mi-nyu palsu berpacaran dengan Tae-kyung. Manager Ma dengan dengan perasaan senang menjelaskannya.


Stylish Wang bertemu dengan He-yi. Ia memberitahu kalau ia sudah tahu bahwa He-yi hanya pacar bohongan Tae-kyung dan pacar asli Tae-kyung adalah Mi-nam. He-yi marah karena tidak terima dibilang seperti itu dan juga sedih karena Tae-kyung lebih memilih Mi-nam daripada dia. Stylish Wang ketakutan, He-yi membuang semua peralatan makeupnya dan menangis histeris.


Mi-nam bertemu Tae-kyung untuk menunjukan bintang yang ia temukan hari itu. Tae-kyung menganggap Mi-nam tidak begitu merinduan bintang karena ia hanya menemukan 3 bintang hari itu.
”Sekarang bintang yang paling aku suka bukankah setiap hari ada disampingku” kata Mi-nam malu-malu. Tapi kemudian Mi-nam sadar dan pura-pura kalau akhir-akhir ini ia bisa melihat bintang itu dilangit. Tae-kyung curiga ia minta Mi-nam menunjukan bintang itu ada dimana.
”Bukankah kakak tidak bisa melihat bintang jadi tida perlu tahu bintang itu ada dimana” kata Mi-nam gugup.
”Karena kamu terus memujinya, maka aku sudah membeli teropong bintang. Jika menggunkan itu aku juga bisa melihatnya” kata Tae-kyung.
”Benarkah sudah membelinya?” tanya Mi-nam kaget.
”Benar, Bintang yang kamu sukai seperti apa, malam ini aku akan menemanimu melihatnya” kata Tae-kyung.
MI-nam setuju dan pamit pergi.


Tae-kyung memandang kelangit dan merasa nanti malam tidak bisa melihat bintang karena cuaca yang buruk siang itu.
”Sudahlah bukankah bintang paling baik adalah aku. Go Mi-nam seharusnya tida mungkin tidak melihat bintang ini” gumam Tae-kyung sendiri.
Tae-kyung kemudian mengeluarkan kalung dengan liontin bintang yang ia siapan untuk Mi-nam.
”Kalung ini menandakan aku” kata Tae-kyung sambil tersenyum.

Mi-nam bingung harus menjelaskan bagaimana tentang bintang itu kepada Tae-kyung karena sebenarnya bintang itu adalah Tae-kyung. Tiba-tiba presiden Ahn datang mengejutan Mi-nam. President Ahn mengajak Mi-nam menemui produser untuk membahas masalah showcase. Presiden Ahn dan Mi-nam akhirnya pergi ke studio. Presiden Ahn langsung berbincang dengan produser yang sedang mendengarkan aransemen Tae-kyung untuk lagu Mo Hwa-ran. Mi-nam mengenali lagu itu adalah lagu ayahnya. ”Malam ini aku akan memberitahu semua masalah ayah kepadanya“ gumam Mi-nam sendiri. Tiba-tiba ia melihat asbak berbentuk bintang. Mi-nam senang sekali bisa menemukan bintang disana, ia lalu mengambil asbak itu. Prodeuser berkata pada presiden Ahn kalau ia dengar pencipta lagu itu dan Mo Hwa-ran memiliki hubungan khusus. Perhatian Mi-nam langsung teralihkan kepada pembicaraan kedua orang itu. Presiden Ahn membenarkan perkataan produser tadi dan berkata kalau sepertinya hubungan mereka adalah hubungan cinta. Mi-nam terkejut mendengarkannya dan melepas asbak yang ia pegang hingga hancur berkeping-keping karena jatuh (seperti hati Mi-nam yang hancur mendengar berita itu).


Dengan wajah pucat Mi-nam menemui bibinya untuk minta penjelasan. Bibi Mi-nam berkata kalau sebenarnya ia tidak terlalu jelas. Tapi ia membenarkan berita itu dan berkata kalau ia menyembunyikan berita itu karena ia takut Mi-nam menyalahkan ayahnya karena meninggalkan ibunya demi Mo Hwa-ran. Mi-nam benar-benar tidak bisa menerima berita itu karena kemarin Mo Hwa-ran hanya berkata alau ia hanya berteman dengan atahnya. Ia lalu pergi mencari Mo Hwa-ran untuk bertanya lebih jauh.


Tae-kyung dengan senyum lebar terus memandangi kalung yang ia siapkan untuk Mi-nam. Malam tiba Tae-kyung menunggu Mi-nam di balkon mess. ”Cepatlah datang Go Mi-nam” kata Tae-kyung sambil tersenyum.


Asisten Mo Hwa-ran berkata kalau Mi-nam ingin menemui Mo Hwa-ran. Mo Hwa-ran yang sudah sengah mabuk merasa Mi-nam sudah tahu hubungannya dengan ayahnya maka malam-malam mendesak mencarinya. Mo Hwa-ran lalu merasa bahwa inilah saatnya memberitahu Tae-kyung.

Tae-kyung mulai kesal karena menunggu Mi-nam terlalu lam. Tiba-tiba teleponnya berbunyi.
”Aku mau bertemu anak itu sekarang. Kamu kemarilah!” kata Mo Hwa-ran.
”Jangan mencampurkan aku dengan urusanmu” kata Tae-kyung.
”Kamu mengenalnya” kata Mo Hwa-ran. Tae-kyung terdiam keget.
”Oeang yang kamu kenal, aku takut kamu merasa tidak terlalu leluasa setelah mengetahuinya maka harus memberitahumu terlebih dahulu” kata Mo Hwa-ran.
”Orang yang aku kenal! Siapa?” kata Tae-kyung.
”Wanita yang bernama Go Mi-nyu, kemarilah melihatnya” kata Mo Hwa-ran.
Tae-kyung bagai tersambar petir, terdiam kaku.


Mi-nam menemui Mo Hwa-ran. Tae-kyung mencari identitas Mi-nam dikamarnya. Tae-kyung menemukan foto keluaga mI-nam dan juga foto ibunya. Tae-kyung kaget melihatnya, ia lalu membaca tulisan dibalik foto itu.
”Kakak selamat ulang tahun. Kamu adalah fans Mo Hwa-ran, ini adalah hadiah ulang tahunmu” tulis Mi-nam. Tae-kyung memikirkan sesuatu.

Di hotel.
”Bukankah kau bilang hunganmu dangan ayahku adalah teman. Benarkah itu? Katakan yang jelas kepadaku!” kata Mi-nam.
”Awalnya ingin menyembunyikannya. Tapi bukankah kau sudah tahu makanya datang kemari” kata Mo Hwa-ran.
”Aku mohon beritahu aku ini bukan kenyataan” kata Mi-nam sedih.
”Tidak hanya teman tapi ada hubungan pasangan kekasih yang teramat sulit untuk dilupakan” kata Mo hwa-ran.

Tae-kyung sampai di hotel dengan perasaan marah yang meluap-luap (hehe lebay ya aku..).

”Karena kalian saling mencintai makanya ayah meninggalkan ibu kami. Kamu juga meninggalkan Huang Tae-kyung. Benarkah?” tanya Mi-nam.
”Apa! Kamu dari awal sudah tahu masalah Tae-kyung adalah anakku” kata Mo Hwa-ran kaget.
”Mengetahui kamu melukai orang yang paling harus dihargai di dunia ini (Tae-kyung). Cinta yang dikatakan orang seperti ini. Aku tidak bisa mempercayainya” kata Mi-nam.
Mo Hwa-ra terus melihat Mi-nam.
”Itu bukan cinta!” kata Mi-nam kesal.
Mo Hwa-ran tertawa kemudain berkata ”Kata-kata yang sama yang dulu ibumu ucapakan. Ia tidak percaya ayahmu bisa kembali kesampingku lagi”.
Mo Hwa-ran berdiri untuk mengambil minumannya yang habis.
”Karena kamu meninggalkan semabarangan... orang yang sembarangan memperlakukan orang lain, makanya aku tidak dapat mempercayaimu. Algipula aku juga tidak percaya ayahku memncintai orang sepertimu” kata Mi-nam kesal.
Mo Hwa-ran menatap Mi-nam tajam kemudian mengambil cd yang dibuat Tae-kyung.
”Apakah tetap tidak percaya walaupun di sini ada buktinya” kata Mo Hwa-ran sambil menunjukan cd itu.
”Lagu yang diciptakan Tae-kyung untukku adalah lagu yang diciptakan ayahmu untuk memanggilku kembali. Lagu yang diciptakan ayahmu, aku yang menyanyikan. Maka ibumu pergi setelah mengakuinya” kata Mo Hwa-ran tak kalah kesal.
”Kau berbohong..” kata Mi-nam sedih.
”Semua sudah jelas” teriak Mo Hwa-ran kesal.


”Kenapa, apa kamu tidak ingin mengakuinya. Anakku Tae-kyung walaupun tidak paham tapi sudah mengakuinya. Makanya ia mengaransemen ulang lagu ini untukku. Aku pernah bilang padanya bahwa aku pernah melihat kalian waktu kecil. Jika ayahmu tidak begitu cepat meninggal. Aku ada kemungkinan menjadi ibumu. Tae-kyung juga tahu hal ini. Aku juga pernah berpikir mengganti menjaga dia dengan menjaga kalian. Apa kau tidak pernah mendengarnya dari bibimu?” tanya Mo Hwa-ran.
”Mengganti?” kata Mi-nam kaget.
”Benar. Tae-kyung juga tahu hal ini. Aku akan memperlakukan kalian dengan baik. Aku sudah memberitahu dia semuanya. Tapi kamu tidak mengatakan kapadanya Tae-yung kalau kamu adalah anak Go Jaeh-yun?! Apa kau memberitahu dia kalau kau mengetahui dia adalah anakku?!” kata Mo Hwa-ran tersenyum senang.
Mi-nam hanya diam.
”Sampai ini juga tidak dikatakan, jadi apsti kamu juga tidak bilang kalau au tahu kamu adalah seorang wanita” kata Mo Hwa-ran lagi.
”Bukan ingin menyembunyikannya. Tapi aku baru akan mengatakannya” kata Mi-nam.
Mo Hwa-ran tertawa dan berkata ”Coba saja katakan padanya. Lihat dia percaya atau tidak”.

Tiba-tiba terdengar pintu terbuka, ternyata Tae-kyung sudah datang. Mi-nam kaget melihat Tae-kyung. Tae-kyung menatap Mi-nam tajam kemudian menatap ibunya. Mo Hwa-ran mendekati Mi-nam dan memperlihatkannya pada Tae-kyung sambil berkata “Anak ini adalah anak dari pria yang aku cintai”.
Tae-kyung menatap Mi-nam tajam.
“Dia bilang bukan ingin menyembunyikan darimu tapi baru mau mengatakannya kepadamu” kata Mo Hwa-ran lagi.
Tae-kyung tidak percaya apa yang ia dengar dan langsung pergi dari sana.
Mi-nam cemas dengan perasaan Tae-kyung tapi ia tidak bisa berlari mengejarnya.
“Lihatkan dia lebih percaya kapadaku. Apa kau sekarang tidak bisa mengakui keberadaanku? Sama seperti ibumu. Kamu juga mengakulah dan menyerahlah” kata Mo-Hwa-ran.
Mi-nam berpikir sebentar kemudian lari keluar mengejar Tae-kyung.


Wartawan Jing mulai merangkai kemungkinan-kemungkinan dari foto yang ia dapat. Setelah berpikir cukup lama, ia jadi yakin kalau Mi-nam dan Mi-nyu adalah orang yang sama karena jika Mi-nam ada maka Mi-nyu tidak ada, begitu sebaliknya jika Mi-nyu ada maka Mi-nam tidak ada. Wartawan Jing mencoba mengkomfirmasi itu sama He-yi. Tapi He-yi tidak mau berhubungan dengan A.n.Jell lagi. Wartawan Jing memaksa jika He-yi berkata jujur kepadanya ia tidak akan melibatkan He-yi dengan masalah ini. He-yi tanya masalah apa. Wartaman Jing beranya apa Mi-nam dan Mi-nyu adalah orang yang sama. He-yi hanya kaget mendengarnya.


Di studio president Ahn berbicara dengan Shin-woo. Ia minta Shin-woo mengatur agar wartawan Jing bisa bertemu Mi-nam dan Mi-nyu sekaligus. Shin-woo mengeti dan pergi dari sana.

Saat akan pergi ia melihat Tae-kyung baru saja datang ke studio. Dan ta lama kemudian ia melihat Mi-nam berlari mengejar Tae-kyung sambil sedih. Mi-nam berhasil mengejar Tae-kyung. Ia minta Tae-kyung mendengar penjelasannya terlebih dahulu. Tae-yung meminta Mi-nam menjawab pertanyaannya terlebih dahulu baru ia mau mendengar penjelasan Mi-nam.


“Dari kapan kau mengetahui hubunganku dengan ibuku?” tanya Tae-kyung.
”Sejak ulang tahunmu” kata Mi-nam sedikit takut.
”Mulai saat itu? Hah.. tidak aneh setiap kali merasa pusing karena masalh ibuku, kau selalu ikut campur, ternyata semua ada alasannya” kata Tae-kyung kesal.
”Dari kapan kau tahu lagu yang aku aransemen ulang adalah lagu ciptaan ayahmu?” tanya Tae-kyung .
”Beberapa waktu yang lalu baru tahu” kata Mi-nam masih ketakutan.
”Apa mulai saat itu kau bertemu dengan ibuku?” tanya Tae-kyung lagi.
”Benar” kata Mi-nam sambil menunduk.
”Ibuku bilang karena terlalu mencintai ayahmu, maka meninggalkanku dan menjadi ibumu. Apa kau juga sudah mendengarnya?” tanya Tae-kyung.
”Hari ini aku baru mendengarnya, aku...” kata Mi-nam tapi dipotong Tae-kyung yang sudah marah.
”Dia bilang waktu kecil hubungan kalian baik bahkan oa membuat kue untuk kalian. Apa kau ingat?” teriak Tae-yung marah.
Mi-nam kaget dan ketakutan. Ia hanya bisa diam.
”Seterusnya kalian bersamalah dengan baik-baik. Tapi jangan menggabunganku” kata Tae-kyung kesal. Ia kemudian pergi dari sana, Mi-nam berusaha mencegah.
”Dengarkan kata-kataku dulu” kata Mi-nam sambil memegang tangan Tae-kyung.
Tae-kyung menghempaskan tangan Mi-nam dengan kasar dan berkata ”Jangan muncul dihadapan mataku dan sekitarku. Aku tidak ingin melihatmu”.
Tae-kyung naik kelantai atas. Mi-nam terjatuh kelantai sambil menangis histeris sambil melihat Tae-kyung pergi.


Tae-kyung sendiri setelah samapi diatas bersembunyi dibalik kolom dan juga menangis karena hal itu.

Di sisi lain Shi-woo melihat hal itu semua sejak tadi.

mi nam menangis tersedu-sedu, ia teringat pertengkarannya dengan Tae Kyung di tangga tadi. Mi nam menangis sambil berpikir kalau gara-gara ayahnya, Mo Hwa Ran meninggalkan Tae Kyung. tapi karena Mo Hwa Ran juga, ayahnya pergi meninggalkan ibunya, kakak, dan dirinya. Mi nam berseru bohong jika bilang ia tidak sakit hati mengetahuinya. Melihat Tae Kyung akan menyakitkan, itulah sebabnya ia akan pergi meninggalkan bintangnya. Sementara itu Shin Woo memperhatikan dari belakang. Shin Woo juga ikut sedih melihat Mi Nam menangis.

Sementara itu Ta kyung juga menyendiri di studio. menurutnya jika dalam kegelapan maka ia tidak akan melihat apa-apa. mungkin ia berharap sakit hatinya akan hilang.
Reporter Kim mendesak He Yi untuk jujur mengenai Mi Nam. " Mi Nam dan Mi Nyu adalah orang yang sama bukan?Seorang wanita? benar kan? jelas aja He Yi nolak memberikan keterangan, ia menyuruh Reporter Kim tanya langsung sama AN.JELL.

Reporter Kim mendesak He Yi dan mengancam jika berita yang sebenarnya telah di dapat ia akan mengaitkan He Yi ikut bersekongkol. Tiba-tiba He Yi pingsan (pura-pura kayaknya) membuat reporter Kim panik. mungkin karena takut disalahkan akhirnya ia bilang jika berita yang sebenarnya telah didapat maka ia tidak akan membawa He Yi ke masalah itu. He Yi yang masih pingsan pun langsung menganggukkan kepalanya

Shin Woo berbicara pada Manajer Ma bahwa Reporter Kim ingin mawawancarai Mi Nam dan Mi Nyu secara bersamaan. untuk menghindari hal itu Shin Woodan Manajer Ma berencana untuk membawa Mi Nam ke Jepang.
Shin Woo menemui Tae Kyung dan menyampaikan rencana ke Jepang. Tae Kyung menanggapi dengan dingin dan bilang berangkat saja duluan dan ia akan menyusul nanti. Shin Woo pun setuju dan pergi meninggalkan Tae Kyung.
Di kamarnya, Mi Nyu merapikan barang-barangnya ke dalam koper. manajer Ma bilang kepergian Mi nam ke jepang bersamaan dengan kedatangan Mi Nam yang asli, jadi bisa dianggap kepergian kali ini adalah perpisahan dengan AN.JELL.
Sementara itu Tae Kyung pulang dan berpapasan dengan Mi Nyu. Tae Kyung keliatan masih marah, melihat Mi nyu bawa koper berat tetep gak dibantuin. Tae Kyung malah pergi nyelonong ke kamarnya, kayaknya cuma pengen menghindari Mi Nyu. Shin Woo datang dan membantu mi nyu membawakan kopernya.

Setelah Mi Nyu dibantu Shin Woo, Tae Kyung hanya melihat dengan tatapan tajam. (pengen bantu tapi gengsi )
Shin Woo, Jeremi, Mi nyu, manajer ma, dan Stylish wang pergi ke jepang. Setibanya di sana Jeremi berbisik ke Shin Woo tentang Mi Nyu dan Tae Kyung tapi shin Woo menyuruh Jeremi untuk pura-pura tidak tahu.
Ternyata Reporter Kim mengikuti A.N.JELL ke jepang. ia masih mencari bukti dari dugaannya.

He Yi di RS memandangi gambar animasi Tae kyung di hpnya. ia ingin memberitahu Tae Kyung tentang reporter Kim. tapi ia urungkan karena ia ingat dirinya sakit saja Tae Kyung gak datang menjenguk.kayaknya dilema tuh si He Yi, mau bilang tentang Mi Nyu ke Reporter Kim juga gak tega ama Tae Kyung. jadi dia hanya bisa diam tidak melakukan apa-apa.

Mi Nyu masuk ke dalam kamarnya. ia tertegun melihat kamarnya penuh dengan aksesoris berbentuk bintang dari bantal, dll. jadi mengingatkan dia sama bintangnya, siapa lagi? pasti Tae Kyung lah :D

Sementara itu Maanjer Ma dan Stylish Wang sedang berenang, mereka berdua sedang merundingkan siapa yang paling pantas untuk Mi Nyu. Mereka membayangkan jika Jeremi yang menjadi pasangan Mi Nyu maka akan jadi pasangan yang lucu.

lalu mereka membayangkan lagi jika Shin Woo yang jadi pasangan Mi Nyu pasti mereka berdua akan jadi pasangan yang paling romantis.
 
Lalu mereka membayangkan jika pasangan Mi Nyu adalah Tae Kyung, maka....
di bayangan mereka Mi Nyu dan Tae Kyung sedang ada di altar mau melaksanakn pernikahan, Tae Kyung bilang "Aku bersedia menerima kau menjadi isteriku" Mi Nyu sambil tersipu malu menjawab "terima kasih" tapi kemudian mereka bertengkar gara-gara Mi Nyu nanya ke Tae Kyung mau dipanggil apa? Suamiku atau jantung hatiku? Tae Kyung pergi meninggalkan altar disusul Mi Nyu di belakang. saking marahnya bunga yang dipegang Mi Nyu ditendang... hhahhaha. Mi Nyu terus ngejar Tae Kyung sambil terus bilang "Hyungnim"

Mi Nyu, Shin Woo, dan Jeremi pergi ke pantai melihat laut. Mi Nyu bilang ini pertama kalinya ia ke pantai. sambil memandang laut Mi Nyu bilang ia ingin sekali pergi jauh. tapi Jeremi menambahkan kalau bumi itu bulat sejauh apapun Mi Nyu pergi pasti akan kembali ke posisi awal.
Mi Nyu ingin pergi jalan-jalan melihat laut lalu Shin Woo menahan tangannya karena merasa khawatir dengan Mi Nyu. Tapi Mi Nyu bilang ia baik-baik saja dan hanya ingin jalan-jalan saja. ini pertama kalinya ia ke pantai, ia ingin menikmatinya. ia pun melepaskan tangan Shin Woo.
Sementara itu reporter Kim memotret semua kegiatan mereka dengan diam-diam. semangat banget yah si Reporter Kim kemana-mana diikutin.

di lain tempat Mo Hwa Ran bertemu Direktur Ahn dan Produser untuk membahas tentang lagu yang di Arransemen ulang sama Tae Kyung. lalu direktur Ahn bilang kalau lagu itu tadinya bukan untuk Mo Hwa Ran, produser pun membenarkannya karena ia dengar dari Go Jae Hyun kalau lagu itu untuk penyanyi pendatang baru. Mo Hwa Ran jelas aja marah dan bilang kalau lagu itu diciptakan untuk dirinya.

Mo Hwa Ran lalu menemui Tae Kyung untuk berterima kasih. Tae Kyung yang melihat Mo Hwa Ran mau keluar studio tapi dicegah oleh Hwa Ran. Mo Hwa Ran bilang kalau kejadian malam itu dia sedang mabuk sehingga lepas kontrol. lalu Tae Kyung menanyakan apakah Mo Hwa Ran tau tentang ibu Mi Nyu?setidaknya beritahu siapa nama Ibunya? Mo Hwa Ran lalu memberikan foto ibunya Mi Nyu dan bilang nama ibunya Mi Nyu.

Shin Woo menelpon dan minta Mi Nyu datang menemuinya. lalu Shin Woo jujur pada Mi Nyu tentang perasaannya. bahwa semua yang diceritakannya adalah benar bahwa ia sudah tahu kalau Mi Nyu wanita sejak malam pertama di Klub,dll. mendengar itu semua membuat Mi Nyu jadi serba salah dan kasihan pada Shin Woo. Tapi ia meneguhkan hatinya kalau ia tidak bisa menerima hati kak Shin Woo.
Sementara itu Tae Kyung datang ke Jepang ingin menyerahkan foto ibunya Mi Nyu. tapi karena tidak menemukan Mi Nyu di kamarnya maka Tae Kyung mencari Mi Nyu.

kita kembali ke Shin Woo dan mi Nyu. Shin Woo tiba-tiba saja menarik mi Nyu ke dalam pelukannya. dan ternyata saat itu Tae Kyung melihat kejadian itu. karena kesal Tae kyung pun langsung pergi dan menelpon Manajer Ma minta ketemuan karena ada sesuatu untuk Mi Nyu.

Sementara itu Mi Nyu meminta Shin Woo melepaskan pelukannya karena jawaban tetap sama. ia meminta Shin Woo untuk tidak menyukainya lagi lalu pergi meninggalkan Shin Woo. Shin Woo dengan wajah sendunya terus memandang punggung Mi Nyu yang pergi sambil berkata kalau ia tidak akan lagi melihat kearah Mi Nyu. 

Saat keluar Mi Nyu bertemu Stylish Wang dan ia ditarik oleh Stylish Wang karena Tae Kyung ingin memberikan sesuatu padanya. Tae Kyung Menunggu Manajer Ma di sebuah Aquarium (kalau di Indonesia kayak SeaWorld) saat mendengar langkah kaki dikiranya yang datang manajer Ma ternyata Mi Nyu.

pas ketemuan masih juga gengsi pake acara berdebat dulu. Tae Kyung mengira Mi Nyu Buru-buru karena sedang ditunggu Shin Woo secara tadi dia ngeliat Mi Nyu pelukan ama Shin Woo. Sementara Mi Nyu merasa Tae Kyung pasti sedih kalau melihatnya bahkan tidak mau melihatnya. ahkirnya Tae kyung memberikan foto ibunya Mi Nyu dan memberi tahukan namanya yaitu lee so jin. Mi Nyu menangis sedih melihat foto ibunya.

sementara itu Mo Hwa Ran ketemuan sama mantan penyanyi yang kenal sama Go Jae Hyun. Mo Hwa Ran ingin meyakinkan penyanyi tersebut kalau lagu itu diciptakan untuknya. tapi penyanyi itu bilang kalau Jae Hyun menciptakan lagu itu untuk isterinya sebagai bukti cinta kepadanya. tetapi Mo Hwa Ran merebutnya dengan uangnya. (emang enak Mo Hwa Ran sampai dibentak sama bapak itu :p ) lalu mantan penyanyi itu pergi meninggalkan Mo Hwa Ran. sedangkan Mo Hwa Ran terus saja berkata kalau Jae Hyun hanya mencintainya dengan mata yang berkaca-kaca.

Kembali ke Mi Nyu dan Tae Kyung (sebenernya dialognya banyak bgt tapi aku bingung ngutipnya.),
Tae Kyung lalu memberikan mp3 lagu ayahnya. Tae Kyung bilang gara-gara lagu itu ibunya pergi meninggalkannya. Mi Nyu menerimanya masih dengan wajah sedih. intinya mereka masih saling suka tapi gak bisa melihat satu sama lain karena masa lalu orang tua.

karena merasa Tae Kyung tidak mau melihatnya lagi, maka Mi Nyu lekas pergi keluar, Tae Kyung hanya memandangnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Acara jumpa fans pun berlangsung ada sesi tanda tangan. yang dikerubuti fans so pasti Tae Kyung, Shin Woo, dan Jeremi. Mi Nyu hanya beberapa saja sehingga ia hanya melihat ketiga temanya itu.
Selesai acara jumpa fans Tae Kyung langsung pergi meninggalkan Jepang. ia bertemu He Yi dan mengatakan kalau sekarang Mi Nam asli akan muncul jadi sebaiknya segera akhiri hubungan pura-pura mereka. padahal He Yi mau mengajak Tae Kyung berlibur ke Bali.

Reporter Kim masih semangat membuntuti Mi Nyu dan anggota AN.JELL yang lain. Mi Nyu mengambil foto Jeremi dengan kamera instan yang langsung tercetak fotonya. Mi Nyu lalu meneraktir Shin Woo minum kopi dan bilang kalau Shin Woo hangat karena sudah banyak membantunya. ia juga minta maaf atas kejadian kemarin. Shin Woo bilang tidak apa-apa karena ia sudah pernah ditolak ratusan kali jadi semuanya bisa diatasi. saat minum kopi Shin Woo pun difoto untuk kenang-kenangan.

Tae Kyung sedang memperhatikan kalung bintang yang tadinya mau ia kasih ke Mi Nyu.

lalu Tae kyung berjalan mau keluar gedung. di tengah jalan ia berpapasan dengan Direktur Ahn dan Mo Hwa Ran. ternyata Mo Hwa Ran mau rekaman lagu, Direktur Ahn mengajak Tae Kyung tapi Tae Kyung menolak. ia pun berjalan menuruni tangga dan di bawah ia bertemu dengan produser yang bilang kalau Mo hwa Ran telah mencuri lagu nya Jae hyun yang dibuat untuk isterinya. Tae kyung kaget dan kembali naik menuju ruang rekaman. 

saat mau rekaman, Tae Kyung datang lalu bicara pada Mo Hwa Ran melalui mikrofon. "lagu itu bukan untukmu kan? bukan dibuat untuk memintamu kembali padanya kan? Kau mencurinya, sehingga ia tidak bisa kembali ke isterinya kan?" Mo Hwa Ran yang mendengar itu langsung shock dan menangis.

sementara itu di Jepang Mi Nyu berpisah dengan yang lainnya. Manajer Ma menyuruh Mi Nyu tinggal seminggu lagi di Jepang agar tidak mencurigakan saat Mi Nam asli muncul. Manajer ma menyerahkan amplop kepada Mi Nyu untuk bekal hidup selama di Jepang. Mi Nyu mengucapkan salam perpisahan pada teman-temannya. Mi Nyu melambaikan tangan kepada Jeremi dan Shin Woo dengan wajah sedih.
saat semuanya sudah pergi menaiki eskalator bandara, Reporter Kim masih membuntuti AN.JELL. (koq bisa yah gak liat Mi Nyu?)

Tae kyung berkendara menuju bandara, sementara He Yi juga berada Di Bandara akan pergi berlibur ke Bali. tapi saat ia liat ada Tae kyung yang dikerumuni fans, maka He Yi mengikuti Tae Kyung karena penasaran. Sementara itu Mi Nam asli sudah menunggu di bandara, ia ketiduran di bangku.
Shin Woo dan kawan-kawan tiba di bandara masih diikuti Reporter Kim. manajer Ma berusaha menelpon Mi Nam agar bertemu. pas banget ketemu Mi Nam, Tae Kyung dan He Yi sudah ada di lokasi. Reporter Kim yang melihat Mi Nam langsung berteriak " Go Mi Nam" lalu dengan tergesa-gesa Reporter Kim membuka jaket Mi Nam dan bajunya.
mengira berhasil karena menemukan bukti, Reporter Kim tertawa senang dan bilang " kau ketahuan olehku." Tapi pas liat bagian depan badan Mi Nam, Reporter Kim langsung shock karenaa Mi Nam ternyata bener-bener pria. Tae Kyung dan He Yi yang melihatnya kaget.
Reporter Kim masih kebingungan lantas Manajer Ma menjelaskan bahwa mungkin Reporter Kim salah mengenali orang karena Mi Nam dan Mi Nyu itu saudara kembar. He Yi lalu menghampiri Reporter Kim dan menjelaskan bahwa Mi Nam itu memang seorang pria. (bernafas lega deh yang lainnya, karena tadinya takut He Yi akan membocorkan rahasia Mi Nam). lalu manajer Ma menarik Reporter menjauh dari A.N.JELL.

Akhirnya Mi Nam asli memperkenalkan dirinya pada anggota A.N.JELL yang lain. Jeremi masih kaget dan terpana betapa miripnya Mi Nam dengan Mi Nyu. (lha iya kan meranin orang yang sama)
Lalu Tae Kyung bertanya kalau yang dihadapan mereka ini Mi Nam asli, lalu dimana Mi Nyu? Shin Woo menjawab kalau Mi Nyu masih ada di Jepang.

Di Jepang, Mi Nyu keluar dari hotel membawa kopernya. ia melihat taksi dan menghentikannya. pas didekati ternyata dari dalam taksi malah keluar Tae Kyung.

Tae Kyung datang menemui Mi Nyu karena ingin memberitahu kalau lagu yang diciptakan ayahnya adalah untuk ibunya bukan untuk Mo Hwa Ran. mendengar itu semua Mi Nyu menangis terharu. Tae Kyung bilang lagi kalau Mo Hwa Ran sudah mencuri lagu itu dengan uangnya. Mi Nyu senang karena cerita sebenarnya telah terungkap. Ia pun meminta Tae Kyung agar tidak membiarkan Hwa Ran menyanyikan lagu itu. Jangan biarkan lagu itu dicuri lagi untuk kedua kalinya. Tae Kyung berjanji agar Mo Hwa Ran tidak dapat menyanyikan lagu itu.

selesai bicara Mi Nyu bermaksud pergi tapi Tae Kyung menahan tangannya. mereka berdua terdiam sesaat karena masih saling suka. tapi mereka merasa tidak mungkin bisa bersatu
Mi Nyu melepaskan tangannya dari pegangan Tae Kyung dan berjalan pergi. Tae Kyung tidak bisa mencegahnya hanya dapat menahan air matanya. 

berita Yo He Yi dan Tae kyung putus menghiasi surat kabar.

Fans A.N.JELL berteriak histeris di depan kantor A.N.JELL. mereka kayaknya mulai mengidolakan Go Mi Nam karena cool seperti Hwang Tae Kyung, ramah seperti Shin Woo, dan lucu seperti Jeremi.

Jeremi melihat di laptopnya ternyata popularitas Mi Nam telah melampaui dirinya. Maksudnya pengen nulis catatan yang bisa buat fansnya kagum, eh dia malah liat ada kiriman video yang diupload dengan nama id user yang lucu yaitu piggy-rabbit.
Mendengar Piggy - rabbit membuat Tae Kyung yang tadinya tidur jadi langsung bangun. Akhirnya laptopnya diambil sama Tae Kyung karena penasaran. Tae Kyung melihat ada kiriman video yang berjudul "what I should do" yang dinyanyikan oleh Mi Nyu. Tae Kyung dapat mengenali Mi Nyu sehingga ketiganya berpikir tempat yang menyediakan jasa upload video langsung dimana? mereka menelpon Manajer Ma, lalu diberitahu letaknya di mana. mereka pun langsung menuju tempat itu.

Mi Nyu di sebuah karaoke sedang menyanyikan sebuah lagu.

Sesampainya di tempat yang dimaksud, Shin Woo dan Jeremi berpencar mencari Mi NYu. sementara Tae Kyung tetap menunggu di dalam mobil. Shin Woo dan Jeremi diiringi teriakan fans mengelilingi mereka. heboh deh pokoknya.

Tae Kyung yang tadinya menunggu di mobil jadi gak sabar dan memutuskan untuk ikut mencari Mi Nyu.

Tae Kyung mencari Mi Nyu, saat mencari masih juga dikerubuni fansnya.Padhal sempet beberapa kali papasan tapi gak saling liat. Sementara Mi Nyu keluar dari tempat karaoke tersebut tanpa tahu A.N JELL sedang mencari mereka.

Mi Nyu terus berjalan sedangkan A.N.JELL yang lain sedang mencari-cari dirinya.Tae Kyung dikerubuti fans. Tae Kyung tidak meuruti permintaan fansnya untuk berfoto dan memberi tanda tangan dia terus mencari-cari Mi Nyu.

Mi Nyu berhenti didepan sebuah toko dan melihat pernak-pernik bintang, Mi Nyu memotretnya. Mi Nyu melihat Tae Kyung. Tae Kyung juga melihat Mi Nyu, mereka saling berpandangan. Tae Kyung masih saja dikerubuti fans, dia ga bisa nemuin Mi Nyu.

Akhirnya Mi Nyu hanya menundukan kepala sebagai salam perpisahan. Tae Kyung mengalihkan pandangannya sebentar saat dia melihat ketempat Mi Nyu berdiri, Mi Nyu sudah tidak ada lagi dia pergi. Tae Kyung menerobos kerumunan fans dan terus mencari Mi Nyu.
tapi fans malah bertambah banyak mengerumuni dirinya.
Tae Kyung: "dia pergi begitu saja tanpa berkata apapun?"
Mi Nyu terus berjalan tapi dia bertemu dengan Manager Ma.

Tae Kyung kecewa dan kembali kekantor agency A.N.JELL. Tae Kyung bertemu dengan presiden Ahn dan Stylish Wang. Tae Kyung bertanya pada presiden Ahn dimana Go Mi Nam?.
Presiden Ahn malah menjawab bukankah mereka bersama-sama. Tae Kyung berkata kalau dia kembali sendirian. Presiden Ahn berkata pada stylish Wang "Manager Ma bersama Go Mi Nam kan? coba telepon dia".
Stylish nampak bingung untuk menjawabnya.

Manager Ma mengobrol dengan Mi Nyu di Cafe dan berkata pada Mi Nyu kalau kakaknya sedang ada pertunjukan di Jinju. Mi Nyu merasa kakaknya sibuk sekali. Mi Nyu ingin bertemu kakaknya karena ia akan berangkat ke Afrika untuk pekerjaan sosial. Manager Ma bertanya apa Mi Nyu bisa pergi tanpa berpamitan pada yang lain, Mi Nyu berkata ia selalu melihat mereka dari jauh. Manager Ma tanya apa ada masalah antara Tae Kyung dan Mi Nyu? Karena Tae Kyung tidak pernah menanyakan Mi Nyu, dan tidak pernah bicara dengan Mi Nam. Mi Nyu mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan kapan kakaknya kembali. Manager Ma bilang setelah pertunjukannya selesai. Manager Ma mendapat telepon dari sepertinya dari stylish Wang. Dari telepon itu dia tahu kalau Presiden Ahn mencari Mi Nam.


Stylish Wang berkata kalau presiden Ahn minta Mi Nam segera dibawa kembali. Manager Ma berkata pada stylish Wang jika Mi Nam membatalkan pertunjukannya maka dia akan celaka.
Presiden Ahn bertanya pada Stylish Wang "apa Mi Nam di Jinju? manager Jo bilang dia melihat Mi Nam di Jinju,Apa kalian membuat jadwal diluar sepengetahuanku?"
Stylish Wang : "tentu saja tidak"
President Ahn : "kalau begitu telepon manager Ma dan suruh dia membawa Mi Nam padaku dalam 30 menit"


Manager Ma panik dia bersujud dihadapan Mi Nyu dan meminta Mi Nyu untuk menyamar menjadi Mi Nam sekali lagi. Mi Nyu keluar dari cafe pertanda dia tidak setuju dengan manager Ma. Manager Ma mengejar Mi Nyu dan terus memaksa. Tapi Mi Nyu tidak mau lagi menjadi Mi Nam karena dia pasti akan ketahuan. Mi Nyu terus berusaha kabur. Akhirnya manager Ma mengatakan kalau dia kan segera menjadi ayah dan butuh uang banyak untuk menghidupi istri dan anaknya. Manager Ma mengatakan kalau saat di Jepang dia dan Stylish Wang melakukan sesuatu sehingga stylish Wang hamil. Mi Nyu menghela napas dan akhirnya setuju
untuk menjadi Mi Nam lagi.

Tae Kyung masih memikirkan kenapa Mi Nyu menghilang dari pandangannya tadi. Tae Kyung berpikir kalau Mi Nyu tidak melihatnya. Kemudian Tae Kyung mengubah pikirannya dan berpikir kalau Mi Nyu tadi menyapa dan tak mungkin kalau Mi Nyu tidak melihatnya.
Tae Kyung malah mengira Mi Nyu pura-pura tidak melihatnya. Tae Kyung berpikir semuanya dari saat Mi Nyu mengucap sumpah menjadi biarawati, Mi Nyu akan menikahi Kim Dong Joon lalu jadi istri apoteker dan ada di barisan fans meneriakinya.
Tae Kyung berkata kalau Mi Nyu memang hanya ingin menjadi fans seharusnya dia minta tanda tangannya atau Mi Nyu sudah tidak jadi fansnya lagi. Tae Kyung merasa dicampakkan.

Mi Nyu menyamar menjadi Mi Nam dan bertemu dengan presiden Ahn. Presiden Ahn minta maaf pada manager Ma.
Presiden Ahn : "Mi Nam lakukan yang terbaik"
Manager Ma : "pasti, pasti,pasti"
Mi Nyu : "Apa yang melegakan?"
Stylish Wang : "Kita bisa melihat kau seperti ini lagi"

Stylish Wang kesal dan memukul manager Ma, Mi Nyu yang melihatnya menjadi khawatir dan berkata "Kumohon, jangan lakukan ini! Berhati-hatilah!
kau harus memikirkan bayi"
Stylish Wang bingung : "bayi?"
manager Ma : "nak, karena papah kau pasti lelah sekali"
Mi Nyu mengucapkan selamat, Stylish Wang masih bingung. manager Ma hendak membawa Mi Nyu pergi tapi Jeremy menghentikan langkahnya.
Jeremy : "Mi Nam! Aku harus tahu hari ini. Di mana adikmu!? "
Stylish Wang membawa Mi Nyu pergi dan Manager Ma menghentikan Jeremy.

Stylish Wang dan Mi Nyu tiba-tiba dihentikan kembali langkah kakinya oleh Shin Woo.
Shin Woo : "Go Mi Nam, mari kita bicara untuk sementara waktu."
Stylish Wang : "Mi Nam memiliki sesuatu yang mendesak untuk pergi"
Stylish Wang menyuruh Mi Nyu untuk segera pergi, Shin Woo mau mengejar Mi nam. Tapi Stylish Wang menariknya dan berkata kalau mereka harus bicara.

Tae kyung menyendiri diberanda kantor agency,
Tae Kyung merenung "Aku tidak mau mengakuinya, tapi aku sudah disingkirkan, Aku adalah satu-satunya yang dia pikir, dia akan kembali setelah baikan.
Babi-Kelinci tampak benar-benar baik. Aku sendiri yang mencemaskannya,
Sebelum aku melihat banyak kesedihan, Aku harus memberikan jawaban dan mengatakan aku baik-baik saja"

Mi Nyu melihat Tae Kyung dari belakang dan berkata " Suster kepala, aku harus meninggalkan bintang ini dan pergi jauh, Tapi mengapa ia bersinar begitu
terang di depan mataku" Mi Nyu berbalik dan akan pergi tapi Tae Kyung menghentikan langkahnya.
Tae Kyung : "Go Mi Nam, Katakan pada adikmu bahwa aku menerima pesan bahwa dia baik-baik saja, jika aku melihatnya sendiri, aku mungkin akan merasa tidak enak, tapi sekarang setelah semuanya berakhir dengan baik, katakan padanya terima kasih. Aku melihatnya sekilas tadi,
tapi karena para fans, kami tidak bisa bertemu. Katakan padanya aku baik-baik saja."
Mi Nyu sedih : "aku senang mendengar kau baik-baik saja, Aku juga ..., akan melakukannya dengan baik"
Manager Ma bersama Mi Nyu dan berkata apa Mi Nyu benar-benar tidak bertemu dengan Tae Kyung,Manager Ma juga mengucapkan selamat tinggal karena Mi Nyu akan ke Afrika.
Mi Nyu : "Dia akan baik-baik saja, aku akan baik-baik juga, aku pikir akan lebih baik jika aku tidak melihat dia sebelum pergi"
Manager Ma : "Mereka tidak akan ada di televisi Afrika, kau tahu?"
Mi Nyu : "Tapi di Afrika, aku akan bisa melihat banyak bintang"
manger Ma menawarkan untuk mengantar Mi Nyu pergi tapi Mi Nyu menolaknya. Presiden Ahn datang lagi menemui Mi nyu (Sepertinya susah banget buat Mi Nyu melarikan diri dari situasi ini, hehehe)
Presiden Ahn berkata kalau dia sudah menyiapkan pertemuan yang sangat diinginkan Mi Nam. Mereka pun pergi, Mi Nyu menoleh kearah manager Ma. manager Ma malah berekspresi aneh tentang seorang bayi, hihihi

Ternyata Presiden Ahn membawa Mi Nyu bertemu dengan He Yi, sepertinya Mi Na menyukai He Yi. Mi Nyu kaget melihatnya.
Mi Nyu bertanya pada manager Ma apa orang yang disukai kakaknya itu Yoo He Yi?.
Manager Ma : "Mi Nam benar-benar baik padanya ..?"
Mi Nyu : "Apa yang harus aku lakukan jika dia mengenaliku?"
Manager Ma : "Aku merasa tidak enak untuk Mi Nam tetapi kau jangan berkata apapun pada He Yi, Jangan melihatnya dan bertindak seperti dia tidak ada " Mi Nyu mengerti.

Mi Nyu duduk berhadapan dengan He Yi seperti sepasang kekasih.
He Yi : "Go Mi Nam, Kau benar-benar aneh, tidak cukup bagimu untuk mengejarku, jadi sekarang kau menggunakan Presiden Ahn? "
Mi Nyu : " uhmm, Yoo He Yi"
He Yi : "Sekarang apa? Kau mencintaiku, kau menyukai aku? aku sudah bilang aku tidak menyukaimu, Aku tahu kau mengirimkan padaku tiket konser, Apakah kau akan mengaku di konser, seperti yang kau katakan? kekanak-kanakan, dan itu tiket dibaris depan, aku akan pergi ke konser, tapi jangan lakukan sesuatu yang bodoh seperti itu"
He Yi merasa penasaran dan bertanya lagi "Tapi apakah Hwang Kyung Tae tahu, bahwa kau mengejarku? apa dia tidak peduli"
He Yi bertanya lagi "kau tidak akan memberitahu Hwang Tae Kyung apaun tentang adikmu, kan? Jika Hwang Tae Kyung bertemu dengan adikmu lagi, aku tidak akan bertemu denganmu lagi, paham?"
Mi Nyu hanya mengangguk tanpa bicara apapun.

Di studionya Tae Kyung nampak gelisah, dia berpikir apakah Mi Nam manyampaikan kata-katanya pada Mi Nyu. Tae Kyung merasa dia tidak akan bertemu lagi dengan Mi Nyu jika Mi Nyu mengetahui kata-katanya. "apa yang harus aku lakukan?" kata Tae Kyung.

Manager Ma bersama presiden Ahn. manager Ma meminta mereka untuk segera pergi tapi Presiden Ahn menolaknya karena presiden Ahn sudah berjanji pada Mi Nam. Presiden Ahn juga berkata kalau dia menelepon Shin Woo dan Jeremy untuk datang ke Restaurant. Manager Ma mendapat telepon dari Tae Kyung. Tae Kyung bertanya dimana Go Mi Nam.

Tae Kyung, Jeremy dan Shin Woo mengendarai kendaraannya masing-masing menuju ke Restaurant.

Manager Ma menghampiri Mi Nyu dan memintanya untuk Minum soju. Mi Nyu berkata "Jika aku minum ini, aku akan mabuk!"
Manager Ma menjawab kalau itulah sebabnya Mi Nyu harus minum karena situasi sudah kacau jika Mi Nyu tidak minum, Mi Nyu akan mudah dikenali. Jika Mi Nyu minum dan mabuk, maka Manager Ma akan membawa Mi Nyu keluar dan mengurus semuanya. Mi Nyu menolak, tapi manager Ma berkata mungkin Presiden Ahn akan mengusulkan untuk pergi ke sauna bersama-sama, mau?! Mi Nyu ketakutan mendengarnya.
Mi Nyu meminum satu gelas soju sampai habis dan benar saja Mi Nyu langsung mabuk dan pingsan ditempat, hahaha

Jeremy tiba dia menghampiri Mi Nyu yang sedang mabuk dan pingsan, Lalu Shin woo juga tiba.
dan Tae Kyung yang terakhir datang.
Tae Kyung : "Apa ini? Kenapa dia seperti ini?"
Manager Ma : "Dia benar-benar mabuk"
He Yi mencoba membuat Tae Kyung cemburu tapi ga mempan, hehehe dan berkata "Mi Nam, kau baik-baik saja?"
He Yi juga menghampiri Mi Nyu dan merebahkan kepala Mi Nam dipangkuannya serta membelai Mi Nyu dengan sayang.
Presdien Ahn mengusulkan untuk minum dan melupakan Mi Nyu yang pingsan sampai dia bangun nanti.

Manager Ma menempatkan Mi Nyu didekat tembok dan menutupinya dengan jasnya. Manager Ma duduk diantara Mi Nyu dan Tae Kyung.
Tae Kyung bertanya pada manager Ma "kau pernah melihat dia bicara dengan adiknya?"
Manager Ma : "mungkin, mengapa?"
Tae kyung : "baiklah, apakah dia mengatakan sesuatu pada adiknya tentang aku?"
Manager Ma : "kau belum bicara tentang dia, sejak dia pergi, Aku pikir kau tidak peduli? Mengapa? "

Manager Ma mendapat telepon dan dia meninggalkan tempat duduknya. Ternyata Manager Ma mendapat telepon dari Mi Nam.

Mi Nam yang pingsan tiba-tiba bergerak dan jatuh dipangkuan Tae Kyung. Tae Kyung kaget dan kesal sekali, Tae Kyung merasa ada yang aneh, ia menyentuh tangan Mi Nyu dan merasa ia familiar dengan tangannya. Tae kyung mengingat semua kenangan saat memegang tangan Mi Nyu. Tae Kyung sadar ini Mi Nyu dan bukan Mi Nam, ia berusaha mengendalikan emosinya dan menutupi tubuh Mi Nyu dengan jas menager Ma tapi Shin Woo merasa ada yang aneh. Tae Kyung berkata pada semuanya kalau dia akan mengantar Mi Nyu pulang.

Manager Ma masih bicara dengan Mi Nam dia mengatakan pada Mi Nam kalau dia akan mengantar adiknya pulang. Dan minta Mi Nam menjaganya di rumah. Saat kembali ke meja makan Manager Ma kaget melihat Mi Nyu tidak ada ditempat. Shin Woo mengatakan pada Manager Ma kalau Shin Woo merasa Tae Kyung tahu siapa dia.


Tae Kyung tetap berada di tempat parkir sampai Mi Nyu bangun.

Mi Nyu terbangun dan bertanya "manager Ma, dimana ini?"
Tae Kyung menjawab "apa aku terlihat seperti manager Ma?"
Mi Nyu kaget melihat Tae Kyung disampingnya,
Mi Nyu : "Hyungnim"
Tae Kyung : "kau tampaknya benar-benar mabuk, jadi aku mengantarmu pulang"
Mi Nyu : "Dimana kita?"
Tae kyung : "apa yang kau lihat? kita sudah pulang"
Mi Nyu saking nervous nya berkata "Tolong biarkan aku pergi! Biarkan aku pergi! "
ternyata Mi Nyu mencoba keluar dari mobil tapi ga bisa karena dia belum membuka sit belt-nya
Tae Kyung menghela napas dan membantu Mi Nyu melepaskan sit belt-nya.
Tae Kyung keluar dari mobil dan berkata pada dirinya, "aku menangkap basah Go Mi Nam menjadi Babi-Kelinci"


Mi Nyu merasa ia harus berterus terang tapi perutnya sakit, jadi ia bergegas ke kamar mandi dulu. Melewati Tae Kyung tanpa bicara apa-apa. Tae Kyung berhenti dan kesal "dia masuk begitu saja".

Ketika Mi Nyu keluar kamar mandi, dia mau mengaku tapi dia haus sekali, akhirnya Mi Nyu cari minum dulu. Tae Kyung berkata kau harus sadar dulu, dan membuatkan teh madu.
Tae Kyung memberikan teh itu dan tanya apa ini, Tae kyung menunjukkan tangannya.
Dulu Tae Kyung tanya hal yang sama, waktu Mi Nyu jatuh sakit, Mi Nyu menjawab telapak tangan. Tae Kyung membenarkan, jawabannya lima. Sekarang Mi Nyu menjawab, lima. Tae Kyung berkata bukan, ini telapak tangan.


Mi Nyu akhirnya berkata, Tae Kyung sudah tahu. Tae Kyung berkata, tidak ada luka di tanganmu, dan ukuran sepatumu jauh lebih kecil dari kakakmu. Aku tahu banyak hal mengenai dirimu, apa kau pikir aku tidak akan mengenalimu?. Mi Nyu meminta maaf.

Tae Kyung tanya "apakah ada waktu lain kau berpura-pura menjadi kakakmu?"
Mi Nam : "setelah aku berhenti dan ini pertama kalinya"
Tae Kyung : "sungguh?"
Tae Kyung tanya lagi "lalu berapa lama kau menjadi Mi Nam hari ini? sebelumnya di beranda (kantor agency).. itu kau?"
Mi Nyu : "ya, pesan itu aku telah mendengarnya
Tae Kyung mau menjelaskan tapi Mi Nyu berkata "Aku senang mendengar kau baik-baik saja"

Tae Kyung tanya apa Mi Nyu berniat pergi tanpa melihatnya dulu,
Mi Nyu menjawab, "Aku berkata pada diriku sendiri, aku tidak bisa melihatmu, tapi kau orang yang menarik perhatian. Tapi jika aku menemuimu, rasanya sakit, dan membuat semua jadi sulit bagiku. Setelah hidup hanya di biara aku datang ke tempat bintang-bintang dan tersengat listrik, dan kehilangan akal sehatku. Aku terbang ke surga, dan lalu terhempas ke tanah. Kembang api meledak di kepalaku, dan tiba-tiba hujan badai melandaku. Sejak aku meninggalkan tanah bintang ini, aku melihat jalan yang akan kutempuh. Aku akan meninggalkan tanah bintang ini dan akan melihatnya dari jauh. Jika aku melihat bintang bersinar paling terang, bintang itu sangat membutakan dan rasanya sakit. Itulah mengapa aku akan pergi jauh."  

Mi Nyu menangis dan jatuh tertidur dimeja.
Tae Kyung berkata pada Mi Nyu yang sedang tidur "Apa kau benar-benar baik-baik saja atau kau masih sakit dan kesakitan?"

Tae Kyung menghapus air mata Mi Nyu dan berkata "kalau begitu aku tidak bisa menahanmu,
Aku berusaha untuk dapat melihatmu dengan jelas ketika kau datang .. bahkan dalam kegelapan, Aku bahkan makan wortel dan bayam yang aku benci setiap hari... Aku takut aku akan kehilangan dirimu dalam kegelapan, dan aku tidak ingin kehilanganmu ... Tapi sekarang, meskipun aku bisa melihatmu begitu jelas, aku tidak bisa menahanmu"
Tae Kyung berkata pada manager Ma untuk membawa Mi Nyu pergi. Manager Ma mengingatkan jika Tae Kyung melepaskan Mi Nyu sekarang, maka ini akan selamanya berakhir. Karena Mi Nyu akan ke Afrika. Tae Kyung sudah bulat dengan keputusannya.

Dalam mobil, manager Ma memberikan tiket konser pada Mi Nyu, Mi Nyu tidak yakin apa dia bisa datang, dia akan mencoba.

Tae Kyung membawa boneka babi kelinci dan dia menyentuh piano tempat fanmeeting dengan Mi Nyu saat itu Tae Kyung mencium tangannya Dan akhirnya Tae Kyung menyimpan babi kelinci yang sekarang mengenakan kalung bintang didalam gudang, kalungnya bersinar dalam kegelapan gudang.

Mi Nyu tinggal di biara dia sedang melihat anak-anak kecil bermain sepak bola. Mi Nyu melihat photo bintang yang diambilnya.
Mi Nyu berkata pada dirinya sendiri "aku hanya menemukan satu bintang kemarin"
Murid Mi Nyu datang dan bertanya "Guru Gemma? Apakah Anda menemukan bintang lain?

Aku membawa bintang untuk diberikan kepada Guru Gemma!"
Ternyata Mi Nyu menjadi guru di panti asuhan, muridnya itu membeikan buku berisi bintang-bintang.
Mi Nyu : "Terima kasih. Setelah aku pergi, tolong temukan lebih banyak bintang"

A.N.JELL sedang mempersiapkan konsernya. Mi Nyu menemui Bibi Mi Ja.
Mi Nyu berpamitan dengan Bibi Mi Ja dan bibinya berkata bahwa AN.JELL pasti kecewa Mi Nyu pergi begitu saja. Bibi Mi Ja kemudian berkata ada seseorang lagi yang ingin bertemu denganmu. Ternyata Mo Hwa Ran ingin bertemu Mi Nyu.


Mi Nyu menemui Mo Hwa Ran. Hwa Ran mengucapkan terima kasih karena sudah menghubunginya dan meminta Mi Nyu duduk.
Hwa Ran : "Aku ingin menemuimu karena aku ingin memberikan ini padamu"
Hwa Ran menyerahkan CD Lee Soo Jin.
Mi Nyu : "apakah ini ibuku?"
Hwa Ran : "ya ini adalah lagu yang ibumu nyanyikan. Aku berusaha mengumpulkannya. ini lagu orang lain tapi setidaknya kau bisa mendengarkan suaranya.
Aku merasa aku harus melakukan ini sebelum aku bisa berkata aku minta maaf padamu. Saat ayahmu bersama dengan ibumu,
ia tidak pernah sekalipun menemuiku. Seperti yang kau katakan, ayahmu berkata cintaku bukanlah cinta sesungguhnya dan ia tidak menginginkannya.
Ibumu akan tahu bahwa orang yang dicintai ayahmu bukan aku tetapi dia."

Hwa Ran sangat senang Mi Nyu bersedia menemuinya. Mi Nyu membenarkan, ini sangat berarti baginya, dia senang mendengar ini sebelum dia pergi.
Hwa Ran tanya apa Mi Nyu benar-benar mau pergi, jika Mi Nyu pergi, Tae Kyung tidak akan memaafkannya.
Bisakah kau menemui Tae Kyung dan berkata bahwa kau sudah memaafkan aku?
Mi Nyu berkata kalau Tae Kyung juga merindukan ibunya.
Hwa Ran : "Mengapa kau berkata ini kalau dia ada dalam hatimu? Jika aku bersama Tae Kyung, bukankah akan membuatmu lebih sulit bersamanya?"
Mi Nyu: "Karena membuat orang yang berharga pergi meninggalkanmu bukanlah cinta."

Menjelang konser A.N.JELL. Jeremy bertanya pada Tae Kyung "apakan menurutmu Mi Nyu akan datang? Bagaimana jika dia datang dan pergi, dan kita tidak bisa melihatnya, Ah Hyung, aku pinjam boneka itu"
Tae Kyung bilang kalau dia sudah membuang bonekanya. Jeremy tanya "bukankah kau menungunya?"
Tae Kyung : "lalu apa gunanya menunggu seseorang yang tidak akan datang, semuanya sudah berakhir"
Jeremy kesal dan berteriak : "kenapa kau tidak menunggunya? Dasar kau, kerbau sombong!"
Jeremy marah dan pergi meninggalkan Tae kyung (bagus Jeremy Tae Kyung emang harus disadarin)


Tae Kyung bertemu dengan He Yi.
He Yi : "kudengar hubungananmu dengan adik Go Mi Nam sudah berakhir? apa perasaanmu padanya juga sudah berakhir?"
He Yi berkata lagi "kau bohong soal sudah berakhir kan? kau tidak malu karena ketahuan berbohong, tapi kau malu karena ketahuan benar, kan?
tetaplah angkuh dan berbohong sampai akhir. kau pasti akan sangat malu kalau ketahuan"


Tae kyung juga bertemu dengan Shin Woo.
Shin Woo : malamitu kau membawanya pulang Go Mi Nam, itu bukan Go Mi Nam.
Tae Kyung : "ya, itu Go Mi Nyu, karena ada sesuatu maka dia harus berpakaian seperti itu. Dia pergi sesudah itu"
Shin Woo : "kau membiarkan dia pergi?"
Tae Kyung : "Karena Dia bilang sulit jika dekat denganku, jadi aku membiarkannya pergi"
Shin Woo : "aku yakin kau tidak membiarkannya pergi, tapi kau membuatnya pergi.
Melepaskan seseorang hanya dilakukan jika kau sudah merengkuhnya sampai akhir. Apa kau merengkuhnya?
Saat di Jepang aku merengkuhnya sampai akhir. Aku pasti terlihat konyol bagimu, tapi aku tidak bisa melepaskannya.
tetaplah jaga harga dirimu yang tinggi itu dan diam sampai dia pergi darimu, Tae Kyung yang sombong!" (bagus Shin Woo terus bikin Tae Kyung sadar).


tae Kyung juga bertemu dengan Hwa Ran.
Hwa Ran : "Maafkan aku Tae Kyung, aku takut, kau akan meninggalkan aku. Aku berusaha untuk merengkuh putraku.

Aku mungkin tidak punya hak untuk mengatakan ini, tapi aku harap kau tidak akan pernah melepaskan orang yang sangat berharga untukmu dan menyesalinya"
tae Kyung : " kenapa kau mengatakan ini padaku?"
hwa Ran : "Mi Nyu bilang, membuat seseorang yang sangat berharga pergi bukanlah cinta.
Memberitahu hal ini adalah pertanda perasaan cintaku padamu sebagai seorang ibu"
Tae Kyung : "Akutidak bisa mengatakan bahwa aku memaafkanmu sekarang.
Tapi aku akan datang beberapa kemudian untuk mendengar permintaan maafmu. Berhati-hatilah...ibu"  


Tae Kyung lalu bergegas mencari manager, dia tanya dimana alamat panti asuhan.
Saat sampai di panti, ternyata anak-anak berkata Mi Nyu sudah pergi. Tae Kyung melihat sekeliling dan menyadari banyak bintang. Tae Kyung sadar, Mi Nyu selalu memikirkannya, dan Mi Nyu masih mencintainya. Anak perempuan itu melihat Tae Kyung dan menambahkan bahwa ada bintang yang paling bersinar, yang akan ditemui gurunya hari ini. Tae Kyung mengerti lalu bergegas kembali ke acara konser.

Tae Kyung kembali dan ia berkata pada yang lain, Mi Nyu ada di sini, di kelas festival.
Saat Tae Kyung diatas, ia tidak bisa melihat Mi Nyu. Tae Kyung langsung mengubah strategi, dan mulai menyanyi. Dia menyanyikan lagu "apa yang harus aku lakukan" ciptaan ayah Mi Nyu..

Tae Kyung bernyanyi sambil mencari Mi Nyu diantara ribuan penonton tapi dia tidak bisa menemukannya karena tempat penonton begitu gelap. Mi Nyu sudah akan meninggalkan arena konser. Tae Kyung berteriak "kau sedang mendengarnya kan? Disini sangat terang. tapi di tempatmu gelap,aku tidak bisa melihatmu. Tolong jangan berada ditempat dimana aku tidak bisa melihatmu. Beri aku ijin untuk melihatmu"


Mi Nyu menghentikan langkahnya dan berbalik menetes kan air mata. Sedangkan fans terus berteriak-teriak. Konser A.N.JELL ini konser terbuka jadi fans nya pun sungguhan dan histerianya juga memang alami ga dibuat-buat.Bisa dibayangin kan syuting adegan ini diantara ribuan orang.

Shin Woo yang baik hati meminta staf untuk mematikan lampu panggung dan menyalakan lampu penonton. Saat lampu padam Tae Kuyng dapat menemukan Mi Nyu. Dia berjalan ketepi panggung dan turun untuk mendekat ke arah Mi Nyu. Para fans membuka jalan bagi Tae Kyung sambil berteriak-teriak histeris.

Tae Kyung langsung menarik Mi Nyu kedalam pelukannya.
Tae Kyung : "Aku akan terus mengatakannya padamu, jadi dengarkan baik-baik setiap hari. Aku mencintaimu"
Mi Nyu menangis terharu, fans berteriak histeris mendengarnya.


Mi Nyu dan Tae Kyung melihat bintang diberanda rumah A.N.JELL. Mi nyu tetap akan berangkat ke Afrika (Tae Kyung jelas tidak suka), tapi Mi Nyu akan segera kembali dan minta Tae Kyung menunggunya.
Tae Kyung berkata, "Kau jadi sombong, apa kau tidak sedih meninggalkan bintang paling terang, paling tampan di langit?"
Mi Nyu berkata, "Tapi tetap saja aku tidak bisa membawamu bersamaku."


Tae Kyung mengulurkan tangan seperti akan memetik bintang dan ia berkata, "Kau memetiknya seperti ini."
Lalu ia membuka tangannya dan menunjukkan kalung bintangnya pada Mi Nyu.


Tae Kyung minta Mi Nyu memakainya. Mi Nyu menerimanya dengan senang dan berkata "Tae Kyung sudah berubah, kau sangat menyukaiku ya, sampai memetik bintang dari langit?"
Tae Kyung : "Kau jadi lebih sombong lagi. jika kau seperti itu, aku akan minta kembali, ayo kembalikan!"
Mi Nyu: "Tidak, tidak bisa! Ini milikku!"
Tae Kyung" "Mereka punya banyak permata di Afrika. Ayo kembalikan!"
Mi Nyu : "Aku tidak bisa! Aku tidak punya keahlian."
Tae Kyung: "Jadi kau harus baik padaku saat aku disini."

Tae Kyung akhirnya menarik Mi Nyu dan merangkul pundaknya.
Mereka melihat langit dan melihat bintang jatuh :
Mi Nyu : "Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah melepaskan bintang yang sudah kurengkuh."
Tae Kyung : "Yah, jangan pernah lepaskan. Aku hanya akan bersinar di depanmu."


------------------------------The End----------------------

avatar..::PENTING dan WAJIB DIBACA::..
Catatan tentang ][ HE IS BEAUTIFUL ][ ini di tiktik oleh pada hari Jumat, 09 Desember 2011. Tenkz atas kunjungannya kawan DuTie dan jangan lupa buat mampir lagi ya?!? He..86x.
JIKA KALIAN INGIN _COPAS_ BOLEH-BOLEH AJA. ASAL JANGAN LUPA SERTAKAN LINK NYA. TENKZ UNTUK PENGERTIANNYA.

0 Caz Ciz Cuz:

Poskan Komentar

❢WARNING❢ FOR KAWAN ☆DUNIA ♥ T-WEKZ LIB'Z☆

Ber Caz Ciz Cuz lah dengan penuh KESOPANAN

Jangan ada kata PENGHINAAN, PELECEHAN dan SPAMMER

You FOLLOW, I FOLLBACK dan NO LINK AKTIF

Untuk EMO, kawan DuTie tinggal ketik sbb ::     ▸Bingunk     ▸He..86x     ▸Cinta     ▸Hu um     ▸Huhh     ▸Ide     ▸Keren     ▸Malu     ▸Marah     ▸Nangis     ▸Emmm     ▸Yeek     ▸Sedih     ▸Ouw     ▸Whaha

Ω TERIMAKASIH,, ATAS KUNJUNGANNYA KAWAN DUTIE Ω

..::5HARE TO::..

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
Pie 86 peE -{_Gallery ♥VPie◥♀◤MahaDhifa♥_}-